Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 151


Meskipun malas,Rangga membalas uluran tangan wanita itu.


"Permisi,Pak Rangga. Kita pasti bertemu lagi dalam waktu dekat".


Wanita itu pergi dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya.


" Siapa dia? Sepertinya kalian saling kenal? ",tanya Nando penasaran.


" Bukan siapa-siapa ",jawab Rangga karena dia benar-benar malas harus bertemu lagi dengan wanita itu.


" Hubungi Pak Hito sekarang dan katakan padanya,jika dia tetap tidak hadir pada meeting berikutnya dan hanya menyuruh wanita itu. Aku akan membatalkan kerjasama kita",titah Rangga.


"Kamu serius?", tanya Nando


" Tentu saja,aku serius ",jawab Rangga mantap.


" Apa ini karena wanita itu? ",tanya Nando memastikan.


" Aku hanya malas bertemu dengan dia lagi. Seharusnya aku biarkan saja dia waktu itu ",jawab Rangga keceplosan.


" Maksudmu?"tanya Nando yang makin penasaran.


"Sudahlah, tidak usah bicarakan dia lagi", kata Rangga kemudian dia berjalan meninggalkan ruang meeting tadi dan diikuti Nando di belakang.


" Apa ada yang harus aku lakukan lagi?" tanya Nando.


"Tidak", jawab Rangga.


Keduanya pun berpisah di depan pintu dan kembali ke ruang kerja masing-masing.


^°^°^°^


Rangga duduk di belakang meja kerjanya.Dia mengingat bagaimana dia bertemu dengan wanita tadi.


#Flash back on..


Waktu itu Rangga yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya,tanpa sengaja melihat seorang perempuan dengan gaun warna putih,berlari tanpa mengenakan alas kaki di tepi jalan raya.


Perempuan itu di kejar oleh beberapa orang laki-laki.Karena kasihan,Rangga turun dari mobilnya dan menyelamatkan perempuan itu.


" Masuk! ",suruh Rangga pada perempuan tersebut. Perempuan itu pun menuruti perintah Rangga dan masuk ke dalam mobilnya.


Setelah berhasil mengalahkan orang-orang yang mengejar perempuan tadi,Rangga kembali masuk ke dalam mobilnya.Rangga segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Siapa orang-orang tadi?",tanya Rangga pada perempuan itu.


"Dia pengawalku", mendengar jawaban perempuan itu seketika Rangga mengerem mobilnya mendadak.


" Turun!"suruh Rangga


"Kenapa?" tanya perempuan itu.


"Heh,denger ya kalau aku tahu mereka adalah pengawalmu.Aku tidak akan sudi melawan mereka dan membawamu pergi", jawab Rangga kesal.


" Tapi tuan, aku benar-benar sedang melarikan diri dari mereka",kata perempuan itu.


"Aku tidak perduli, cepat turun!", suruh Rangga yang merasa di permainkan oleh wanita itu.


" Aku mohon,setidaknya carikan aku hotel atau penginapan terdakat agar aku bisa bersembunyi di sana. Plis!",pinta wanita itu dengan mengatupkan dua tangannya.


Karena tempat mereka berhenti jauh dari permukiman,terpaksa Rangga mengabulkan permintaan wanita itu.


"Baiklah, kamu ingin aku mengantarmu kemana?" tanya Rangga.


"Ke hotel STAR ", jawab wanita itu.


Rangga kembali melajukan mobilnya yang sempat dia berhentikan tadi.


Rangga menghentikan mobilnya ketika mereka tiba di depan hotel STAR.


" Sekarang cepat turun!",seru Rangga. "Iya, kamu galak sekali", jawab wanita itu.


Wanita itu turun dari mobil milik Rangga,namun sedetik kemudian dia berbalik dan berkata" Tuan,aku pastikan kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat ini. Aku pasti akan membuatmu memaandangku",katanya penuh percaya diri.


#Flash back off.


"Ternyata dia sekertaris Pak Hito. Kenapa dunia begitu sempit", gumam Rangga.


Wanita itu adalah Ester,dia wanita berdarah indo-jepang.Ester adalah anak dari salah seorang pengusaha terhebat di Jakarta. Tapi setelah menyelesaikan studinya di Jepang,Ester lebih memilih bekerja di salah satu perusahaan di sana ketimbang mengabdikan ilmunya di perusahaan ayahnya.Alasannya dia ingin mandiri dan tidak ingin bergantung kepada perusahaan milik ayahnya.


Hari itu dia kembali ke Jakarta, karena mendapat kabar kalau ayahnya sakit. Namun saat dia tiba,ternyata itu hanya alasan ayahnya untuk bisa menjodohkannya dengan seseorang.


Dan hari di mana dia bertemu dengan Rangga adalah hari saat dia lari dari acara pertunanganmya.


Awalnya Ester menolak untuk mewakili Pak Hito meeting dengan perusahaan Wijaya Grup, karena takut orang-orang suruhan ayahnya akan menemukannya dan memaksanya bertunangan. Tapi saat dia tahu bahwa direktur dari perusahaan tersebut adalah orang yang pernah menolongnya.Dengan senang hati dia menerima tugas yang di berikan oleh Pak Hito.


*****


Setelah mengetahui bahwa orang yang meninggal dalam meja operasi 14 tahun adalah ayahnya, Bintang semakin penasaran apa yang membuat operasi itu gagal. Karena menurutnya orang sehebat Pak Prayoga tidak mungkin melakukan kesalahan fatal pada operasi usus buntu.


Bintang membuka file-file lama rumah sakit Rahardian di dalam komputer.Tapi operasi yang di jalani ayahnya tidak ada di dalamnya.


"Sepertinya file itu sudah di hapus", gumam Bintang.


" Tapi kenapa jadwal operasi ayah bisa sama dengan jadwal operasi jantung pasien lain? Dokternya sama lagi.Tidak mungkin kan Pak Prayoga mengoperasi dua pasien sekaligus dalam waktu bersamaan? Pasti ada sesuatu di balik ini",gumam Bintang sambil menatap layar komputer di depannya.


"Sudah jam 5 sore rupanya", gumam Bintang saat melihat jam di tangannya.


Bintang segera mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk pulang.


Saat sedang berjalan melewati ruangan humas tanpa sengaja dia mendengar seseorang sedang berbicara tentang kejadian 14 tahun lalu.


" Iya,tadi wanita itu kemari dan bertemu dengan Pak Prayoga. Iya saya sudah mengerti, Pak.Saya yakin dia tidak akan membocorkan kejadian itu.Dia pasti akan diam karena kita sudah membantunya.",kata salah seorang seksi humas di rumah sakit itu.


"Tapi Pak,kenapa Bapak menerima anaknya bekerja di rumah sakit ini? Apa itu tidak membahayakan? Iya,saya tahu karena dia memang akrab dengan Pak Alex apalagi dia adalah istri dari Rangga Wijaya. Saya akan lebih hati-hati", kata orang itu sebelum akhirnya menutup telponnya.


Bintang segera bersembunyi saat orang humas itu melaihat ke arah sekelilingnya.Orang itu pun kembali mengerjakan tugaanya saat merasa sudah aman.


Dengan langkah perlahan Bintang segera pergi meninggalkan tempat itu.


*****


" Mas,kamu sudah di sini?",tanya Bintang saat keluar dari rumah sakit dan melihat suaminya sudah menunggu di sana.


"Iya,pekerjaanku sudah selesei jadi aku memutuskan untuk menjemputmu", jawab Rangga.


Rangga membukakan pintu mobilnya,dan mempersilahkan istrinya itu masuk ke dalam mobil.


"Kenapa belum di jalankan?" tanya Bintang, ketika mobil mereka masih diam si tempat.


"Soalnya belum ada yang memberiku upah", jawab Rangga dan Bintang tahu maksud dari suaminya itu.


Bintang mencondongkan dirinya menghadap Rangga, dia mencium bibir suaminya itu. Namun saat dia hendak melepaskan ciumannya,Rangga sudah menahan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.


Rangga terus meraup bibir mungil istrinya itu,menyesap bahkan menghisapnya.Dia baru melepaskan ciumannya saat Bintang mulai kehabisan napas karena perbuatannya.


" Kamu itu kebiasaan, kalau aku cium lupa untuk bernapas",kata Rangga.


"Bukan lupa,tapi Mas yang tidak memberiku jeda barusan", jawab Bintang membela diri.


" Kita pulang sekarang, aku tidak mau khilaf di dalam mobil",kata Rangga yang mulai menyalakan mobilnya.


"Kayak dulu tidak pernah melakukan itu di mobil saja", kata Bintang lirih tapi masih terdengar oleh Rangga.


" Memang kamu mau kita melakukannya di sini?" tanya Rangga.


"Melakukan apa?", tanya Bintang yang pura-pura tidak tahu maksud dari suaminya itu.


Namun saat tubuh Rangga mulai mendekat ke arahnya, Bintang segera menahan tubuh suaminya itu dengan tangannya.


" Iya iya aku tahu. Kita lakukan itu malam ini di rumah. Aku tidak mau jadi tontonan gratis di sini ",kaya Bintang.


Rangga terkekeh melihat ketakutan istrinya itu. Rangga mulai menyalakan mobilnya.Kemudian mobil sport warna hitam itupun meninggalkan halaman rumah sakit.