Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
135


"Harry,Dinda", panggil Mia saat mereka sedang berada di meja makan.


"Iya,Ma"


"Iya,Tante"


Sahut keduanya bersamaan.


" Nak,setelah masa pemulihanmu selesei mama ingin agar kamu segera menikahi Dinda. Mama dan ibu angkatmu Yuna ingin sekali melihat kamu berumah tangga dan hidup bahagia seperti saudaramu Rangga ",tutur Mia.


"Dan mama juga sudah membicarakan hal ini pada ibu angkatmu Yuna", tambah Mia.


Mia menatap Yuna sembari tersenyum dan di balas senyum juga oleh Yuna tanda mengiyakan penuturan Mia barusan.


" Jika Dinda tidak keberatan dan mau menerima segala kekuranganku,aku siap menikahinya karena aku sangat mencintai dia",jawab Harry tegas seraya menatap wajah cantik Dinda yang duduk di sebelahnya.


" Nak Dinda apa kamu mau menikah dengan anakku Harry?",tanya Mia kepada Dinda.


"Tentu saja aku mau Tante,Aku juga sangat mencintai putra Tante", jawab Dinda yang juga menatap mata pria yang sekarang menjadi pujaan hatinya.


Mia menatap keduanya bergantian.


" Rencananya kami ingin mengadakan pesta pernikahan yang mewah untuk kalian",imbuh Yuna.


"Bagaimana apa kalian setuju?" tanya Mia lagi dan kali ini pertanyaan itu dia tujukan kepada anak dan calon menantunya.


"Terserah Tante dan ibu Yuna saja,Dinda setuju", jawab Dinda.


" Kenapa kamu memanggil Yuna dengan ibu,tapi kamu memanggil mama tante?Bukankah itu tidak adil",kata Mia.


"Apa benar aku boleh memanggil Tante mama?", tanya Dinda.


" Tentu saja,bahkan mama akan marah jika kamu tidak mau memanggil mama dengan sebutan MAMA",jawab Mia.


"Mama", panggil Dinda dengan mata berkaca-kaca.


" Kenapa kamu malah menangis,Sayang? "tanya Mia saat melihat ada air mata yang jatuh di pipi calon menantunya itu.


" Sejak kedua orang tuaku meninggal dalam sebuah kecelakaan, aku hanya hidup berdua dengan nenekku.Dan ketika aku lulus SMA nenek juga meninggal, sejak saat itu aku hidup sebatang kara dan tidak pernah lagi merasakan hangatnya kasih sayang sebuah keluarga. Tapi hari ini berkat kalian aku kembali merasakan hangatnya sebuah keluarga",tutur Dinda.


"Terimakasih Ma,ibu", ucap Dinda yang tidak bisa lagi membendung air matanya.


" Dinda Sayang, mulai hari ini kamu juga putriku.Jadi jangan merasa sendiri lagi,karena kami akan selalu ada untukmu,Nak",ucap Yuna.


Dinda mengangguk sambil mengusap air mata yang tadi jatuh di kedua pipinya.


"Bolehkah aku memeluk mama dan ibu Yuna?",pinta Dinda.


" Tentu saja Sayang ",jawab Mia dan Yuna bersamaan.


Dinda bangun dari tempat duduknya dan menghampiri calon mama dan ibu mertuanya itu.


Dua orang ibu itu pun kemudian memeluk Dinda.


" Ibu,ayah,nenek lihatlah aku sudah tidak sendiri lagi. Aku bahkan punya dua orang ibu sekaligus. Aku juga memiliki kakak perempuan, saudara laki-laki dan juga seorang ipar yang baik. Ibu,ayah,nenek kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi",kata Dinda dengan air mata yang terus mengalir.


"Sudah, berhenti nangisnya.Kamu akan kelihatan jelek kalau terus menangis", kata Mia sembari menghapus air mata calon menantunya itu.


" Iya,Ma,ibu terimakasih",ucap Dinda kemudian dia kembali duduk di tempatnya semula.


"Jangan sungkan,ayo lanjutkan makannya", seru Mia.


" Grandma, apa artinya menikah?"tanya Mikha dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


"Mikha Sayang jangan bicara saat mulut mu penuh,nanti tersedak",seru Bintang kepada putri kecilnya. Buru-buru Mikha menelan makanannya yang ada di dalam mulut.


" Grandma, grandma belum jawab pertanyaan Mikha tadi",rengek Mikha.


Mia terlihat berfikir sejenak.


"Grandma..", panggil Mikha


" Menikah artinya dua orang dewasa yang mengikat janji hidup bersama sampai tua bahkan sampai maut menjemput mereka. Sama seperti mommy dan daddy Mikha",jelas Mia.


"Apa artinya Om Harry dan Tante Dinda akan hidup bersama,grandma?" tanya Mikha.


"Tentu", jawab Mia.


" Terus apakah Tante Dinda dan Om Harry juga akan memiliki dedek bayi?"


"Tentu saja,Sayang" jawab Mia.


"Kalau begitu,Mikha mau cepat besar ah biar Mikha bisa menikah. Biar nanti Mikha bisa punya adik sendiri dan nggak perlu suruh mommy dan daddy bikin adik buat Mikha".


" Memang Mikha mau menikah sama siapa?"tanya Mia.


"Sama Kiara", jawab Mikha lagi.


Jawaban Mikha membuat semua orang yang ada di meja makan tersebut tertawa.


Bintang dan Mia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Mikha Sayang,menikah itu hanya di perbolehkan untuk laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa. Bukan perempuan dengan perempuan ataupun laki-laki dengan laki-laki",kini giliran Dewi yang ikut menjelaskan.


Mikha kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri.


" Bagaimana kalau Tama saja yang menikah dengan Kia,jadi akukan bisa tetap bisa main bareng Kia terus",Mikha memberikan ide yang menurut gadis kecil itu adalah ide yang paling brilian.


"Tidak mau aku tidak mau menikah dengan Kia yang galak," tukas Tama.


Meskipun Tama tidak tahu arti nikah yang sebenarnya, tapi setidaknya dia berfikiran kalau dengan menikah dengan Kiara artinya dia akan melihat Kiara setiap hari padahal selama ini dia selalu bertengkar dengannya.


"Sudah, jangan bahas masalah itu lagi. Tama,Mikha kalian masih terlalu kecil untuk membicarakan soal pernikahan,tugas kalian sekarang adalah belajar dengan baik.Oke", seru Bintang.


" Oke,Mommy ",jawab Mikha dan Tama bersamaan.


" Sekarang kalian habiskan makanan kalian! ",suruh Bintang.


Kedua anak kembar itupun kembali menyantap makanan yang ada di depan mereka.


" Ohya, Ma. Harry tidak perlu lagi menjalani pemulihan serta terapinya di rumah sakit. Rangga sudah mendesain satu kamar di rumah ini supaya memiliki fasilitas yang sama seperti rumah sakit. Rangga juga sudah berbicara dengan dokter George barusan dan dia bilang akan mengirim perawat untuk menjaga Harry selama 24 jam. Dan kita juga bisa menghubungi dokter George kapan saja,jika memang di perlukan",kata Rangga memberitahu.


"Baguslah,jadi kita bisa berkumpul seperti ini setiap hari. Terimakasih ya Sayang", ucap Mia.


" Sama-sama,Ma. Rangga akan selalu berusaha membuat mama selalu bahagia",balas Rangga.


"Harry, Dinda dan soal rencana pernikahan kalian biar kakak yang mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi kalian berdua tinggal terima beres saja", kata Rania.


" Terimakasih ya Kak",ucap Harry kepada kakak perempuannya tersebut.


"Kamu adalah adikku,sudah kewajiban seorang kakak membahagiakan adiknya",jawab Rania.


Tidak lama kemudian seorang pelayan datang bersama dengan seorang anak kecil yang tidak lain adalah Kiara. Tadi Nando sudah menyuruh supirnya untuk menjemput Kiara di tempat les privatnya dan menyuruh sopirnya itu untuk mengantarkannya ke kediaman keluarga Wijaya.


" Assalammu'alaikum",ucap Kiara pada semua yang berada di tempat itu.


"Wa'alaikum salam", jawab semuanya serentak.


" Kia,Sayang. Ayo sini Nak",panggil Mia.


Kiara bejalan mendekati meja makan dan duduk di sebelah kedua orang tuanya.


"Ayo Kia, sekarang kamu juga ikutan makan yuk bareng kami", suruh Mia sambil memberikan piring kepada Kiara.


Kia menatap ke arah ibunya,setelah Dewi mengangguk kan kepalanya, diapun menerima piring dari tangan Mia barusan.


" Terimakasih, nenek",ucap Kiara.


"Panggil saja grandma, sama seperti Mikha dan Tama oke", seru Mia.


" Terimakasih, Grandma ",Kia mengulangi ucapan terimakasihnya.


Kiapun mulai menyantap makanan yang baru saja diambilkan oleh Mia.


Usai makan semua wanita berkumpul di taman belakang rumah keluarga Wijaya dan yang laki-laki duduk di ruang tamu untuk sekedar berbincang.


^^^


Ditaman belakang keluarga Wijaya...


" Ohya Din,kamu mau konsep pernikahan yang seperti apa?" tanya Bintang membuka obrolan mereka.


"Pengennya sih,adat jawa di campur modern", jawab Dinda.


" Kenapa?"tanya Rania


"Sebenarnya almarhum orang tuaku asli orang Jogja,tapi mereka besar di Jakarta. Dulu waktu kecil setiap liburan sekolah orang tuaku sering mengajakku kesana,sejak saat itu aku selalu ingin memakai pakaian adat Jogja saat menikah nanti", jelas Dinda.


" O..,baiklah sudah di putuskan jadi konsep pernikahanmu nanti menggunakan adat jawa modern.Kakak pasti akan membuat konsep yang kamu inginkan itu sempurna ",ujar Rania.


" Terimakasih ya, Kak",ucap Dinda.


Setelah berbincang cukup lama,tiba waktunya mereka untuk mereka kembali ke rumah masing-masing.


"Terimakasih ya untuk hari ini", ucap Ana sebelum mereka pulang.


" Seharusnya aku yang berterimakasih karena kalian sudah ngluangin waktu buat kami",ucap Bintang.


"Kamu ini,Bi. Kayak sama siapa saja", jawab Dewi.


" Ya sudah kami pamit pulang ya",ucap Dewi.


"Aku sekalian deh,pamit juga", imbuh Ana.


" Ayo Kia,kita pulang",ajak Dewi pada putrinya.


"Tante,Mikha Kia pulang dulu ya", pamit Kiara.


" Kok cuma Mikha doang, kamu nggak mau pamit sama Tama juga?"


"Tidak, habisnya Tama sering gangguin Kia kalau lagi main sama Mikha",jawab Kiara.


" Ya sudah deh Bi,kita pulang dulu ya. Bye".


Mobil berwarna merah milik Nando pun keluar dari halaman rumah keluarga Wijaya, diikuti mobil milik Alex dan Ana.