
(Bandara internasional Soekarno Hatta)
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba,mereka semua pergi ke Paris.
Ana dan Alex sudah menunggu yang lain di bandara.
Tidak lama Dewi datang bersama Nando dan anak perempuannya,Kiara.
"Kalian sudah lama nunggu?" tanya Dewi kepada pasangan pengantin baru yang berdiri di depannya.
"Kita juga baru sampai kok" jawab Ana.
"Hai Kiara cantik, apa kabar?" tanya Ana pada anak sulung Dewi.
"Baik Tante,Tante juga apa kabar?".
" Wah anak kamu pinter Dew.Tante juga baik Kiara cantik ",jawab Ana seraya memuji.
" Sayang, aku juga pengen punya anak yang cantik seperti dia ",Ana mengatakan hal itu sambil memeluk lengan Alex. Laki-laki yang sekarang sudah berstatus suaminya.
" Kita pasti akan mendapatkannya segera Sayang "jawab Alex seraya mencium pucuk kepalanya.
" Eh Lex,ngomong-ngomong kemarin malam sudah gol berapa kali? " tanya Nando sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ish,Kak Nando ini. Disini ada Kiara kenapa bicarakan masalah itu di sini?", kata Alex.
" Tenang saja anak ku nggak denger,lihat dia lagi dengerin musik dengan earphone nya"jawab Nando sedikit berbisik.
Alex tidak memperdulikan pertanyaan Nando, dia hanya melihat ke arah jam tangannya.
"Kak Rangga lama banget sih", gumam Alex.
" Itu dia",Ana menunjuk ke arah beberapa orang yang berjalan mendekati tempat mereka berdiri.
Beberapa orang itu adalah Rangga, Bintang dan tidak lupa dua anak kembarnya Tama dan Mikha beserta Mia dan juga Ratih.
"Maaf ya kita baru sampai,habisnya tadi kami ketiduran" ucap Bintang.
"Nggak kok kita juga baru nyampe beberapa menit yang lalu", jawab Dewi.
" Mikha,Tama kalian tidak lupakan sama Kiara?Dia ini anaknya tante Dewi, yang waktu itu pernah bermain dengan kalian?nanti dia akan bermain bareng kalian di sana" Bintang mengenalkan kembali kedua anak kembarnya kepada anak sulung Dewi dan Nando,Kiara.
Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya ketiga bocah itu bertemu,tapi terakhir kali mereka ketemu Kiara dan Tama sempat berantem.
Tama dan Kiara sama-sama memutar bola matanya malas.Berbeda dengan Mikha yang terlihat sangat senang karena bisa bertemu dengan Kiara lagi.
Sebenarnya beberapa bulan yang lalu,saat Dewi berkunjung ke rumah Bintang bersama putrinya Kiara,Tama sempat menjahilinya.
Di saat semua orang berada di dalam rumah,dan Kiara sedang bermain bareng Mikha,Tama dengan sengaja menaruh kecap di atas sepatu milik Kiara.Alhasil saat Kiara hendak pulang dan memakai sepatunya kakinya di penuhi dengan kecap.Padahal Kiara paling benci yang namanya kotor.
Kiara semakin tidak menyukai Tama karena Tama tidak mau meminta maaf padanya.
"Kia,nanti kita main sama-sama ya?" kata Mikha.
"Tentu saja Mikha" jawab Kiara.
Terdengar dari pengeras suara bahwa pesawat yang akan menuju Paris akan segera take off.
Mereka semua segera menuju ke terminal keberangkakatan.
Setelah kurang lebih 18 jam perjalanan akhirnya mereka tiba juga di bandara Paris Charles de Gaulle Airport.
Bagitu mereka keluar dari bandara ada seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka.
"Bievenue minsieur Rangga Wijaya" sapa laki-laki tersebut seraya menundukkan kepalanya.
'Yang artinya selamat datang tuan Rangga Wijaya.'
"mon nom east mon Erik,charge de repondre a tous vos besoin en Paris" kata orang tersebut yang bernama Erik.
'artinya nama saya Erik,saya yang bertugas memenuhi segala keperluan Anda selama di Paris'.
"merci,je suis Rangga. Pouvez-vous parler indonesien? Parce que mon ami ne parle pas francais" jawab Rangga.
'artinya terimakasih saya Rangga. Bisakah Anda berbahasa indonesia?karena teman saya tidak bisa bahasa prancis'
"Oh,tidak masalah Tuan Wijaya. Kebetulan saya pernah tinggal di Indonesia selama 5 tahun.Jadi saya bisa sedikit berbahasa Indonesia",jawab orang yang bernama Erik tersebut.
" Tapi kalau bahasa inggris kami lumayan jago lho Tuan Erik",sela Nando yang tidak mau terlihat bodoh di depan orang yang bernama Erik.
Erik hanya tersenyum mendengarnya.
Erik mengantarkan mereka ke Hotel Eiffel Rive Gauch.
Begitu sampai di hotel semua orang menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.
"Mom,Mikha mau lihat menara eiffel sekarang" pinta Mikha saat mereka berada di dalam kamar hotel.
"Tama juga Mom,dari yang Tama baca katanya menara eiffel lebih indah di lihat pada malam hari.Ayolah Mom kita ke sana sekarang", kini giliran Tama yang juga meminta pergi untuk melihat menara eiffel.
" Mas..",panggil Bintang pada suaminya.
"Heemmm", jawab Rangga .
" Kamu dengarkan,anak-anak ingin melihat menara eiffel sekarang "
"Kita baru sampai Sayang, besok saja ya", jawab Rangga
"Mom,ayo" rengek Mikha sambil menggoyangkan tangan mommy nya.
"Ayo,Mommy" Tama juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh saudara kembarnya.
"Ayolah Mom"
"Ayo Mommy"
Kedua anak itu terus merengek. Bintang menghela napasnya dan kembali menatap suaminya.
"Baiklah,kita kesana sekarang" jawab Rangga.
"Yey" teriak kedua anak itu saking senangnya.
"Tapi sekarang kalian mandi dulu terus makan,setelah itu baru kita ke menara eiffel. Ok"
"Ok,Daddy", jawab keduanya bersamaan.
Kedua bocah itu segera berlari menuju kamar mandi.
*****
Rangga, Bintang dan kedua anaknya segera menuju ke tempat yang ingin mereka lihat yaitu menara eiffel.
Sebenarnya Bintang sudah mau mengajak ibu dan mertuanya, tapi mereka memilih tidak ikut karena lebih memilih untuk beristirahat.
Sementara yang lainnya sudah tidak berada di kamarnya masing-masing.
" Mommy, lihat indahkan"teriak Mikha dan Tama ketika mereka sampai di bawah menara.
"Iya,sangat indah", jawab Bintang karena ini juga pertama kalinya Bintang melihat menara eiffel secara langsung.
" Mommy, Daddy aku dan Mikha main ke sana dulu ya".
"Jangan jauh-jauh ya Sayang", jawab Bintang.
Tama dan Mikha berlarian di sekitar kawasan menara.
" Sayang, apa kamu bahagia? "tanya Rangga kepada istrinya. Dia memeluk Bintang dari belakang.
" Tentu saja, terimakasih ya Mas karena kamu sudah membawa kami ke sini"ucap Bintang.
"Tidak usah berterimakasih karena aku juga bahagia saat melihat kalian semua bahagia" kata Rangga.
"Lagian ini semua tidak gratis", tambah Rangga yang membuat Bintang mendongakkan wajahnya menatap suaminya itu.
" Apa aku harus membayarnya?"tanya Bintang.
"Tentu saja" jawab Rangga.
"Sayang, kamu kan tahu aku tidak punya cukup banyak uang untuk membayarnya".
" Siapa bilang aku mau uang.Bukankah uangku juga uangmu Sayang? "
"Lalu?"
"Aku ingin kamu melayaniku malam ini" jawab Rangga dengan berbisik di telinga Bintang.
Blush,wajah Bintang merona mendengar permintaan suaminya.
### Maaf ya para reader baru up, semalam waktu ngetik ketiduran. Sekali lagi maaf ya 🙏🙏🙏