
"Akhirnya... terbuka juga", batinnya saat passward yang dia masukkan benar.
Namun dia menghentikan kegiatannya saat mendengar seseorang menegurnya.
" Aku sudah tahu kalau kamu pasti akan kembali lagi ke sini", tegur Bintang dengan menatap tajam orang itu.
#Flashback beberapa menit sebelumnya...
Bintang segera ke luar dari ruangannya, setelah membawa tas miliknya.
Namun baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba ada orang yang menarik dan membekap mulutnya.
"Hussssst", orang itu menaruh jari telunjuk di bibirnya sendiri sebagai tanda agar Bintang tidak berteriak.
" Mas Rangga..", kata Bintang yang akhirnya merasa lega karena ternyata yang menarik dan membekapnya adalah suaminya, Rangga.
"Kenapa Mas ada di sini?" tanya Bintang.
Rangga tidak menjawab, dia menunjuk ke arah ruang kerja Bintang. Di sana nampak seorang perawat yang sedang mengawasi keadaan di sekeliling tempat itu. Setelah di rasa aman,perawat itu masuk ke ruang kerja tersebut.
" Aku sudah tahu siapa dalang dari semua ini. Aku baru saja mendapatkan laporan nya,makanya aku buru-buru ke sini untuk memberitahumu", jelas Rangga.
Rangga menunjukkan laporan yang baru saja dia dapat dari orang suruhannya kepada Bintang.
Bintang segera menerima laporan itu dan melihat apa yang ada di dalamnya.
"Aku memang sudah mencurigai Lina,setelah tadi pagi aku melihat data di komputer kalau perawat Diah adalah ibunya. Tapi..aku masih tidak percaya kalau dia adalah dalang dari semua ini", ucap Bintang setelah melihat laporan di tangannya.
" Sebentar lagi Alex,kakek Roman dan juga Dokter Prayoga akan tiba di sini. Aku juga sudah menyuruh Pak Mun untuk menjemput ibumu ke sini", kata Rangga memberitahu.
"Untuk apa?" tanya Bintang
"Untuk menyelesaikan semuanya,aku ingin masalah tentang operasi ayahmu segera terungkap", jawab Rangga.
Tidak lama kemudian semua orang yang di maksud sudah tiba di tempat itu.
"Kak Rangga"
"Rangga"
"Pak Rangga"
Panggil Kakek Roman,Dokter Prayoga dan Alex bersamaan,mereka heran karena Rangga mennyuruh mereka datang dan berkumpul di tempat itu.
"Kenapa Kak Rangga menyuruh kami semua ke sini?" tanya Alex bingung.
Mereka semua pun segera masuk ke dalam ruang kerja tersebut.
#Flashback off
Lina terkejut saat melihat orang-orang yang sedang berdiri di belakangnya.
"Kenapa Lina? Kamu terkejut karena kami ada di sini?" tanya Bintang lagi.
" Ti...tidak kok, Dok. Kenapa..kenapa aku harus terkejut? Aku ke sinikan untuk membersihkan ruangan Dokter", jawab Lina yang berusaha untuk menyangkal.
"Lalu apa yang kamu lakukan dengan komputer itu?" tanya Bintang sekali lagi.
"Tadi...tadi Dokter lupa mematikan komputernya,jadi aku membantu Dokter untuk mematikan komputer itu", jawab Lina yang masih saja menyangkal akan semua perbuatannya.
" Benarkah? Lalu kenapa kamu ingin menekan tombol delate? Apa yang ingin kamu hapus di sana?" Kini giliran Rangga yang bertanya dengan tatapannya yang mematikan.
Lina melirik ke arah komputer yang ada di depannya, kali ini dia tidak bisa lagi menyangkal.
Lina menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Kemudian dia mulai menatap orang yang ada di depannya satu per satu.
" Baiklah, aku akan mengaku pada kalian. Bahwa akulah dalang dari semua ini. Aku melakukan itu karena aku ingin membalas dendam untuk ibuku", jawab Lina yang akhirnya mengakui perbuatannya.
"Kenapa kamu ingin membalas dendam dengan kakek Roman dan Dokter Prayoga, memang apa salah mereka?" tanya Alex.
"Karena mereka berdua adalah orang-orang yang naif dan juga sombong. Aku ingin menghancurkan kesombongan mereka", jawab Lina yang membalas tatapan tajam orang-orang di depannya.
"Jelaskan padaku,apa maksud dari ucapanmu itu!" pinta Bintang penuh penekanan.
Lina kembali menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya.
"Dulu ibuku adalah perawat di rumah sakit ini. Dia selalu bekerja dengan baik bahkan penuh tanggung jawab. Tapi apa yang dia peroleh? Dokter Roman dan Dokter Prayoga, selalu menyepelekan dia. Bahkan di operasi-operasi besar, ketika ibuku ingin ikut terlibat mereka bilang,ibuku belum cukup kemampuan. Mereka malah menyuruh perawat yang baru saja masuk untuk ikut terlibat. Ibuku sakit hati dengan itu,makanya ketika ada sebuah kesempatan untuk bisa menghancurkan nama besar mereka berdua,ibuku tidak menyia-nyiakan itu. Diam diam dia masuk ke ruang operasi dan terlebih dulu memberikan anastesi kepada seorang pasien,jadi ketika pasien itu di berikan anastesi pada saat akan di operasi,anastesi yang masuk ke tubuh pasien itu menjadi melebihi dosis. Dan saat itulah rumah sakit dan dokter yang bertanggung jawab atas pasien itu akan di salahkan. Tapi sayangnya,karena kekayaan kalian berdua, rencana itu gagal. Bahkan kalian di bebaskan tanpa ada hukuman apapun", tutur Lina tanpa ada rasa penyesalan atau ketakutan di dalamnya.
"Dan saat aku tahu,kalau kamu akan bekerja di rumah sakit ini,aku sengaja memanfaatkanmu. Karena aku kamu adalah anak dari pasien yang meninggal itu. Kamu pasti tidak akan tinggal diam jika tahu ayahmu meninggal secara tidak wajar di meja operasi. Maka dari itu,aku menyusun semua rencana itu. Hari itu ketika aku tahu kalau Pak Prayoga akan ke luar dari rumah sakit. Aku sengaja menyusun rencana untuk mempertemukan dia dengan ibumu.Karena jika aku tidak mempertemukan dia dengan ibumu,bagaimana kamu bisa tahu soal operasi itu. Jadi...ketika aku tahu kamu belum makan apapun sejak pagi,aku sengaja menelpon ibumu dan bilang kalau seharian kamu tidak makan apapun Dan sesuai rencanaku ibumu datang untuk membawakan makanan untukmu,aku sengaja mengarahkan dia agar dia berpapasan dengan Dokter Prayoga. Dan saat itulah ibumu bertemu dengan dia dan menampar dokter itu. Saat itu aku semakin yakin kalau rencanaku ini pasti akan berhasil",cerita Lina yang di sertai senyum mengejeknya.
Bintang mengepalkan tangannya menahan amarah yang sudah mulai membuncah di dadanya.
" Apalagi ketika aku melihat Pak Alex menghapus data itu. Aku semakin ingin mengungkap soal kejadian operasi 14 tahun lalu tersebut. Karena pasti akan sangat menyenangkan jika kamu tahu Pak Alex lah yang menghapus data itu karena ibunya terlibat dalam operasi ayahmu. Tapi sayangnya,semua tidak sesuai rencana. Pak Alex malah mengakui semua kesalahannya di hadapanmu dan meminta maaf untuk semuanya. Jadi sebelum aku bisa menghancurkan nama besar kedua orang ini,aku tidak bisa membiarkanmu tahu tentang identitasku. Makanya aku ke sini untuk mengahapus data tentang suster Diah dari komputer ini".
PLAAAAKKKKKK
Sebuah tamparan mendarat di pipi Lina,dia bahkan mencengkeram kedua bahu Lina dengan sangat kuat.