
Bintang terbangun saat jam alrm di hpnya berbunyi.Itu artinya sudah jam 05.00 pagi.Dia menyingkirkan tangan suaminya yang berada di atas dadanya.
Dia mengambil pakaiannya yang semalam tercecer di lantai dan masuk ke kamar mandi. Setelah selesei dengan rutinitasnya,dia membangunkan suaminya.
"Mas,bangun!" panggil Bintang seraya menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu.
"Sebentar lagi ya Sayang, aku masih ngantuk. Perjalanan Jakarta-Bandung itu tidak dekat dan aku masih sangat lelah", jawab Rangga dengan mata yang tetap terpejam.
" Mas,sebentar lagi Dinda pulang dari rumah sakit ",kata Bintang memberitahu karena biasanya Dinda akan sampai di mes pada jam 05.30.
" 5 menit lagi",jawab Rangga.
"Mas", panggil Bintang lagi.
" Aku akan bangun jika kamu menciumku",jawab Rangga lagi.Dia sengaja tidak membuka matanya.
Akhirnya Bintang memenuhi permintaan suaminya,dia mencium bibir suaminya itu. Rangga menahan tengkuk istrinya itu saat Bintang hendak melepaskan ciumannya.Rangga memperdalam ciuman mereka dan mengabsen setiap hal di dalamnya.
Hampir saja ciuman itu berubah menjadi ciuman panas,kalau saja Bintang tidak melepaskan ciuman mereka itu.
"Sudah sana mandi, aku akan buatkan nasi goreng untuk sarapan kita!"suruh Bintang.
Dengan pedenya Rangga yang masih polos tanpa sehelai benang pun beranjak dari tempat tidur.
Meskipun Bintang sudah sering melihat suaminya dalam keadaan seperti itu, tetap saja hal itu masih membuat Bintang malu.Pipinya berubah merah separti udang rebus.Bintang menutup matanya dengan kedua tangannya.
" Cepet,sana!" suruh Bintang.
Rangga terkekeh melihat tingkah malu-malu istrinya itu. Dia malah berbalik kemudian kembali mencium bibir istrinya itu sekilas,baru kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesei dengan kegiatan di kamar mandi,Rangga menunaikan kewajibannya kepada sang pencipta.
Sepasang suami istri itu kemudian memulai sarapan mereka. Mereka makan nasi goreng yang di buat oleh Bintang.
"Sayang, sepertinya aku langsung ke Jakarta hari ini. Besok aku akan kembali bersama ibu,mama dan anak-anak", ucap Rangga di sela-sela makan mereka.
" Mas pasti capek harus bolak-balik Jakarta Bandung? "
"Capek sih,tapi demi dirimu aku rela melakukannya", jawab Rangga.
" Terimakasih ya Mas.Aku sungguh beruntung memiliki suami sepertimu"
"Aku yang beruntung karena memiliki istri yang hebat seperti dirimu. Mungkin jika dulu kamu tidak sabar menghadapiku,hidupku tidak akan seindah dan sesempurna ini. Terimakasih ya Sayang.I love you"
"I love you too".
Mereka hampir saja kembali berciuman jika saja tidak di ganggu dengan kedatangan Dinda yang tiba-tiba.
" Bi,aku pu...",Dinda tidak menyelesaikan kata-katanya. Dia langsung berbalik karena merasa sudah menjadi pengganggu.
"Maaf, aku tidak sengaja", ucap Dinda yang langsung kembali ke luar dari kamar tersebut.
Setelah menyelesaikan sarapannya,Rangga berpamitan dengan istrinya.
" Sayang, aku ke Jakarta ya.Titip saudaraku Harry, telpon aku jika ada sesuatu. Besok aku ke sini lagi",pamit Rangga.
Kemudian Rangga mencium kening istrinya itu sebelum akhirnya dia masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan mes.
"Hati-hati ya Mas.Daaa..", ucap Bintang saat mobil tersebut berjalan meninggalkan tempat itu.
" Tadi itu suamimu ya Bi?"tanya Dinda yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Bintang.
"Ya ampun Din,kamu selalu saja bikin aku jantungan", kata Bintang.
" Maaf ya,karena aku ganggu momen romantis kalian.Harusnya kamu itu bilang kalau suamimu itu datang. Jadi akukan bisa tidur di rumah sakit dulu ".
" Sudahlah,Lagian suamiku memang harus kembali ke Jakarta pagi ini.Jadi kamu tidak mengganggu",jawab Bintang.
"Bi,aku baru ingat aku seperti pernah melihat suamimu.Tapi dimana ya".
Dinda mencoba mengingat di mana dia pernah melihat wajah itu.
" Tadi itu bukannya RANGGA WIJAYA ya,pengusaha sukses yang kaya raya yang perusahaannya ada di mana-mana?",akhirnya Dinda mengingat siapa orang yang baru di lihatnya.
"iya",jawab Bintang cuek
"Jadi cinderella yang di bicarakan banyak orang itu ternyata kamu,Bi?" tanya Dinda yang masih tidak percaya.
"Pantas saja waktu itu istri dari mantan sialanku itu minta maaf, jangan-jangan dia tahu lagi kalau kamu adalah Nyonya Wijaya?" tanya Dinda lagi.
"Jangan lebay deh Din.Sudah sana sarapan, aku sudah sisakan nasi goreng untukmu di dalam", kata Bintang.
" Tapi beneran lho Bi,aku sama sekali nggak ngenalin kamu. Padahal dulu aku lihat live resepsi pernikahan kalian. Tapi kamu benar-benar berbeda ",Dinda masih tetap membicarakan hal yang menurut Bintang nggak penting.
"Ya iyalah beda,waktu itu yang ngerias aku perias profesional.Sementara sekarang ini aku cuma pake sedikit bedak dan lipstik doang", kata Bintang.
" Tapi menurutku kamu lebih cantik seperti ini.Entah kenapa aku justru menyukaimu yang tampil apa adanya,kamu terlihat semakin keren.",kata Dinda dengan mengacungkan dua jempolnya.
"Sudah tidak usah banyak bicara,sana mandi", suruh Bintang.
" Iya-iya",jawab Dinda.
Dinda hanya membasuh mukanya,kemudian dia langsung memakan nasi goreng yang di siapkan Bintang untuknya.
Bintang menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu.
*****
Rangga tiba di gedung Wijaya Grup pukul 10 pagi.Dia langsung menyuruh Nando ke ruangannya dan meminta penjelasan tentang laporan yang di berikan Nando tadi.
Saat perjalanan pulang, Rangga mendapat kabar dari Nando kalau beberapa investor di perusahaannya tiba-tiba ingin menarik investasi mereka dari Wijaya Grup.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka tiba-tiba ingin menarik investasi mereka?", tanya Rangga kepada Nando saat Nando tiba di ruangannya.
" Aku dengar dari kepala yang menangani proyek kita.Katanya desain proyek yang kita tangani semuanya sama persis dengan perusahaan MJ Grup.Tapi perusahaan itu menawarkan harga yang lebih rendah dari perusahaan kita",jawab Nando.
"Berapa investor yang menarik investasinya dari perusahaan kita?" tanya Rangga lagi.
"Hampir 90% dari investor yang ada menarik investasinya dari perusahaan kita".
" Kenapa masalah bisa muncul secara bersamaan di perusahaan kita.Kita baru saja bisa mengendalikan harga saham yang tiba-tiba anjlok dan sekarang hampir 90% investor ingin menarik investasinya dari perusahaan kita. Kalau begini terus perusahaan Wijaya Grup akan benar-benar bangkrut".
"Aku rasa ada penyusup yang berhasil membobol sistem keamanan kita.Karena tidak mungkin mereka memiliki desain yang sama persis dengan desain kita bahkan dengan rincian yang 100% sama",Nando memberikan masukannya.
" Maksudmu ada orang dalam yang mengkhianati kita?",tanya Rangga.
"Iya", jawab Nando.
" Kalau begitu temukan orang itu secepatnya!",titah Rangga pada Nando
"Aku akan usahakan secepatnya", jawab Nando.
" Satu lagi, minggu depan Kak Nia kembali dari Berlin",Nando memberi tahu.
"Aku senang akhirnya Kak Nia pulang, tapi tumben Kak Nia pulang, biasanya meskipun di suruh pulang dia tidak akan mau", jawab Rangga.
" Sepertinya ada kaitannya dengan saudara kembarmu itu.Karena waktu Kak Nia menelponku dia bertanya soal Harry. Dan karena aku tidak tahu apapun aku menyuruhnya bertanya padamu",kata Nando lagi.
"Ya sudah, nanti aku akan menghubungi Kak Nia sendiri".
Nando kembali ke ruang kerjanya sendiri.
*****
Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba, Rangga beserta mama,mertua dan kedua anaknya pergi menuju ke Bandung.
Tampak kecerian di wajah kedua anaknya, karena mereka sudah menahan rindu dengan mommy mereka.
Mereka baru tiba di Bandung pukul 14.00 siang.Kedua anak itu berlari memeluk mommynya saat mereka turun dari mobil.
" Mommy, Mikha kangen",kata Mikha sembari memeluk Bintang dengan sangat erat.
"Tama juga kangen sama Mommy".
Bintang memeluk erat kedua anak kembarnya tersebut.
" Mommy juga kangen sama kalian",ucap Bintang sambil mencium kedua anaknya bergantian.
"Ma,ibu apa kabar?" tanya Bintang pada ibu dan mama mertuanya.
"Kami baik,Nak.Kamu sendiri?", Jawab Ratih sembari bertanya.
" Aku baik.Ohya kenalkan ini teman sekamarku Dinda",Bintang mengenalkan temannya kepada keluarganya.
"Wah,aku sangat senang bisa berkesempatan bertemu dengan keluarga Wijaya" kata Dinda sambil menyalami kedua orang di depannya.
"Din,ini anak-anakku. Tama dan Mikha", Bintang mengenalkan kedua anaknya.
" Hallo Tante",sapa keduanya.
"Anak kamu lucu sekali,Bi.Hallo juga Sayang", Dinda menyapa balik ke dua anak itu.
" Ayo,silahkan masuk",ajak Bintang.
Dari kejauhan Harry memperhatikan mereka.Ada rasa yang timbul di hatinya ketika melihat wajah ibu kandungnya.
"Ma...", gumam Harry, karena sesungguhnya meskipun ayah angkatnya selalu meracuni pikirannya dengan hal buruk tentang keluarganya.Jauh di lubuk hatinya,dia sangat merindukan ibu kandungnya.