
Rangga dan Bintang turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Bintang, Rangga. Sini Sayang ada tamu", panggil Mia saat putra dan menantunya tiba di dalam rumah.
" Pak ini anak dan menantu saya",Mia memperkenalkan Bintang dan Rangga pada tamu yang duduk di depannya.
Bintang terlihat terkejut ketika melihat wajah dari tamu tersebut.
"Rangga, Bintang dia adalah Pak Roman, Kakeknya Alex. Selama ini dia lebih sering tinggal di luar negri dari pada di sini",Mia memperkenalkan tamunya kepada du orang di depannya.
" Bukankah dia orang yang tadi pagi berbicara dengan kepala seksi humas", batin Bintang.
"Apa kabar Kek?" sapa Rangga.
" Ternyata anak kamu sudah menjadi orang hebat ya,Mia" ,puji kakek Roman.
Sementara Bintang dia masih terdiam sambil terus menatap ke arah tamu di depannya.
"Siapa namamu,Nak?" tanya kakek Roman kepada Bintang.
"Dia Bintang,Kek" ,Rangga yang menjawab sapaan kakek Roman kepada istrinya.
" Maaf, aku capek,aku ingin istirahat. Permisi ",Bintang meninggalkan tempat itu dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
" Kek,aku juga ke kamar ya. Permisi ", dengan sedikit berlari, Rangga mengikuti langkah istrinya.
^°^°^°^
Setelah meletakkan tas di atas nakas,Bintang duduk di tepi ranjang tempat tidurnya.
" Apa keluarga Alex terlibat dengan kejadian 14 tahun lalu itu?" batin Bintang.
Segala pertanyaan tentang kejadian 14 tahun lalu itu,berputar di kepalanya. Bahkan Bintang sampai tidak menyadari kehadiran Rangga.
"Sayang, apa yang sedang kamu pikiran?" tanya Rangga yang ikut duduk di sebelah istrinya itu.
"Mas...aku kira kamu ikutan ngobrol di depan", kata Bintang.
" Apa yang kamu pikirkan? Kenapa sejak melihat kakek Roman tadi sikapmu berubah?" tanya Rangga.
"Tidak ada,aku hanya sedikit lelah", jawab Bintang berbohong.
" Mas apa yang kamu lakukan?" tanya Bintang saat suaminya itu memijit punggungnya.
"Tadi kamu bilang, kamu lelah. Jadi aku memijitmu agar kamu tidak lelah" jawab Rangga yang masih memijit punggung istrinya itu.
"Mas kita belum mandi lho", kata Bintang saat tangan suaminya mulai jahil masuk ke dalam bajunya.
" Kalau begitu ayo kita mandi bersama", bisiknya di telinga sang istri.
Dan tanpa menunggu jawaban sang istri, Rangga sudah menggendong istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi. Bintang hanya bisa pasrah saat suaminya itu mulai melucuti bajunya satu per satu. Bahkan dia juga pasrah saat suaminya melakukan kegiatan lain di sana.
Keduanya segera mengakhiri kegiatannya,saat mendengar kedua anak mereka memanggil mereka.
"Mommy..."
"Daddy.."
Panggil Mikha dan Tama dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar orang tuanya.
Ceklek
"Ada apa,Sayang?" tanya Bintang yang sudah memakai baju santainya.
Kedua anak itu langsung menerobos masuk dan naik ke atas tempat tidur.
"Mommy hari ini kami mau tidur bareng Mommy dan Daddy ya" pinta Mikha.
Bintang melihat ke arah suaminya sejenak.
"Tentu saja boleh Sayang" jawab Bintang.
"Mommy kenapa leher mommy ada merah- merahnya?" tanya Mikha saat tanpa sengaja dia melihat leher mommynya.
"A...ini..ini..gigitan hewan nakal,Sayang", jawab Bintang sedikit gelagapan dengan pertanyaan anaknya itu.Dia berusaha menutupi tanda itu dengan kerah bajunya. Bahkan Bintang memberikan tatapan tajamnya, saat melihat Rangga tersenyum menahan tawanya.
" Kenapa Daddy diam saja waktu mommy di gigit sama hewan nakal?" protes Mikha pada daddynya.
"Itu...tadi..tadi.." kini Rangga yang gelagapan untuk menjawab protes anak perempuannya.
"Mommy, kalau hewan nakal itu mau gigit mommy lagi,mommy panggil Tama ya. Soalnya Daddy payah masa tidak bisa melindungi mommy dari hewan nakal", jawab Tama.
" Iya Sayang, daddymu itu memang payah ",tambah Bintang. Bahkan dengan sengaja dia menjulurkan lidahnya untuk mengejek suaminya itu.
" Iya, Daddy minta maaf. Lain kali daddy akan jaga mommy dari hewan nakal itu", jawab Rangga yang juga ikut naik ke atas tempat tidur bersama mereka.
"Bagaimana sekolah kalian hari ini?" tanya Bintang.
Kedua anak itu mulai menceritakan kegiatan mereka selama di sekolah kepada kedua orang tuanya.
*****
( Rumah keluarga Rahardian )
Ema berdiri di balkon rumahnya. Dia mengingat kembali kejadian 14 tahun lalu.Kejadian yang sebenarnya ingin dia lupakan.
# flash back 14 tahun lalu ...
Ema yang saat itu masih berstatus sebagai dokter ahli bedah magang, tiba-tiba mendapat panggilan dari ayahnya yang kebetulan adalah seorang direktur sebuah rumah sakit.
"Kamu gantikan Dokter Prayoga mengoperasi pasien usus buntu di ruang operasi 1",seru ayahnya. Dia bernama Roman.
" Tapi,Pa...aku belum pernah melakukan operasi. Aku tidak mau terjadi sesuatu nantinya" ,tolak Ema karena memang dia belum berpengalaman melakukan operasi.
"Makanya ini adalah kesempatan bagimu untuk mencobanya", seru Roman.
" Apa papa akan mendampingi aku di ruang operasi nanti?" tanya Ema yang memang belum betul-betul belum berani melakukan operasi seorang diri.
"Tidak, papa juga harus mengoperasi pasien kita yang lain", jawab Roman.
" Tapi...aku belum pernah melakukan operasi itu",Ema masih berusaha menolak perintah papanya.
" Tidak ada tapi-tapian,jika operasimu berhasil kamu akan langsung mendapatkan nama di rumah sakit ini.Tapi jika gagal itu juga tidak jadi persoalan,karena yang akan di salahkan dari kegagalan operasi itu adalah Dokter Prayoga", jawab Roman.
"Maksud papa? Sebenarnya operasi ini adalah tanggung jawab Dokter Prayoga? Tapi kenapa Papa melimpahkannya padaku?" tanya Ema lagi.
"Seorang pasien VIP meminta papa untuk menyuruh Dokter Prayoga mengoperasinya. Jadi saat ini Dokter Prayoga sedang mengoperasi pasien itu.
" Bersiaplah ke ruang operasi sekarang! Jika ada sesuatu kamu bisa menghubungi papa" titah Roman lagi.
Ema tidak bisa membantah perintah papanya lagi. Dengan perasaan takut dan juga ragu dia segera memasuki ruang operasi.
Awalnya operasi tersebut berjalan lancar,namun di tengah-tengah operasi terjadi hal yang tidak di inginkan hingga terjadi pendarahan hebat pada pasien. Saat itu Ema yang panik,segera meminta suster yang menemaninya di ruang operasi untuk menelpon papanya.
Beberapa menit kemudian, Roman datang.
"Apa yang kamu lakukan Ema?", teriak Roman.
" Operasi kecil seperti ini saja kamu tidak bisa. Dasar bodoh ",maki Roman kepada putrinya itu.
" Pa,dari awal aku sudah bilang, kalau aku tidak bisa melakukan operasi itu.Tapi papa yang memaksaku. Sekarang apa yang harus aku lakukan dengan ini?" Ema terlihat begitu ketakutan.
"Sekarang kamu keluarlah,biar papa yang melanjutkan ini", kata Dokter Roman.
" Papa yakin bisa menyelesaikan ini? Apa tidak sebaiknya kita minta bantuan Pak Prayoga,Pa?" tanya Ema memastikan.
"Tidak usah banyak bicara! Papa yakin bisa menyelesaikan ini dengan baik", seru Roman.
" Baiklah aku keluar. Tolong selamatkan dia,Pa",kata Ema lagi sebelum akhirnya dia benar-benar keluar dari ruang operasi itu.
#flash back off..
"Jadi pasien itu akhirnya meninggal? Kenapa papa tidak mengatakan apapun padaku. Bahkan papa malah menyuruh ku pergi ke luar negri untuk menemani
mas Danu",Ema bermonolog dalam hati.
" Kenapa aku bodoh? Kenapa aku tidak curiga kalau itu cara papa agar aku tidak mengetahui kejadian itu ",Ema kembali bermonolog,bahkan dia merutuki kebodohannya.
*****
Keesokan harinya...
Hari ini Alex berangkat ke rumah sakit lebih awal dari biasanya, karena jam 10 nanti dia ada jadwal untuk melakukan operasi.
Alex memarkirkan mobilnya,begitu mobil tersebut tiba di halaman parkir rumah sakit. Dia segera turun dan berjalan untuk menuju ke ruang kerjanya.Dan dengan langkah panjangnya, tidak membutuhkan waktu lama untuknya tiba di depan ruang kerjanya.
" Aku tahu,kamukan orang yang sudah menghapus data itu"
Seketika Alex menghentikan langkahnya. Dia berbalik dan menatap orang yang berbicara tadi...
Nb: Jangan lupa like, komen dan votenya ya dan satu lagi dengarkan audio booknya juga ya..🙏. Terimakasih😘