Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 88


Bintang tidak bisa kemana-mana saat Rangga mengunci tubuhnya.


Jantung Bintang seperti mau melompat saat hembusan nafas Rangga mengenai wajahnya.Mata mereka saling bertemu.


"Ap...apa yang mau kamu lakukan?" tanya Bintang semakin gugup.


Bintang memejamkan matanya saat wajah Rangga semakin mendekati wajahnya.


Tinggal beberapa centi lagi bibir mereka bertemu.Namun tiba-tiba...


"Daddy, mommy" panggil Tama dari arah pintu.


"Daddy dan mommy ngapain?" tanya Mikha.


Bintang mendorong tubuh Rangga menjauh.Dia berjalan mendekati kedua anak itu.


"Kalian dari mana?" tanya Bintang.


"Tadi Mikha haus,jadi aku menemaninya ambil minum di dapur" jawab Tama.


"Kenapa tidak membangunkan Tante...maksudku mommy?" tanya Bintang lagi.


"Tadi mommy kelihatan capek jadi kami tidak mau gangguin mommy tidur", kini giliran Mikha yang menjawab.


" Karena Daddy kalian sudah pulang, mommy tidur di kamar mommy sendiri ya?",Bintang meminta izin kepada bocah kembar di depannya.


Tama dan Mikha menggelengkan kepala mereka.


"Kami mau tidur sama Mommy" jawab Mikha.


"Kami juga mau tidur sama Daddy" tambah Tama.


Bintang dan Rangga saling tatap, seolah meminta pendapat masing-masing.


"Kalau Mommy tidak keberatan,Daddy tidak masalah" jawab Rangga santai.


"Tapi...mom...mommy..."


"Kami mohon!" pinta keduanya sambil mengatupkan kedua tangan mereka.


Akhirnya Bintang pasrah dan mengangguk.Dia tidak tega menolak permintaan kedua anak itu.


Mikha menarik tangan Bintang kembali ke tempat tidur, dan Tama menarik tangan Daddy nya berjalan menuju tempat tidur.


Kini mereka berempat sudah berbaring di atas tempat tidur yang sama.Dengan posisi Bintang disebelah kanan Mikha dan Rangga tidur di sebelah kiri Tama.


"Kalian tidurlah yang nyenyak,mommy dan Daddy akan menemani kalian disini" suruh Bintang sambil membelai rambut panjang Mikha.


Sementara Rangga dia menepuk-nepuk pelan bokong Tama seperti yang biasa dia lakukan.


Keempat orang itu pun tidur dengan sangat lelap.


# Keesokan paginya


Rangga terbangun saat cahaya matahari memasuki kamar tersebut melalui sela-sela gorden kamarnya.


Rangga begitu bahagia melihat Bintang yang tertidur sambil memeluk dirinya.


Tama dan Mikha sudah bangun sejak pagi.Dan mereka sedang bersama kedua nenek mereka.


Rangga menatap lekat wajah cantik istrinya. Dia membelai wajah itu dengan telunjuknya, merapikan rambut yang menutupi sebagian wajahnya.


"Aku merindukan saat-saat di mana kamu memelukku.Bintang, cepat lah sembuh dan ingat lah denganku.Aku sangat mencintaimu" bisik Rangga.


Dia mencium kening istrinya yang masih terlelap.Rangga kembali menutup matanya dan pura-pura masih tidur saat Bintang mulai menherjapkan matanya.


Bintang membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan Rangga.


Dia menatap wajah itu dengan seksama.


"Kenapa kamu tampak tidak asing bagiku?apa hubungan kita sebenarnya?", Bintang mengatakan itu sambil membelai wajah Rangga.


" kamu istriku Bintang, istri yang sangat aku cintai",batin Rangga.


Tangan Bintang berhenti di bibir seksi Rangga.


Perlahan-lahan dia mendekati bibir itu dan menciumnya.Entah kenapa dia merasa kejadian ini seperti pernah di alaminya.


Bintang hendak melepaskan ciumannya saat mata Rangga terbuka.Tapi terlambat Rangga sudah menarik tengkuknya dan membalas ciuman itu.


Awalnya Bintang sedikit meronta saat Rangga ******* bibirnya, tapi lama kelamaan dia terbawa suasana.


Mereka saling memagut,saling ******* bahkan menghisap.Hingga Bintang mengeluarkan lenguhannya.


Ciuman mereka semakin lama semakin panas dan saling menuntut.Rangga membalikkan tubuh Bintang hingga kini dia menindih tubuh istrinya itu.


Dengan tetap berciuman Rangga membuka kancing baju istrinya itu, demikian juga Bintang dia juga mulai membuka kancing kemeja yang di pakai Rangga.


Rangga dan Bintang menghentikan aktivitasnya.Bintang merapikan bajunya demikian juga Rangga.


Mereka berdua bangkit dari tempat tidur.


"Bin...Bintang maafkan aku" ucap Rangga, dia takut Bintang akan marah padanya.


"Tidak perlu minta maaf, Pak.Karena aku juga salah" jawab Bintang sambil memalingkan pandangannya.


"Aku seperti wanita murahan yang menggoda Pak Rangga" ucap Bintang dengan air mata di kedua pipinya.


"Bintang, kamu bukan wanita murahan.Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu"


"Tapi kenyataannya aku ini murahan Pak.Aku yang mencium Pak Rangga terlebih dahulu"


"Bintang, Aku yang menginginkan ciuman itu. Dan aku yang memulai membuka kancing bajumu"


"Bapak hanya terbawa suasana,kalau aku tidak mencium Bapak duluan,Bapak juga tidak akan melakukan itu".


Bintang hendak beranjak dari tempat itu, tapi di tahan oleh Rangga.


" Bintang,Aku tidak terbawa suasana.Aku memang menginginkan itu karena aku mencintaimu "


Bintang menatap Rangga, "Tapi Bapak sudah punya istri, aku tahu kalau Bapak sangat mencintai istri Bapak.Bagaimana Bapak bisa jatuh cinta padaku?Bapak mengatakan itu supaya aku tidak menganggap diri ku ini murahan kan ?"


"Aku memang sangat mencintai istriku,dan kamulah istriku"


Namun kata-kata itu hanya berhenti di tenggorokan.Rangga tidak berani mengatakan nya karena takut terjadi sesuatu pada Bintang nantinya.


Bintang melepaskan tangannya dan keluar dari kamar tersebut.


"Kenapa aku bodoh,seharusnya aku tidak melakukan itu. Saat ini Bintang tidak mengingatmu,Kenapa kamu malah melakukan tindakan yang melebihi batas Rangga.Pasti Bintang akan membencimu", Rangga merutuki dirinya sendiri.


***


Semuanya sudah berkumpul di meja makan.


Seperti biasa Bintang menyuapi Tama dan Mikha. Tapi tidak seperti biasanya Rangga dan Bintang saling diam seperti orang yang baru bertemu.


" Bu,Ma Aku pamit berangkat kuliah ya,permisi"pamit Bintang.


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak perlu" tolak Bintang dan dengan cepat dia berjalan meninggalkan tempat itu.


"Rangga, ada apa?" tanya Mia


"Tadi pagi aku .. aku dan Bintang berciuman Ma.Dan kami hampir melakukan itu".


" Lho kaliankan suami istri jadi tidak masalah kan jika kalian melakukannya?"


"Kalau kondisi Bintang tidak sedang amnesia itu tidak masalah Ma.Tapi keadaan Bintang yang amnesia membuat Bintang marah padaku dan menganggap dirinya wanita murahan. Aku jadi bingung harus bersikap bagaimana sekarang" jawab Rangga panjang lebar.


"Kamu jangan menyerah,berjuanglah lebih keras lagi.Bintang mau berciuman dengan mu itu artinya dia sudah mulai mencintaimu lagi." Ratih memberikan semangat.


"Iya,berjuanglah untuk mengembalikan mommy"


"Daddy harus bisa membuat mommy kembali"


Tama dan Mikha ikut menyemangati Daddy nya.


# Siang harinya..


Bima sudah menghubungi Bintang untuk menemaninya ke suatu tempat.


Bintang langsung masuk ke dalam mobil milik Bima saat Bima tiba di depan kampusnya.


"Maaf ya Kak lama" ucap Bintang saat masuk ke dalam mobil.


"Aku juga baru sampai" jawab Bima.


"Kita mau kemana,Kak?" tanya Bintang.


"Temani aku meeting, hari ini aku ada meeting penting. karena aku tidak punya sekertaris aku ingin kamu menemaniku" jawab Bima.


"Baiklah" jawab Bintang.


Bima melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. 20 menit kemudian mereka tiba di depan sebuah restoran bintang lima.


Bima dan Bintang turun dari mobil tersebut dan memasuki restoran.


"Maaf Pak,Saya terlambat" ucap Bima kepada dua orang di depannya.


Dan alangkah terkejut nya Bintang saat tahu kalau orang yang akan meeting dengan Bima adalah Rangga.