
Ketiga orang dewasa itu pun kembali melanjutkan candaan mereka. Namun ketiganya langsung berhenti ketika mendengar teriakan Tama dari atas.
"Mommy...."
Bintang, Dewi dan Ana segera naik ke lantai atas,katiganya buru-buru masuk ke dalam kamar di mana Tama dan yang lainnya berada.
"Ada apa,Nak?"
"Kenapa Tama?"
"Apa yang terjadi?"
Tanya Bintang,Dewi dan Ana bersamaan. Mereka khawatir terjadi sesuatu kepada Tama. Namun ketiganya tertawa bersamaan saat melihat apa yang terjadi.
"Aduh Tama apa yang terjadi pada dirimu?" tanya Ana sambil tertawa.
"Sayang, kenapa wajahmu bisa basah seperti ini?" tanya Bintang seraya berjalan mendekati anak lelakinya itu.
"Pasti kena pipisnya dedek Arya ya?", Dewi mendekati bayinya dan membantu Kiara yang sedang kesulitan untuk mengganti popok adiknya.
" Iya Bunda,dedek Arya pipis tadi," jawab Kiara.
Ya,teriakan Tama tadi di akibatkan karena dirinya terkena air kencing baby Arya.
Bintang mengambil tisu basah yang ada di dekatnya dan mulai membersihkan wajah putranya itu.
" Sekarang cuci muka sana!" seru Bintang kepada putranya tersebut. Tama segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar tersebut.
"Kok bisa sih Kia,Tama kena pipisnya dedek Arya?" tanya Dewi kepada putrinya,Kiara.
"Tama bilang kalau dia bisa gantiin popoknya Arya tadi. Jadi aku persilahkan dia mengganti popok dedek Arya yang basah kena ompol. Eh...tahu-tahunya saat popok adek di buka,adek pipis lagi.Jadi muka Tama kena deh," jelas Kiara. Kiara dan Mikha tertawa mengingat kejadian yang menurut mereka lucu.
"Tidak lucu," tukas Tama yang baru saja keluar dari kamar mandi. Tama memasang wajah cemberutnya seraya menghampiri mommynya.
"Mommy, Tama ga jadi minta adik," kata Tama.
"Kenapa Tama,Sayang?" tanya Ana kepada anak laki-laki sahabatnya itu.
" Tama tidak mau kena pipis adik bayi," jawab Tama.
"Mommy ... tapi Mikha mau adek bayi," rengek Mikha.
"Pokoknya Tama nggak mau punya adik," tolak Tama.
"Mikha mau adik bayi,Mom"
"Tidak mau,"
Kedua bocah itu masih berdebat seperti yang biasa mereka lakukan. Ana dan Dewi yang melihat itu hanya bisa menahan tawa mereka.
"Sayang, urusan itu kita bicarakan di rumah ya? Kasiahan kalau sampai dedek Arya nangis gara-gara perdebatan kita," tutur Bintang kepada kedua anaknya.
Untuk sejenak kedua bocah itu melirik ke arah bayi mungil Arya yang sedang di gendong oleh ibunya.
"Baik, Mommy" jawab keduanya bersamaan.
"Mommy .. kita belum akan pulangkan?" tanya Mikha.
"Kenapa? Kitakan baru datang Sayang?"
"Mikha masih mau main sama dedek Arya," jawab Mikha yang kembali mendekati baby Arya.
"Tentu saja,Sayang. Kamu masih boleh bermain dengan dedek Arya," kata Bintang.
Mikha kembali duduk di sebelah Kiara yang berada di depan baby Arya.
"Kamu Tama?" tanya Bintang kepada putranya yang dari tadi diam. Tama melirik ke arah baby Arya,dari sorot matanya terlihat kalau sebenarnya dia masih ingin bermain dengan bayi mungil di depannya.
" Mommy ...bisakah Mommy memilik adik bayi yang tidak menyebalkan?" tanya Tama.
" Katanya kamu tidak ingin punya adik?" tanya Ana yang sengaja ingin menggoda anak temannya itu.
Lagi-lagi Tama melirik ke arah Kiara dan Mikha yang tampak senang memperhatikan baby Arya.
"Tante ...bolehkah aku melihat dedek Arya?" tanya Tama seraya minta ijin. Akhirnya dia tidak tahan juga ingin mendekati bayi mungil yang sempat memberinya guyuran air kencing.
"Tentu saja boleh, Sayang. Ayo sini!" seru Dewi kepada Tama. Bocah laki-laki itu pun berjalan mendekati baby Arya. Dia menyentuh dengan lembut,pipi dari bayi mungil yang ada di depannya.
"Dedeknya lucu," kata Tama sambil terus menatap bayi mungil itu.
"Tentu saja lucu,dia juga menggemaskan. Tidak seperti Tama yang selalu bikin aku kesal," sahut Mikha.
" Bukannya kamu yang selalu bikin aku kesal"
"Kamu"
"Kamu"
"Sudah, jangan berantem lagi. Kasihan kalau dedek bayinya harus kembali terbangun," imbuh Bintang.
Dua bocah kembar itupun kembali diam dan menatap baby Arya. Keduanya tersenyum senang saat melihat senyum di wajah baby Arya.
*****
( Di ruang para lelaki )
"Sepertinya, kamu besok beneran harus ke Jepang Ngga. Soalnya client di sana meminta kita untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di sana," Nando memulai membuka pembicaraan mereka.
Nando, Rangga dan Alex duduk di sofa sambil menyeruput kopi di depannya.
"Atau kamu ingin aku yang pergi ke sana?" tanya Nando memastikan.
"Tidak, biar aku saja. Kamukan baru memiliki bayi,kasihan jugakan kalau Dewi harus kamu tinggal," sergah Rangga.
"Baiklah, kalau itu keputusanmu. Aku akan persiapkan berkas yang akan kamu bawa besok," kata Nando.
"Sepertinya perusahaan Kak Rangga makin berkembang pesat," kata Alex yang dari tadi hanya menyimak obrolan mereka.
"Begitulah," ujar Nando.
"Ohya Kak,bagaimana dengan rumah sakit yang kakak bangun?" tanya Alex.
"Iya..semuanya berjalan lancar. Sebenarnya aku dan Bintang berencana ke sana minggu ini. Tapi sepertinya harus di tunda sampai urusan di Jepang selesai," ujar Rangga kemudian menyeruput kopi yang ada di depannya.
Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka dengan obrolan ringan.
*****
Setelah hampir setengah harian mereka berkumpul di rumah Dewi,akhirnya tiba juga waktunya mereka pulang.
"Dew,aku pamit ya. Nanti aku ke sini lagi pas syukurannya baby Arya," pamit Ana.
"Iya,makasih ya An,Lex kalian sudah menyempatkan waktu untuk datang ke mari," ucap Dewi.
"Sama-sama Dew,aku juga senang bisa melihat baby Arya. Ingat ya Dew,Arya itu calon mantuku jangan sampai kamu menjodohkan dia dengan orang lain," ancam Ana bergurau.
"Iya-iya, dia calon mantumu," sahut Bintang.
"Dew,aku dan Mas Rangga juga pamit ya. Lain kali kami juga akan ke sini lagi," pamit Bintang.
"Iya,makasih juga ya Bi karena kamu sudah nyempetin datang ke sini," ucap Dewi kepada sahabatnya itu.
"Tante, kami pulang dulu." Pamit Tama dan Mikha bersamaan, keduanya pun menyalami Dewi dan Nando bergantian.
"Iya,Sayang. Makasih juga ya karena kalian sudah menemani baby Arya," kata Dewi.
Ana dan Alex sudah masuk ke mobil mereka dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman sahabatnya itu.
Demikian juga pasangan Bintang dan Rangga, mereka beserta dua anak kembarnya juga sudah masuk ke dalam mereka dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Mommy, Daddy kapan Mikha akan punya dedek bayi?" tanya Mikha ketika mereka berada di dalam mobil.
"Secepatnya, Sayang"
"Mas," tegur Bintang.
"Ups, sorry Sayang," ucap Rangga.
" Daddy, apa Daddy akan pergi ke Jepang lagi?" tanya Tama kepada daddynya.
"Apa itu benar,Mas?" tanya Bintang sambil menatap suaminya yang sedang duduk di bangku kemudi.
"Dari mana Tama tahu kalau Daddy akan pergi ke Jepang?" tanya Rangga kepada putranya.
"Tadi Tama dengar waktu Daddy ngobrol sama paman Nando dan Om Alex," jawab Tama.
"Ouh..."
"Tapi, Mas...aku betul-betul khawatir kalau kejadian waktu itu terulang lagi. Aku benar-benar takut membayangkannya," kata Bintang cemas.
"Tidak akan Sayang. Kali ini aku akan pergi dengan pesawat pribadi. Lagian lihatlah tidak terjadi apa-apa padakukan? Aku akan selalu baik-baik saja. Jadi jangan cemas," jawab Rangga untuk menenangkan istrinya itu.
"Baiklah, tapi kamu beneran harus berhati-hati ya," ucap Bintang.
"Iya," jawab Rangga sambil menyentuh pipi istrinya dengan tangan kirinya.
"Mas,awas!" teriak Bintang tiba-tiba.
' Ciiiiiitttttt '
# Jangan lupa like,komen dan vote nya ya...