Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 92


Hari ini Bintang sudah di perbolehkan pulang.


Dengan kecepatan sedang Rangga melajukan mobilnya menuju kediaman Wijaya.


Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah besar milik keluarga Wijaya.


Ketika memasuki rumah besar tersebut, mereka di sambut oleh ibu,mertua, dan juga anak kembarnya Tama dan Mikha.


Kedua bocah kembar itu memberikan bunga mawar putih kepada mommy nya sebagai penyambutan.


"Mommy,Kami kangen sama mommy"


Tama dan Mikha memeluk erat tubuh Bintang.


"Sayang, biarkan mommy istirahat" kata Rangga kepada kedua anaknya.


"Tidak apa-apa Pak Rangga, Aku juga merindukan mereka".


Bintang membalas pelukan mereka berdua.


" Mommy sangat merindukan kalian, maafkan mommy karena mommy sempat melupakan kalian",ucap Bintang dalam hati.


"Mommy, kenapa mommy nangis?" tanya Mikha saat melihat air mata di kedua pipi mommy nya.


"Mommy, jangan nangis.Tama tidak pernah nakal lagi kok.Tama tidak pernah merebut mainan Mikha lagi", kata Tama


Bintang menggelengkan kepalanya dan memeluk kembali tubuh kedua anaknya.


" kenapa sikap Bintang aneh? Dia seperti sudah mengingat semuanya",batin Rangga.


"Bintang, mama senang kamu sudah mulai baikan.Jangan sakit lagi ya Nak" ucap Mia.


"insya allah,Ma", jawab Bintang sembari tersenyum.


" Ibu yakin kamu belum sarapankan? Apa lagi makanan rumah sakit itu tidak enak pasti kamu tidak memakannya"


"Ibu benar,aku memang belum sarapan.Jadi aku akan makan yang banyak hari ini", jawab Bintang.


Bintang menggandeng kedua anaknya untuk ikut makan bersamanya.


" Tama,Mikha kalian mau lauk apa biar mommy suapi?"tanya Bintang.


Tama dan Mikha menatap Daddy mereka.


"Bintang, kamu makan saja.Anak-anak biar aku yang menyuapinya"


"Tidak apa-apa Pak Rangga, aku senang bisa menyuapi mereka", jawab Bintang.


" Sekarang jawab mommy, kalian mau lauk yang mana?"


"Tama mau daging rendang buatan nenek"


"Mikha juga"


Bintang mengambil daging rendang yang di minta kedua anaknya.


Bintang mulai menyuapi kedua anaknya,dia begitu senang melihat Tama dan Mikha makan dengan lahap.


Bintang terus tersenyum melihat anak-anaknya.


"Makanlah" suruh Rangga sambil menyodorkan sendok berisi nasi.


"Jika kamu terus-terusan menyuapi mereka kapan kamu akan mulai makan?Jadi biarkan aku menyuapimu".


Rangga mulai menyuapi Bintang.


" Sepertinya aku melupakan sesuatu di kamar, mama ke kamar dulu ya ",Mia beranjak pergi dari tempat itu.


" Ibu juga harus ke dapur",kini giliran Ratih yang meninggalkan tempat itu.


"Mommy, Mikha sudah kenyang.Mikha mau ambil tas Mikha dulu di kamar"


"Tama juga Mom"


Tama dan Mikha meninggalkan orang tua mereka berdua.Sebenarnya sebelum Ratih dan Mia meninggalkan meja makan mereka mengedipkan mata kepada kedua cucunya sebagai kode.


Rangga masih setia menyuapi istrinya itu sambil terus menatap manik mata istrinya itu.


"Jika kamu terus seperti ini, bagaimana aku bisa menghukummu Mas. Bahkan kamu selalu membuat aku jatuh cinta setiap hari" batin Bintang.


Rangga mengusap bibir Bintang dengan ibu jarinya saat ada sisa makanan di bibir itu Kemudian menjilatnya.


"Pak Rangga bukankah itu jorok?"


"Selama itu bekas bibirmu tidak masalah buatku", jawab Rangga dengan terus menatap mata istrinya itu.


" Duh,jika di tatap seperti ini. Lama-lama aku bisa ketahuan"batin Bintang lagi.


"Pak Rangga aku sudah kenyang,aku mau ke kamar saja", Bintang beranjak dari tempat duduknya.


Namun lengannya di cekal oleh Rangga.


Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Bintang.


" I Love you ",bisiknya di telinga Bintang


Seketika wajah Bintang merona,lagi-lagi jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Padahal ini bukan kali pertama suaminya mengatakan cinta,tapi tetap saja hal itu membuat dia berbunga-bunga.


*****


Hari itu Bintang memilih untuk tidak berangkat kuliah.


Dia sudah janjian dengan Ana dan juga Dewi untuk ketemuan.


Mereka ingin mengingat masa-masa sekolah dulu,untuk itu mereka janjian ketemu di warung bakso Pak Samad siang ini.


" Kamu mau ke mana?"tanya Rangga saat melihat Bintang yang sudah memakai baju rapi dan membawa tas jinjing miliknya.


"Pak Rangga kok nggak kerja?Emang nggak sibuk?" Bintang malah balik tanya.


"Aku sudah menyerahkan pekerjaanku pada Nando hari ini, jadi aku bisa santai di rumah. Kamu belum jawab pertanyaanku tadi"


"Aku ada janji sama seseorang, maaf Pak aku harus pergi", setelah mengatakan itu Bintang langsung pergi meninggalkan Rangga.


Karena khawatir sekaligus penasaran, Rangga memutuskan mengikuti Bintang diam-diam.Bahkan dia sengaja tidak menggunakan mobil pribadinya,dia memilih menggunakan taksi online.


*****


Bintang sudah sampai di warung bakso Pak Samad 15 menit lebih awal.


Dia memilih duduk di bangku paling ujung seperti yang biasa dia lakukan ketika sekolah dulu.


" Mau pesen apa Neng?",tanya sang pemilik warung yang tidak lain adalah Pak Samad.


Meski warung baksonya terbilang laris,Pak Samad lebih memilih turun tangan sendiri dalam melayani pelanggan.Jadi Pak Samad sangat mengenal satu per satu siapa saja penikmat bakso jualannya.


"Aku pesen es teh saja dulu,soalnya lagi nunggu temen" jawab Bintang.


Ya,itu adalah minuman andalan yang biasa Bintang dan teman-temanya pesan.


"Neng Bintang ya?" tanya Pak Samad yang memeng sudah sangat mengenal Bintang dan teman-temanya.


"Ternyata Pak Samad masih kenal sama saya.Saya kira Pak Samad sudah lupa sama saya." jawab Bintang.


"Mana mungkin Bapak lupa sama Neng. Neng kan hampir tiap hari ke sini dulu",Pak Samad duduk di bangku kosong yang ada di depan Bintang.


"Ohya,mana Neng Ana dan Neng Dewi, biasanya kaliankan selalu kesini bertiga?" tanya Pak Samad lagi.


"Ini kita lagi janjian,kayaknya mereka lagi di jalan deh" jawab Bintang.


"Ternyata ini beneran kamu,Bi", suara seseorang dari belakang Bintang.


Bintang menoleh ke sumber suara tersebut.


" Eh Kak Bima ",sapa Bintang saat tahu kalau orang itu adalah Bima.


" Boleh,aku duduk di sini?"


"Tentu saja boleh Kak,inikan rempat umum" jawab Bintang.


"Den Bima mau pesen apa?" tanya Pak Samad.


"Aku bakso supernya 1 ,sama jeruk manis"


"Saya permisi ke belakang dulu ya,Neng Bintang,Den Bima", Pak Samad meminta izin.


Kini hanya ada Bintang dan Bima di meja tersebut.


" Maafin aku ya soal kemarin "ucap Bintang membuka pembicaraan.


" Sudahlah,kamu tidak salah kok"jawab Bima.


"Ohya Bintang, besok malam aku akan kembali ke Amsterdam.Aku sudah mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Wijaya Grup, dan akan memulai membangun proyek yang ada di sana.


Tadinya aku kira,aku bisa membawamu ke sana.Tapi ternyata...."


"Sekali lagi maafkan aku ya Kak,Aku tidak bermaksud membuatmu patah hati".


" Jangan meminta maaf,itu membuatku seperti seorang pecundang yang telah kalah",protes Bima.


"Kamu dengar Bintang, seseorang yang mencintai harus bersiap dengan segala konsekuensinya.Dia akan merasakan kebahagiaan saat cintanya di terima dan dia harus merasakan patah hati saat cintanya di tolak.Dan aku harus menerima konsekuensi itu" lanjut Bima


"Ini es teh milik Neng Bintang dan ini bakso pesenan Den Bima", Pak Samad kembali datang sambil meletakkan pesanan di atas meja.


Setelah itu dia kembali meninggalkan mereka.


" Aku kira bakso Pak Samad masih enak seperti dulu,tapi ternyata rasanya sudah berubah "kata Bima setelah mencicipi bakso yang ada di depannya.


Bintang mencicipi bakso milik Bima yang di bilang rasanya sudah berubah.


" menurutku rasanya masih sama seperti dulu "kata Bintang.


" Benarkah?Mungkin karena baik dulu maupun sekarang kamu memang benar-benar menyukai bakso itu.Tapi...dulu aku menyukai bakso itu karena aku menyukaimu,dan sekarang aku tidak suka juga karena kamu menyukainya"


Bima meletakkan sendok yang dia pegang di atas meja.


Dari dalam taksi ada seseorang yang memperhatikan mereka.Ada rasa cemburu yang besar yang menyelimuti hatinya.


"Jalan!" suruhnya kepada pengemudi taksi online tersebut.


"Aku pergi", pamit Bima setelah meletakkan uang seratus ribuan di atas meja.


" Hati-hati ",ucap Bintang.