Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 166


"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Bintang saat mendapati Lina masih diam di tempatnya.


" Iya, ini saya mau kembali memeriksa pasien. Permisi, Dokter".


Lina menatap Bintang dengan tatapan aneh, sebelum akhirnya dia benar-benar keluar dari ruangan tersebut.


"Ini..", Bintang terperangah saat melihat data di dalam komputer.


" Aku harus selidiki ini terlebih dulu, jangan sampe aku salah meng- judge seseorang ",kata Bintang lagi.


Bintang mematikan komputer di depannya dan mengambil stetoscop serta jas putih yang tergantung di samping tempat duduk miliknya. Kini dia sudah memakai jas putih khas dokter dan sudah mengalungkan stetoscop di lehernya. Dan Bintang sudah siap untuk berkeliling mengecek pasiennya.


Beberapa menit setelah Bintang keluar dari ruangannya, seseorang masuk ke ruangan itu dengan mengendap-endap.


Dia menyalakan komputer di depannya,namun sayang dia tidak bisa mengakses isi yang ada di dalamnya karena komputer itu memakai passward.


" Sial !?! Kenapa harus pakai passward sih",gerutu orang itu.


Orang itu kembali mematikan komputer di depannya.


" Sebaiknya nanti saja aku kembal lagi,aku tidak mau orang-orang mencurigaiku karena terlalu lama di ruangan ini"


Orang itu segera keluar dari ruangan Bintang. Dan tanpa orang itu ketahui,dari tadi sudah ada yang mengawasi gerak geriknya.


*****


( Kediaman keluarga Wijaya )


Siang itu Mia yang sedang bersiap-siap untuk menjemput kedua cucunya,di buat terkejut dengan kedatangan Erik di rumahnya,apalagi dia datang bersama dengan putrinya,Rania.


"Kalian..."


"Iya,Ma. Sekarang Mas Erik adalah calon suami Nia", jawab Rania dengan wajah yang berseri.


" Apa itu benar Nak Erik? " tanya Mia memastikan.


"Jika Tante mengijinkan,aku akan segera melamar Nia untuk menjadi istri dan ibu dari anakku" jawab Erik tegas.


"Anak? Kapan kamu punya anak? Bukankah mendiang istrimu meninggal sebelum kalian sempat punya anak?", tanya Mia. Kerena setahu Mia, saat istri Erik meninggal,mereka belum di karuniai anak.


" Bukan anak kandung mas Erik,Ma. Tapi anak angkat mas Erik", jelas Nia kepada ibunya.


"Itu dia", tunjuk Nia saat ada anak kecil yang masuk dan berlari ke arahnya dan Erik.


"Ma,ini Leon, anak angkatnya Mas Erik", Rania mengenalkan Leon kepada Mia.


" Apa kabar Sayang? ", sapa Mia.


" Aku baik...",jawab Leon lirih,dia masih takut untuk memanggil Mia grandma.


"Panggil saja Grandma", seru Mia kepada bocah kecil di hadapannya.


" Grandma...", panggil Leon lirih.


"Nia,Erik. Maaf,mama tinggal dulu ya...Mama harus menjemput Mikha dan Tama di sekolah" ,pamit Mia.


"Iya,Ma", jawab Rania.


" Leon,grandma pergi dulu ya. Nanti Leon akan grandma kenalkan sama cucu- cucu grandma. Dah...Leon"


Mia berjalan meninggalkan mereka bertiga di dalam rumah. Di dalam hati Mia merasa begitu bahagia, karena akhirnya putrinya itu akan menikah lagi.


" Semoga Erik bisa selalu membuatmu bahagia Nia. Mama senang karena akhirnya ketiga anakku sudah menemukan kebahagiaannya", batin Mia.


Dengan di antar oleh Pak Mun,Mia berangkat ke sekolah untuk menjemput cucu-cucunya.


*****


(Sore hari di rumah sakit Rahardian)


Bintang sudah bersiap-siap untuk pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dia memasukkan segala perlengkapan kerjanya ke dalam tas. Bahkan dia juga sudah mematikan komputer yang berada di depannya.


Setelah memastikan semuanya beres,Bintang berjalan ke luar dari ruangannnya.


10 menit kemudian, seseorang masuk ke ruang kerja Bintang dengan sangat hati-hati. Dia menyalakan komputer yang berada di meja itu dan mulai mencoba memasukan beberapa passward untuk bisa membuka file yang tersimpan di dalam komputer itu.


" Kenapa semuanya salah?", rutuk orang itu, tapi dia tidak menyerah dan masih terus mencoba memasukkan passward ke dalam komputer itu.


"Akhirnya... terbuka juga", batinnya saat passward yang dia masukkan benar.


Namun dia menghentikan kegiatannya saat mendengar seseorang menegurnya.


" Aku sudah tahu kalau kamu pasti akan kembali ke sini lagi",tegur Bintang dengan menatap tajam orang itu.


# Maaf ya segitu dulu,soalnya hari ini sibuk banget...🙏