Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 120


"Apa!?!?!?"


Suara itu mengejutkan Harry dan Rangga. Kedua saudara kembar itu saling tatap dan menelan saliva mereka masing-masing.


"Katakan pada mama apa yang sebenarnya terjadi pada Harry! Rangga, kenapa Harry di daftarkan sebagai pasien penerima jantung?" ,Mia mendekati kedua anaknya.


Rangga menatap Harry meminta persetujuan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada mama mereka. Harry hanya bisa pasrah.


Rangga mendudukkan mamanya di kursi yang ada di sebelah bangsal.


"Ma,sebenarnya jantung Harry bermasalah dan dia harus secepatnya menjalani transplantasi jantung", dengan hati-hati Rangga memberitahu mamanya.


" Tapi kenapa?"


"Dokter Danil bilang,kerusakan jantung Harry sudah terlalu parah.Tidak bisa hanya di obati dengan tindakan bedah atau tindakan lainnya.Dan satu-satunya cara agar Harry bisa sembuh hanya dengan melakukan transplantasi jantung", jelas Rangga.


Mia tak kuasa menahan air matanya.


" Ma,Harry pasti sembuh",kata Rangga sambil menggenggam tangan mamanya.


"Lalu bagaimana jika Harry, tidak segera mendapatkan pendonor yang sesuai? Apa yang akan terjadi padanya?", tanya Mia yang masih setia dengan tangisnya.


Rangga terdiam,dia juga tidak tahu harus memberikan jawaban apa terhadap pertanyaan mamanya itu.


" Aku yakin, aku pasti akan secepatnya mendapatkan donor itu. Mama jangan khawatir, aku pasti akan sembuh ",kata Harry yang juga ikut menggenggam tangan mamanya.


Harry dan Rangga mengusap air mata mamanya.


Mia mengangguk, kemudian dia memeluk kedua anak kembarnya itu.


*****


Setelah mengantarkan mamanya untuk beristirahat di hotel, Rangga kembali ke rumah sakit untuk menjemput istrinya.


" Mas",panggil Bintang sambil melambaikan tangannya.


Rangga menghampiri Bintang yang sedang berdiri di depan ruang rawat Harry bersama Dinda.


"Din,kami duluan ya. Aku titip iparku", pamit Bintang.


Rangga merangkul tubuh istrinya dan berjalan meninggalkan tempat itu.


Dinda masuk ke ruangan Harry, dia duduk di bangku yang berada di sebelah ranjang tempat Harry berbaring.


Dia menatap wajah Harry lekat,wajah yang begitu tampan dan membuat jantungnya berdetak tak karuan saat dia berada di dekatnya.


" Besok kamu akan di pindahkan ke Jakarta. Aku tidak akan bisa melihatmu lagi setiap hari".


Dinda menghela napasnya,kemudian dengan sangat pelan dan hati-hati,dia menyentuh wajah lelaki yang masih terlelap di depannya. Laki-laki yang entah saja kapan masuk ke dalam hatinya.


Dinda mengingat momen saat Harry menolongnya dan mencium bibirnya.


Tangan Dinda berhenti tepat di bibir seksi lelaki pujaannya itu.


Dia menyentuh bibir tersebut dengan jemarinya.Dinda menghentikan kegiatannya saat mata Harry tiba-tiba terbuka.


"Ma..maaf", ucap Dinda sambil menarik tangannya dari bibir Harry.


Harry memposisikan dirinya untuk duduk.


" Aku dengar besok kamu akan di pindahkan ke Jakarta, jadi aku ke sini untuk melihatmu.Karena setelah kamu pindah dari rumah sakit ini,aku tidak akan tahu kapan aku akan bertemu denganmu lagi",ucap Dinda.


"Kenapa?" tanya Harry.


"Ya...ya..tidak kenapa-napa sih,cuma akhir-akhir ini kitakan deket jadi kayak ada yang hilang saja saat tahu kamu akan di pindahkan", jawab Dinda gugup.


" Yakin cuma karena itu?"


"Maksudmu?", Dinda balik tanya.


"Aku kira kamu takut tidak bisa bertemu denganku lagi karena kamu mulai menyukaiku karena jujur aku mulai mencintaimu Dokter Dinda".


Dinda menatap Harry, dia masih tidak percaya dengan pernyataan Harry barusan.


" Kamu... mencintai aku?"


Harry mengangguk.


"Apa karena akulah orang yang memberikan kalung itu padamu?" tanya Dinda lagi.


"Entahlah, tapi aku merasa bahagia saat berada di dekatmu.Dan saat aku tidak melihatmu rasanya ada sesuatu yang kurang dalam hidupku",jawab Harry.


" Tapi..apa aku pantas untukmu? Kamu kan tahu kalau aku..."


"Aku serius"


"Aku juga serius.Dinda, aku mencintaimu karena kamu adalah Dinda bukan karena kamu gadis kecil yang memberiku kalung itu. Aku juga tidak tahu kapan aku mulai jatuh cinta padamu dan aku juga tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta padamu? Bukankah cinta tidak butuh alasan?".


Harry menarik Dinda ke dalam pelukannya.Dinda memejamkan matanya saat Harry mulai mencium bibirnya.


*****


Rangga membawa istrinya itu ke hotel tempat dia dan anak-anak mereka menginap.


Rangga membuka pintu kamar hotel dengan akses masuk yang dia miliki.


" Mas,dimana anak-anak? Katanya mereka ikut ke sini?" tanya Bintang saat melihat kamar itu sepi tidak ada siapa-siapa.


"Mereka ada di kamar sebelah,aku sengaja memesan kamar lain untuk kita berdua", jawab Rangga sambil memeluk istrinya itu dari belakang.


" Mas,aku juga merindukan mereka ", ucap Bintang.


" Kamu akan menemui mereka setelah urusan kita selesei. Lagian mereka juga sudah tidur",jawab Rangga


"Mas,tubuhku lengket aku ingin mandi"


"Kalau begitu aku akan memandikanmu", tanpa mengatakan apapun Rangga menggendong tubuh istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi.


Kegiatan mandi mereka berlangsung hampir 1 jam.Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana.


Mereka melanjutkan percintaan mereka di atas ranjang dan entah berapa kali mereka melakukannya. Yang jelas mereka baru tidur setelah jam menunjukkan pukul 02.00 pagi.


*****


Bintang terbangun saat jam menunjukkan pukul 05.00. Pelan-pelan dia menyingkirkan tangan suaminya. Tapi tangan itu malah semakin erat memeluk tubuhnya.


" Mas,kamu sudah bangun rupanya"


"Hemm", jawab Rangga sambil menenggelamkan wajahnya di dada istrinya itu.


" Mas,jangan seperti ini. Sebentar lagi anak-anak pasti bangun dan mencari kita",seru Bintang.


"Aku ingin kita melakukan itu sekali lagi", jawab Rangga yang tiba-tiba sudah berada di atas tubuh Bintang.


Bintang hanya bisa pasrah menerima permintaan suaminya itu.Pagi itu mereka melakukannya sekali lagi.


*****


Bintang dan Rangga sudah berada di kamar anak-anak mereka.


" Daddy, kenapa Daddy baru mengajak mommy ke sini? Padahal semalam Mikha pengen di bacain cerita sama mommy ",protes Mikha kepada Daddy nya.


" Maaf,Sayang. Semalam ada urusan yang harus mommy dan daddy lakukan dulu,jadi baru sekarang daddy bisa bawa Mommy ke sini",jawab Rangga.


"Urusan apa?" tanya Mikha lagi.


Rangga melirik Bintang meminta bantuannya.


"Sayang, hari ini waktu mommy sepenuhnya untuk Mikha dan Tama. Mommy akan menemani Mikha dan Tama ke tempat yang kalian mau", Bintang membantu suaminya itu memberikan jawaban kepada kedua anak mereka.


" Benarkah?"tanya Mikha dan Tama dengan mata berbinar.


"He'em. Kita akan jalan-jalan ke tempat yang kalian suka hari ini", tambah Bintang.


" Yeyey yeyey yeyey",teriak keduanya.


"Tapi sebelum pergi kalian habiskan dulu makanan kalian, setelah itu kita menemui Om kalian di rumah sakit", seru Bintang.


" Om yang wajahnya sama seperti Daddy kan?"tanya Mikha.


Bintang mengangguk.


"Kenapa Om ada di rumah sakit?"


"Om Harry,sakit apa?"


"Kenapa kita tidak pernah melihat Om Harry sebelumnya?"


"Dimana Om Harry tinggal dulu?"


"Kenapa Om Harry tidak tinggal bareng kita?"


Tanya Mikha dan Tama bergantian.