
Rangga berlari di lorong rumah sakit menuju ke tempat dimana istrinya itu di rawat.
'Sayang..'
'morning kiss,Sayang'
'Love you suamiku'
'Aku tidak akan pernah membiarkanmu memikirkan wanita lain'
Semua ucapan Bintang seperti berlarian di benak Rangga. Bahkan senyum hingga ekspresi saat istrinya itu kesal terlihat jelas di pelupuk matanya.
"Kamu harus bangun Sayang! Aku tidak mau kamu meninggalkan aku.Bintang kamu harus tetap di sampingku,harus!"
Kata Rangga dalam hati seraya berlari.
Begitu sampai di depan ruang rawat istrinya,Rangga melihat Juan,Alex dan beberapa perawat berada di ruangan itu sedang melakukan tindakan medis untuk menyelamatkan Bintang.
Sementara Mentari berdiri di depan pintu sambil menangis.
"Kak Tari apa yang terjadi?"
"Rangga,tadi detak jantung Bintang tiba-tiba berhenti.Aku takut Bintang kenapa-napa Rangga.Aku tidak mau terjadi sesuatu pada adikku " jawab Mentari panik dengan air mata yang terus mengalir.
Mendengar itu,sontak membuat Rangga berusaha masuk ke dalam.Tapi di tahan oleh dua orang perawat di depan pintu.
"Bintang, bangun! Jangan tinggalkan aku! Kamu bisa menghukumku apapun, tapi jangan pergi dariku. Bintang bangunlah demi aku,demi anak-anak kita.Bintang bangun !" teriak Rangga sambil meronta-ronta dan berusaha untuk masuk.
Bahkan perawat laki-laki yang menahan tubuh Rangga harus berusaha ekstra karena tenaga Rangga yang sangat kuat.
"Detak jantung,Bintang sudah kembali normal.Jadi kamu tenanglah Rangga" kata Juan yang baru saja keluar dari ruangan Bintang.
"Kapan dia akan bangun Juan? Kenapa dia menhukumku seperti ini?", suara Rangga terdengar sangat memilukan.
Juan menatap nanar sahabatnya itu. Rangga yang selalu terlihat kuat dan tegar,kini terlihat rapuh dan tak berdaya melihat kondisi istrinya yang masih belum ada kemajuan.
" Berdoalah.Karena hanya Tuhan yang bisa memberikan keajaiban kepada kita" jawab Juan seraya menepuk bahu Rangga.
Juan mempersilahkan Rangga untuk kembali masuk menemani Bintang.
"Sayang, kondisi Bintang sudah kembali stabil.Jadi jangan khawatir lagi" Juan memeluk Mentari yang dari tadi menangis.
"Sekarang,Aku akan mengantarmu pulang. Biarkan Rangga yang menjaga Bintang"
"Aku tidak ingin pulang Mas.Aku masih ingin di sini menemani adikku" jawab Mentari.
"Aku tahu kamu mengkhawatirkan adikmu.Tapi kasihankan Juno sejak tadi siang kamu belum memberinya ASI"
Mentari baru ingat kalau tidak hanya adiknya yang butuh perhatian darinya,tapi masih ada baby Juno.Dia juga membutuhkan ibunya.
"Maafkan aku Mas,Aku sampai melupakan anak Kita"
"Tidak apa-apa, sekarang kita pulang dulu.Besok kamu bisa kesini lagi" jawab Juan.
"Alex, malam ini kamu yang pantau kondisi Bintang ya.Kalau ada apa-apa hubungi aku"
Alex yang sejak tadi berdiri di depan pintu hanya menjawabnya dengan mengacungkan jempolnya.
Juan dan Mentari pergi meninggalkan rumah sakit,sementara Alex dia kembali ke ruang untuk para dokter.
Sudah satu minggu Bintang dalam keadaan koma,tetapi belum ada tanda-tanda dia akan segera sadar.
Dan selama seminggu itu pula Rangga selalu menemaninya.Dia hanya pulang untuk melihat kondisi anak-anaknya.Setelah menyuapi kedua anaknya dan juga menidurkan anaknya dia akan kembali lagi ke rumah sakit.
Bahkan sudah seminggu ini,Rangga mengabaikan perusahaannya. Untungnya masih ada Nando yang membantu mengurus perusahaan tersebut.
Meskipun Nando masih marah dengan bos sakaligus temannya itu, dia tetap membantu perusahaan milik Rangga dengan sepenuh hati.
Hari itu, semua orang berkumpul di depan pintu ruang rawat Bintang.Karena beberapa saat yang lalu,Bintang sudah menggerakkan jari-jarinya.
Semua orang merasa bahagia, meskipun itu hanya gerakan kecil, setidaknya Bintang sudah mulai bisa memberikan respon saat di ajak bicara.
Rangga masih setia duduk di samping istrinya sambil menggenggam tangannya.
Samar-samar dia mendengar orang yang sedang meminta air.
"a..ir....air..."
Alangkah bahagianya Rangga, saat melihat Bintang yang mulai tersadar dan meminta air.
Rangga segera memanggil Juan untuk datang ke ruangan Bintang.
"Apa kamu ingat siapa namamu?" tanya Juan pada Bintang saat Bintang membuka matanya.
"i..ya,namaku Bintang" jawab Bintang.
Semua orang yang berada di tempat itu nampak bahagia terutama Rangga.
"Aku senang kamu bangun,Sayang." ucap Rangga sambil berusaha memeluk istrinya itu.
"Kamu siapa?" tanya Bintang sambil menahan tubuh Rangga yang ingin memeluknya tadi.
Rangga memicingkan matanya menatap Bintang. Kemudian beralih menatap ke arah Juan meminta penjelasan.
"Bintang, apa yang kamu ingat?" tanya Juan.
"Aku ingat kalau tadi pagi aku berlari menuju bandara,tapi di tengah jalan ada motor yang menabrakku" jawab Bintang.
"Maaf Pak Dokter,apa aku sudah boleh pulang?karena aku harus belajar, besok pagi aku ada ulangan matematika.Dan aku harus mendapatkan nilai bagus Pak Dokter,soalnya aku juga ingin menjadi dokter seperti Anda" jawab Bintang.
"Ohya Pak Dokter,dimana ibu dan nenekku?" tanya Bintang sambil melihat kesekelilingnya.
Ratih yang berada tidak jauh darinya pun mendekat dan memeluk putrinya itu.
"Ibu,ibu pasti capek karena harus membuat kue sendirian selama Bintang di rumah sakit.Bintang janji setelah Bintang sembuh,Bintang akan bantu ibu" kata Bintang lagi.
"Bintang, apa kamu tidak ingat siapa aku?Bintang aku ini suamimu"
Bintang menatap Rangga, "Maaf Tuan,aku ini masih pelajar masih kelas 1 SMA bagaimana aku bisa punya suami.Tuan ini aneh".
"Rangga,ibu ada yang harus aku bicarakan dengan kalian",Juan mengajak Rangga dan ibu mertuanya ke ruangannya.
" ibu,apa waktu Bintang kelas 1 SMA,dia pernah kecelakaan?"tanya Juan kepada ibu mertuanya.
"iya,tapi kecelakaannya tidak parah.Dia memang sempat pingsan waktu itu,tapi cuma sebentar.Memangnya ada apa Juan?"
" Sebenarnya apa yang terjadi Juan? Kenapa Bintang bisa melupakan aku?"tanya Rangga.
"Bintang mengalami amnesia sebagian,dia hanya mengingat kejadian sebelum dia kelas 1 SMA.Dia tidak ingat apapun kejadian setelah itu".
" Jadi...Bintang tidak akan ingat denganku atau pun anak-anaknya? "
"Dengan terpaksa aku bilang iya.Tapi kamu jangan khawatir, seiring berjalan nya waktu dan di tambah dengan terapi juga obat pelan-pelan ingatannya akan kembali.
Tapi jangan paksa dia mengingat semua memorinya yang hilang, atau selamanya ingatnnya tidak akan kembali"Juan menjelaskan.
" Bersabarlah,mungkin ini ujian bagimu",Sekali Juan memberikan semangat kepada adik ipar sekaligus temannya itu.
Rangga keluar dari ruangan Juan,dengan langkah gontai dia berjalan mendekati ruangan dimana Bintang di rawat.
Dia hanya melihat Bintang yang sedang berbicara dengan Ana dan juga Dewi.
"Dew,jadi kamu sudah nikah?Dan kamu sedang hamil anak ke dua kamu?"
Dewi mengangguk.
"Wah,kalian pasti bahagia. Dewi sudah nikah dan mau punya anak lagi.Ana sebentar lagi mau nikah.Ternyata hanya aku yang jomblo" kata Bintang.
'kamu tidak sendiri Bintang, kamu juga sudah punya keluarga yang bahagia.
Kamu punya dua anak yang lucu'
Ana dan Dewi menjawab dalam hati.
"Seandainya aku bisa mengutarakan perasaanku pada Kak Bima sebelum Kak Bima pergi", Bintang menghela napasnya.
Sebenarnya dulu, Bintang pernah mencintai seseorang bernama Bima.
Bima adalah kakak kelas Bintang sejak di SMP. Dan Bintang sudah jatuh hati pada kakak kelasnya itu sajak SMP.
Tapi ketika Bintang duduk di bangku kelas 1 SMA,Bima harus melanjutkan kuliahnya di luar negri.
Sejak itulah dia menutup hatinya untuk orang lain.Dia baru membuka hatinya kembali saat dia menerima perjodohannya dengan Rangga dan menikah dengannya.
"Bi,sebenarnya kamu...", Dewi tidak melanjutkan perkataannya saat melihat Rangga menggelengkan kepalanya.
" E..Bi,aku dan Ana mau cari minum dulu ya.",Dewi menarik Ana keluar.Dia ingin memberikan Rangga kesempatan untuk berbicara dengan Bintang.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Rangga .
"Aku baik-baik saja. Tuan,kenapa tadi kamu bilang aku ini istrimu?Akukan tidak mengenal Tuan"
"Maaf, aku salah mengenali orang" ucap Rangga.
Rangga mengulurkan tangannya, sementara Bintang menatapnya bingung.
"Kamu bilang,kamu tidak mengenalku kan jadi sekarang kita berkenalan.Kenalkan namaku Rangga, Rangga Wijaya".
Karena Bintang masih diam, Rangga berinisiatif menarik tangan Bintang dan mengajaknya berjabat tangan.
"Dulu,Kamu selalu berusaha untuk membuat aku mencintaimu.Sekarang aku yang akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku" batin Rangga.