Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 106


"Apa maksud Anda?" tanya Rangga lagi,Dia masih tidak percaya kalau saudara kembarnya itu ingin membalas dendam.


"Saudara kembar Anda beranggapan kalau Anda dan keluarga Anda sengaja membuangnya", jelas Erik.


" Ini konyol,bagaimana dia bisa bilang seperti itu? Kalau papa ingin membuangnya untuk apa papa kembali mencarinya dan membawa uang 50 milyar sesuai permintaan Michel,"


"Kecuali jika Michel memiliki maksud tertentu kepada keluarga Wijaya", tambah Rangga lagi.


" Ayah juga mengatakan hal yang sama seperti yang Anda katakan.Ayah berfikir kalau Michel sengaja meminta saudara kembarmu untuk di gunakan sebagai alat balas dendamnya terhadap kedua orang tuamu" jelas Erik lagi.


"Lalu apa Anda sudah tahu dimana keberadaan Harry saat ini?" tanya Rangga.


"Aku hanya tahu kalau saat ini dia berada di Indonesia, tapi kalau di mananya aku tidak bisa memprediksinya" jawab Erik.


Rangga menghela napasnya.


"Nando, kamu bisakan suruh orang untuk menjaga mama?",tanya Rangga kepada Nando.


" Tentu saja ",jawab Nando.


Sebenarnya dia tidak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh orang di depannya.


Tapi dari pembicaraan yang dia dengar,dia bisa mengambil kesimpulan kalau Rangga memiliki saudara kembar dan saat ini saudara kembarnya itu ingin balas dendam dengan keluarga Wijaya.


Dan itu juga berarti kalau keluarga Wijaya saat ini sedang dalam bahaya.


" Pak Erik, saya mohon tolong jangan mengatakan apapun kepada mama. Aku akan memberitahu mama saat aku sudah bertemu dengan Harry dan bicara dengannya",pinta Rangga.


"Iya,Aku mengerti" jawab Erik.


"Nando, tolong kamu juga carikan Pak Erik tempat untuk menginap"


"Baiklah, tapi kamu harus menceritakan semuanya padaku setelah ini."


Nando menepuk pundak bos sekaligus temannya itu. Dan Rangga menjawabnya dengan anggukan.


"Pak Erik, mari ikut denganku", kata Nando kepada Erik.


Nando dan Erik keluar dari ruang kerja Rangga.


Rangga duduk di kursi kebesarannya,dia mengusap wajahnya kasar.Dia masih memikirkan keberadaan saudara kembarnya itu.


*****


Mia bersama kedua cucunya,berjalan-jalan untuk membeli kebutuhan di sebuah mall.


Mereka mengambil berbagai macam barang yang di butuhkan dan memasukkannya ke dalam troli.


" Grandma, apa Mikha boleh mengambil snack?"tanya Mikha saat melihat snack kentang kesukaannya.


"Tentu saja boleh.Memang Mikha mau snack yang mana?", Mia balik tanya sambil menyodorkan beberapa macam snack kepada cucunya itu.


" No,Grandma. Mikha mau snack kentang saja",jawab Mikha sambil mengambil beberapa bungkus snack kentang dan memasukkannya ke dalam troli.


"Tama, kamu mau jajanan apa Sayang?"


"Tama mau Kinder Joy saja Grandma"


Tama mengambil beberapa kinder joy dan memasukkannya juga ke dalam troli.


"Sepertinya sudah cukup,ayo kita ke kasir buat bayar".


Mia berjalan mendorong troli tersebut menuju kasir.


" Grandma, Mikha mau coklat".


"Tama juga"


"Ya sudah, Mikha dan Tama tunggu grandma di sini.Grandma ambilkan coklat untuk kalian. Ok."


Mikha dan Tama mengangguk mengerti.


"Ingat jangan ke mana-mana", Mia memperingatkan cucunya agar tidak pergi ke mana pun.


Mia berjalan menuju rak dan mencari coklat yang di minta kedua cucunya.


" Mana ya coklat ",Mia mengatakan itu sambil mencari merk coklat yang biasa di makan cucu-cucunya.


" ini dia",kata Mia saat menemukan merk coklat yang dia cari.


Mia mengambil beberapa coklat tersebut, namun tiba-tiba dia berhenti.


Mia menjatuhkan semua coklat yang di ambilnya.Tubuhnya bergetar hebat saat melihat seorang pemuda berpakaian berandalan menatapnya tajam,tatapan pemuda itu sarat akan kebencian.


"Har...Harry... Harry ", panggil Mia.


Mia beusaha meraih wajah pemuda tersebut, namun pamuda itu berjalan meninggalkan Mia.


" Harry, Sayang.Kamu mau kemana,Nak. Mama merindukanmu ",panggil Mia.


" Harry, Harry, Harry ",Mia terus memanggilnya sambil berjalan mengikuti langkah pemuda tersebut.


" Grandma ",panggil Mikha dan Tama saat melihat grandmanya berjalan ke luar dari tempat itu sambil meneriakkan nama Harry.


Tama dan Mikha mengikuti langkah grandma mereka sampai ke jalan raya.


" Grandma, awas!",teriak keduanya saat melihat grandmanya hampir tertabrak sebuah mobil jika saja,dia tidak di tarik oleh seseorang.


"Grandma, Grandma tidak apa-apakan?" tanya Mikha dan Tama seraya menghampiri Mia.


"Ma,kenapa mama tidak melihat kanan kiri waktu mau nyebrang?", tanya Rangga.


Ya,orang yang menyelamatkan Mia adalah Rangga.


Tadi setelah Pak Erik pergi meninggalkan kantornya,dia memutuskan untuk menelpon mamanya


menanyakan kabar kedua anaknya. Namun karena tidak ada jawaban dari ponsel mamanya,dia menelpon sopirnya.Dari sang sopir Rangga tahu kalau mama dan anak-anaknya sedang berada di sebuah mall.


Rangga memutuskan untuk menemui mamanya di sana.Dengan mengendarai mobil sportnya,dia menuju mall yang di maksud. Namun saat dia keluar dari mobil,dia melihat mamanya ke luar dari mall.Dan saat Rangga memanggilnya,mamanya juga tidak mendengar. Rangga segera berlari dan menarik tangan mamanya saat ada sebuah mobil yang hampir menabraknya.


" Mama mencari siapa? "tanya Rangga lagi.


" Tidak, mama tidak mencari siapa-siapa",jawab Mia.


Pak Mun dan kedua anaknya juga berjalan ke arah mereka.


"Grandma, Grandma tidak apa-apakan?" tanya kedua bocah kembar tersebut.


"Tidak apa-apa, Sayang. Grandma baik-baik saja", jawab Mia sambil memeluk kedua cucunya.


" Maafkan saya Pak Rangga, karena saya teledor sampai-sampai tidak melihat Nyonya keluar tadi ",ucap Pak Mun.


" Sudahlah, tapi lain kali jangan sampai hal ini terjadi ",jawab Rangga.


" Ayo,Ma. Biar Rangga yang mengantar mama pulang ".


" Tapi belanjaan mama,belum mama bayar tadi",jawab Mia.


"Pak Mun,tolong bayar belanjaan mama tadi dan langsung bawa ke rumah",suruh Rangga.


Rangga menyerahkan sebuah kartu kepada Pak Mun.


" Iya,Pak",Pak Mun menerima kartu tersebut.


"Mikha, Tama kalian juga ikut Daddy pulang"


"iya, Daddy ",jawab keduanya bersamaan.


Rangga membawa mama dan anak-anaknya masuk ke dalam mobil.


Setelah 15 menit perjalanan, mereka sampai juga di kediaman keluarga Wijaya.


" Sebenarnya, apa yang terjadi hingga mama tadi keluar dari mall?"tanya Rangga saat mereka sudah berada di dalam rumah.


"Mama...", Mia tidak melanjutkan perkataannya, dia tidak mungkin bilang kepada Rangga kalau dia melihat Harry tadi.


" Ma",panggil Rangga.


"Mama mau istirahat, mama capek", Mia langsung masuk ke kamarnya, tanpa memperdulikan pertanyaan putranya itu.


" Tama,Mikha kalian main sama nenek Ratih ya.Jangan ganggu Grandma dulu!


Daddy mau kembali ke kantor "


"Siap Daddy", jawab keduanya.


Setelah mencium kening kedua anaknya, Rangga segera pergi menuju kantor nya.


******


Setelah seharian bekerja di rumah sakit Bintang merasa sangat lelah,dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Bintang segera membukakan pintu saat terdengar suara ketukan dari luar.


" Mas Rangga ",kata Bintang.


Bintang terkejut,pasalnya suaminya itu sudah bilang kalau beberapa hari ini dia tidak akan bisa menemuinya.


Rangga langsung memeluknya..


" Mas,katanya mas tidak bisa ke sini karena ada urusan?"


"Kenapa?Apa kamu tidak suka aku di sini?", Rangga malah balik bertanya.


" Bukan itu,hanya saja.."


"Ayo kita pergi dari sini", ajak Rangga sebelum Bintang menyelesaikan kata-katanya.


Bintang mengikuti suaminya.


Rangga membawa Bintang ke sebuah hotel yang tidak jauh dari mesnya.


" Mas,kenapa kita ke sini?"tanya Bintang.


"Mau apa lagi kita kan suami istri?".


Bintang menahan Rangga dengan tangannya saat suaminya itu ingin mencium bibirnya.


" Mas,minum?"tanya Bintang, karena tercium aroma khas alkohol dari mulut suaminya itu.


"Sedikit"


"Akukan sudah bilang, aku tidak suka Mas menciumku saat mulutmu itu bau alkohol", Kata Bintang lagi.


Dia benar-benar kesal, pasalnya selama ini Rangga tidak pernah minum alkohol.


" Aku,pergi ",Bintang keluar meninggalkan suaminya itu sendirian di kamar hotel.Dia keluar dari hotel tersebut dengan keadaan marah.


Sepanjang perjalanan menuju mes,dia selalu menggerutu.


" Beraninya dia menemuiku dalam keaadaan seperti itu. Memang aku ini apa?palacur?Kenapa harus minum saat akan bertemu dengan istrinya sendiri? ",gerutunya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, dan di layar tersebut terpampang nama suaminya.


" Ada apa",kata Bintang dengan nada kesal.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rangga dari ujung sana.


"Pikir saja sendiri", jawab Bintang ketus.


" Kamu marah,karena aku tidak memberimu kabar seharian ini? "


Bintang masih diam.


"Akukan sudah bilang,kalau beberapa hari ini aku sibuk.Maafkan aku ya Sayang" ucap Rangga.