Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 10


🌸🌸🌸


Sudah 1 minggu ini keluarga Wirat sibuk menjalani kehidupan mereka masing-masing. Keyros yang sibuk dengan pekerjaanya dan sekarang sudah 1 minggu ini dia berada di kota B.


Sedangkan Mama Sonya sekarang hanya sibuk bersantai di rumah terkadang dia jalan-jalan bersama teman-temanya atau dengan Gina,sekarang Mama Sonya sudah tidak lagi sering datang ke cafe Keyna,dia sudah menyerah atas penolakan gadis itu untuk menikah dengan Keyros. Waktu itu Mama Sonya datang ke Cafe Keyna mencoba membujuk Keyna untuk menikah dengan Keyros namun gadis itu menolak.


Flasback On


"Nak...kita sudah cukup lama berkenalan,saya merasa nyaman denganmu,kau gadis yang baik" ucap Mama Sonya


"Terima kasih nyonya,saya juga merasa nyaman dengan anda,Nyonya sangat baik"


"Nak..jika saya meminta sesuatu pada mu apakah kau mau mengabulkannya?" tanya Mama Sonya


"Jika permintaan Nyonya bisa saya lakukan maka saya akan mengabulkannya"


Mama Sonya menarik nafasnya dan menggenggam tangan Keyna lembut


"Apakah kau mau menikah dengan putraku?"


Hal tersebut sontak membuat Keyna membulatkan matanya,dia terkejut dengan permintaan wanita paruh baya di hadapannya itu.


"Ma-maaf Nyonya,apa anda sedang bercanda?" tanya Keyna terbata


"Tidak...saya tidak sedang bercanda,saya serius dengan ucapan saya. Apakah kau mau menikah dengan Putraku?"


"Maaf Nyonya,ta-tapi kenapa harus saya?"


"Karna kau gadis yang baik,cantik dan saya sangat menyukai mu"


"Nyonya...masih banyak gadis cantik di luar sana bahkan lebih cantik dan pasti banyak juga yang lebih baik dari saya" ucap Keyna menjeda ucapannya


"Dan saya juga tidak mengenal putra Nyonya,bagaimana dia? Apakah dia mau dengan saya atau tidak? Saya tidak tahu. Saya dan Nyonya juga baru beberapa minggu berkenalan,jadi saya tidak bisa menerima permintaan anda Nyonya" sambung Keyna lagi seraya menggenggam tangan Mama Sonya


"Saya akan membujuk putra saya agar dia mau menikah denganmu. Saya mohon nak..." Mohon Mama Sonya


"Nyonya...saya harap anda tidak lupa dengan status keluarga saya yang miskin,sedangkan keluarga Nyonya adalah keluarga yang kaya,tidak mungkin seorang gadis miskin menikah dengan putra orang kaya"


"Saya,suami saya dan keluarga saya tidak mempermasalahkan status seseorang untuk menjadi istri putra saya,asalkan gadis itu baik dan mampu membuat putra kami kembali seperti dulu lagi yang ceria dan tidak seperti sekarang ini dan gadis yang tepat itu kamu nak"


"Jika kau mau saya juga bisa memberikan mu uang,harta sebanyak yang kau inginkan,saya bisa"


"Maaf Nyonya,saya memang dari keluarga miskin tpi saya tidak butuh uang banyak,saya sudah bekerja seperti ini saja saya sudah bersyukur masih bisa menghidupi keluarga saya. Dan sekali lagi saya minta maaf nyonya,saya tidak bisa menerima permintaan anda,silahkan anda mencari wanita lain selain saya yang lebih baik"


"Baiklah kalau begitu saya tidak memaksa...saya permisi dulu. Ini uang untuk bayar pesanan saya" Mama Sonya beranjak pergi dari cafe,Keyna hanya menatap Mama Sonya dengan perasaan tidak enak hati karna sudah menolak permintaannya,tpi apa boleh buat dia tidak bisa menerima permintaan aneh itu.


Setelah kejadian itu,Mama Sonya benar-benar sudah tidak muncul lagi di cafe,Keyna semakin merasa sangat tidak enak hati. Dia tidak menceritakannya kepada siapa-siapa termasuk Alya sahabatnya sendiri.


Flasback Off


____________________


Mengingat itu Mama Sonya merasa kecewa dan putus harapan,dia sudah mencoba bertemu dengan gadis teman-temannya tpi tidak ada yang cocok dengannya,di tambah Keyros yang masa bodo dengan hal itu.


"Huft...aku menyerah untuk mencarikan Keyros calon istri" monolog Mama Sonya sendiri saat sedang duduk santai di halaman belakang


"Andai saja waktu itu Keyna mau menerima permintaan ku,pasti aku sangat bahagia sekarang. Dan bocah tengil itu juga tidak kunjung mencari calon istri sendiri,masih saja menutup dirinya mau sampai kapan dia seperti ini" sambungnya lagi sambil menyesap teh nya.


Tiba-tiba bahunya di tepuk dari belakang oleh seseorang,Mama Sonya menoleh dan mendapati suaminya yang tersenyum.


"Papah bikin kaget Mama aja. Ada apa Pa?"


"Hehehe...maaf Ma. Mama kenapa ngomong sendiri tadi?" tanya Papa Wirat duduk di sebelah istrinya.


"Gpp...Mama cuma lagi mikir buat menyerah untuk membujuk Keyna,dia terus menolak. Padahal Mama udah coba bujuk pake uang tpi dia malah tambah menolak,dan Mama tidak bisa memaksa kehendak Mama kepadanya"


"Ya mau bagaimana lagi,Papa juga udah coba bujuk Keyros buat menikah,tpi dia bilang nanti² terus kalau tidak dia bilang tidak akan menikah. Papa juga udah nyerah,susah sekali anakmu itu Ma...." Ucap Papa Wirat


"Itu juga anakmu Pa. Ya sudah lah Pa,Mama pusing sendiri"


"Ma...nanti malam kita sekeluarga di undang buat makan malam sama Keluarga Sanjaya,dan tadi Papa juga udah hubungi Keyros dia bilang nanti malam dia udah kembali dan bisa ikut kita makan malam ya walaupun dengan malas dia mau ikut"


"Iya terserah Papa,Mama ngikut aja. Dan sebenarnya Mama juga malas harus makan malam dengan mereka,bukan apa-apa sihh,cuma Mama hanya malas saja"


"Mama jangan lupa kasih tahu Regina,biar dia bisa siap² lebih cepat,karena anak itu pasti lama sekali jika di suruh siap² kebanyakan dandan"


"Iya nanti Mama bilangin"


__________________________


~Di Sebuah Restoran Mewah


Malam pun tiba,Keluarga Wirat sudah berada di depan restoran yang sudah di pesan oleh keluarga Sanjaya,keluarganya Sisil. Mereka masuk ke dalam.


"Selamat malam Tuan Wirat dan Nyonya Wirat" sapa seorang pria paruh baya dan menjabat tangan Papa Wirat. Pria paruh baya itu adalah Tuan Sanjaya Papa Sisil.


"Selamat malam Tuan Sanjaya dan Nyonya Linda" Papa Wirat menjabat tangan Tuan Sanjaya


"Malam Sisil" jawab singkat Mama Sonya


"Hai Gina...udah lama kita gk ketemu dan ngobrol bareng" Kata Sisil lagi sambil mengelus lengan Regina


"Iya kak" Gina hanya menjawab singkat


"Ya sudah silahkan duduk,makan malamnya akan segera datang...saya sudah memesankan untuk kalian"


"Terima kasih"


"Om di mana Keyros,dia tidak ikut datang?" tanya Sisil


"Dia akan datang karena baru sampai dari perjalanan bisnisnya,mungkin sedang dalam perjalanan"


"Hahaha apa kamu merindukan Keyros nak" tanya Tuan Sanjaya,Sisil yang di goda Papanya tersipu malu


"Ahhh Papa..." rengek Sisil seperti anak kecil


Gina yang melihat tingkah Sisil yang malu² membuatnya geli sendiri


"Cihh..menggelikan sekali" gumam Gina dalam hati


Menu makan malam sudah datang dan tertata rapi di atas meja,Tuan Sanjaya mempersilahkan Papa Wirat dan keluarga untuk segera makan malam. Saat tengah menikmati makan malam,tampak Keyros yang berjalan ke meja makan.


"Maaf saya terlambat" Ucap Keyros datar


"Tidak masalah nak..ayo silahkan duduk. Jika kau ingin pesan yang lain pesan saja" Ucap Tuan Sanjaya ramah


Keyros hendak duduk di sebelah Sisil karena kursi yang tersisa hanya di sebelah Sisil dan Sisil yang melihatnya tersenyum manis,namun saat menarik kuris,Gina berdiri dan langsung duduk di kursi yang sudah di tarik Keyros.


"Gina kamu apa-apaan sihh,itu untuk kakakmu" Ucap Papa Wirat


"Hehehe...maaf Pa,kak keyros duduk di kursi sebelah Mama aja ya. Aku mau duduk di sebelah kak Sisil" jawab Gina nyengir menatap kakaknya. Keyros hanya menggelengkan kepalanya dan duduk di sebelah Mamanya.


Sisil yang melihat itu hanya mendengus kesal dengan tingkah Gina karena dia gagal duduk dekat Keyros untuk mencari perhatiannya.


"Ahh...Sial gagal gue mau deketin Keyros gara-gara nihh bocah" kesal Sisil dalam hati.


Mama Sonya melirik putrinya sedangkan yang dilirik hanya nyengir,Mama Sonya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan putrinya dia tahu apa maksud putrinya itu.


"Keyros bagaimana bisnismu sekarang?" tanya Tuan Sanjaya di sela-sela makan malam


"Bisnis saya lancar dan berkembang dengan baik" jawab Keyros


"Baguslah nak....semoga bisnis dan perusahaanmu tambah berkembang"


"Terima kasih"


"Hmm apakah kau sudah memiliki calon istri Key?" tanya Tuan Sanjaya


"Belum"


"Tentu saja belum Pa,putri kita kan yang akan menjadi calon istrinya" jawab Nyonya Linda


Keyros mendelik mendengar itu. Mama Sonya,Papa Wirat dan Gina hanya saling pandang. Sedangkan Sisil? Jangan di tanya pasti dia akan tersipu malu


"Bagaimana Tuan Wirat,apa kita menikahkan mereka saja? Saya rasa mereka cocok"


"Kurasa ide bagus,lagian Keyros sangat keras kepala tidak ingin mencari calon istri. Jadi ide itu bisa kita lakukan" Jawab Papa Wirat santai. Mama Sonya menatap suaminya lekat dia berpikir ada apa dengan suaminya itu.


"Wahh...kita bisa memulainya dengan tunangan terlebih dahulu bagaimana?" Ucap Tuan Sanjaya


"Tentu saja bisa,bila perlu kita nikahkan saja langsung mereka minggu depan" kali ini Mama Sonya yang bicara,dia tahu maksud suaminya itu jadi dia ambil peran juga.


Sontak hal itu membuat Keyros marah,Keyros berdiri dari kursinya


"Mama sama Papa apa-apaan ini" Ucap Keyros dengan sangat kesal


"Memangnya kenapa,bukan ide buruk untuk menikahkan mu dengan Sisil,keluarga kita sudah lama berkenalan dengan keluarga Sanjaya. Lagian kalau kau menikah dengan Sisil itu artinya Mama sama Papa juga akan segera memiliki cucu" Papa Wirat menjawab dengan santai


"Aku tidak ingin menikah" Tegas Keyros lalu pergi begitu saja dengan perasaan sangat kesal terhadap keluarganya.


Papa Wirat dan Mama Sonya hanya menatap kepergian anaknya.


"Maafkan Putra kami,mungkin dia sedang kelelahan" Ucap Papa Wirat


"Tidak masalah,mungkin dia terkejut dengan rencana ini karena mendadak" Jawab Tuan Sanjaya


Makan malam pun berakhir dan keluarga Wirat pulang Ke kediamannya


🌸🌸🌸


Wohhh...terima kasih readers,author ucapin terima kasih karna udah mampir dan baca cerita author🙏