
Hari itu Rangga dan Harry sama-sama berencana membawa istri mereka untuk pergi ke dokter. Mereka ingin memastikan kalau istri-istri mereka beneran hamil. Bahkan dua orang saudara kembar itu, sama-sama tidak sabaran ketika harus menunggu istri mereka bersiap-siap.
"Sayang, kenapa lama sekali?" keluh Rangga ketika istrinya masih belum selesai untuk bersiap. "Sebentar lagi, Mas," jawab Bintang dari dalam kamar.
"Sayang," panggil Rangga sekali lagi ketika iatrinya belum juga ke luar dari dalam kamar, padahal dia sudah berdiri di depan pintu selama 10 menit. Karena merasa tidak sabar, Rangga memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar. Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat sang istri ternyata masih rebahan di atas tempat tidur.
"Ya ampun, Sayang. Aku menunggumu di depan pintu sudah lebih dari sepuluh menit lho. Ternyata kamu masih belum bersiap sama sekali?" kata Rangga seraya menggelengkan kepalanya.
"Maaf ya, Mas. Gak tahu hari ini aku rasanya malas banget buat mandi, rasanya aku ingin tetap berada di tempat tidur," jawab Bintang dengan senyum yang di buat semanis mungkin hingga membuat suaminya itu tidak sanggup untuk menegurnya apalagi memarahinya.
"Mas, kamu mau apa?" tanya Bintang saat Rangga mendekatinya dan menggendong tubuhnya.
"Memandikanmu," jawab Rangga.
Rangga menggendong istrinya ke kamar mandi kemudian dia mulai memandikan tubuh istrinya tersebut. Bohong, jika Rangga tidak menginginkan hal lebih dari sekedar memandikan istrinya tersebut. Apalagi saat dia melihat tubuh polos sang istri yang selama ini menjadi candu baginya. Tetapi demi calon anak ketiganya, Rangga menahan diri untuk tidak melakukan hal lain selain memandikannya.
Usai memandikannya, Rangga kembali menggendong istrinya itu dan mendudukkannya di tepi ranjang.
"Apa kamu juga mau aku memakaikan bajumu?" tanya Rangga kepada istrinya itu.
"Tidak, Mas. Aku bisa memakainya sendiri. Mas bisa menungguku di luar," jawab Bintang.
"Tidak! Nanti yang ada kamu malah bermalas-malasan dan tidak segera memakai bajumu. Aku akan di sini sampai kamu selesai bersiap, Sayang" tolak Rangga.
"Baikalah, aku akan pakai bajuku dengan cepat," kata Bintang yang dengan segera memakai pakaian yang di ambilkan oleh suaminya.
"Nah, kalau beginikan kamu terlihat cantik Sayang," puji Rangga saat istrinya sudah berdandan rapih.
"Jadi selama ini aku tidak cantik?" tanya Bintang yang berpura-pura cemberut.
Bukannya membujuk Rangga malah mencium bibir istrinya itu dengan sangat gemas.
"Kamu sangat cantik, bahkan teramat cantik Sayang," ucap Rangga di sela-sela dia memberikan ciumannya.
*****
Tak jauh beda dengan Rangga, Harry juga masih membujuk istrinya untuk mau bersiap-siap pergi ke rumah sakit menemui dokter kandungan.
"Ayolah, Sayang. Buruan mandi dan bersiap! Aku sudah tidak sabar ingin lebih memastikan kehamilanmu," seru Harry kepada istrinya.
"Sayang, ayolah!" seru Harry pada istrinya..
"Aku lagi malas, Sayang. Aku mau tidur saja," jawab Dinda yang malah menarik selimutnya hingga menutupi leher. Tanpa berkata apapun Harry menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi. Sama halnya dengan Rangga, Harry juga memandikan istrinya tersebut.
*****
Rangga dan Harry membawa istri mereka menemui dokter kandungan, untuk memastikan kalau istri mereka benar-benar tengah mengandung.
Dengan rasa penasaran dan tidak sabar kedua saudara kembar itu menunggu di ruang tunggu. Sebenarnya baik Rangga maupun Harry, keduanya sama-sama ingin masuk menemani istri-istri mereka. Namun di tolak oleh Bintang dan Dinda, keduanya lebih memilih untuk masuk ke dalam ruang dokter kandungan sendirian.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Rangga dan Harry ketika Bintang dan Dinda baru keluar dari ruang pemeriksaan.
Bintang dan Dinda saling tatap, keduanya sama-sama menyerahkan hasil tes kepada suami mereka masing-masing dengan memasang wajah sedih.
"Apa hasilnya negatif?" tanya Rangga pada Bintang.
"Jangan sedih, jika hasilnya negatif kitakan bisa berusaha lebih keras lagi," kini giliran Harry yang berbicara dengan Dinda istrinya.
Harry dan Rangga tersenyum bahagia saat melihat hasil tes yang menunjukkan kalau istri mereka benar-benar hamil.
"Selamat ya Ngga, kamu akan segera mendapatkan anak ketigamu," ucap Harry kepada saudara kembarnya Rangga.
"Selamat juga untukmu, karena kamu dan Dinda akan segera menjadi orang tua."
Mereka berempat merasakan kebahagian yang luar biasa indahnya.
~***********~
Rekomendasi novel keren di bawah ini👍: