Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
Terbongkar...


Sementara itu, di rumah sakit. Juan dan Alex sedang menunggu hasil pemeriksaan Bintang. Mereka berdiri di depan pintu.


"Bagaimana keadaan dia, Dok?" tanya Juan dan Alex bersamaan. Dokter itu melihat kearah Juan dan Alex bergantian.


"Keadaannya cukup baik dan kondisi janinnya juga cukup sehat," jawab Dokter Lisa, dia adalah dokter kandungan yang cukup terkenal di kota tersebut.


"Tapi, kenapa dia belum sadar juga Dok?" tanya Alex.


"Dia hanya kelelahan, sebentar lagi dia pasti siuman." Mendengar jawaban Dokter Lisa Alex dan Juan merasa lega.


"Ohya, siapa suami dari pasien?" tanya Dokter Lisa. Juan dan Alex saling tatap.


"Sebenarnya kita juga tidak tahu, Dok," jawab Alex.


"Wah, wanita ini beruntung ya diperhatikan oleh dua anak pemilik rumah sakit ini," goda Dokter Lisa.


"Apaan sih,Dok," kata mereka bersamaan.


"Ya sudah, saya tinggal sebentar, Permisi." Kata Dokter Lisya sebelum meninggalkan mereka berdua.


"Alex, kamu jaga dia. Kakak ada sedikit urusan!" suruh Juan, dia meninggalkan Alex sendirian.


"Baik, Kak," jawab Alex.


*****


"Mi, apa sudah ada kabar tentang cewek sialan itu?" tanya Lyvia.


"Belum, gadis itu diselamatkan oleh orang," jawab Widya.


"Sial. Kenapa cewek itu bisa kabur? Dan sepertinya ada orang yang berusaha melindunginya," rutuk Lyvia.


"Ohya, lihat ada orang meninggalkan ini di depan pintu. Mungkin orang suruhanmu!" kata Widya sambil menyerahkan amplop berwarna coklat pada Lyvia.


Lyvia membuka amplop tersebut dan betapa bahagianya dia melihat isi amplop itu.


"Sepertinya hal yang baik," kata Widya.


"Mami, lihat ini!" suruh Lyvia sambil menunjukkan isi amplop itu.


"itu... Bintangkan? Lalu siapa laki-laki yang menggendongnya?" tanya Widya.


"Tidak perduli siapa dia, yang pasti Rangga akan marah saat melihat ini," kata Lyvia dengan senyum liciknya.


Tidak lama berselang, Rangga datang.


"Ohya bagaimana keadaanmu hari ini, Vi?" tanya Rangga.


"Baik, kamu kemana saja? Aku sangat merindukanmu," jawab Lyvia.


"Rangga dimana Bintang, Aku tidak melihatnya dari tadi pagi?" tanya Lyvia.


"Hari ini dia sibuk kuliah" jawab Rangga.


"Benarkah? Coba kamu lihat ini!" kata Lyvia sambil memberikan amplop coklat di tangannya kepada Rangga.


Rangga membuka amplop tersebut, dia terkejut melihat foto di dalam amplop itu. Foto yang memperlihatkan Bintang di gendong seorang pria memasuki apartemen, tetapi tidak jelas siapa pria itu.


Rangga meremas foto tersebut. Namun, dia kembali kembali bersikap tenang.


"Kamu tidak marah melihat itu?" tanya Lyvia.


Lyvia dan Widya saling tatap.


Tidak lama kemudian Dokter Danu datang.


"Rangga, tadi suster bilang kamu ingin bicara denganku," kata Dokter Danu.


"Apa tidak ada yang ingin Om Danu katakan kepadaku?" tanya Rangga.


Danu menatapnya bingung.


Rangga melemparkan beberapa lembar kertas kepada Danu.


Dokter Danu melihat kertas-kertas tersebut. Matanya terbelalak karena terkejut, kertas-kertas itu adalah diagnosa asli mengenai penyakit Lyvia.


"Rangga, Om yakin laporan itu palsu.Om sudah memeriksa kondisi Lyvia, dan dia memang terkena penyakit kanker otak," kata Dokter Danu gugup.


"Jadi Om, ingin bilang kalau putra Om sendiri salah dalam mendiagnosa?" tanya Rangga lagi.


Dokter Danu melihat tanda tangan di bawah laporan tersebut. "Juan" katanya lirih. Tidak lama kemudian Juan juga sudah berada di situ.


"Rangga, apa maksudmu?" tanya Lyvia.


"Via, kamu pikir aku bodoh. Awalnya aku hampir mempercayaimu, tetapi beberapa hari kemudian aku bertemu dengan Hans mantan suamimu. Dia menceritakan semua tentang dirimu. Kau meninggalkan dia saat perusahaannya bangkrut. Tapi, yang tidak kamu ketahui, Hans adalah parnert bisnisku. Jadi, aku tahu semua kebusukan kalian dari dia," kata Rangga dengan tatapan yang menakutkan.


"Dan untuk kamu, Om. Aku tahu kenapa Om, melakukan itu. Karena ini kan?" kata Rangga sambil menunjukkan foto perselingkuhan Dokter Danu. Lagi-lagi Danu terkejut.


"Pa, aku sudah menunjukkan foto itu kepada mama. Dan sekarang Mama menunggu penjelasan papa di rumah," kata Juan.


"Dasar kau anak durhaka! Kau lebih membela temanmu itu ketimbang rumah tangga orang tuamu." Maki Dokter Danu kepada putranya.


"Aku benci perselingkuhan, lebih baik mama merasakan sakit sekarang dari pada dia harus disakiti oleh papa terus-terusan," kata Juan.


"Hei, Juan! Kau lupa kenapa kau kehilangan Mentari? Bukankah kau berselingkuh dengan orang lain." ejek Lyvia.


Wajah Juan berubah menjadi sedih.


"Itulah, penyesalan terbesarku.K au menjebakku agar ikut taruhan itu. Aku menyesali semua itu," kata Juan dengan suara bergetar menahan rasa sedih di hatinya.


"Makanya aku tidak ingin Rangga kehilangan istrinya gara-gara ulahmu lagi.Karena aku yakin orang yang menikahi Rangga sangat mencintainya. Dan aku yakin Rangga juga mencintai istrinya itu," jawab Juan panjang lebar.


Dokter Danu segera pergi saat menerima telpon dari istrinya.


"Masuk!" suruh Rangga melalui sambungan telpon.


Dua orang berpakaian polisi masuk ke ruangan tersebut.


"Nyonya Widya dan nyonya Lyvia, sekarang ikut kami ke kantor polisi. Anda dituduh melakukan percobaan pemerasan dan pembunuhan," kata polisi1.


"Pembunuhan? Aku tidak pernah melakukan itu." teriak Lyvia.


"Anak buahmu sudah berada di kantor polisi. Selama dua hari ini diam-diam aku menyuruh orang menjaga istriku," jawab Rangga.


"Jadi dua orang itu adalah suruhanmu?" tanya Lyvia lemah. Akhirnya dia dan ibunya di bawa ke kantor polisi.


### untuk para reader maaf yah segitu dulu uploadnya.Soalnya dari kemarin tidak enak badan dan sedikit ada masalah pribadi.🙏🙏🙏.


Tetap tunggu kelanjutannya ya....!


Terimakasih 😘😘😘 ###