Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 65


Bintang membawa kedua anaknya menuju meja makan,di ikuti oleh Rangga di belakangnya.


Semuanya sudah berkumpul di meja makan dan memulai ritual pagi mereka yaitu sarapan.


"Ma,nanti siang mama yang jemput anak-anak ya" pinta Rangga pada Mamanya.


"Kamu jangan khawatir mama akan menjemput mereka tepat waktu" jawab Mia.


"Grand Ma,puasa itu apa?" tanya Mikha dengan mulut yang masih penuh.


Dia masih penasaran dengan kata-kata puasa yang di dengarnya tadi.


Bintang dan Rangga saling tatap berharap mamanya tidak tahu maksud kata puasa yang di tanyakan Mikha.


"Mikha,nenek bilang kalau kita sedang makan di larang bicara" Tama mengingatkan kembarannya itu.


"Tama benerkan Nek?" tanya Tama kepada Ratih. "Iya Sayang,Tama pinter" jawab Ratih seraya memuji cucu laki-lakinya itu.


"selamat.." batin Bintang dan Rangga


" Puasa itu menahan lapar dan haus Sayang"jawab Mia memberikan penjelasan tentang puasa.


"Berarti nanti malam Daddy nggak boleh makan dan minum dong?"


Rangga dan Bintang tersedak bersamaan,mendengar perkataan putri kecil mereka.


"lho kok?"


"Iya grandma,tadi Mommy bilang Daddy harus puasa malam ini" jawab Mikha dengan lugunya.


Mia menatap anak dan menantunya sambil menggelengkan kepalanya,sekarang dia tahu maksud kata puasa yang di tanyakan cucunya.


"Tama,Mikha ayo nenek antar ke depan!" kata Ratih saat Mereka selesei sarapan.Dia menggandeng kedua cucunya.


"Rangga,Bintang kalian tahukan kalau anak-anak kalian sudah mulai besar.Mereka adalah anak-anak dengan keingin tahuan yang tinggi jadi Mama harap kalian harus lebih berhati-hati saat berbicara di depan mereka" Mia mengingatkan dua orang di depannya.


"iya,Ma" jawab Rangga dan Bintang. Kemudian keduanya berpamitan karena sebelum Bintang ke kampus dan Rangga ke kantor,mereka harus mengantar anak-anak mereka ke sekolah.


"Ayo Sayang,salim dulu sama grandma dan nenek" suruh Bintang kepada dua anaknya. Mikha dan Tama menyalami kedua nenek mereka,kemudian masuk ke dalam mobil.


"Daaa nenek,daa grandma" ucap keduanya saat mobil mulai berjalan.


Rangga menggenggam tangan istrinya, Keduanya tersenyum melihat keceriaan dua buah hati mereka.


Ohya Author lupa menceritakan kehidupan yang lainnya.


Mentari dan Juan,mereka sekarang tinggal di pedesaan.Karena Juan di tugaskan menjalankan rumah sakit yang di bangun keluarganya di sana.Mereka juga di anugerahi seorang anak laki-laki yang Sekarang berusia 1,5 tahun.


Juan dan Mentari akan mengunjungi orang tua mereka 6 bulan sekali.


Rania,kakak perempuan Rangga. Akhirnya dia bisa hidup bahagia dengan suami barunya.Suami barunya adalah seorang pria keturunan Jerman dan sekarang mereka tinggal di luar negri mengurus perusahaan peninggalan ayah Rania.Saat ini Rania sedang hamil anak pertamanya,jadi dia jarang pulang ke Indonesia.Tapi setiap hari dia selalu berkomunikasi lewat VC.Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama,ketika Rania keguguran suaminya malah berpaling ke wanita lain.


Sejak saat itu Rania memilih hidup sendiri dan fokus pada perusahaan papanya.


Nando dan Dewi.


Mereka tetap menekuni pekerjaan masing-masing.Nando yang tetap bekerja di perusahaan milik Rangga sebagai sekertaris sekaligus asisten pribadinya dan Dewi yang juga berhabung dengan perusahaan Wijaya yang bergerak di bidang properti karena keahliannya dalam mendesain ruangan.


Dan mereka juga sudah mempunyai anak perempuan yang berusia 2 tahun,saat ini Dewi juga sedang mengandung anak keduanya.


Alex dan Ana.


Mereka adalah satu-satunya pasangan yang belum menikah.Karena kedua orang tua mereka belum memberi izin mereka untuk menikah sebelum mereka lulus kuliah.Dan untungnya orang tua mereka masih mengizinkan mereka untuk bertunangan jadi status mereka saat ini adalah tunangan.


Mereka turun dari mobil dan mengantarkan anak mereka sampai di depan kelas bertemu dengan guru mereka.Setelah menyerahkan putra putrinya kepada guru mereka, Bintang dan Rangga berpamitan kepada keduanya.


"Tama,Mikha kalian yang pinter ya sekolahnya.Jangan nakal,Oke" kata Bintang dengan lembut.


Tama mengangguk, tapi berbeda dengan Mikha dia memeluk ibunya erat.


"Mikha kenapa Sayang?" tanya Rangga.


"Mikha mau ikut Mommy aja,Mikha mau sekolah bareng Mommy" jawab Mikha.


"Mikha Sayang,sekolah Mommy itu hanya di peruntukkan untuk orang-orang yang sudah besar.Nanti kalau Mikha sudah sebesar Mommy, Mikha boleh kok sekolah bareng Mommy" bujuk Bintang.


"baiklah,Mikha akan di sini sampai Mikha sebesar Mommy " kata Mikha sambil melepaskan pelukannya.


"anak pinter" ucap Bintang.


"Mikha,Tama ingat nanti kalian pulang tunggu di jemput grandma ya.Jangan kemana-mana sebelum grandma datang" kata Rangga


Mikha dan Tama mengangguk mengerti. Bintang dan Rangga mencium kedua pipi anak-anak mereka sebelum pergi dari sekolah.


Sekarang giliran Rangga mengantar Bintang ke kampusnya.Mereka berhenti di pertigaan sebelum kampus.Bintang tidak ingin teman-temanya tahu tentang statusnya.Bukan karena dia malu sudah menikah,hanya saja dia tidak ingin semua orang mengetahui identitasnya sebagai Nyonya Wijaya.


Maklumlah perusahaan Wijaya saat ini merupakan perusahaan nomor satu di Indonesia (anggap saja gitu),dia tidak mau kalau karena statusnya dia di istimewakan.


"Sayang,aku turun ya" kata Bintang,tapi bukannya membukakan pintu,Rangga malah menguncinya.


"Sayang,ayolah nanti aku telat"


"Tidak sebelum kamu mencabut ucapanmu tadi pagi" jawab Rangga.


"ucapan apa?" tanya Bintang bingung


"ucapan kalau malam ini aku harus puasa.Kamu tahukan hampir sebulan ini kita tidak melakukan itu, karena anak-anak yang selalu rewel.Dan kemarin kamu janji kalau malam ini kita akan melakukan itu sampai puas,karena ibu dan mama sudah datang.Tapi kenapa tadi pagi kamu bilang aku harus puasa,memang kamu tidak kasihan dengan juniorku yang sudah lama tidak mendapatkan kehangatan" kata Rangga dengan wajah memelas.


Bintang menghela napasnya kasar, bagaimana bisa suaminya merengek seperti anak kecil.


"Denger ya malam ini aku janji aku akan melayanimu sampai puas,jadi sekarang buka pintunya" kata Bintang.


Rangga menunjuk ke arah bibirnya dan Bintang tahu maksud suaminya itu.


Bintang mendekati suaminya dan mencium bibir suaminya itu,saat Bintang hendak melepaskan ciuman itu Rangga malah menarik tengkuknya dan memperdalam ciumannya.Namun mereka menghentikan kegiatan mereka saat hp milik Rangga berdering.


"shit" umpatnya.


"Ada apa Nando?" tanya Rangga ketika tahu yang menelponnya adalah Nando.


"iya,aku kesana sekarang" jawab Rangga kemudian menutup ponselnya.


Bintang membantu Rangga menghapus lipstiknya yang menempel di bibir suaminya itu dengan tisu.


"Aku harus ke kantor, ada urusan penting.Kalau kamu sudah selesei dan aku belum jemput kamu bisa minta Pak Mun untuk menjemputmu", Bintang mengangguk. Kemudian dia keluar dari mobil suaminya itu.


Dia melambaikan tangannya saat mobil itu mulai berjalan menjauh.


Bintang segera berlari menuju kelasnya karena dia sudah hampir terlambat.


Bintang bernapas lega karena dia bisa sampai di kelasnya sebelum dosen hari ini datang.


" untung saja dosen itu belum datang"gumamnya.


"Kamu terlambat 3 menit 10 detik" suara Itu mengagetkan Bintang.