
Semua tamu yang berada di tempat resepsi itu menghentikan kegiatan mereka, saat Rangga memberikan sebuah pengumuman. Pengumuman yang membuat orang di sana terkejut di buatnya.
" Para tamu undangan sekalian, saya Rangga Harryangga Wijaya hari ini ingin memberikan suatu pengumuman. Kalau saya akan menikah lagi".
Pengumuman itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Terlebih Bintang, dia tidak menyangka kalau suaminya akan menikah lagi. Apalagi tadi dia sempat mendengar pembicaraan Rangga dengan Bramantyo.
"Nak,apa maksud semua ini?!?" tanya Mia emosi.
"Rangga..apa yang katakan barusan?" tanya Ratih.
" Ngga,kamu bercandakan?" tanya Juan.
"Kamu gila ya"
"Apa kamu tidak punya otak"
"Dasar tidak waras"
Umpat Nando, Alex hingga Harry. Ketiganya benar-benar di buat kesal mendengarnya.
Ana,Dewi,Dinda dan juga Mentari,meraka langsung menghampiri Bintang yang masih terlihat syok dengan pengumuman yang dia dengar.
"Apa maksudmu,Mas?" tanya Bintang dengan menatap mata suaminya itu.
"Bukankah dulu kita menikah karena sebuah kontrak pernikahan? Apa salah jika aku ingin menikah lagi?" jawab Rangga sambil membalas tatapan istrinya itu.
" Tapi..bukankah kamu bilang kalau akhirnya kamu mencintaiku?" tanya Bintang dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Aku memang mencintaimu bahkan sangat mencintaimu"
"Lalu kenapa kamu ingin menikah lagi?" tanya Bintang dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.
" Mommy, apa itu menikah lagi?"
"Apa kami akan memiliki mommy baru?"
Tanya Mikha dan Tama, kedua anak kembar itu memegang tangan mommynya.
"Nyonya Wijaya,suami Anda adalah orang yang sangat hebat jadi apa salahnya jika dia ingin menikah lagi? Bukankah itu wajar,seorang pengusaha sehebat Tuan Wijaya memiliki istri lebih dari satu orang", Tuan Bramantyo ikut berbicara.
" Anda benar Tuan, suamiku memang orang hebat. Tapi maaf, jika dia ingin menikah lagi,maka aku yang akan mundur", kata Bintang dengan menatap tajam suaminya.
"Nak,jangan bicara seperti itu. Mama tidak akan ijinkan siapa pun menikah lagi dengan suamimu", kata Mia.
" Ngga,kamu lihat kakak kan? Kakak begitu menderita saat suami kakak meninggalkan kakak. Kakak tidak mau Bintang juga merasakan apa yang kakak rasakan", Rania mendekati adiknya dan ikut berbicara.
" Mah, Kakak, aku minta maaf. Tapi keputusan ku sudah bulat. Aku akan tetap menikah lagi hari ini, detik ini di hadapan kalian semua", kata Rangga.
Mendengar hal itu, Bramantyo dan Ester tersenyum penuh kemenangan. Mereka berdua begitu senang karena Rangga mau menyetujui syarat yang dia berikan.
"Baiklah, Mas. Jika itu sudah menjadi keputusanmu,aku terima. Tapi saat ini juga, aku dan anak-anak akan angkat kaki dari kediaman Wijaya", kata Bintang.
" Bi,kamu mau kemana? " tanya Ana dan Dewi.
Bintang berjongkok di depan anak-anaknya.
"Sayang, kalian maukan ikut dengan mommy?" tanya Bintang kepada kedua anak kembarnya.
"Kita mau kemana?" tanya Mikha
"Apa kita akan meninggalkan daddy di sini?", kini giliran Tama yang bertanya.
Bintang menatap ke arah suaminya.
" Kalian bisa bertemu dengan daddy kalian setiap saat. Mommy tidak akan melarang kalian untuk bertemu dengan daddy", jawab Bintang.
"Tapi kami tidak mau memiliki mommy baru", ucap Mikha.
Tama berlari ke arah daddy nya.
" Daddy, apa benar daddy akan menikah lagi?"
"Apa kami akan memiliki mommy baru?"
Tanya Tama kepada daddynya itu.
"Daddy jahat !!! Tama benci sama daddy", kata Tama sambil memukul daddynya tersebut.
Tama kembali mendekati mommy nya.
"Mas,aku pergi membawa anak-anak. Aku tidak akan melarang Mas,kalau Mas ingin bertemu dengan mereka", ucap Bintang.
" Sayang, kamu mau kemana? Mama tidak akan mengijinkan kamu pergi" kata Mia. Dia berusaha menahan menantu dan kedua cucunya.
Bintang mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba dia mendengar seseorang melamarnya.
"BINTANG PERMATA PUTRI,Will you marry me?", suara itu terdengar jelas di seluruh penjuru ruangan itu.
Bintang berbalik dan menatap mata orang yang baru saja melamarnya.
" BINTANG PERMATA PUTRI, maukah kamu menikah lagi denganku?", orang itu berjalan mendekati Bintang.
"Mas...jadi...maksudmu mau menikah lagi itu ini?" tanya Bintang yang masih dengan perasaan syoknya.
Ya,orang yang baru saja melamar Bintang adalah suaminya sendiri, Rangga.
"Memangnya kamu kira aku mau menikah dengan siapa? Di dunia ini hanya kamulah satu-satunya wanita yang aku inginkan menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku", jawab Rangga.
Rangga membawa istrinya itu ke dalam dekapannya.
" Pak penghulu,aku ingin menikah dengan istriku lagi. Aku ingin mengucapkan ijab qobul untuk yang kedua kalinya di sini,di hadapan semua orang yang ada di sini", kata Rangga kepada penghulu yang tadi menikahkan saudara kembarnya itu.
"Aku ingin istriku tahu, kalau kali ini aku menikahinya bukan karena sebuah kontrak pernikahan. Kali ini aku ingin menikahinya karena aku sangat mencintai dia dan tidak bisa hidup tanpanya", lanjut Rangga sambil menatap ke dua bola mata istrinya.
Bintang tersenyum mendengarnya.
" Mommy, kita tidak jadi pergikan?" tanya Tama.
"Tidak Sayang, kita akan bersama-sama seperti ini selamanya", jawab Bintang.
" Apakah kita juga akan punya dedek bayi lagi?" tanya Mikha yang kembali ingat dengan keinginannya untuk memliki adik.
"E...Kalau itu,tergantung nanti sayang", Bintang bingung harus memberikan jawaban apa kepada putrinya itu.
" Tapi aku ingin dedek bayi,Mom" kata Mikha sambil cemberut.
"Mikha sayang,kalian pasti akan punya dedek bayi lagi. Tapi malam ini Mikha sama Tama tidur sama nenek ya atau sama grandma. Biar dedek bayinya segera jadi", kata Rangga.
" Mas..."
"Oke, Daddy. Malam ini Mikha dan Tama akan tidur bareng grandma dan nenek", jawab Mikha yang memang sejak awal begitu antusias ingin mendapatkan adik.
" Pak Rangga, apa pernikahannya jadi di lakukan? " tanya sang penghulu.
"Tentu saja", jawab Rangga mantap.
Bintang dan Rangga duduk di depan penghulu,di samping mereka duduk kedua anak kembar mereka. Dan saksi dari pernikahan mereka kali ini adalah semua tamu undangan yang ada di tempat itu.
Semua orang yang tadi sempat emosi dan marah terhadap Rangga, akhirnya bernapas lega. Mereka ikut berbahagia karena ternyata wanita yang ingin di nikahi Rangga adalah istrinya sendiri,Bintang.
Sementara yang lain berbahagia dengan pernikahan Rangga. Tidak dengan Pak Bramantyo, dia merasa terhina dengan perlakuan Rangga yang di anggap telah mempermalukan dia dan anaknya. Pak Bramantyo membawa anaknya itu pergi meninggalkan gedung resepsi pernikahan tersebut.
*****
Di tengah jalan Ester meminta ayahnya untuk menghentikan mobilnya. Dia segera turun dan berlari menuju ke sebuah jembatan.
Di atas jembatan tersebut Ester menangis dan berteriak. Dia merasa menjadi orang bodoh hari ini,karena berharap Rangga akan menerima penawaran yang akan di berikan oleh ayahnya.
Ester mulai naik ke jembatan tersebut,dia bersiap untuk terjun dari jembatan. Dia mulai memejamkan matanya dan bersiap untuk terjun,namun tiba-tiba seseorang menariknya dari atas jembatan.
## jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like,komen dan vote ya.
Satu lagi baca juga karya temen author yang lain yang tidak kalah kerennya...
Dan dapatkan 3 buah kaos tiap bulannya hanya di novel: NIKAH KONTRAK karya Tya Gunawan.