
Hari itu Bintang baru bangun 9 pagi,karena semalam Rangga benar-benar memenuhi ucapannya untuk menghukumnya.
Setelah menidurkan kedua buah hati mereka,Bintang dan Rangga memulai pergulatan mereka di ranjang.Entah sudah berapa gaya yang mereka praktekkan tetapi suaminya itu benar-benar perkasa.Dia tidak mudah klimaks,padahal Bintang sudah beberapa kali klimaks.
Hingga akhirnya Bintang menyerah dan menyuruh suaminya untuk kembali memegang kendali.Akhirnya setelah pergulatan yang melelahkan,suaminya itu klimaks juga.Mereka tertidur setelah lewat jam 2 pagi.Dan setelah mandi sholat subuh,Rangga masih meminta jatah lagi.Mereka melakukannya sekali,setelah itu mereka kembali melanjutkan tidurnya.
Hari itu Bintang tidak ada kuliah jadi dia bebas untuk bangun siang dan untungnya hari itu kedua anak mereka juga tidak rewel.
Mikha dan Tama menurut,ketika grandma dan nenek mereka mengatakan kalau Mommy dan Daddy mereka sedang tidur karena kecapekan.
Mia dan Ratih tahu,kalau semalam anak dan menantunya itu sedang bertarung di kamar mereka. Karena ketika mereka hendak mengecek keadaan cucu mereka,mereka mendengar suara-suara aneh dari kamar anak dan menantunya tersebut.
Setelah sarapan Mikha dan Tama di antar oleh Mia untuk berangkat ke sekolah. Sementara Ratih dia membereskan dapur dan kembali dengan aktivitasnya di kebun belakang.Ratih sangat suka berkebun sejak dulu,jadibsetiap ada waktu senggang dia akan menghabiskan waktunya di kebun.
Bintang bangun dari ranjangnya,dia melihat suaminya sudah duduk di balkon kamar sambil membaca koran.
Bintang memakai piyamanya karena memang sejak pergulatan mereka habis subuh tadi dia sama sekali belum memakai bajunya.
"Mas,belum berangkat kerja?inikan sudah siang" tanya Bintang sambil mendudukkan dirinya di kursi depan suaminya.
"Aku baru akan ke kantor nanti habis duhur itupun karena aku ada meeting jam 2 siang nanti.Kalau tidak aku pasti akan tetap di rumah dan memakanmu.Aku tahu hari ini kamu tidak ada kulihkan"
"iya sih.oh ya Mas sudah sarapan belum?inikan sudah jam 9"
Tiba-tiba Bintang ingat dengan anak-anaknya, dia hendak berdiri dari duduknya tapi di tahan oleh Rangga.
"Anak-anak sudah sarapan dan sudah berangkat ke sekolah", Rangga tahu apa yang di pikirkan oleh istrinya.
" Mas sendiri?"
"Aku akan sarapan kalau kamu menemaniku" jawab Rangga.
"Ya sudah,aku mandi sebentar ya",Bintang kembali ingin berdiri dari tempat duduknya.Tapi lagi-lagi di tahan oleh suaminya.
" Apa lagi Mas?"tanya Bintang.
"Kita mandi bareng yuk!"
"Bukannya Mas sudah mandi ya?"
"Tapi aku ingin kita mandi bareng, mumpung anak-anak sudah pada berangkat", jawab Rangga sambil menaikkan satu alisnya.
" Tidak mau,Aku tahu apa yang ada di fikiranmu.Lagian semalamkan kita sudah melakukanya beberapa kali,tadi pagi juga.Masa Mas belum puas juga sih,Akukan capek.Perut aku juga sudah lapar,aku ingin cepat sarapan "jawab Bintang panjang kali lebar.
" Aku janji kali ini aku akan melakukannya ekspres"kata Rangga lagi. Akhirnya Bintang hanya bisa pasrah,bukankah menolak keinginan suami itu dosa.
Rangga langsung membawa istrinya itu ke kamar mandi.Dia membuka piyama yang di pakai istrinya itu dan melemparkannya ke sembarang tempat, kemudian dia melucuti bajunya sendiri.
"Kamu siapkan,Sayang?" tanya Rangga
Bintang mengangguk.Rangga membalikkan tubuh istrinya ke dinding kamar mandi.Tanpa aba-aba dia memasukkan juniornya ke pusat inti istrinya itu.
"Sakit Mas,pelan-pelan"
"Kalau pelan bukan ekspres namanya", Rangga memaju mundurkan miliknya dengan ritme yang cepat.Hingga tubuh mereka sama-sama bergetar tanda keduanya sama-sama mencapai klimaksnya.Setelah itu keduanya sama-sama mandi besar.
Kini mereka sudah ada di meja makan.
Saat sedang makan hp milik Bintang berdering,tertera nama Rendi di sana.
" siapa?"
"Pak Rendi.Sayang,apa aku boleh menjawabnya?", Bintang meminta izin untuk mengangkat telpon dari dosennya itu.Rangga mengangguk, sebenarnya dia tidak suka Rendi selalu mengganggu waktu meraka. Tapi dia juga tidak ingin istrinya malah membantu Rendi secara diam-diam,karena dia tahu sifat istrinya yang terlalu baik dan tidak tegaan.
" Dia bilang,hari ini ibunya keluar dari rumah sakit. Dan ibunya ingin bertemu denganku besok"jawab Bintang jujur.
"Kenapa si Rendi itu hanya minta bantuan padamu?kenapa dia tidak minta bantuan kepada mahasiswi yang lain?" tanya Rangga,karena sejujurnya dia penasaran dengan Rendi.
"Karena dia tidak begitu akrab dengan mahasiswi lainnya.Soalnyakan dia terkenal killer di kampus dan cuma istrimu ini yang berani ngelawan dia.Makanya dia jadi nggak canggung sama aku" jawab Bintang santai.
Entah kenapa Rangga merasa ada yang aneh dengan dosen itu.
Mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.
\*\*\*\#\*\*\*
Siang itu Rangga meeting dengan kliennya di sebuah restoran mewah.
Di tengah-tengah meetingnya tanpa sengaja dia melihat sosok yang dia kenal.
Orang itu sedang bercengkerama dengan dua teman laki-laki dan empat orang perempuan.
Dia juga melihat sesekali orang itu merangkul dua orang perempuan yang duduk di sebelah kiri dan kananya.
Rangga semakin yakin kalau orang itu mendekati istrinya dengan maksud dan tujuan tertentu.
Rangga segera menyelesaikan meetingnya sebelum orang itu melihatnya.
Rangga segera kembali ke kantor dan menyuruh Nando datang ke ruangannya.
"Ada apa?" tanya Nando sembari duduk di kursi yang terletak di depan Rangga.
"Aku ingin kamu mencari tahu tentang Rendi"
"Rendi tunangan palsu istri kamu itu?" tanya Nando untuk memperjelas.
"Iya,tapi nggak usah di tambah tunangan palsu juga kali" jawab Rangga sedikit kesal karena Nando sengaja menambahkan kata tunangan palsu untuk meledeknya.Nando hanya terkekeh mendengarnya.
"Kenapa tiba-tiba kamu ingin menyelidikinya?" tanya Nando,karena dulu Nando pernah menawarkan diri untuk menyelidiki Rendi tapi di tolak oleh Rangga. Karena menurut Rangga tidak ada yang perlu di curigai dari diri Rendi.
"Karena aku rasa ada yang dia sembunyikan."
"Baiklah,kamu tenang saja.Besok laporan lengkap tentang Rendi sudah akan ada di meja kamu sebelum jam delapan pagi." jawab Nando penuh keyakinan.
"Baguslah,kamu masih bisa aku andalkan.Aku kira setelah menikah kamu akan kehilangan ke pintaran kamu" ledek Rangga bercanda.
"Sialan kamu,sudah minta bantuan ngeledek lagi".
" Sorry-sorry"ucap Rangga.
"Ya sudah aku keluar ya.Aku harus menyelesaikan laporan yang kamu minta tadi", Nando pun keluar dari ruangan Rangga.
Rangga masih memikirkan apa yang dia lihat saat meeting tadi.
Tadi dia melihat Rendi yang berbeda dari biasanya. Rendi yang tadi dia lihat begitu akrab dengan teman-temannya.
Bahkan tadi dia juga melihat Rendi yang sedang bercanda dengan teman-temannya itu,bahkan sesekali dia juga mencium bibir wanita di sampingnya bergantian.
Sementara di tempat lain,Rendi yang baru kembali ke apartemennya segera menuju ke sebuah ruangan kecil.Dimana ada banyak foto dirinya dengan seorang perempuan.
Rendi mengambil foto itu dan memeluknya.
" Aku pasti akan membalaskan dendammu terhadap Rangga Wijaya.Kamu yang tenang ya di sana"katanya sambil mengusap foto tersebut dengan lembut.
Kemudian dia mengambil sesuatu di laci yang terletak di bawah foto tersebut.Dia mengeluarkan semua isinya.Isinya adalah beberapa surat yang di kirim Rangga untuk wanita di foto itu beberapa tahun yang lalu.