Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 130


Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan akhirnya, Rangga tiba di rumah sakit tempat saudara kembarnya itu di rawat.


"Bintang, bagaimana keadaan Harry?", tanya Rangga sambil berjalan menghampiri istrinya.


" Keadaannya semakin buruk, dalam waktu beberapa hari dia harus mendapatkan donor yang sesuai. Jika tidak maka hal terburuk mungkin tidak bisa di hindari",jawab Bintang.


"Nando,apa kamu sudah memasang iklan yang aku minta?" tanya Rangga pada asistennya.


"Sudah, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan yang berarti", jawab Nando.


" Kamu tambahkan di iklan itu siapa pun yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Harry, maka dia akan mendapatkan 10% dari seluruh kekayaan yang di miliki oleh keluarga Wijaya",tutur Rangga.


"Baik", jawab Nando.


Nando segera melaksakan perintah bosnya tersebut.


Rangga berjalan mendekat ke arah kaca dan melihat kondisi saudara kembarnya itu.


" Aku hanya pernah melihatnya sekali, saat dia baru lahir. Aku sangat senang saat papa memberi tahuku kalau aku akan memiliki adik kembar. Dulu aku membayangkan bisa bermain dengan dua adikku itu. Tapi ternyata untuk menyelamatkan dia,papa menyerahkan satu anaknya pada orang lain. Dan baru kali ini aku bisa melihat adikku lagi",ujar Rania.


"Kak,kita harus percaya kalau keajaiban itu ada. Harry pasti selamat dan kembali ke keluarga kita", ucap Rangga.


*****


Pukul 20.00, Michel kembali ke rumahnya.Tapi dia mendapati rumahnya begitu sepi,hanya ada pelayan.


Tadinya Michel duduk di meja makan,tapi dia segera pindah saat yang dia lihat adalah wajah Yuna,istrinya dan juga wajah Harry.


Michel memutuskan untuk langsung tidur dan beristirahat. Numun baru sebentar dia memejamkan matanya dia kembali teringat dengan istri dan juga anak angkatnya Harry.


" Apa yang terjadi padaku harusnya aku senang karena anak itu akan mati dan itu artinya niatku untuk membuat Mia menderita berhasil .",batin Michel.


Michel mengambil mantel yang tergantung di dekat ranjang tempat tidurnya dan memakainya. Kemudian dia juga mengambil kunci mobil miliknya.Dia melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.


*****


Mia dan Yuna,kedua ibu itu masih setia menemani Harry. Keduanya juga sama-sama menggenggam tangan putra mereka dengan sangat erat.


"Ma,Tante lebih baik kalian makanlah dulu. Sejak siang tadi kaliankan belum makan", bujuk Bintang yang memasuki ruang rawat iparnya itu.


" Tidak Bintang, mama masih ingin disini menemani Harry",jawab Mia sambil menatap wajah putranya yang masih terpejam.


"Tante juga masih ingin disini", jawab Yuna.


" Baiklah,jika mama dan Tante butuh sesuatu jangan sungkan untuk memberitahuku, aku selalu ada di depan",kata Bintang sebelum keluar dari ruangan itu.


^^^


"Maaf ya Mas,aku tidak berhasil membujuk Mama dan tante Yuna", ucap Bintang pada suaminya Rangga.


Sejak dari kantor Michel tadi,Rangga masih tetap berada di depan ruang rawat Harry,bahkan dia sudah menyerahkan urusan perusahaan kepada Nando. Dia hanya memberikan instruksinya lewat asistennya tersebut jika ada hal yang mendesak.


" Sayang, sebaiknya kamu pulang dan beristirahatlah. Sekalian kamu temani anak-anak di rumah. Ibukan belum pulang dari rumah Juan dan Mentari",suruh Rangga.


" Tidak Mas,aku akan tetap di sini. Lagian aku sudah menyuruh sopir untuk mengantarkan anak-anak ke rumahnya Dewi selama kita di sini. Aku juga sudah menelpon Dewi dan dia juga tidak keberatan",tutur Bintang.


Bintang menggenggam tangan suaminya seraya berkata, "Mas,aku yakin Harry pasti akan selamat dan kembali ke keluarga kita", katanya.


" Aku harap juga begitu "


"Mas,aku cari minuman dulu ya sebentar", pamit Bintang saat melihat seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.Bintang berjalan meninggalkan suaminya itu.


*****


"Ternyata itu memang Anda,Tuan Michel", kata Bintang yang sudah berdiri di belakang orang yang dari tadi memperhatikan ruangan Harry dan dia adalah Michel.


" Aku hanya kebetulan lewat di sekitar sini, jadi aku mampir sekalian memastikan apakah anak itu sudah mati atau masih hidup",jawab Michel berbohong karena sebenarnya dia juga mengkhawatirkan keadaan Harry, hanya saja dia tidak mau mengakui itu.


Michel berjalan menjauhi Bintang.


"Aku tahu,Sebenarnya Anda perdulikan dengan keadaan Harry?".


Michel menghentikan langkahnya.


" Pak Michel, aku yakin jauh di lubuk hati Bapak. Bapak sangat menyayanginya kalau tidak untuk apa Bapak selama ini berusaha mengobati dia? Dan Bapak sengaja datang kesini karena Bapak mengkhawatirkan keadaan Harry bukan?"


"Omong kosong", bantah Michel.


" Mungkin Anda bisa membohongi semua orang tapi Anda tidak bisa membohongi hati Anda sendiri ",kata Bintang lagi.


Michel tidak menggubris perkataan Bintang barusan,dia kembali melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


*****


Keesokan harinya...


Saat tahu,Dokter George sudah datang ke Indonesia Yuna segera menemui dokter spesialis jantung tersebut di ruangannya karena kebetulan tempat Dokter George bekerja adalah rumah sakit yang sama tempat dimana Harry di rawat saat ini.


Setelah menjalani beberapa tes,Yuna kembali berbicara dengan Dokter George.


" Bagaimana, apa jantungku cocok untuk Harry? ",tanya Yuna.


Dokter George melihat hasil tes yang ada di depannya.


" Semuanya cocok, hanya saja aku tidak bisa mengijinkan orang yang masih hidup untuk mendonorkan jantungnya,karena itu menyalahi prosedur",jelas Dokter George.


"Aku tahu,Dok. Aku tidak akan mendonorkan jantungku saat aku masih hidup", jawab Yuna dengan senyum misteriusnya.


" Dokter, terimakasih sebelumnya. Tapi aku harus kembali ke ruang rawat anakku",Yuna berpamitan kepada Dokter tersebut.


Yuna sudah kembali di kamar rawat putranya itu. Dia menatap wajah putranya itu lekat.


"Sayang,ibu pasti akan menyelamatkanmu dan mengembalikanmu kepada keluargamu. Ibu ingin melihatmu bahagia bersama keluarga kandungmu", batin Yuna.


" Yuna,kamu sudah kembali? Ohya kamu dari mana tadi?"tanya Mia.


"Aku ada keperluan sebentar tadi", jawab Yuna.


Yuna kembali duduk di samping putra angkatnya tersebut dan kembali menggenggam tangannya seperti yang semalam dia lakukan.


" Nak,mungkin ibu tidak akan bisa menggenggam tanganmu lagi


.Tapi ibu pasti akan bahagia saat ibu bisa melihatmu kembali berkumpul dengan keluarga kandungmu",batin Yuna lagi.


^^^


Mia dan Yuna begitu bahagia saat putra kesayangan mereka akhirnya sadar.


" Ma...ibu... "


"Nak,apa yang kamu inginkan Sayang?" tanya Mia.


"Apa sejak kemarin mama dan ibu berada di sini?", Harry balik tanya.


" Iya,Sayang",jawab Yuna.


"Mama,ibu aku sangat menyayangi kalian. Jika kehidupan kedua itu memang ada aku tetap ingin menjadi anak kalian", ucap Harry.


" Kamu bicara apa Sayang, kamu pasti akan sembuh",kata Mia.


"Ma,maaf karena aku belum sempat berbakti kepada mama", ucap Harry kepada ibu kandungnya, Mia.


" Tidak Nak,jangan bicara seperti itu. Kamu pasti akan punya kesempatan untuk berbakti kepada mama",jawab Mia.


"Ibu,terimakasih karena ibu selalu menyayangiku meskipun aku bukan anak kandung ibu. Aku akan membalas kebaikan ibu di kehidupan mendatang", ucap Harry kepada ibu angkatnya.


" Kamu tidak perlu berterimakasih pada ibu, karena itu adalah tugas ibu"jawab Yuna.


"Ma,ibu aku tahu tanpa operasi cangkok jantung hidupku tidak akan lama lagi. Tapi tidak masalah bagiku asal di sisa hidupku aku bisa menghabiskan waktu bersama dengan kalian", tutur Harry di sertai senyum.


" Jangan seperti itu, Nak. Kamu pasti akan mempunyai banyak waktu bersama kami",kata Mia.


"Ohya Nak,ibu ada urusan ibu harus pergi.Jaga dirimu baik-baik ya,ingat kamu harus mendengar kata-kata ibumu saat ibu tidak ada nanti",ucap Yuna.


" Memang ibu mau kemana? "tanya Harry.


" Ibu harus pulang sebentar, Mia tolong jaga Harry untukku ya",pinta Yuna.


Mia menatap aneh Yuna,dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Yuna.


"Aku,pergi dulu".


Yuna memeluk Harry cukup lama.


" Ibu bahagia pernah hidup menjadi ibumu. Ingatlah kalau sampai kapan pun ibu akan selalu menyayangimu",ucap Yuna,dia menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Ibu pergi dulu ya Sayang", pamit Yuna.


Yuna segera lari ke luar dari ruangan itu sebelum air matanya benar-benar jatuh.


" Ma,kenapa hari ini aku merasa tingkah ibu aneh ya"


"Mama juga merasa begitu, nanti mama akan bicara dengan ibumu saat dia kembali.Istirahatlah Nak".


Mia menatap punggung Yuna yang semakin menjauh dari tempat itu.


*****


Yuna terus berjalan menjauh dari rumah sakit,setelah merasa cukup jauh akhirnya dia berhenti tepat di tepi jalan raya.


" Selamat tinggal,Nak. Ibu sangat sayang padamu".


Selangkah demi selangkah Yuna berjalan ke tengah jalan raya,saat ada sebuah truk yang malaju dengan kecepatan tinggi.


Dan tiba-tiba... BRUAKKKK sesosok tubuh jatuh terpental beberapa meter dari truk tersebut dengan tubuh berlumuran darah.


Orang-orang di sekitar tempat itu segera memanggil ambulan dan membawa orang itu ke rumah sakit.


Setelah sadar selama kurang lebih 10 menit orang itu akhirnya meninggal dunia.Dan sebelum meninggal,dia meminta agar jantungnya di berikan kepada anak angkatnya.


*****


Mia begitu bahagia saat Dokter George mengatakan bahwa ada donor jantung untuk Harry.


Harry segera di bawa ke ruang operasi untuk menjalani operasi transplantasi jantung.


Semua anggota keluarga menanti di depan ruang operasi dengan harap-harap cemas.


"Aku harus memberitahu Yuna,kalau saat ini Harry sudah mendapatkan donor dan saat ini dia sedang di operasi", gumam Mia sambil berusaha menghubungi nomor hp Yuna.


Namun berkali-kali Mia mencoba, nomor hp Yuna masih belum bisa di hubungi.


" Ada apa,Ma?"tanya Bintang


"Aku cemas Bintang, Yuna sampai sekarang belum bisa di hubungi", jawab Mia yang mulai mencemaskan Yuna,apalagi sejak pagi tadi Yuna sudah bersikap aneh.


" Jangan khawatir, Ma. Tante Yuna pasti akan segera ke sini",ucap Bintang.