
Bintang terbangun saat mendengar alarm di hapenya berbunyi.Semalam setelah melakukan adegan panas dengan suaminya,sebelum tidur Bintang memasang alarm agar dia tidak bangun kesiangan.
Bintang menyahut ponsel miliknya yang berada di atas nakas,kemudian dia kembali meletakkan ponsel tersebut setelah menekan tombol 'matikan alarm' di layar ponsel miliknya itu.
Bintang menyingkirkan tangan suaminya yang masih berada di atas tubuh polosnya. Namun bukannya menyingkir,Rangga justru terbangun dan menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukannya.
"Mas,ini sudah jam 4 pagi. Aku harus membantu Mbok Jum di dapur," kata Bintang seraya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.
"Tapi aku menginginkannya lagi," bisik Rangga. Tangan Rangga bahkan sudah menyentuh bagian inti istrinya dan sedikit bermain di daerah tersebut. Hingga membuat Bintang mengeluarkan suara lenguhannya. Dan kini tubuh Bintang sudah berada di bawah kungkungan suaminya tersebut.
"Mas..,tapi..."
Belum sempat Bintang menyelesaikan kalimatnya,Rangga sudah membungkam mulut istrinya itu dengan ciuman. Akhirnya,adegan panas yang semalam mereka lakukan kembali terjadi. Meski kali ini mereka melakukannya hanya dengan sedikit pemanasan.
Bintang segera memunguti pakaian miliknya yang teronggok di lantai tak berdaya. Dia segera mandi sebelum waktu subuh tiba. Diikuti oleh Rangga suaminya. Bedanya setelah menjalankan kewajiban terhadap sang Pencipta,Bintang langsung menuju dapur. Sementara Rangga kembali melanjutkan tidurnya.
*****
Bintang sudah berada di dapur bersama dengan ibu,mama mertua dan juga mbok Jum.
"Mama kira kamu tidak akan keluar pagi ini,Sayang," kata Mia dengan senyum yang dia tahan.
"Maksud Mama?" tanya Bintang bingung.
" Mama kira pertarungan kalian pagi ini akan berlangsung lama," jawab Mia yang masih berusaha menahan senyumnya.
Akhirnya Bintang mengerti apa yang sedang mama mertuanya itu bicarakan. Wajah Bintang berubah merah karena menahan malu.
"Tidak usah malu. Mama juga dulu sering melakukan itu di pagi hari," imbuh Mia.
"Ma,aku ke kamar anak-anak dulu ya. Aku mau membangunkan mereka," Bintang berusaha mengalihkan pembicaraan sebelum menjurus ke hal yang lebih membuatnya malu.
Bintang segera berjalan meninggalkan dapur,dia menaiki anak tangga menuju kamar ke dua anak kembarnya.
*****
"Mikha,Tama,ayo bangun Sayang!" seru Bintang kepada ke dua anak kembarnya.
Bintang menarik selimut yang menutupi tubuh kedua anaknya.
Mikha dan Tama memang tidur di satu kamar yang sama,tetapi mereka tidur di ranjang yang berbeda.
"Mikha masih ngantuk, Mommy," jawab Mikha sambil menarik kembali selimutnya.
"Tama juga masih ngantuk,Mommy...." jawab Tama yang juga menarik selimutnya.
"Bener nih tidak ada yang mau bangun?" tanya Bintang kepada ke dua anak kembarnya.
"Oke,kalau tidak ada yang mau bangun juga, nanti saat Mommy dan Daddy liburan ke desa tidak ada yang boleh ikut," ancam Bintang kepada ke dua anaknya.
Seketika kedua anak kembar itu pun bangun. Mereka langsung mengambil handuk dan berebut untuk masuk ke kamar mandi.
"Mikha duluan yang mandi,"
"Tidak! Tama dulu," tukas Tama.
"Mikha"
"Tama"
"Mikha"
"Tama"
Seperti hari-hari sebelumnya,kedua anak kembar tersebut selalu berdebat.
"STOPPP!" seru Bintang kepada ke duanya.
Kedua anak kembar itu pun seketika terdiam,keduanya langsung menundukkan kepalanya takut kalau-kalau mommynya akan marah. Bintang menatap mata putra dan putrinya itu bergantian.
"Tama,kamu bisa mandi di kamar ini. Ingat jangan bermain saat kamu mandi!"
"Dan Mikha,kamu bisa mandi di kamar mandi Mommy atau nenek. Kamu juga harus ingat tidak boleh bermain saat sedang mandi!"
"Baik,Mommya" jawab ke duanya bersamaan.
"Kenapa kalian masih diam?" tanya Bintang saat melihat ke dua anak kembarnya masih berdiri di tempat semula.
"Apa Mommy marah sama kami?" tanya Mikha seraya menundukkan kepalanya.
"Kami minta maaf,Mommy!" ucap Tama yang juga menundukkan kepalanya.
Bintang berjalan mendakati ke dua anaknya,kemudian di berjongkok tepat di depan keduanya.
"Kami saayaaannnng,Mommy" ucap kedua anak kembar tersebut. Keduanya langsung memeluk mommynya dan memberinya kecupan di pipi.
"Mommy juga sangat saaayang dengan kalian berdua," ucap Bintang.
Bintang mencium pipi kedua anaknya bergantian.
"Tama mandi dulu ya, Mommy,"
"Mikha juga mandi dulu ya,Mom,"
"Iya,Sayang," jawab Bintang.
Tama masuk ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut,sementara Mikha dia keluar dari kamar dan memilih mandi di kamar mandi neneknya.
*****
Pukul 7 pagi semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan seperti biasanya.
Rangga juga sudah bangun dan sudah siap dengan pakaian kantornya. Dan Bintang,dia juga sudah siap dengan pakaian kerjanya. Sementara Tama dan Mikha,kedua bocah kembar tersebut sudah siap dengan seragam sekolah mereka.
Sebelum mereka memulai sarapan,tidak lupa mereka berdo'a terlebih dulu.
"Rangga,mama dengar kalian akan liburan akhir pekan ini,apa itu benar?" tanya Mia.
Mia memasukkan makanan yang berada di atas sendok ke dalam mulutnya.
"Iya,Ma. Akhir pekan ini aku,Bintang,Tama dan Mikha serta ibu akan pergi ke desa. Sekalian aku ingin mengecek sudah sampai di mana proses pembangunan rumah sakit di desa itu," jawab Rangga.
"Kalau Mama mau, Mama juga bisa sekalian ikut ke sana. Kita bisa liburan bareng-bareng di sana," tawar Rangga.
"Tidak Sayang,kebetulan akhir pekan ini saudaramu akan pulang dari bulan madunya. Kalau semua orang ikut ke sana,siapa yang akan menyambut kepulangan Harry dan juga Dinda," jawab Mia.
"Iya ya,kenapa aku lupa kalau Harry akan pulang," cletuk Rangga.
"Jangan khawatirkan soal Harry. Masih ada Mama dan kakakmu yang akan menyambutnya. Nikmatilah liburan kalian dan jangan lupa bawakan mama oleh-oleh spesial," ujar Mia panjang lebar seraya memberikan isyarat mata kepada anak dan menantunya.
"Memang Grandma mau oleh-oleh spesial apa? Biar nanti Mikha yang bawain," tanya Mikha dengan lugunya.
"Iya Grandma,bilang saja! Nanti Tama juga akan mencarikan oleh-oleh yang Grandma minta," sambung Tama.
"Tama,Mikha...oleh-oleh yang Grandma minta ini hanya bisa di kabulkan oleh orang tua kalian. Jadi kalian doa'kan saja semoga saat pulang nanti, oleh-oleh tersebut sudah bisa orang tua kalian berikan," jelas Mia panjang lebar.
Mikha dan Tama menatap kedua orang tua mereka.
"Ada apa,Sayang? Kenapa Tama dan Mikha menatap Kami?" tanya Bintang kepada kedua anaknya.
"Mommy dan Daddy akan membawakan oleh-oleh yang di minta oleh Grandmakan?" tanya Mikha.
"Mommy dan Daddy harus mengabulkan permintaan Grandma," seru Tama.
Bintang dan Rangga saling tatap sejenak.
"Kami pasti akan berusaha agar permintaan Grandma kalian segera terwujud," jawab Rangga.
"Grandma dengarkan,Mommy dan Daddy akan membawakan oleh-oleh spesial yang Grandma minta," kata Mikha bersemangat.
Semua orang yang berada di meja makan tersebut hanya tersenyum mendengar perkataan Mikha barusan.
*****
Di tempat lain....
Dengan terburu-buru Sigit segera mengendarai mobil miliknya menuju ke rumah Ester. Sepuluh menit yang lalu,Ester menelponnya dan menyuruh dia datang ke rumahnya.
Sigit begitu mengkhawatirkan keadaan Ester saat ini. Apalagi dari suara yang dia dengar,nampak Ester sedang menghadapi masalah.
Ya,Ester sudah kembali ke rumah orang tuanya sejak kemarin. Dia pulang ke rumahnya dengan di antar oleh Sigit.
Mobil milik Sigit berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah Ester. Sigit segera turun dari dalam mobil dan langsung masuk menuju rumah mewah yang ada di depannya.
Semua orang menatap ke arah pintu menatap kedatangan Sigit.
"Apa dia orangnya?" tanya seorang wanita paruh baya sambil menunjuk ke arah Sigit.
Sigit yang tidak tahu apa yang di maksud wanita itu hanya bisa diam sambil menatap Ester.
🌸🌸Siapa ya wanita itu? Dan kenapa Sigit di libatkan? Temukan jawabannya di next episode...💖
🌸🌸Jangan lupa untuk tetap like,komen dan vote ya ...Author tunggu🤗🤗