Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 102


"Tidak... tidak...tidak", gumam Mia dalam tidurnya.


" Mia, bangun Mia", Ratih menggoyang-goyangkan tubuh Mia untuk membangunkannya.


Mia terbangun, keringat dingin keluar dari tubuhnya.


"Mia,ada apa?", tanya Ratih


" Tidak apa-apa, aku hanya mimpi buruk",jawab Mia sambil mengelap keringat di dahinya dengan punggung tangannya.


Ratih memberikan segelas air mineral kepada Mia.


"Minumlah,agar kamu tenang!" suruh Ratih.


Mia meminum air pemberian Ratih hingga habis.


"Terimakasih, ya Tih" ,ucap Mia.


"Ada apa?" tanya Ratih lagi


"Tidak ada apa-apa, ayo Tih kita tidur lagi", jawab Mia berbohong. Dia kembali merebahkan tubuhnya dan diikuti oleh Ratih.


Selama di Paris Mia tidur sekamar dengan Ratih,tadinya Rangga sudah memesan dua kamar untuk mertua dan ibunya tersebut. Tapi mertua dan ibunya itu lebih memilih tidur sekamar,alasannya supaya ada teman ngobrol saat tidak bisa tidur.Itulah mengapa selama berada di Paris mereka tidur sekamar.


Mia melihat ke arah Ratih,saat di lihatnya Ratih sudah kembali tertidur dia beranjak dari tempat tidurnya.


Mia mengambil sebuah foto yang selalu dia bawa di dalam tasnya.Foto dua orang bayi yang di ambil suaminya sesaat setelah dia melahirkan.


Mia menatap foto tersebut, air matanya seketika mengalir di kedua pipinya.


" Mama merindukanmu Harry,semoga kamu bahagia di alam sana bersama papamu",ucap Mia sambil membelai foto tersebut.


Saat usia Rangga 3 tahun,Mia dan suaminya Harryangga Wijaya berniat mengambil kembali Harry dari keluarga Michel Javier.


Mereka mendatangi keluarga Michel di Prancis. Selama 3 tahun Harryangga berusaha mengumpulkan uang 50 milyar untuk bisa membawa Harry kembali,karena itu adalah syarat yang di berikan Michel padanya sebelum Michel kembali ke negaranya,Prancis.


Namun ketika mereka tiba di Prancis,rumah keluarga Michel sudah rata dengan tanah akibat kebakaran.Bahkan menurut tetangganya,ada seorang anak kecil berusia 3 tahun yang ikut menjadi korban dalam musibah tersebut.


Ketika mendengar hal itu, Mia langsung jatuh pingsan.Dia juga mengalami depresi hampir 1 tahun dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan mentalnya.


Diam-diam Harryangga tetap mencari keberadaan keluarga Michel, karena menurutnya sangat aneh.Setelah peristiwa kebakaran itu Michel dan keluarganya hilang bagai di telan bumi.Tapi sampai dia meninggal,Harryangga belum juga menemukan petunjuk tentang keberadaan keluarga Michel.


Mia memasukkan kembali foto yang dia pegang ke dalam tas.Dia memutuskan untuk keluar dari hotel untuk sekedar menenangkan hatinya.


Mia berjalan-jalan di sekitaran hotel,setelah dia merasa sedikit tenang dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti saat melihat ada seorang pemuda dengan pakaian yang seperti berandalan menatapnya penuh kebencian.


Tubuhnya tiba-tiba bergetar saat melihat wajah pemuda itu yang sama persis seperti Rangga.


"Har...Harry. Harry Sayang. Harry", panggil Mia sambil mengejar pemuda itu. Dia terus berlari sambil memanggil-manggil nama Harry.Karena tidak hati-hati Mia terjatuh dan pingsan karena kepalanya terbentur aspal.


*****


Setelah kurang lebih 30 menit, akhirnya Mia siuman.Dia memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.


" Ma,mama tidak apa-apakan?"tanya Rangga.


Rangga begitu khawatir saat petugas hotel memberitahunya kalau mamanya di temukan pingsan di jalan.


"Dimana...di mana Harry? Tadi mama melihat Harry Nak.Dimana dia Nak?Apa kamu melihatnya?" tanya Mia,dia melihat sekelilingnya mencari keberadaan orang yang dia maksud.


"Harry?!? Siapa itu Harry?" tanya Rangga bingung.


Seketika Mia terdiam,dia menatap putra kesayangannya.Dia baru sadar kalau dia sudah menyebut nama Harry di depan putranya itu.


"Ma,jawab Rangga siapa itu Harry?" tanya Rangga yang semakin penasaran.


"Bu...bukan...bukan siapa-siapa", jawab Mia gugup.


" Ma,tatap mata Rangga! Dan katakan siapa itu Harry! ",Rangga memaksa Mia untuk menatap matanya. Tapi Mia malah memalingkan pandangannya dari Rangga.


" Ma..."


"Mas,jangan bersikap begitu terhadap mama", Bintang mencoba menenangkan suaminya itu.


" Ma,Rangga tahu mama menyembunyikan sesuatu dari Rangga. Jika mama tidak mau memberitahu Rangga, maka Rangga yang akan mencari tahu sendiri ",kata Rangga.


" Mas, saat ini mama sedang tidak sehat,lebih baik bawa mama ke kamarnya untuk istirahat".


Rangga menuruti perkataan istrinya, dia membawa Mamanya ke kamar.


"Ibu,tolong jaga mama ya.Sepertinya keadaan mama sedang tidak baik saat ini", Rangga meminta tolong kepada Ratih,mertuanya.


" Iya ,Rangga. Kamu jangan khawatirkan mamamu. Kali ini ibu akan menjaga Mia lebih baik dari sebelumnya."jawab Ratih.


"Ma,Istirahatlah. Besok kita akan kembali ke Indonesia", kata Rangga sebelum dia kaluar dari kamar mamanya.


Rangga meninggalkan mamanya bersama dengan mertuanya.


"Mas,sepertinya mama mempunyai kenangan yang tidak menyenangkan di kota ini.Lebih baik secepatnya kita kembali ke Indonesia", kata Bintang saat suaminya itu kembali ke kamar mereka.


"Aku rasa juga begitu".


" Apa anak-anak sudah tidur? " tanya Rangga.


"Sudah, untungnya mereka tidak terbangun saat mama pingsan tadi.Kalau mereka tahu grandma nya pingsan,pasti mereka akan sangat khawatir".


Rangga memeluk istrinya itu.


" Sayang, sepertinya aku membutuhkan sedikit penenang saat ini "


"Mas, tidak baik jika kamu mengkonsumsi obat penenang",kata Bintang sambil mendongakkan wajahnya menatap suaminya.


Rangga mencium kening istrinya itu.


" Siapa yang butuh obat penenang? ",kata Rangga gemas,dia mencubit pipi istrinya.


" Barusan Mas bilang butuh penenang? Kalau bukan obat penenang terus apaan dong?",kata Bintang dengan memanyunkan bibirnya.


"Ini", kata Rangga setelah mencium bibir istrinya itu.


" Mas...",


Bintang tidak melanjutkan perkataannya, karena Rangga kembali melancarkan aksinya.Bahkan aksinya kali ini sudah semakin panas.


"Mas,bagaimana kalau anak-anak terbangun", kata Bintang di sela-sela cumbuan yang di berikan oleh suaminya.


" Kita akan melakukannya pelan",jawab Rangga sambil terus mencumbu tubuh sang istri.


Pakaian mereka pun sudah teronggok tak berdaya di lantai.


Bintang sudah berusaha untuk tidak melenguh,tapi kenikmatan yang di berikan suaminya membuatnya tidak berhenti mengeluarkan lenguhan.


Mereka melakukan itu di sofa besar yang berada di kamar tersebut.Dan untungnya kedua anaknya tidak terbangun karena suara tersebut.


Entah berapa kali mereka melakukannya yang pasti setelah keduanya merasa puas mereka menghentikan aktifitas yang mereka lakukan.Dan mereka menutupnya dengan mandi bersama.


Bintang sudah tertidur pulas di samping ke dua anaknya saat Rangga keluar dari kamar mereka.


Rangga memutuskan untuk menemui seseorang sebelum mereka meninggalkan kota Paris.Dia ingin mengetahui apa yang terjadi pada keluarganya terutama ibunya di masa lalu.


### **Hay para reader maaf baru up 🙏.


Nggak tahu dari kemarin tiba-tiba


selalu buntu di tengah-tengah


aktifitas nulis.sekali lagi maaf 🙏.


*** Ohya Author juga mau ngingetin jaga kesehatan,jaga kebersihan dan optimalkan himbauan pemerintah untuk melakukan phicycal distancing.


Dan satu lagi selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan menyentuh area wajah. Semoga badai di bumi pertiwi kita ini bisa segera berlalu.Amiinnn**