Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
kedok Lyvia..


Rangga segera menuju rumah sakit. Saat tiba di sana, dia melihat Lyvia yang terduduk di lantai.


"Via," panggil Rangga, Via mendongakan wajahnya menatap Rangga.


"Rangga... kau disini?" tanyanya dengan suara lemah. Rangga mendekati Lyvia.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kau jadi seperti ini?" tanya Rangga yang berjongkok di depan Lyvia.


Lyvia langsung memeluknya. "Maafkan aku Rangga, aku betul-betul minta maaf," ucap Lyvia di sertai isakan.


"Kamu jangan seperti ini, kamu harus bisa melawan penyakitmu," kata Rangga mamberi dukungan.


"Kamu akan menemaniku kan?" tanya Lyvia. Rangga mengangguk, kemudian dia menggendong Lyvia kembali ke ranjangnya.


"Sekarang minum obat kamu!" suruh Rangga sambil memberikan obat pada Lyvia, Lyvia menerimanya dan segera meminum obatnya tersebut.


"Kamu akan tetap di sini kan?" tanya Lyvia lagi.


"Iya, sekarang istirahatlah!" jawab Rangga.


Lyvia mulai memejamkan matanya, dengan tangan yang terus menggenggam tangan Rangga. Setelah Lyvia tertidur, Rangga keluar dari ruangan itu. Dia terkejut saat melihat Bintang sudah berada di depan ruangan itu.


Rangga duduk di sebelah Bintang. "Kenapa tidak masuk?" tanya Rangga.


"Aku tidak ingin mengganggu kalian," jawab Bintang datar.


"Apa kamu marah?" tanya Rangga sambil menatap mata istrinya itu.


"Tadi kamu belum sarapan, jadi aku membawakan makanan untukmu," kata Bintang, dia lebih memilih tidak menjawab pertanyaan suaminya itu. "Ohya, besok aku mulai kuliah. Jika kamu ada waktu aku ingin kamu menemaniku membeli perlengkapan kuliahku. Tapi jika kamu tidak bisa aku bisa pergi sendiri," kata Bintang kemudian dia berdiri.


"Tunggu!" cegah Rangga sambil menahan lengan Bintang.


"Bintang, tolong jangan seperti ini. Aku sudah bilang padamukan, aku hanya akan menemaninya sampai dia sembuh," kata Rangga. Bintang hanya melepaskan tangan Rangga dari lengannya.


"Aku tahu jawabanmu. Permisi!" kata Bintang sebelum akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan suaminya itu.


Rangga mengusap rambutnya kasar.Kemudian dia berlari menyusul Bintang.


"Bintang tunggu" panggil Rangga sambil menarik tangan Bintang dan memeluknya.


"Aku akan menemanimu, kamu tunggu disini sebentar. Ponselku ada di ruangan Lyvia," kata Rangga kemudian dia mencium bibir istrinya itu sekilas.


Setelah itu dia berlari menuju ruang rawat Lyvia untuk mengambil ponselnya.


Disaat sedang menunggu Rangga, ponsel Bintang berdering. Ada pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.


nomor asing:


Bintang:


[siapa?]


nomor asing:


[Rangga pasti akan menjadi milikku kembali]


Bintang terus menatap layar ponselnya sambil memikirkan siapa orang yang mengiriminya pesan seperti itu.


Tidak lama kemudian Rangga datang bersama dengan Lyvia yang duduk di kursi roda.


"Maaf ya Bintang, karena aku suamimu jadi harus bolak-balik ke rumah sakit," kata Lyvia disertai senyum palsunya.


"Tidak apa-apa," jawab Bintang.


"Ohya, tadi Rangga bilang ingin menemanimu membeli perlengkapan kuliah. Jadi silakan pergi ada mami yang menemaniku," kata Lyvia yang lagi-lagi dengan senyum palsunya.


"Terimakasih ya, Via. Aku janji nanti aku akan kembali kesini," ucap Rangga.


Lyvia tersenyum penuh arti.


Namun, baru beberapa langkah Bintang dan Rangga berjalan, tiba-tiba terdengar teriakan dari Widya.


"Via, angun Nak! Via, kamu kenapa sayang?" teriak Widya.


"Ada apa, Mi?" tanya Rangga panik.


"Tidak tahu tiba-tiba Via pingsan," jawab Widya.


Rangga segera menggendong tubuh Lyvia kembali ke ruangannya. Beberapa dokter datang untuk memeriksa kondisi Lyvia.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Rangga pada dokter yang memeriksa Lyvia.


"Mari kita bicara di ruangan saya!" kata Dokter tersebut. Rangga dan Widya mengikuti sang dokter ke ruangannya.


Tinggal Bintang dan Lyvia yang berada di ruangan itu.


"Mereka sudah pergi! Tidak usah berpura-pura lagi. Aku tahu, tadi pesan dari kamu kan?" tanya Bintang.


Lyvia tersenyum licik. "Bagaimana aku hebatkan?"


"Dengar Bintang, aku akan merebut Rangga darimu. Meskipun aku harus memanfaatkan penyakitku. Aku pastikan tidak lama lagi dia akan meninggalkanmu dan kembali padaku," katanya penuh keyakinan.


"Benarkah? kita lihat saja nanti," jawab Bintang tenang.