Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 115


Harry terpaksa harus kembali menginap di rumah sakit,karena dokter Danil melarangnya.


Malam itu Harry berjalan sendirian di taman sekitar rumah sakit hanya untuk menghilangkan rasa bosannya.


Tadinya Mia ingin menemaminya,namun Harry melarang karena tahu kondisi mamanya yang sedang tidak sehat.Sementara Rangga harus mengantar kedua anak dan mertuanya ke Jakarta karena besok anaknya harus kembali bersekolah.Dan Bintang dia juga sedang sibuk memeriksa pasien.


Dari kejauhan Harry melihat seorang wanita sedang di paksa naik ke sebuah mobil oleh seorang lelaki.


"Lepas!" teriak wanita itu.


"Kenapa? Bukankah biasanya kamu akan senang saat aku mengajakmu ke hotel?" kata lelaki itu.


"Kamu sudah tidak waras. Kamu sudah punya istri dan hubungan kita sudah berakhir. Satu hal lagi,aku menyesal karena pernah mencintaimu dan menyerahkan segalanya padamu. Seharusnya dulu aku tidak terpedaya oleh bujuk rayumu", maki wanita itu.


" Diam! Gara-gara kamu dan temanmu itu, istriku minta pisah dariku. Jadi kamu juga harus merasakan bagaimana rasanya di hina dan tinggalkan. Ayo ikut denganku!", Lelaki itu tetap berusaha menarik wanita itu masuk ke mobilnya.


"Lepaskan aku", teriak wanita itu lagi.


Lelaki itu tetap berusaha menarik wanita itu agar masuk ke dalam mobil miliknya.


" Lepaskan dia!" kata Harry sambil menahan tangan wanita itu.


"Siapa kamu? Beraninya kamu ikut campur urusanku?".


" Tentu saja aku harus ikut campur karena wanita ini adalah kekasihku",kata Harry sambil merangkul pundak wanita itu.


" Kekasihmu? Jika dia adalah kekasihmu maka kamu pasti tahukan kalau dia itu sudah tidak perawan lagi?", kata lelaki itu dengan senyum mengejek.


"Memang kenapa kalau dia sudah tidak perawan lagi? Bukankah rasanya tetap sama?", jawab Harry santai.


" Aku yakin kamu itu sedang berbohong padaku kan?"


"Untuk apa aku berbohong padamu? Bukankah tidak ada untungnya bagiku?".


Lelaki itu menatap Harry.


" Apa aku harus membuktikannya padamu, kalau dia adalah kekasihku?",tanya Harry sambil menarik pinggang wanita itu.


Lelaki itu tetap menatap Harry dengan tatapan tidak percaya.


Tiba-tiba Harry mencium bibir wanita itu dan membuat wanita itu membulatkan matanya.


"Apa kamu masih tidak percaya kalau dia kekasihku?" tanya Harry setelah melepaskan ciumannya.


" Kenapa masih diam? Apa kami harus menunjukkan ciuman panas kami padamu?" tanya Harry lagi sambil menatap tajam ke arah lelaki itu.


Akhirnya dengan perasaan dongkol lelaki tersebut masuk ke dalam mobil miliknya dan melajukan mobilnya itu dengan kecepatan tinggi.


"Maaf karena aku terpaksa menciummu tadi", ucap Harry kepada wanita itu.


" Tidak apa-apa, aku tahu kamu melakukan itu untuk menolongkukan? Seharusnya aku yang berterimakasih padamu. Terimakasih ya Harry ",ucap wanita itu yang memang sudah mengenal Harry karena wanita itu adalah Dinda,teman sekamar Bintang.


Tiba-tiba perasaan canggung menghampiri keduanya.


" E...kamu... kamu kenapa masih berada di luar,bukankah ini sudah malam? " tanya Dinda.


Harry melihat ke arah jam tangannya,jam itu menunjukkan pukul 20.00 wib.


"Menurutku ini belum terlalu malam",jawab Harry.


" Oh...iya ya".


"Aduh Dinda kenapa kamu bodoh banget sih", rutuk Dinda dalam hati.


" E..Dokter Dinda, kalau boleh tahu tadi itu siapa?",tanya Harry.


"Dia mantan pacarku", jawab Dinda


" O..."


Mereka kembali diam.


"E...Harry, menurutmu aku seperti apa?"


Harry menatap Dinda sebentar.


"Kamu cantik".


Blushhh,hati Dinda seolah terbang melayang ke langit ke tujuh.


" Bu...bukan itu,maksudku..."


"Kenapa?",tanya Harry


" Tidak. Aku pikir kamu pasti akan menganggapku wanita murahan. Karena... "


"Kamu sudah tidak virgin lagi?", sela Harry.


Dinda mengangguk.


" Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan,termasuk kamu. Tinggal bagaimana kamu menyikapi kesalahanmu itu",jawab Harry.


Lagi-lagi mereka terdiam.


"Ohya, Dokter tadi Anda mau kemana?" tanya Harry lagi.


" E...bisakah kamu memanggil aku dengan nama saja.Tidak usah pakai embel-embel dokter!" pinta Dinda.


"Baiklah Dok...maksudku Dinda", kata Harry.


" Sekali lagi terimakasih ya Harry. Aku pulang dulu,daaa",ucap Dinda.


"Sampai bertemu besok Dinda", jawab Harry.


Dinda membalasnya dengan senyuman.Mereka pun berpisah,Dinda kembali ke mesnya dan Harry kembali ke kamar rawatnya.


*****


" Kenapa senyum-senyum sendiri? ", suara itu mengagetkan Dinda.


" Kamu mau balas dendam padaku ya,Bi? Hampir saja jantungku copot",kata Dinda lebay.


"Lho,bukannya tadi kamu sedang berada di rumah sakit ya?", tanya Dinda karena memang waktu Dinda pulang,Bintang sedang berkaliling untuk memeriksa pasien.


" Aku baru saja sampai ",jawab Bintang.


Bintang mencondongkan tubuhnya ke arah Dinda.


" Aku lihat lho waktu kalian ciuman ", goda Bintang dengan sedikit berbisik.


Wajah Dinda berubah merah seperti tomat saking malunya.


" Siapa,siapa yang ciuman?",Dinda mencoba berkilah.


"Tidak usah terlalu sungkan. Aku senang kok kalau kamu sudah move on dari mantan pacar kamu yang brengsek itu. Apalagi calon penggantinya adalah ipar aku", goda Bintang lagi.


" Apaan sih,Bi",kata Dinda dengan wajah malu-malunya.


Dinda langsung lari masuk ke dalam kamar mandi, menghindari godaan temannya itu.


"Din,malam ini aku nginep di hotel ya mau nemenin mama. Kamu nggak takutkan tidur sendirian?", tanya Bintang sembari berteriak.


Dinda langsung ke luar dari kamar mandi saat mendengar Bintang akan menginap di hotel.


" Bi,apa aku boleh ikut? ",tanya Dinda yang memang takut untuk tidur sendirian.


" Ya sudah kalau mau ikut,tapi jangan lama-lama mandinya"


"Sip,bentar ya". Dinda mengacungkan dua jempolnya kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Sekitar 15 menit kemudian, Bintang dan Dinda menuju ke hotel untuk menemani Mia.


*****


Hari berikutnya...


(Di kantor Wijaya Grup)


Rangga dan Nando sudah mulai bisa meyakinkan kembali beberapa investor mereka agar tidak menarik investasinya dari perusahaan Wijaya Grup. Namun mereka meminta jaminan kalau sekali lagi saham Wijaya Grup kembali anjlok,maka Wijaya Grup harus mengembalikan dana investasi mereka tiga kali lipat.


" Aku setuju",jawab Rangga tanpa ragu.


"Tapi,aku juga mempunyai syarat", Rangga menggantung kalimatnya.


" Apa?"tanya salah satu dari mereka.


"Jika dalam satu bulan aku bisa mengembalikan harga saham kita ke harga sebelumnya,maka kalian tidak akan meminta laba yang kita dapatkan hingga 3 bulan ke depan.Bagaimana?"


Para investor itu pun saling tatap.


"Aku setuju", kata salah seorang dari mereka dengan senyum mengejek. Karena menurut nya tidak mungkin seorang Rangga Wijaya akan bisa mengembalikan harga saham mereka ke harga normal,meskipun saat ini perlahan-lahan saham Wijaya Grup sudah mulai merangkak naik.


" Aku yakin perusahaan Anda akan semakin merugi karena satu bulan lagi Anda harus mengganti uang kami tiga kali lipat",kata orang itu.


"Aku akan menambahkan dana investasi kami dua kali lipat dari sebelumnya".


Rangga tersenyum menanggapi perkataan orang itu.


Beberapa investor yang lain juga mengikuti jejak investor yang tadi berbicara,mereka menambahkan dana investasi mereka karena yakin Rangga tidak akan mampu mengembalikan harga saham Wijaya Grup ke harga normal dalam jangka waktu satu bulan.


Rangga dan beberapa investor tersebut menandatangani surat perjanjian tersebut.


"Rangga,apa kamu sudah gila?", tanya Nando saat para investor itu sudah meninggal ruang meeting.


" Kenapa? Apa kamu mulai meragukan kemampuanmu sendiri?".


"Bukan begitu,saat ini saja kita baru bisa mengembalikan harga saham perusahaan kita 50% dari harga semula. Rasanya mustahil kalau dalam waktu sebulan ini kita bisa memulihkan saham kita ke harga semula. Dan mungkin perusahaan Wijaya Grup akan benar-benar bangkrut" ,Kata Nando cemas.


"Jangan khawatir,meskipun perusahaan ini bangkrut aku masih bisa menggajimu", jawab Rangga dengan santainya.


Rangga meninggalkan ruang meeting tersebut. Sementara Nando dia masih bingung dengan keputusan yang dia ambil oleh teman sekaligus bosnya itu.


" Apa yang Rangga pikirkan? Kenapa dia bisa segegabah itu?",Nando hanya bisa berbicara dalam hati.


Sementara itu Rangga yang sudah kembali ke ruangannya duduk di kursi kebesarannya.


"Aku ingin tahu tindakan apa yang akan KAMU lakukan setelah ini?"


### Hei reader, maaf ya baru up 🙏🙏🙏,happy reading...