
Malam itu Bintang datang menemui Harry untuk mengetahui keadaannya. Namun saat dia tiba iparnya itu sedang tidak berada di kamarnya.
"kemana dia?", batin Bintang
Bintang hendak pergi meninggalkan kamar tersebut,namun langkahnya terhenti saat melihat sebuah kalung di atas nakas.
Bintang mengambil kalung tersebut dan menatap nya lekat-lekat.
" inikan kalung milikku? Kenapa ada di sini?",gumam Bintang.
"Bintang", panggil seseorang dari arah pintu. Orang itu mendekat ke arahnya dan mengambil kalung yang ada di tangan Bintang.
" Kamu dapat dari mana kalung itu?",tanya Bintang pada orang itu yang tidak lain adalah iparnya Harry.
"Kenapa?", Harry malah balik tanya.
" Tidak, hanya saja itu seperti kalungku waktu kecil. Kalung itu pemberian almarhum ayahku dan di belakang liontin kalung tersebut ada inisial namaku BPP singkatan dari Bintang Permata Putri. Ayah memberikan kalung itu waktu aku berulang tahun yang ke 7",jelas Bintang.
Harry melihat inisial nama yang terukir di belakang liontin kalung tersebut dan memang benar di belakang liontin kalung itu ada inisial nama BPP.
" Dulu aku pernah memberikan kalung itu pada seseorang ",tambah Bintang.
Deg,mendadak perasaan Harry menjadi kacau.
" Maaf ya, aku ada panggilan mendadak dari IGD. Nanti aku sambung lagi",kata Bintang setelah menerima telpon.
"Ohya, bagaimana keadaanmu seharian ini?" tanya Bintang.
"Baik,tadi mama menemaniku hampir 3 jaman di sini", jawab Harry.
" Ohya, aku tinggal dulu ya. Nanti ceritakan padaku kenapa sampai kalung itu ada di tanganmu",Setelah mengatakan itu Bintang meninggalkan ruangan Harry.
Harry benar-benar terkejut dengan kenyataan yang dia terima hari ini.
"Jika Bintang adalah pemilik kalung ini,apa itu artinya gadis kecil waktu itu adalah dia?
Kenapa harus begini? Bintang adalah istri dari saudara kembarku,tidak mungkin hanya karena kami kembar lalu orang yang kita sukai juga harus sama"
Harry masih berspekulasi dengan pemikirannya sendiri.
*****
( Keesokan harinya di Wijaya Grup )
Rangga begitu senang saat mendapati kakaknya Rania sudah berada di kantornya.
"Kak,kapan sampai?", tanya Rangga
" Baru saja. Kakak langsung ke sini begitu sampai di Jakarta ",jawab Rania
" Aku dengar perusahaan kita memiliki banyak masalah akhir-akhir ini, kenapa kamu tidak memberitahu kakak?"
"Maaf Kak,aku hanya tidak ingin merepotkan kakak", jawab Rangga.
" Kamu ini bicara apa, masalah yang terjadi di perusahaan kita tentu menjadi masalah bagi kita bersama dan kita harus bersama-sama mengatasinya",kata Rania.
"Ohya apa Kakak sudah mengetahui soal Harry?" tanya Rangga.
"Mama sudah memberitahu kakak lewat telpon. Kakak senang akhirnya Harry bisa di temukan.Keluarga Wijaya akhirnya bisa bersatu kembali", jawab Rania.
" Tapi satu hal yang harus kakak tahu,kalau saat ini kondisi Harry sedang tidak baik. Dia harus segera menjalani transplantasi jantung,jika tidak mungkin kita akan kehilangan dia lagi",Rangga memberitahu kakak perempuannya itu.
"Apa mama sudah mengetahui soal ini?" tanya Rania lagi.
Rangga menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak berani memberitahu mama. Selama ini mama begitu merindukan Harry,aku dengar dari Om Edwar kalau dulu mama sempat depresi saat mengira Harry sudah tiada.Aku takut mama akan kembali depresi jika tahu hidup Harry tidak akan lama kalau dia tidak secepatnya mendapatkan donor jantung yang sesuai", jawab Rangga
Rania sudah cukup besar untuk bisa menilai sikap neneknya itu. Makanya sejak dulu dia paling tidak suka jika mama dan papanya mengajak mereka berkunjung. Rania lebih memilih di rumah bersama dengan pembantu.
Sikap kelurga neneknya berubah saat papanya menjadi salah satu pengusaha sukses di Jakarta bahkan di Indonesia.
" Kak,apa pekan ini kakak akan ikut menemui Harry di Bandung. Karena saat ini dia di rawat di sana?"tanya Rangga.
"Tentu saja,ohya bagaimana kabar dua ponakanku?Aku sangat merindukan mereka".
" Mereka baik,mungkin saat ini mereka sedang bermain dengan neneknya ",jawab Rangga.
" Aku dengar Bintang magang di Bandung? Kamu tidak khawatir kalau dia akan berpaling darimu,secara dia itu masih muda. Dan aku yakin tidak banyak orang yang tahu tentang statusnya. Aku rasa jika dia bilang dia belum menikah pasti orang akan percaya. Apa kamu tidak takut kalau tiba-tiba ada dokter muda atau pasien tampan yang menyukai dia? ",goda Rania.
" Kakak",teriak Rangga.
"Bercanda,Kalau Bintang ingin menghianatimu pasti sudah dia lakukan saat kamu berikap dingin dengannya dulu" kata Rania
Keduanya pun kembali membahas permasalahan yang sedang di hadapi Wijaya Grup dengan di selingi sedikit candaan.
*****
Setelah mengetahui bahwa pemilik kalung yang selalu dia bawa adalah Bintang, seharian ini Harry lebih banyak diam.
Satu sisi dia senang karena akhirnya dia bisa bertemu dengan pemilik kalung tersebut.Namun di sisi lain,dia merasa di permainkan oleh takdir
tok tok tok
" masuk",jawab Harry. Seorang perempuan memakai jas khas dokter datang mengunjunginya,siapa lagi kalau bukan Dinda.
"E..Harry bagaimana kabar kamu hari ini?" tanya Dinda
"Seperti yang kamu lihat aku baik", jawab Harry.
Dinda duduk di bangku yang terletak di sebelah ranjang Harry.
" Kamu kenapa? apa kamu punya masalah? "tanya Dinda.
" Tidak",jawab Harry singkat.
"Din,seandainya kamu tahu orang yang kamu cari dan kamu sukai selama ini ternyata sudah menikah dan hidup bahagia. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Harry.
"Aku akan melupakan perasaanku dan ikut mendoakan kebahagiaannya. Aku yakin kalau Tuhan sudah menciptakan hambanya berpasang-pasangan. Dan Tuhan juga pasti akan memberikan jodoh yang tepat untuk setiap hambanya" jawab Dinda.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu? Apa sebenarnya selama ini kamu menyukai seseorang dan kamu sudah menemukan orang itu sekarang. Tapi orang yang kamu cari itu ternyata sudah menikah dan hidup bahagia?", tanya Dinda lagi.
Harry mengangguk.Sebenarnya Dinda sedikit kecewa dengan jawaban Harry, karena sejujurnya Dinda sudah mulai menaruh hati dengan orang yang pernah menolongnya itu.
" Siapa orangnya? Apa aku mengenalnya?" tanya Dinda.
"Kamu tidak perlu tahu. Kamu benar aku harus ikut mendoakan kebahagiaannya apalagi... dia adalah i..", Harry tidak melanjutkan perkataannya.
" Aku tahu siapa orang yang kamu maksud",kata Dinda yang membuat Harry menatap ke arahnya.
"Dia Bintangkan?" tanya Dinda.
"Aku juga baru tahu kalau dia adalah Bintang" jawab Harry.
Dia mengambil kalung dengan liontin bintang dari dalam sakunya.
"Apa itu?", tanya Dinda lagi.
Harry menunjukkan kalung tersebut pada Dinda.
" Aku mencintai gadis kecil yang dulu memberiku kalung ini",kata Harry di sertai senyum.
Dinda terkejut saat melihat kalung yang di pegang oleh Harry.