
Pagi itu Bintang sudah bersiap untuk berangkat kuliah.Dia begitu antusias begitu tahu dia berkuliah di Universitas yang selama ini dia impikan semasa SMA dulu.
Bintang berjalan melewati Rangga dan kedua anak kembarnya yang sepertinya sedang merajuk.
Rangga sedang membujuk kedua anaknya untuk sarapan.Karena sejak tadi kedua anak itu belum mau memakan makanannya meski sudah di bujuk oleh Mia dan juga Ratih,hingga sekarang dia sendiri harus turun tangan.Padahal hari ini dia ada meeting penting dengan client baru yang baru saja datang dari Amsterdam.
Kurang beberapa langkah lagi Bintang hampir meraih knock pintu untuk membukanya,tapi di urungkannya dan malah berbalik menghampiri Rangga dan kedua anaknya.
"Mereka belum mau sarapan?" tanya Bintang.
Rangga hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Sini", Bintang meraih piring yang ada di tangan Rangga.
" Sayang, kalian harus sarapan ya.Biar Tante yang suapin" bujuk Bintang.
Kedua anak itu mengangguk setuju,wajah keduanya kembali berseri saat Bintang mulai menyuapi mereka.
"Kalian harus makan yang banyak,biar kalian cepat besar" kata Bintang.
"Tante,bolehkah kami memanggilmu mommy?" tanya Mikha di sela-sela makannya.
Bintang menatap kedua anak di depannya tersebut.
"Kalau Tante tidak mau tidak apa", lanjut Mikha dengan suara lirih,tapi masih di dengar oleh Bintang dan wajahnya tampak bersedih.
" Tentu saja boleh,Sayang "jawab Bintang.
Seketika itu wajah Mikha kembali berseri.
" Apa Tama juga boleh memanggil Tante mommy ?"
"Tentu saja.Tama dan Mikha boleh panggil Tante ini dengan sebutan Mommy. Tante pasti akan sangat bahagia mempunyai anak seperti kalian" ,jawab Bintang.
'mereka memang anak-anakmu Bintang. Aku senang meskipun ingatanmu hilang,sepertinya naluri keibuanmu masih sangat kuat' ,Rangga berbicara pada dirinya sendiri sambil menatap Bintang yang masih menyuapi kedua anaknya.
"Ayo habiskan makanan kalian,setelah itu kalian berangkat sekolah.Oke"
"Oke Mommy", jawab keduanya bersamaan.
Bintang merasa bahagia melihat senyum yang di tunjukkan kedua anak kembar di depannya.
" Terimakasih ya,karena kamu sudah mau menyuapi kedua anakku dan mau di panggil mommy oleh mereka"
Ucap Rangga kepada Bintang setelah kedua anaknya berangkat ke sekolah.
"Itu bukan hal yang besar,Aku senang saat melihat kedua anak itu tersenyum" jawab Bintang.
"Ohya, memang di mana mommy nya?Sejak aku di sini aku belum pernah bertemu dengan mommy mereka?" tanya Bintang.
'kamu mommy mereka sayang'
"Maaf karena aku tidak bisa menjawabnya" ,jawab Rangga.
'apa istri pak Rangga sudah meninggalkannya ya?atau istrinya sudah meninggal?'
'ah kenapa aku jadi mikirin hidupnya pak Rangga seh'
"Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf" jawab Bintang.
"Bukankah kamu ingin pergi ke kampus?Bagaimana kalau aku mengantarmu,kebetulan kantorku kan searah" Rangga mencoba menawarkan diri.
"Tidak usah,aku bisa naik taksi atau ojek online kok"
"Ayolah! anggap sebagai ucapan terimakasih karena kamu sudah menghibur anak-anakku dan menyuapi mereka pagi ini", Rangga sedikit memaksa.
" tapi..."
"Hari ini kamu ada kuliah pagikan?kalau tidak berangkat sekarang kamu akan terlambat"
Setelah berfikir sejenak dan melihat jam yang melingkar di tangannya akhirnya Bintang setuju.Karena memang sudah terlalu siang dan dia akan ketinggalan mata kuliah pertama jika harus menunggu ojek maupun taksi online.
Rangga mengantar Bintang sampai di depan kampus.Mungkin jika kondisi Bintang tidak sadang amnesia,dia akan menolak saat Rangga mengantarnya tepat di depan kampus.Alasannya dia tidak mau di ketahui identitasnya sebagai Nyonya Wijaya.
"Sudah sampai masuklah! Nanti kalau aku tidak sibuk aku akan menjemputmu" .
Bintang menatap Rangga bingung.
"Maksudku,tadi ibumu menyuruhku menjemputmu karena khawatir dengan keadaanmu", Rangga sedikit meralat perkataannya.
" Oh...tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri kok" jawab Bintang.
Ketika hendak membuka pintu mobil,tiba-tiba Bintang melihat bayangan-bayangan di kepalanya. Namun bayangan itu tidak terlihat dengan jelas.
"Kamu kenapa Bintang?", tanya Rangga ketika melihat Bintang memegangi kepalanya.
" kepalaku..."
Rangga semakin mengkhawatirkan keadaan Bintang, apa lagi wajahnya tampak begitu pucat.
"Apa kamu sudah meminum obatmu?", Bintang menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" Dimana obatmu?"
Tanpa menunggu jawaban dari Bintang, Rangga merogoh tas milik Bintang untuk mencari obat miliknya.
Setelah menemukan obat tersebut, dia memberikannya kepada Bintang dan tidak lupa dia juga menyodorkan air mineral kepadanya.
"Minumlah!" suruh Rangga.
Bintang meminum obat yang di berikan oleh Rangga.
"Lain kali kamu harus meminum obatmu secara teratur.Jangan sampai kau membuatku cemas.Mengerti?"
Bintang hanya mengangguk pelan.
"Apa benar kita tidak saling kenal sebelumnya?" tanya Bintang.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu?"
"Entahlah,aku hanya merasa kalau kamu bukan orang asing bagiku.Buktinya kamu terlihat sangat mencemaskan aku.Aku tidak tahu apa itu hanya perasaan aku saja atau kamu benar-benar cemas padaku."
"Kamu adalah istriku" ,jawab Rangga. Bintang terdiam mendengarnya.
Namun sesaat kemudian Rangga tertawa,"Bwahahaahaaha".
"Jadi kamu percaya?saat aku bilang kamu adalah istriku?" tanya Rangga lagi dengan tawa yang tidak lepas dari mulutnya.
"Benar-benar menyebalkan" maki Bintang sambil memukul Rangga dengan tasnya,kemudian dia turun dari mobil milik Rangga.
Rangga menatap Bintang nanar.
'aku ingin sekali bilang kalau kamu memang benar-benar istriku. Tapi aku juga takut kamu kenapa-napa.
Biarkan waktu yang membuatmu ingat dengan semuanya'.
***
Bintang masih merasa kesal dengan candaan Rangga.Dia masih merasa kalau Rangga keterlaluan.
"Dia pikir semua itu lelucon?"
"Apa bercanda dengan mengatakan aku ini istrinya begitu menyenangkan?"
"Benar-benar menyebalkan"
Bintang terus saja menggerutu sepanjang perjalanan.
BUGH...
Bintang menabrak tubuh seseorang.
"Maaf maaf aku tidak sengaja" ucap Bintang seraya membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf.
"Seharusnya aku yang minta maaf, karena tidak memperhatikan jalan" kata orang yang di tabrak oleh Bintang.
"BINTANG"
"KAK BIMA"
Ucap mereka bersamaan.
"Kamu kuliah di sini?" tanya Bima
"iya Kak.ohya bukannya kakak di luar negri kenapa sekarang kakak ada di sini?", Bintang balik tanya.
" Oh..Kebetulan aku di undang menjadi motivator di seminar kampus ini. Tapi ternyata acaranya jam 9 nanti."jawab Bima.
"Tunggu, bukankah seharusnya kamu sudah lulus,tapi kenapa..."
"Aku juga tidak tahu, Kak" jawab Bintang.
"Sudahlah, tidak usah bahas itu lagi.Apa kamu ada kuliah pagi ini?"
"Tidak ada" jawab Bintang berbohong.
"Ayo temani aku mencari sarapan.Tadi aku belum sempat sarapan karena terburu-buru", ajak Bima
"iya,Kak"
Bintang begitu senang karena akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan cinta pertamanya,Adrian Bima Prayoga.
Saking senangnya,senyum indah selalu terpampang di bibir Bintang sepanjang perjalanan.
Bima mengajak Bintang ke sebuah restoran yang letaknya tidak cukup jauh dari kampus tersebut.