
Rangga dan keluarganya, akhirnya sampai juga di kediaman keluarga Wijaya. Mereka semua merasa kelelahan karena perjalanan panjang mereka.
Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga sambil nonton tv.
Rangga sengaja duduk di sebelah mamanya.
"Ma,apa tidak ada yang ingin mama katakan padaku?", tanya Rangga.
" Tidak. Mama mau istirahat di kamar,Mama capek". Setelah mengatakan itu Mia masuk ke kamarnya.
"Mikha, Tama ayo! Kalian juga harus istirahat", Ratih mengajak ke dua cucunya masuk ke dalam kamar karena ini juga sudah malam.
" Mas,sebenarnya ada apa antara mas dengan Mama?"tanya Bintang yang merasa ada keanehan antara suami dan mertuanya itu.
"Tidak, ada apa-apa. Ayo kita juga harus tidur!" Jawab Rangga berbohong. Dia menggendong tubuh istrinya itu ala bridal style.
"Mas,aku capek .Aku nggak mau kamu macam-macam", kata Bintang.
" Siapa yang mau macam-macam, paling aku cuma mau satu macam aja kok",jawab Rangga sembari menggoda istrinya itu.
"Mas..."
Rangga menggendong istrinya masuk ke kamar mereka. Setelah mengunci pintu, dia merebahkan tubuh istrinya itu di atas ranjang. Kemudian dia sendiri ikut naik dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu. Dia memeluk tubuh istrinya dan membawa kepala istrinya agar bersandar di dadanya.
"Mas", panggil Bintang
" Heemmm"
"Aku tadi dapat kabar dari kampus, kalau aku sudah harus mulai magang minggu depan.Apa Mas megijinkan aku magang?" tanya Bintang dengan hati-hati.
"Di mana?", Rangga balik tanya.
" Di RS XXX di kota Bandung",jawab Bintang.
Rangga menghela napasnya.
"Mas,bagaimana? Apa aku boleh ke sana?" tanya Bintang lagi.
"Sebenarnya aku ingin melarangmu,tapi bukankah menjadi seorang dokter adalah impianmu? Jadi aku tidak akan menghalangimu" jawab Rangga.
"Jadi Mas,mengizinkan aku magang di sana?" tanya Bintang sekali lagi.
"Iya,tapi dengan syarat", Rangga menggantung ucapannya.
" Apa?"
"Aku juga harus ikut denganmu ke Bandung" jawab Rangga.
Bintang mendongakkan wajahnya menatap suaminya.
"Tidak, jika kamu ikut ke Bandung mereka pasti akan segan untuk menyuruh-nyuruhku.Lalu bagaimana aku bisa mendapatkan pengalaman di rumah sakit itu", tolak Bintang dia memanyunkan bibirnya.
Rangga mencium bibir istrinya itu sekilas,dia begitu gemas saat melihat tingkah istrinya tersebut.
" Sayang, aku hanya akan datang pada malam hari saat kamu selesei bertugas di rumah sakit. Jadi aku tidak akan mengganggu pekerjaanmu itu dan orang juga tidak akan melihatku datang menemuimu.Tapi usahakan agar kamu bisa tinggal di mes yang di sadiakan rumah sakit itu sendiri.Jadi aku bisa datang ke tempatmu tanpa sepengetahuan orang lain",kata Rangga panjang lebar.
"Tapi Mas,bagaimana dengan anak-anak?", tanya Bintang. Dia juga merasa berat harus meninggalkan kedua anaknya.
" Tenanglah kan ada mama sama ibu, nanti aku akan bicara dengan meraka. Lagian saat week end nanti akukan bisa mengajak mereka mengunjungimu. Mereka juga pasti akan mengerti,merekakan anak-anak yang hebat",kata Rangga lagi.
"Baiklah,aku akan serahkan semuanya pada suamiku yang hebat ini.Terimakasih ya Mas,aku sungguh sangat sangat sangat mencintaimu", ucap Bintang pada suaminya.
" Kalau begitu bagaimana kalau malam ini kita melakukan itu lagi"goda Rangga.
"Tidak mau,akukan capek" jawab Bintang.
Rangga terkekeh mendengarnya.
"Tidurlah, aku tidak akan melakukan apapun malam ini", Rangga kembali mengeratkan pelukannya.
Malam itu mereka tertidur tanpa melakukan apa-apa.
Satu minggu sudah berlalu,tiba saatnya Bintang harus berangkat ke Bandung untuk magang.
Rangga dan kedua anaknya hanya mengantar Bintang sampai di kampus,karena Bintang harus berangkat bersama rombongan dari kampus.
Mahasiswa kedokteran dari univeesitas XXX yang di tugaskan magang di rumah sakit XXX di kota Bandung ada 9 orang,6 orang mahasiswa perempuan dan 3 orang lainnya adalah mahasiswa laki-laki.
Mereka berangkat dengan kendaraan yang di sediakan oleh kampus.Mereka berangkat pada waktu sore hari.
Semua rombongan akhirnya tiba juga di rumah sakit XXX di kota Bandung. Mereka langsung di antar menuju ke mes yang telah di sediakan.
Bintang mulai merapikan barang- barang bawaannya.Dia memasukkan pakaian ke dalam lemari yang telah di sediakan. Dia juga meletakkan foto keluarga kecilnya di meja dekat tempat tidur.
Bintang mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, dia mengirimkan pesan WA kepada suaminya.
' Mas,aku baru saja sampai di Bandung '
Sudah cukup lama Bintang menanti balasan dari suaminya. Dia melihat pesan yang dia kirim dan sudah ada tanda dua centang biru di sana.Itu artinya pesan yang dia kirim sudah di baca oleh suaminya.
"Kenapa Mas Rangga tidak membalas pesan yang aku kirim?Padahalkan sudah di baca' ,batin Bintang.
Bintang kembali melihat ponselnya dan berharap sudah ada balasan dari sang suami. Tapi lagi-lagi harapan tinggallah harapan karena belum ada balasan dari yang di tunggu.
Tidak lama terdengar ada orang yang mengetuk pintu kamarnya.
" siapa sih yang malam begini masih datang ke sini? ",gerutu Bintang.
Bintang membuka pintu kamarnya seraya berkata, " Maaf ada yang bisa saya bantu?".
Bintang begitu terkejut sekaligus bahagia saat melihat siapa orang yang saat ini berdiri di depan kamarnya.
"Mas Rangga",panggil Bintang tidak percaya.
Rangga hanya tersenyum simpul melihat ke arahnya.
" Dari mana Mas tahu kalau ini kamarku?"tanya Bintang lagi.
"Kenapa kamu tidak menyuruhku masuk?Apa kamu tidak takut kalau teman-temanmu melihat aku berada di sini?".
Bintang menarik tangan suaminya agar masuk ke kamar. Bintang mengunci kamarnya takut ada orang yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
" Aku sungguh sangat merindukanmu, padahal baru tadi sore kita berpisah" Kata Rangga sambil memeluk pinggang istrinya.
"Aku juga merindukanmu", jawab Bintang yang juga mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Namun saat mereka akan berciuman, tiba-tiba ada bunyi ketukan dari luar kamarnya.
Bintang langsung kalang kabut mencari tempat untuk suaminya bersembunyi.
" Mas, kamu sembunyi di kolong!",suruh Bintang.
"Jangan,jangan di kolong. Badanmu kan besar pasti akan ketahuan",Bintang benar-benar kebingungan mencari tempat untuk suaminya bersembunyi.
Dia membuka lemari kemudian menutupnya lagi.Dia semakin gugup saat orang yang mengetuk kamarnya tersebut menyuruh Bintang untuk segera membukakan pintu.
" Sayang, tenanglah",suruh Rangga dengan suara pelan.
"Aku akan ke luar dari jendela saat kamu membuka pintu nanti.Oke" katanya lagi.
Bintang mengangguk.
Rangga mencium bibir istrinya itu sebelum dia keluar melalui jendela.
### Hei hei lagi-lagi Author mau ngingetin neh. Optimalkan himbauan pemerintah untuk melakukan physical distencing.
Belajar dari rumah,kerja dari rumah dan beribadah dari rumah.
Terus jaga kesehatan dan selalu cuci tangan dengan menggunakan sabun.