Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 136


Akhirnya pesta kecil yang diadakan di kediaman keluarga Wijaya pun berakhir.


Usai membantu Mbok Jum membereskan sisa-sisa pesta,Bintang menemani kedua anaknya tidur. Dan seperti biasa dua anak kembar itu akan memintanya membacakan dongeng sebagai pengantar tidur mereka.


"Mom,kenapa hidung pinokio panjang jika dia bohong?" tanya Mikha kepada mommy nya karena memang kali ini Bintang sedang membacakan kisah pinokio kepada kedua anaknya.


"Karena Tuhan tidak menyukai anak-anak yang suka berbohong. Jadi,Mikha dan Tama juga tidak boleh bohong pada siapapun", jelas Bintang pada kedua anaknya.


" Nanti kalau kalian bohong,hidung kalian bakalan panjang kayak hidung pinokio",imbuh Bintang.


"Mikha nggak pernah bohong kok mom", kata Mikha.


" Tama juga tidak ",sambung Tama.


" Kalian memang anak-anak mommy yang pintar"puji Bintang sambil mencubit hidung anak kembarnya bergantian.


"Sekarang kalian tidur, sudah malam", seru Bintang.


" Baik Mom",jawab keduanya.


"Selamat malam anak-anak mommy,semoga kalian mimpi indah malam ini",ucap Bintang


" Selamat malam juga,mom",balas keduanya.


Bintang mencium kening kedua anaknya bergantian sebelum akhirnya dia keluar dari kamar anak-anaknya tersebut.


^^


"Kamu belum tidur,Mas?" tanya Bintang saat masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya itu masih terjaga dengan laptop di pangkuannya.


"Aku sedang menyeleseikan pekerjaanku,sekalian menunggumu", jawab Rangga.


Rangga menutup laptopnya dan menaruhnya di atas nakas.


" Kenapa Mas harus menungguku? Jika memang Mas sudah mengantuk dan aku belum datang,Mas boleh kok tidur duluan"ujar Bintang.


Bintang melepaskan satu per satu perhiasan yang dia kenakan dan memasukkannya ke dalam laci.


"Bagaimana aku bisa tidur,kalau orang yang bisa membuatku tidur nyenyak tidak ada di sampingku", jawab Rangga.


Rangga memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


" Kamu tidak lupakan dengan janjimu tadi siang?"tanya Rangga,"Puaskan aku malam ini",bisiknya di telinga Bintang seketika wajah Bintang merona.Meskipun mereka sudah sering melakukan itu bahkan hampir setiap hari,tapi tetap saja Bintang selalu merasa deg-degan saat akan melakukannya.


Rangga membalikkan tubuh istrinya, hingga kini mereka saling berhadapan.Satu tangannya memeluk pinggang sang istri dan satu tangannya lagi dia gunakan untuk mengangkat dagu istrinya itu. Kemudian dengan sangat lembut dia mulai mencium bibir mungil istrinya.Perlahan tapi pasti ciuman itu berubah menjadi ciuman panas dan saling menuntut.Bahkan suara lenguhan dan desahan lolos begitu saja dari mulut Bintang,apalagi saat kedua tangan suaminya itu mulai masuk ke dalam bajunya dan meremas dengan lembut apa yang ada di dalamnya.


Rangga mulai menuntun tubuh istrinya itu naik ke atas tempat tidur dan melucuti pakaian istrinya dan melemparnya setelah itu dia juga membuka bajunya sendiri hingga kini tubuh keduanya sudah sama-sama polos dengan Rangga yang sudah berada di atas tubuh Bintang.


Entah berapa kali mereka melakukannya, yang jelas mereka baru tidur saat tengah malam.


^


Rangga menyelimuti tubuh istrinya hingga menutupi leher saat dia terbangun.


" Terimakasih,Sayang ",ucapnya sambil mencium kening Bintang yang masih terlelap. Rangga memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai semalam kemudian dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


^


Bintang mengerjapkan matanya saat ada percikan air yang mengenai wajahnya.


" Kamu sudah bangun Mas?"tanya Bintang sambil memposisikan dirinya untuk duduk.


"Maaf ya Sayang kalau aku membangunkanmu", ucap Rangga.


" Jam berapa ini,Mas?"tanya Bintang lagi.


"Jam 5 pagi", jawab Rangga sambil menyisir rambutnya yang masih basah.


" Sudah jam 5 ya,kalau begitu aku harus segera mandi",ucap Bintang.


Bintang membalut tubuhnya dengan selimut dan mulai turun dari tempat tidurnya. Namun langkahnya terhenti saat dia merasakan sakit di daerah intinya.


"Kenapa, Sayang?", tanya Rangga cemas.


" Tidak hanya sedikit sakit ",jawab Bintang lirih namun masih terdengar oleh suaminya.


" Biar aku membantumu,Sayang"


"Tidak usah Mas,aku bisa kok sendiri", jawab Bintang.Namun tanpa menunggu persetujuan istrinya, Rangga sudah menggendongnya dan membawanya masuk ke kamar mandi.


" Sudah Mas turunkan aku",seru Bintang dengan wajah malu-malu.


Rangga menurunkan tubuh istrinya itu dari gendongannya.


"Kenapa Mas masih di sini? sana keluar aku mau mandi!".


" Aku akan membantumu untuk mandi"


"Aku bisa sendiri, sana Mas keluar", seru Bintang sambil mendorong tubuh suaminya itu untuk segera meninggalkan kamar mandi.


" Kenapa malu? Aku bahkan sudah hafal setiap inci bagian tubuhmu",kata Rangga.


"Mas...",kata Bintang dengan menatap tajam suaminya.


" Kenapa belum keluar juga?"tanya Bintang lagi saat melihat suaminya itu masih tidak beranjak dari tempatnya.


Rangga menunjuk bibirnya sendiri dengan telunjuknya.Bintang yang sudah tahu maksud suaminya itu segera menghampirinya.Dengan sedikit berjinjit Bintang mencium bibir suaminya itu.


"Sudah sana keluar", seru Bintang setelah melepaskan ciumannya. Rangga pun menuruti perintah istrinya tersebut.


****


Di tempat lain,Dinda yang memang sejak semalam menginap di kediaman keluarga Wijaya sudah membawa Harry jalan-jalan keliling taman.


Semalam saat akan kembali ke rumahnya, Mia tidak mengijinkan calon menantunya itu untuk pulang karena hari sudah larut. Terlebih saat mengetahui calon menantunya itu tinggal sendirian di rumah. Bahkan karena mengkhawatirkan keadaan Dinda,Mia menyuruhnya tinggal di kediamannya.Tapi Dinda menolak dengan alasan,dia belum resmi menjadi menantu keluarga Wijaya. Dia tidak ingin orang memandang rendah dirinya.


Mia menghormati keputusan calon menantunya tersebut, tapi dengan syarat Dinda harus bersedia membawa salah satu pelayan dari kediaman keluarga Wijaya untuk tinggal bersamanya sampai dia resmi menjadi menantu keluarga Wijaya.Dan dengan terpaksa Dinda hanya bisa mengiyakan syarat yang di berikan calon mertuanya itu.


" Dinda,aku benar-benar bahagia karena akhirnya aku bisa berkumpul dengan keluarga kandungku dan aku semakin bahagia karena sebentar lagi kamu akan menjadi milikku",ucap Harry.


"Sayang, kenapa wajahmu terlihat masam?Apa kamu tidak senang karena kita akan menikah? Apa kamu menyesal karena telah menerimaku?" tanya Harry lagi.


"Bukan itu",jawab Dinda


"Lalu?",tanya Harry lagi.


Dinda duduk di depan Harry, laki-laki yang tidak lama lagi akan menjadi suaminya.


"Aku memang menyesal,tapi bukan menyesal karena aku akan menikah denganmu.Aku menyesal karena bukan kamu orang yang pertama memiliki tubuhku. Seharusnya aku bisa menjaga diriku,aku merasa tidak pantas menjadi pendampingmu. Andai aku bisa kembali ke masa lalu aku pasti tidak akan membiarkan siapapun memiliki tubuhku", jawab Dinda panjang lebar kemudian menundukkan pandangannya.


" Sayang,hei lihat aku",seru Harry sambil menangkup wajah kekasihnya itu dengan kedua tangannya.


"Dengar aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu.Jadi jangan pernah kamu merasa tidak pantas untuk mendampingiku", tutur Harry dengan menatap kedua bola mata kekasihnya tersebut.


" Jika aku bukan yang pertama memang kenapa? Bukankah aku bisa menjadi yang terakhir bagimu",ucap Harry.


Dinda memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat.


"Terimakasih ya, Sayang. Karena kamu sudah mau menerimaku apa adanya. Aku janji akan berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu", ucap Dinda.


" Seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu mau menerima laki-laki penyakitan seperti diriku"


"Hussss", Dinda meletakkan telunjuknya di bibir Harry.


" Jangan bicara seperti itu,jika kamu mencintaiku tanpa syarat aku juga mencintaimu tanpa syarat ",ucap Dinda.


Mata mereka kembali beradu,perlahan tapi pasti bibir keduanya pun akhirnya menyatu.


VISUAL


Rangga Wijaya



Bintang Wijaya



Tama dan Mikha



Dewi



Nando



Kiara



Ana



Alex



Rania



Harry



Dinda