Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 178


Di sebuah ruangan sempit,di suatu rumah. Ada laki-laki yang tangan dan kakinya di ikat serta mulut di tutup dengan lakban. Laki-laki itu baru saja tersadar dari pingsannya, dia juga berusaha melepaskan diri dari ikatan tali yang menjerat tubuhnya.


"Sial,kenapa kencang sekali ikatannya," gerutu Rangga.


Ya,orang yang sedang terikat itu adalah Rangga.


# Flash back on


Waktu itu Rangga yang sedang mengantri di boarding pass,tiba-tiba mendapatkan telpon dari nomor yang tidak di kenal.


"Nomor siapa ini?" tanya Rangga dalam hati.


Karena penasaran dan takut kalau nomor tersebut adalah nomor dari rekan bisnisnya di Jepang,Rangga mengangkat dan menjawab telpon tersebut.


"Hallo,selamat pagi...ini dengan Rangga Wijaya," kata Rangga membuka pembicaraan.


"Pak,istri dan keluarga Anda mengalami kecelakaan," jawab orang yang menelponnya.


"Ini dari siapa ya?" tanya Rangga


"Saya warga yang kebetulan berada di tempat kejadian," jawab sang penelpon tersebut.


"Bagaimana keadaan mereka semua?" tanya Rangga cemas.


"Hallo...Pak...hallo...sinyalnya...putus- putus. Saya langsung share lokasinya saja ke Bapak," kata orang di ujung telpon sana.


Mendengar kabar istri dan keluarganya kecelakaan membuat Rangga tidak bisa berpikir jernih, dia langsung meninggalkan bandara. Apalagi saat dia tidak bisa menghubungi nomor telpon istri dan ibunya.


Rangga segera mencegat taksi dan memintanya ke lokasi yang di kirim kan oleh sang penelpon tadi. Namun saat dia tiba di lokasi tersebut tidak ada kejadian apa pun di sana,bahkan jalan itu terlihat sangat lengang.


"Aneh,bukankah di sini lokasinya?" gumam Rangga saat dia turun dari taksi.


"Apa aku salah tempat? tapi benar ini jalannya," gumam Rangga sekali lagi.


"Shit," umpat Rangga saat menyadari dirinya telah di permainkan oleh orang yang menelponnya.


Namun saat Rangga hendak kembali ke taksi yang di tumpanginya,tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang dengan balok kayu. Dan membuat dia tidak sadarkan diri.


"Pak,apa yang kamu lakukan dengan penumpang saya?" tanya sang sopir taksi kepada orang yang barusan memukul Rangga.


"Pergilah dari sini! Anggap kamu tidak pernah melihat ini,atau kamu ingin aku membunuhmu", ancam orang itu kepada sang supir taksi.


Karena ketakutan dan memang jumlah penjahat itu lebih dari 5 orang, sopir taksi itu meninggal Rangga di sana. Dia melajukan taksinya meninggalkan tempat itu,namun diam-diam sang supir taksi itu melihat plat mobil milik para penjahat tersebut.


Orang-orang itu membawa Rangga yang tidak sadarkan diri itu kedalam mobil mereka.


# Flash back Foto


" Sebenarnya siapa mereka? Kenapa mereka mengurungku di sini? Apa mereka suruhan saingan bisnisku?" batin Rangga.


"Sudah sadar rupanya," kata penjahat 1, ketika melihat Rangga sudah tersadar dari pingsannya.


Rangga hanya memberikan tatapan dinginnya kepada penjahat itu.


" Sudah terikat masih saja belagu," cibir penjahat 1.


"Sudah, kamu lepaskan saja lakbannya terus kasih dia makan," seru penjahat 2.


"Jangan sampai dia mati nanti," imbuh penjahat 2 tadi.


Penjahat 1 itu membuka lakban yang menutup mulut Rangga.


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Rangga kepada dua orang di depannya.


"Tidak penting siapa yang menyuruh kami,yang jelas setelah menyerahkanmu pada orang itu kami akan mendapatkan imbalan yang sangat besar," jawab penjahat 1.


"Berapa dia membayarmu untuk menangkapku?" tanya Rangga sekali lagi.


"seratus juta,dia berjanji membayar kami seratus juta jika kami bisa membawamu kepadanya," jawab penjahat 2 dengan bangganya.


"Seratus juta? Murah sekali. Aku bahkan bisa membayar kalian sepuluh kali lipat dari itu jika kalian mau bekerjasama denganku," Rangga memberikan penawaran kepada mereka.


Dua penjahat itu saling tatap.


"Sepuluh kali lipat? Itu berarti satu milyar? Itu sangat banyak Jack," kata penjahat 2 sambil membayangkan uang satu milyar di depannya.


"Jangan bohong kamu,apa kamu ingin membodohi kami?" tanya penjahat 1 yang di panggil Jack tadi.


"Membodohi kalian? Justru kalian yang telah di bodohi oleh orang yang menyuruh kalian itu," cibir Rangga.


"Apa kalian tidak tahu siapa aku?" tanya Rangga.


"Kalian cari tahu di internet siapa Rangga Wijaya," seru Rangga kepada dua penjahat yang berdiri di depannya.


"Black,coba kamu cari di internet," suruh Jack kepada temannya.


Penjahat 2 yang di panggil Black itu segera mencari tahu tentang artikel yang menulis tentang Rangga Wijaya.


"Jack...Jack..dia memang lebih kaya dari si bos. Lihat lah ini," kata Black sambil menunjukan artikel tentang Rangga Wijaya di layar hp miliknya.


"Kerjasama apa yang kamu inginkan?" tanya Jack kepada Rangga. Rangga membisikkan sesuatu kepada dua orang di depannya.


"Hanya itu?", tanya Jack lagi.


" Hanya itu dan itu mudahkan?" Rangga balik tanya di sertai senyum smirknya.


"Baiklah, aku setuju" jawab Jack.


"Black,kamu lepaskan ikatannya dan biarkan dia makan," seru Jack kepada Black.


Black segera melepaskan ikatan tangan Rangga dan memberikan makanan yang tadi dia beli.


"Aku ingin makanan yang lain,aku tidak suka dengan makanan itu," kata Rangga.


"Black..cepat suruh si Rocky mencarikan makanan lain untuknya," suruh si Jack kepada Black.


Penjahat yang di panggil Black itu, segera ke luar untuk mencari Rocky.


"Ingat kamu tidak bisa macam-macam di kawasan ini,karena kawasan ini adalah daerah kekuasaanku," si Jack memberikan peringatan kepada Rangga.


"Tenang saja,aku akan memenuhi janjiku pada kalian" jawab Rangga santai.


" Aku harus bisa membuat mereka percaya dan mau bekerja sama denganku,agar aku tahu siapa dalang di balik ini semua", batin Rangga.


Rangga melihat sekeliling untuk mencari keberadaan hp miliknya. Dia harus bisa menghubungi Nando untuk mengabarkan tentang keberadaannya. Karena Rangga yakin saat ini Bintang pasti cemas memikirkankannya.


*****


Bintang yang sudah tiba di rumahnya, masih memikirkan keadaan suaminya.


"Mas,dimana kamu? Apa kamu baik-baik saja?" Bintang berbicara pada dirinya sendiri.


Lagi-lagi Bintang hanya bisa menarik napas dan menghembuskannya kasar.


"Jangan khawatir Nak. Mama yakin Rangga pasti baik-baik saja," kata Mia mencoba menenangkan menantunya tersebut,meskipun sebenarnya dirinya sendiri juga belum merasa tenang.


"Mudah-mudahan, Ma. Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya. Aku tidak bisa tenang sebelum mengetahui kabar tentangnya," jawab Bintang.


"Mommy, memangnya kenapa dengan daddy?" tanya Mikha yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan mommy dengan grandma nya.


Bintang menatap ke arah mertuanya sejenak.


"Tidak,Sayang. Daddy tidak kenapa-napa. Daddy kan sedang di Jepang saat ini" jawab Bintang berbohong.


"Tapi tadi kami dengar Mommy bilang pada grandma kalau Mommy mengkhawatirkan daddy. Sebenarnya daddy kemana,Mom?" tanya Tama.


"E...Tama,Mikha,daddy tidak kenapa-napa. Mommy bilang begitu karena Mommy khawatir Daddy tidak akan bisa makan tanpa mommy di Jepang," jawab Bintang yang kembali berbohong.


Saat ke dua anak itu akan menanyakan pertanyaan lagi, Mbok Jum datang menghampiri dirinya.


"Nyonya muda, di depan ada orang yang ingin bertemu dengan Anda", ujar Mbok Jum memberitahu.


" Siapa Mbok? " tanya Bintang kepada Mbok Jum.


"Tidak tahu Nyonya,dia bilang dia mengetahui poaisi terakhir Tuan Rangga," jawab Mbok Jum.


Bintang dan Mia saling tatap, kemudian keduanya segera menuju ke ruang tamu.


"Maaf, siapa Anda?" tanya Bintang kepada tamu yang berdiri di depannya.


### Jangan lupa untuk selalu like,komen dan vote setelah selesei membaca ya.


Sambil menunggu up berikutnya silahkan baca novel di bawah ini yang juga kece pokoknya.





Trims😘😘😘🌷🌷