Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 90


"Bintang sebenarnya aku... aku mencintaimu"


Bintang terkejut mendengar pernyataan cinta dari Bima.


"Apa kamu mau menjadi bagian dari hidupku?" tanya Bima lagi.


Bintang terdiam, tadinya dia fikir dia akan sangat bahagia mendengar pernyataan cinta dari Bima. Kakak kelas yang menjadi cinta pertamanya sejak SMP.


Tapi kenyataannya dia tidak merasakan apa-apa di hatinya.


Berbeda saat dia berdekatan dengan Rangga.Jantung nya serasa mau melompat dari tempatnya.


Bintang melepaskan tangannya dari genggaman tangan Bima.


"Maaf Kak,Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini.Aku masih bingung dengan perasaanku sendiri.Tolong beri aku waktu untuk memikirkannya".


Ada kekecewaan yang Bima rasakan,tapi dia berusaha untuk memahami keadaan Bintang.


" Apa kamu sudah mencintai orang lain?" tanya Bima lagi.


"Entahlah"


Bintang mendudukkan dirinya di atas pasir,dia memejamkan matanya menikmati semilirnya angin laut.


Entah kenapa yang muncul di otaknya adalah wajah Rangga dan senyum manis kedua anak kembarnya.


Bintang langsung bangkit dari posisinya yang semula duduk.


"Bintang, mau kemana?" tanya Bima saat melihat Bintang berlari meninggalkannya.


"Aku ingin memastikan sesuatu" jawab Bintang setengah berteriak


"Aku yang membawamu kesini,jadi aku yang akan mengantarmu kembali" kata Bima setengah berteriak karena Bintang sudah berlari cukup jauh.


"Tidak usah,aku harus pergi ke suatu tempat. Sampai jumpa" jawab Bintang dari kejauhan seraya melambaikan tangannya kepada Bima.


"Ternyata aku sudah kalah, bahkan saat yang dia ingat adalah perasaan cintanya padaku di hatinya sudah ada orang lain.Dan aku tahu siapa orang itu", gumam Bima dengan tersenyum getir.


Bintang menaiki bus yang kebetulan sedang berhenti karena menurunkan penumpang.


Dia memilih duduk di bangku yang dekat dengan kaca jendela.Sambil melihat keluar dia terus membayangkan wajah Rangga dan kedua anak kembarnya.


Setelah 1,5 jam perjalanan, akhirnya bus itu berhenti di halte yang letaknya tidak jauh dari perusahaan Wijaya Grup.


Bintang turun dari bus tersebut dan entah kenapa hatinya menuntunnya untuk berjalan menuju kantor milik Rangga.


Sepanjang perjalanan dia merasa bingung, karena banyak karyawan yang memberikan hormat kepadanya.


" Nyonya, apa Anda ingin bertemu dengan Pak Rangga? "tanya seorang karyawan wanita yang bernama Fifa.


" Apa kamu mengenalku?"tanya Bintang pada karyawan itu.


"Tentu saja,Nyonya adalah istri dari pemilik perusahaan ini,Nyonya Bintang" jawab Fifa sopan.


"Apa!?!", Bintang benar-benar shock mendengar hal itu.Wajahnya berubah pucat.


" Nyonya,Nyonya baik-baik saja kan?" tanya Fifa yang merasa khawatir dengan keadaan istri bosnya itu.


"I..iya, dimana Pak Rangga?" tanya Bintang.


"Beliau sedang ada rapat,Anda bisa menunggu di ruangannya".


" Bisakah kamu mengantarku ke sana?",tanya Bintang seraya meminta tolong karena dia tidak ingat dimana ruangan Rangga.


"Mari saya antar".


Bintang mengikuti langkah karyawan yang bernama Fifa. Fifa membawa Bintang menaiki lift karena ruangan pemilik WIJAYA GRUP terletak di lantai paling atas.


" Ini ruangannya Nyonya,silahkan Anda menunggu di dalam.Saya kembali ke tempat saya dulu permisi ",Karyawan itu meninggalkan Bintang.


Bintang memasuki ruangan yang di tunjukkan oleh Fifa tadi.


Banyak pertanyaan yang terlintas di kepalanya.


Bintang berjalan mengelilingi ruangan itu dan tanpa sengaja matanya menangkap sebuah bingkai yang terlerak di atas meja kerja Rangga


Dia melihat foto yang di pajang di meja milik Rangga.


Foto itu adalah foto pernikahan dirinya dan satu foto lagi adalah foto keluarga kecilnya.


Tiba-tiba semua bayangan masa lalunya muncul dengan sangat jelas.


"Mommy"


"Aku Sayang Mommy"


"Love you istriku"


Bahkan dia juga melihat kejadian sebelum dia kecelakaan.Yaitu kejadian dimana dia melihat suaminya berpelukan dengan wanita yang tak lain adalah mantan kekasihnya Lyvia.


Bintang berjalan keluar sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit dan sebelum dia sampai di lift semuanya tampak gelap dan dia jatuh tak sadarkan diri.


*****


"Pak Rangga, Nyonya menunggu Anda di ruangan Anda", kata salah satu karyawan yang bernama Fifa,karyawan yang mengantar Bintang tadi saat melihat bosnya itu keluar dari ruang rapat.


" Nyonya?? "tanya Rangga


" iya Nyonya Bintang,istri Anda.Dia menunggu Anda di ruangan Anda" jawab karyawan Fifa.


"Bukannya tadi siang,Bintang pergi dengan Bima?Kenapa sekarang dia di sini?" Rangga bertanya dalam hati.


Namun dia segera berjalan dengan cepat menuju ruangannya saat ingat ada foto pernikahan dan foto keluarga di mejanya.Dia takut Bintang terjadi apa-apa pada istrinya itu saat dia melihat foto tersebut.


Rangga lebih memilih berlari menaiki tangga darurat karena di depan lift ada beberapa karyawan yang sedang menunggu di depan lift.


Dia berlari menaiki satu dami satu anak tangga untuk menuju ke ruangannya.Walau kakinya sudah terasa berat untuk melangkah,dia terus berusaha untuk secepatnya sampai di ruangannya.


Akhirnya dia sampai juga di lantai paling atas dimana ruangannya berada.


Dia terkejut sekaligus khawatir saat melihat Bintang yang tak sadarkan diri di dekat pintu lift.


Rangga segera menghampirinya.


"Bintang, Bintang bangun! Apa yang terjadi padamu?", Rangga berusaha untuk membangunkan istrinya itu.


Dia menepuk pelan pipi istrinya agar tersadar.Namun tidak ada respon yang di berikan.


Kemudian Rangga menggendong tubuh istrinya itu dan membawanya ke rumah sakit.


*****


Rangga berjalan mondar mandir di depan ruangan di mana Bintang sedang di periksa oleh Juan dan Alex.


Tadi sebelum sampai di rumah sakit dia menghubungi Juan untuk memberitahu keadaan Bintang.


Seluruh keluarga juga sudah berada di situ,setelah mendapat telpon dari Nando.


" Bagaimana keadaan Bintang? Dia baik-baik saja kan?"tanya Rangga saat Juan dan Alex selesei memeriksa kondisi Bintang.


"Secara medis dia baik-baik saja, tapi kita harus menunggu nya siuman untuk mengetahui hal apa yang membuat dia sampai tak sadarkan diri" jawab Juan.


"Terimakasih, Juan" ucap Rangga


"Kamu tenanglah,Bintang pasti baik-baik saja", Juan menepuk pundak sahabatnya untuk memberinya dukungan.Karena dia tahu saat ini temannya itu sedang dalam kondisi tidak baik karena mengkhawatirkan keadaan Bintang.


" Kamu bisa masuk untuk menemaninya"tambah Juan.


Rangga mendekati Bintang yang masih terbaring tak sadarkan diri di bangsal rumah sakit.


Dia duduk di samping bangsal dan menggenggam tangan istrinya itu.


"Bintang, kamu kenapa? Bangunlah! Aku tidak tahan melihatmu seperti ini" kata Rangga dengan suara lirih.


Dia akan terlihat sangat lemah jika itu menyangkut orang yang dia cintai, terutama istrinya.