Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 69


Hay para reader,sebelumnya Author mau minta maaf. mungkin di antara kalian ada yang komen: malas baca ah,kaya sinetron,kenapa Bintang begini,kenapa kok nggak begini,terlalu ribet,ilfiel atau apalah itu.Sekali lagi Author minta maaf.🙏🙏🙏 karena memang begitulah jalan ceritanya.


 


\#


 


"Apa kamu benar-benar calon tunangannya Rendi?" tanya ibunya Rendi.


Bintang menatap Rendi sejenak,dari tatapan mata Rendi,Bintang tahu kalau pria di depannya itu sedang mengaharap bantuannya.


"Aku...."


"Ibu bahagia kalau Rendi sudah menemukan tambatan hatinya. Kamu sangat cantik Nak" kata ibu Rendi seraya menggenggam tangan Bintang.


"Ibu maaf,sebenarnya aku...", belum sempat Bintang melanjutkan perkataannya,ibunya Rendi mengeluh sakit di bagian dadanya.


" Dok,dadaku sedikit sakit"kata ibu Rendi kepada Alex.Alex kembali memeriksa keadaan ibunya Rendi.


"Maaf Dokter Rendi,sebaiknya Anda membiarkan ibu Anda istirahat" kata Alex setelah memeriksa keadaan ibunya Rendi.


Bintang dan Rendi keluar dari ruang rawat ibunya.


"Pak,kenapa tadi Bapak bilang kalau saya ini calon tunangan Bapak?" tanya Bintang sedikit jengkel.


"Maafkan aku Bintang, aku hanya ingin membuat ibu bahagia.Selama ini ibu hanya ingin melihat aku membawa calon tunanganku,tapi kamu tahu sendirikan kalau aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun.Aku bingung harus minta bantuan pada siapa" jawab Rendi dengan wajah sedihnya.


"Pak,asal Bapak tahu aku ini sudah menikah Pak", Rendi benar-benar terkejut mendengarnya.Selama ini dia mengira kalau Bintang masih single.Apalagi melihat perawakan Bintang yang terlihat seperti gadis berusia 19 tahunan.


"Kamu bohongkan?kamu sengaja bilang begitu karena tidak mau membantuku.Iyakan?"


Bintang mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.Kemudian dia membuka galery di ponselnya tersebut dan menunjukkan beberapa foto kebersamaannya dengan keluarganya, terutama foto suami dan kedua anaknya.


"Aku sengaja tidak mengatakan identitasku di kampus,karena aku tidak ingin orang memperlakukanku istimewa hanya gara-gara aku adalah istri dari Rangga Wijaya pengusaha sukses sekaligus ketua yayasan di kampus itu.Aku ingin meraih impianku menjadi dokter dengan usahaku sendiri" Bintang berusaha menjelaskan.


"Sekali lagi maaf atas kecerobohanku mengakuimu sebagai calon tunanganku,tapi aku mohon berpura-puralah menjadi calon tunanganku di depan ibuku.Hanya di depan ibuku aku mohon! setidaknya sampai keadaan ibuku membaik",pinta Rendi dengan sungguh-sungguh dan terlihat putus asa.


Bintang mengusap wajahnya kasar,dia benar-benar tidak tega mengingat keadaan ibunya Rendi yang sedang sakit.


" Baiklah,tapi hanya di depan ibumu dan sampai keadaan ibumu membaik" jawab Bintang.


"Aku akan berpamitan pada ibu,setelah itu aku antar kamu pulang" kata Rendi kemudian kembali masuk ke ruang rawat ibunya.


"Keluarlah Lex,aku tahu kamu di sana" suruh Bintang.


Alex yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Bintang dan Rendi di balik tembok akhirnya keluar.


"Bintang,sebaiknya kamu bicarakan semuanya pada Kak Rangga.Jangan sampai Kak Rangga salah paham"


"Aku tahu.Tapi saat ini tolong kamu rahasiakan hal ini dulu dari Mas Rangga, aku akan cari waktu yang tepat untuk bicara dengannya nanti" jawab Bintang.


"Tapi jangan terlalu lama,karena itu pasti akan sangat berpengaruh pada pernikahan kalian kalau sampai Kak Rangga tahu dari orang lain" Alex mencoba mengingatkan Bintang.


"Terimakasih ya Lex" ucap Bintang, Alex mengangguk kemudian dia kembali bertugas.Tidak lama kemudian Rendi keluar dari ruangan ibunya.


"Ayo" ajak Rendi


"iya" jawab Bintang.


Bintang baru sampai di rumahnya hampir lewat tengah malam.Dia masuk ke dalam rumah yang sudah dalam keadaan gelap gulita karena semua penghuninya sudah tidur.Hanya satu ruangan yang masih dalam keadaan menyala dimana lagi Kalau bukan ruang kerja suaminya. Karena Rangga termasuk typecal orang yang gila kerja.


Bintang membersihkan dirinya di kamar mandi.Entah kenapa dia ingin memakai pakaian seksi untuk menggoda suaminya dan dia memilih memakai linggrie berwarna merah maroon.Dia menutupinya dengan memakai piyama.


Bintang ke kamar anak-anaknya terlebih dahulu.Dia menatap wajah anak-anaknya yang masih tertidur pulas.


Kini dia beralih menuju ruang kerja suaminya.Rangga begitu fokus dengan pekerjaannya,bahkan dia tidak menyadari kehadiran istrinya.


"Apa pekerjaanmu masih banyak Mas?" tanya Bintang sambil memeluk bahu suaminya dari belakang.


"lumayan,soalnya aku baru mengerjakan ini setelah anak-anak tidur" jawab Rangga tanpa melihat ke arah Bintang.


"Maaf ya gara-gara aku,kamu jadi susah." ucap Bintang.


"Tidak Sayang, mereka kan juga anak-anakku.Sudah kewajibanku untuk menjaga mereka" kata Rangga yang masih tetap fokus dengan layar di depannya.


Bintang membuka piyamanya,sekarang dia hanya memakai linggrie yang transparan.


"Sayang,apa kamu belum ingin tidur?" tanya Bintang. "Sebentar lagi,setelah semua berkas ini selesei" jawab Rangga yang masih mengabaikan keberadaan istrinya itu.


Rangga begitu terkejut ketika tiba-tiba Bintang duduk di pangkuannya.Dan lebih terkejutnya lagi karena melihat istrinya itu terlihat seksi dengan linggrie yang dia kenakan.


Rangga menelan ludahnya dengan susah payah,apalagi lekuk tubuh istrinya itu terpampang dengan jelas di hadapannya.Istrinya itu hanya memakai linggrie tanpa mengenakan dalamannya.


"Benar kamu tidak mau tidur sekarang mas?" tanya Bintang yang sengaja menggoda suaminya dengan menggesek-gesekkan bokongnya di atas alat vital suaminya yang masih terbungkus rapat.


"Kalau kamu masih mau bekerja di sini,ya sudah aku akan kem...." belum selesei Bintang berbicara Rangga sudah membungkam mulut istrinya itu dengan ciuman.


"Kau yang menggodaku Sayang, jadi jangan salahkan aku jika malam ini aku tidak akan melepaskanmu.Akan ku buat kamu tidak bisa jalan besok pagi" kata Rangga di sela-sela ciumannya.


"Buktikan padaku Sayang" jawab Bintang.


Keduanya kembali melanjutkan ciuman panas mereka.Mereka melakukan itu sekali di ruang kerja Rangga. Dan melanjutkannya di kamar mereka.Dan entah berapa kali mereka melakukannya, yang jelas baru menjelang subuh mereka menghentikan aktivitas mereka.Mereka mandi kemudian sholat subuh bersama,setelah itu mereka tidur karena lelah dengan pergulatan yang mereka lakukan di atas ranjang.Karena kebetulan hari itu adalah hari minggu.


Jam 7 pagi,Tama dan Mikha menggedor-gedor pintu kamar orang tua mereka.


"Mommy,Daddy" panggil mereka dengan suara keras.


"Sayang,kamu buka pintunya gih.Aku ngantuk" suruh Bintang kepada suaminya.Rangga bangun dan membuka kamar mereka.Tama dan Mikha langsung berlari memeluk Mommy mereka yang masih tidur.


"Mommy, ayo kita jalan-jalan" rengek keduanya.


"Mom,ayo!" rengek mereka lagi.


Bintang bangun dan memposisikan dirinya duduk.


"Baiklah sayang,tapi Mommy siap-siap dulu ya" jawab Bintang


"ye ye ye" teriak keduanya gembira.


Rangga kembali ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur,namun di cegah oleh kedua anak mereka.


"Daddy jangan tidur lagi" cegah Mikha


"Daddy juga cepetan siap-siap,kita jalan-jalan ber...." Tama menghitung jarinya.


"empat" lanjutnya.


"Ok,Daddy akan siap-siap.Tapi sekarang kalian tunggu Mommy dan Daddy di luar. Ok".


Kedua anak mereka pun keluar, tapi sebelum itu mereka memeberi ultimatum kepada orang tua mereka untuk siap dalam 5 menit.


Bintang dan Rangga terkekeh mendengar ultimatum tersebut.


" Mereka benar-benar mirip seperti kamu,Mas.suka memerintah"kata Bintang.