
Pagi itu Rangga di sibukkan dengan keinginan sang istri yang bisa di bikang sulit oleh Rangga. Bagaimana tidak sulit, Bintang meminta Rangga untuk membeli buah mangga dan itu harus di pasar tradisional. Sebenarnya tidak masalah dengan pasarnya, tapi yang jadi persoalannya adalah ini belum musimnya pohon mangga berbuah.
Sudah hampir 3 jam Rangga berkeliling di pasar tradisional, namun hal yang dia cari belum juga bisa dia dapatkan.
"Dimana aku harus mencarinya lagi?" gumam Rangga, dia mengacak-acak rambutnya sendiri.
Seorang Rangga Wijaya yang biasanya terlihat berwibawa dan menakutkan berubah menjadi sosok yang kusut dan tak karuan hanya karena berkeliling mengitari pasar tradisional untuk memenuhi keinginan istri tercinta.
Karena lelah berkeliling, dia berhenti tepat di sebuah lapak seorang pedagang buah yang kebetulan baru saja buka.
Wajah yang tadinya kusut kembali berbinar ketika melihat ada buah mangga yang di jajakan di lapak tersebut. Tanpa pikir panjang Rangga membeli seluruh buah mangga tersebut beikut dengan wadah-wadahnya.
Dia menelpon asistenya yang tak lain adalah Nando untuk datang menjemputnya di pasar. Tadi pagi Rangga, pergi ke pasar di antar oleh Pak Mun. Dia menyuruh sopirnya itu untuk pulang terlebih dulu, karena belum juga menemukan barang yang dia cari. Tadinya Pak Mun ingin membantu Tuannya itu mencari keinginan sang nyonya, namun di tolak oleh Rangga dengan alasan itu adalah keinginan dari anaknya dan mana boleh orang lain yang mencarikannya.
"Ngga, kamu tidak salah membeli semua buah mangga ini?" tanya Nando begitu tiba di pasar tempat bosnya itu menunggu.
"Tentu saja tidak. Itu keinginan anakku, jadi aku harus memberikan apa yang anakku mau," jawab Rangga.
"Ayo pulang! Jangan lupa angkat semua buah itu kedalam mobil!" suruh Rangga kepada Nando. Rangga terlebih dulu masuk ke dalam mobil miliknya, dia duduk bersandar sambil terus membayangkan wajah sang istri tercinta yang pasti akan bahagia saat buah yang diinginkannya tersedia banyak bahkan sangat banyak.
Nando dengan di bantu sang penjual buah, memasukkan semua buah mangga tadi ke dalam bagasi mobil. Dia segera masuk ke dalam mobil setelah semuanya sudah beres.
Nando menjalankan mobilnya menuju ke kediaman Wijaya guna mengantarkan bosnya itu.
*****
"Sayang, aku sudah mendapatkan buah mangga yang kamu inginkan," kata Rangga ketika sampai di rumah.
Mata Bintang terbelalak ketika melihat banyaknya buah mangga yang suaminya itu beli.
"Ya ampun, Mas. Kamu borong semua mangga-mangga ini?" tanya Bintang.
"Iya, aku sengaja memborongnya agar anak dalam kandunganmu itu bisa puas memakannya," jawab Rangga.
Bintang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami tersayangnya. "Apa ada yang salah?" tanya Rangga saat melihat reaksi yang di tunjukkan oleh istrinya, jauh dari ekspentasinya tadi.
Bintang mendekati suaminya dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.
"Ehem" Nando mengeraskan dehemannya. Seketika dua orang itu melepaskan ciuman mereka. Bintang menunduk karena malu, sementara Rangga dia bersikap seolah tidak perduli dengan keberadaan asistennya tersebut.
"Kamu boleh kembali ke kantor!" seru Rangga kepada Nando.
"Lalu meetingnya?" tanya Nando
"Undur beberapa jam, aku akan ke kantor setelah menyelesaikan urusanku di sini," jawab Rangga.
Nando yang paham dengan maksud bosnya itu, sesegera mungkin meninggalkan tempat tersebut.
Rangga kembali melanjutkan ciuman mereka yang sempat terhenti, dia segera menggendong istrinya dan membawanya ke dalam kamar untuk melanjutkan ke aktivitas yang lain.
\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#
🏵️ Jangan lupa untuk baca karya Author yang lain ya:
Dan karya keceh di bawah 👍:
Juga season 2 dari KONTRAK PERNIKAHAN:
Terimakasih💖💖💖