Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 74


Bintang berusaha melepaskan cekikan Rendi di lehernya.Tiba-tiba saja Rendi melepaskan cekikannya dan mendorong Bintang hingga dia jatuh tersunggkur di lantai.


'uhuk...uhuk..uhuk'


Bintang memegangi leher yang baru saja di cekik oleh Rendi.


"Kenapa kamu tidak jadi membunuhku,hah?",teriak Bintang karena dia sudah begitu membenci Rendi.Bintang betul-betul menyesal karena mengenal lelaki seperti Rendi yang tega menipunya hanya untuk balas dendam.


Rendi berjongkok di depan Bintang,dengan tangan kanannya dia menarik dagu Bintang untuk melihat ke arahnya.


" Aku akan melepaskan suamimu,asal kamu mau meninggalkan suamimu itu dan menikah denganku.Karena jujur aku benar-benar mencintaimu"


"cuih"


Bintang meludahi wajah Rendi,dia benar-benar jijik mendengar pernyataan cinta dari mulut leleki gila yang ada di depannya.


Rendi menghapus ludah tersebut dengan tangan kirinya,dia menatap Bintang dengan tatapan yang mematikan.


"Kamu kira kamu sebanding dengan suamiku? Bahkan seujung kukupun kamu tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengannya"


PLAKKK


Rendi menampar pipi Bintang hingga sudut bibirnya mengelurkan cairan kental berwarna merah.


Bintang memegangi pipinya yang terasa panas karena tamparan Rendi.


"Dasar tidak waras,laki-laki gila" maki Bintang.


"Jadi kamu lebih memilih suamimu itu di banding dengan kedua anak kembarmu?"


Bintang terkejut saat mendengar Rendi mengatakan anak kembar.


"Apa yang kamu lakukan terhadap anak-anakku?" tanya nya dengan tatapan sinis.


"Aku akan menghabisinya,kecuali....", Rendi tidak melanjutkan perkataannya.


" kecuali apa?"tanya Bintang dengan cepat karena dia tidak mau terjadi apa-apa dengan kedua anaknya.


"Ceraikan Rangga dan menikahlah denganku"


Bintang benar-benar tidak percaya dengan persyaratan yang dia dengar.


'Aku yakin saat ini mas Rangga sedang mencariku dan anak-anak. Aku harus bisa mengulur waktu selama mungkin.Tapi bagaimana caranya aku memberitahukan posisiku saat ini.'


Bintang masih diam sambil mengamati sekelilingnya.


"Beri aku waktu untuk memikirnya"


"Aku tidak bisa memberikanmu banyak waktu." jawab Rendi


'kruyuk..kruyuk...'


Rendi mendengar perut Bintang yang sepertinya sudah keroncongan.


"Apa kamu lapar?" tanya Rendi, karena bagaimana pun dia tidak mungkin membiarkan wanita yang dia cintai kelaparan.


Sebenarnya Bintang malas kalau harus bersikap manis di depan Rendi, tapi dia harus melakukannya demi mengulur waktu agar dia bisa nenemukan cara untuk memberitahukan keberadaannya kepada Rangga.


"Tadi pagi aku belum sarapan" jawab Bintang singkat.


"Jo,kamu belikan makanan untuk calon istriku ini.Jangan yang jauh-jauh cari yang dekat tempat ini saja karena aku tidak mau dia menahan lapar terlalu lama", suruh Rendi kepada salah satu anak buahnya.


" Aku akan membiarkanmu makan dulu,setelah itu kamu harus memberitahukan apa keputusanmu"kata Rendi sebelum dia keluar dari tempat itu.


Bintang benar-benar merasa muak harus berpura-pura di depan Rendi. Di melihat-lihat sekelilingnya untuk mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk bisa memberikan petunjuk keberadaannya kepada Rangga.


Tidak lama Jo datang dengan membawa makanan.


"makanlah! bos akan datang 30 menit lagi" suruh anak buah Rendi yang di panggil Jo itu.


Bintang mengambil kotak makanan yang di berikan Jo kepadanya.Dia melihat kotak makanan itu dan berharap ada sesuatu yang bisa dia gunakan sebagai petunjuk.


Bintang benar-benar putus asa saat tidak menemukan apa pun.Kalau saja ponselnya masih ada padanya,dia bisa mengirimkan pesan kepada suaminya.


Bintang hampir saja melempar makanan tersebut kalau saja dia tidak melihat ada sesuatu yang terjatuh dari kotak makanan itu.


"Brosur", Bintang segera mengambil brosur tersebut dan segera menyembunyikannya.


Dia memakan makanan di depannya walau sebenarnya dia tidak ingin.Walau bagaimana pun dia harus memiliki tenaga untuk bisa menyelamatkan kedua buah hatinya.


" Bagaimana apa kamu sudah memikirkan keputusan apa yang ingin kamu ambil?"tanya Rendi.


"Sebelum aku memberikan keputusanku,aku ingin bertemu dengan anak-anakku" kata Bintang.


"Baiklah"


"Jo,bawa anak-anak itu kemari!" suruhnya.


Beberapa menit kemudian,orang yang di panggil Jo tersebut datang bersama dua anak kecil.


"Mommy" teriak kedua anak itu sambil berlari memeluk Bintang.


"Sayang,kalian tidak apa-apakan?" tanya Bintang yang juga memeluk kedua anaknya itu.


"Mom,siapa mereka?" tanya Tama


"Mikha,takut Mom" kata Mikha


"Jangan takut Sayang,mereka bukan orang jahat mereka hanya ingin membawa Mikha dan Tama bertemu dengan Mommy" jawab Bintang berbohong karena dia tidak ingin membuat dua anaknya ketakutan.


"Benarkah Mom?" tanya Mikha


"iya,Sayang"


"Jo,bawa anak-anak itu kembali ke tempat semula" suruh Rendi.


"Sayang,kalian ikut Om itu dulu ya.Kalian tidak usah takut,karena nanti Mommy akan menemui kalian.Tidak lama lagi Daddy pasti akan menjemput kita" bisik Bintang di telinga kedua anaknya.


Mikha dan Tama mengangguk,keduanya mengerti. Mereka berdua mengikuti Jo keluar dari tempat itu.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Bintang dengan menatap tajam Rendi.


Rendi memberikan amplop coklat kepadanya.


Bintang menerima amplop tersebut dan membukanya.


"surat gugatan cerai?apa maksud semua ini?"


"Kamu harus menanda tangani surat itu.Bukankah itu setimpal dengan nyawa dua anak kembarmu itu. Jadi kamu bisa menyelamatkan anakmu dan aku bisa membuat suamimu itu menderita.Karena aku tahu kamu dan kedua anakmu adalah sumber kebahagian suamimu.Jika aku bisa mendapatkanmu itu artinya aku berhasil membuat dia menderita"


Bintang benar-benar sangat marah,tapi dia harus menyembunyikan kemarahannya demi kedua buah hatinya.


Bintang menanda tangani surat tersebut dan diam-diam dia juga memasukkan brosur makanan yang tadi dia sembunyikan.


"Mas semoga kamu bisa secepatnya menemukan kami.Hanya itu petunjuk yang bisa aku berikan padamu.Semoga kamu tidak salah mengerti karena aku menandatangani surat gugatan cerei itu" batin Bintang.


Bintang mengembalikan amplop tersebut kapada Rendi. Dia berharap Rendi tidak membuka amplop itu kembali.


Bintang bernapas lega saat Rendi langsung memberikan amplop tersebut kapada Jo dan menyuruhnya mengantarkan amplop tersebut ke kantor Wijaya Grup.


Ditempat lain,Rangga benar-benar khawatir karena sampai sekarang dia belum menemukan petunjuk apapun.Bahkan Nando dan anak buahnya yang lain juga belum menemukan apa-apa.


tok..tok..tok


Seorang security masuk dan memberikan sebuah amplop kepada Rangga.


"Siapa yang memberikan ini?" tanya Rangga pada security tersebut.


"Tadi ada orang yang menitipkannya katanya buat Pak Rangga" jawab security itu.


Rangga membuja amplop tersebut dan dia terkejut saat malihat isinya adalah surat gugatan cerei dari istrinya.


"Bisa-bisanya di saat seperti ini Bintang meminta cerei" kata Rangga geram.Dia meremas surat itu dan melemparkannya.


"Rangga itu apa?" tanya Nando saat melihat ada kertas lain yang jatuh dari dalam amplop itu.


"Brosur,bukankah ini brosur sebuah resto?" tanya Nando setelah mengambil kertas yang jatuh tadi.


Rangga merebut Brosur itu dari tangan Nando.


"Apa ini petunjuk yang Bintang berikan. Nando segera cari tahu dimana letak restoran itu.Karena aku yakin Bintang dan anak-anakku tidak jauh dari tempat itu". suruh Rangga.


Maaf y para reader baru up,semalam sudah up tapi berhubung riviewnya lama dan aku nggak sreg sama tulisannya.Jadi aku hapus deh,dan baru bisa up sekarang.


Sekali lagi maaf 🙏🙏🙏