Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 189


"Tolooooonnnnnnnggggg...."


Seketika lampu di ruangan itu menyala, Bintang begitu bahagia mendapati suami yang dia rindukan sudah berada di depan mata.


"Mas...kapan kamu pulang?" tanya Bintang dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baru saja aku sampai. Maaf ya Sayang,karena aku tidak membalas pesanmu kemarin malam. Aku sengaja melakukan itu karena aku ingin cepat menyelesaikan pekerjaanku supaya aku bisa pulang lebih cepat dari rencana awal," jawab Rangga panjang lebar.


Bintang tidak mengatakan apapun lagi,dia langsung memeluk tubuh suaminya itu.


"Kamu tahu Mas,aku sangat merindukanmu," ucap Bintang.


"Aku juga merindukanmu,Sayang" ucap Rangga seraya mengeratkan pelukannya.


"Ehm ehm," suara deheman seseorang dari arah belakang mereka.


"Mama..," panggil Bintang seraya melepaskan pelukannya.


Beberapa detik kemudian ibu dan dua anak kembarnya juga sudah ikut berdiri di belakang mereka.


"Jadi...Mama dan Ibu sudah tahu,kalau Mas Rangga pulang hari ini?" tanya Bintang kepada ibu dan mama mertuanya. Dia menatap keduanya bergantian.


"Awalnya kami tidak tahu,tapi siang tadi Rangga memberitahu Mama kalau dia akan pulang hari ini. Dan dia sengaja ingin membuat kejutan untukmu," jawab Mia.


"Kejutan?", tanya Bintang penasaran.


"Apa kamu belum juga menyadarinya, Sayang?" kini Rangga yang balik bertanya kepada istrinya.


Bintang masih belum mengerti apa maksud suaminya tersebut. Bintang mulai menyadari saat Rangga memberikan jawaban dengan menggunakan isyarat matanya.


"Ini....," Bintang tidak melanjutkan kata-katanya.Bintang menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saat menyadari kejutan yang di berikan oleh suami dan keluarganya. Ternyata ruang tamu tersebut telah di hiasi dengan banyak bunga dan hiasan yang berkerlip di bagian dindingnya.


"Kapan mama dan ibu mempersiapkan ini?" tanya Bintang.


"Setelah kamu berangkat ke rumah sakit,mama,ibu dan juga kedua cucu kesayangan Grandma membantu mempersiapkan semuanya," jelas Mia.


"Tapi aku kan tidak berulang tahun,kenapa kalian memberikan aku kejutan?"


"Apa harus nunggu kamu berulang tahun untuk memberimu kejutan?" tukas Rangga.


Bintang pura-pura cemberut mendengar jawaban suaminya.


"Sayang,kehadiranmu di dalam hidupku adalah sebuah kejutan terindah yang Tuhan berikan padaku. Karena sejak saat itu hidupku terasa lengkap dan sempurna," ucap Rangga dengan menatap ke dua bola mata istrinya.


'Bluussshhhh'


Hati Bintang seolah terbang ke langit ketujuh mendengar jawaban dari suaminya itu.


"Kamu juga kebahagiaan terbesar di dalam hidupku,Mas. Tanpamu hidupku seakan tidak berarti," ucap Bintang membalas pujian yang di berikan oleh suaminya.


"Ehm ehm," lagi-lagi Mia berdehem mendengar kata-kata romantis yang di ucapkan oleh menantu dan putranya tersebut.


"Lebih baik kalian lanjutkan kata-kata manis kalian ini di dalam kamar nanti," seru Mia.


"Kenapa harus di dalam kamar, Grandma? Mikha kan juga mau dengar," protes Mikha kepada neneknya itu.


"Memang Mikha tahu apa artinya?" tanya Mia kepada cucu perempuannya tersebut. Dengan polosnya Mikha menjawabnya dengan gelengan.


"Tapi Mikha senang mendengarnya,Grandma. Apalagi kalau Mikha melihat wajah mommy yang merah saat mendengar daddy mengatakan kata-kata itu," jawab Mikha dengan polosnya.


Bintang dan Rangga yang mendengarkan jawaban polos putrinya itu pun tersenyum menahan tawa. Mereka tidak menyangka kalau ternyata putri kecilnya selalu memperhatikan sikap kedua orang tuanya.


"Tama juga suka mendengarnya," imbuh Tama.


"Sudah! Lebih baik kita ke ruang makan sekarang,ibu yakin tidak hanya Rangga yang sudah lapar,tapi kita semua juga lapar," ucap Ratih.


"Iya...lebih baik kita makan sekarang" sambung Mia.


Semua anggota keluarga segera menuju ke ruang makan.Usai makan malam mereka melanjutkan dengan pesta sederhana di belakang rumah.


Pukul sebelas malam pesta kecil ala keluarga Wijaya itu pun berakhir. Semua orang sudah kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Demikian juga dengan Bintang dan Rangga,setelah menemani kedua anak kembarnya tidur,mereka pun masuk ke dalam kamar mereka.


"Mas...," panggil Bintang ketika Rangga memeluknya dari belakang.


"He'em",jawab Rangga tanpa merubah posisinya.


"Kapan kita akan pergi ke desa?" tanya Bintang.


"Minggu ini kita ke sana.Sekalian Kita ajak ibu dan kedua anak kita" jawab Rangga.


Bintang merasa tidak sabar ingin segera melihat desa tempat dia di lahirkan.


Tiba-tiba tubuh Bintang menegang saat tangan suaminya itu menyusup ke dalam baju miliknya.


"Mas..."


Rangga tidak membiarkan istrinya itu untuk melanjutkan kata-katanya. Dia langsung membawa tubuh istrinya tersebut ke atas tempat tidur.


Namun di saat mereka hendak melanjutkan ke aktifitas berikutnya,ponsel milik Bintang berdering.


"Awas,Mas!" kata Bintang seraya mendorong tubuh suaminya. Dia menyahut ponsel miliknya yang terletak di atas nakas.


"Hallo,An" sapa Bintang saat tahu yang menelponnya adalah Ana.


"Bintaannnggg..." teriak Ana yang memang selalu heboh. Bintang sedikit menjauhkan ponsel miliknya saat mendengar teriakan sahabatnya tersebut.


"Ya ampun Ana,ngapain sih teriak. Aku juga nggak budek kali," protes Bintang.


"Sorry sorry, saking senengnya aku jadi berteriak," jawab Ana.


"Seneng kenapa? Dapet lotre? Atau si Alex berhasil kamu siksa?" tanya Bintang bercanda.


"Enak saja,nggak mungkinlah aku nyiksa yayang Alex," jawab Ana yang berpura-pura cemberut.


"Nggak usah manyun gitu,tambah jelek tahu. Kasihan anak di dalam perutmu kalau terus-terusan lihat wajah jelek ibunya,"


Bintang bisa melihat sahabatnya yang sedang manyun karena saat ini mereka sedang melakukan panggilan video.


"Hey...ibunya cantik tahu," protes Ana.


"Ada apa malam-malam gini kamu video call? Apa Alex nggak pulang makanya kamu gabut dan akhinya menelpon aku," kata Bintang.


"Yayang Alex selalu pulang tepat waktu Sayang," jawab Ana.


"Terus ngapain kamu malam-malam begini menelponku?" tanya Bintang sekali lagi.


"Aku dengar dari yayang Alex katanya suami pulang ya? Wah...pasti Pak Rangga datang dengan segala keromantisannya," kata Ana.


" Ya..dan keromantisan itu hilang karena kamu ganggu," Bintang mengatakan itu di dalam hati.


Bintang hanya memutar bola matanya malas mendengar obrolan yang tidak penting dari sahabatnya itu.


" Apa kamu kurang kerjaan,An? Sampai-sampai kamu ganggu waktu berdua kami?" sela Rangga yang sengaja mencium pipi istrinya meskipun dia tahu kalau istri dan sahabatnya itu sedang melakukan video call.


"Eh,Pak Rangga," kata Ana cengengesan.


"Apa kamu masih mau melihat keromantisan kami?" tanya Rangga kepada Ana.


"Tidak kok Pak Rangga,aku hanya ingin mengetahui kabar temanku saja," jawab Ana yang masih cengengesan.


Rangga sengaja merebut ponsel yang sedang di pegang oleh Bintang dan meletakkan ponsel tersebut di atas nakas. Dia membalik kamera ponsel tersebut sehingga yang nampak di layar hape milik Ana adalah gambar tembok.


"Hei Bintang...hei.." panggil Ana,namun yang dia panggil tidak menyahutinya. Ana segera menutup panggilan video call nya,ketika dia mendengar suara suara aneh dari ponsel miliknya.


## Maaf ya hari ini tidak ada part teka-tekinya🙏😁. Tapi author minta tetap tinggalkan jejak kalian dengan like,komen dan vote sebanyak-banyaknya. Aku tunggu😉😇🌹