Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 114


Mia menatap tangan yang dia gunakan untuk menampar anaknya barusan.


"Rangga, tolong maafkan mama. Mama tidak bermaksud menamparmu,Nak", ucap Mia.


" Ceritakan padaku semuanya, Ma! Aku ingin tahu kenapa Harry harus di serahkan kepada orang lain!".


Kaki Mia mendadak lemas ketika harus mengingat kejadian 29 tahun yang lalu. Rangga (Harry) membantunya untuk duduk di bangku yang ada di taman tersebut.


"Malam itu perut mama mengalami kontraksi karena akan melahirkan.Papamu membawa mama ke sebuah rumah sakit bersalin. Karena anak yang mama kandung kembar dan kondisi mama yang lemah,mama harus segera menjalani operasi cesar agar kalian berdua selamat. Padahal papamu tidak memiliki uang sepeserpun karena usahanya bangkrut".


Air mata Mia terus mengalir di sela-sela ceritanya.


" Papamu mencoba mencari pinjaman ke semua temannya,tapi tidak ada satupun yang mau memberinya pinjaman karena mereka tidak percaya papamu bisa mengembalikan pinjamannya.Hingga akhirnya dia datang menemui Michel dan meminta bantuannya.


Michel adalah teman papa dan mama sejak kuliah dulu. Michel bersedia memberikan pinjaman kepada papamu asal papamu mau memberikan satu anak kami kepadanya.


Papamu bersedia melepas salah satu anak kami.Dan pilihannya jatuh kepada saudara kembarmu Harry karena dia memiliki kelainan jantung bawaan sejak lahir.Papamu memilih Harry bukan karena dia tidak sayang padanya,tapi karena waktu itu Harry harus segera mendapatkan perawatan dan itu tidak bisa dia lakukan karena dia tidak memiliki uang. Oleh karena itu dia memberikan saudaramu Harry pada Michel karena Michel berjanji akan memberikan perawatan terbaik kepada saudara kembarmu itu. Dan papamu boleh mengambil Harry kembali saat papamu bisa memberinya uang 50 milyar. Papamu setuju karena waktu itu,itu adalah hal terbaik yang bisa dia lakukan. Setidaknya Harry bisa segera mendapatkan perawatan karena kelainan jantungnya",lanjut Mia.


Tangis Mia semakin pecah mengingat itu semua.


"Sejak hari itu tidak ada satu haripun kami melupakan saudara kembarmu,Harry. Bahkan papamu berusaha mati-matian untuk bisa membangun kembali usahanya agar bisa bangkit dan bisa mengumpulkan uang untuk membawa Harry kembali ke keluarga Wijaya.


Dan beruntung papamu bertemu dengan Edwar, dia membantu papamu dengan meminjamkan modal kepada papamu. Apa kamu ingat selama 3 tahun meskipun kita sudah di anggap kaya oleh orang-orang,papamu tidak pernah mau membelikanmu dan kakakmu Nia mainan yang mahal.Bahkan kita selalu berusaha berhemat dalam kehiduapan sehari-hari.Itu karena kami ingin bisa mengumpulkan uang 50 milyar agar kita bisa mengambil Harry dari Michel".


Rangga(Harry) mengepalkan tangannya, karena semua cerita yang dia dengar selama ini berbanding terbalik dengan cerita mamanya saat ini.


" Kamu ingat,Nak?Waktu kamu berusia 3 tahun,kita berempat datang ke Paris? Itu karena papamu ingin menjemput Harry, dia berhasil mengumpulkan uang 50 milyar untuk bisa membawa saudaramu itu kembali ke keluarga kita.


Tapi...takdir berkata lain,rumah Michel terbakar sebelum kami datang dan menurut keterangan pihak yang berwajib di temukan mayat anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun di lokasi tersebut.Dan kemungkinan itu adalah mayat saudara kembarmu Harry karena Michel dia tidak memiliki anak. Sejak hari itu,keluarga Javier juga menghilang bagai di telan bumi."


Lagi-lagi Mia tidak bisa menahan air matanya.


"Apa kamu tahu kenapa kamu dan kakakmu pernah di titipkan pada nenek kalian. Karena sejak mama tahu Harry meninggal mama mengalami depresi dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih dan menerima kenyataan itu. Harry... mama merindukanmu,Nak. Mama sangat merindukanmu".


Mia terus menangis hingga akhirnya dia jatuh pingsan.


" Ma...mama bangun! Ma",panggil Rangga (Harry ) panik.


Rangga yang sebenarnya adalah Harry itu segera menggendong Mia dan membawanya ke rumah sakit.


Harry menghubungi Rangga dan Bintang untuk memberi tahu kalau mama mereka pingsan dan saat ini berada di rumah sakit.


Tidak lama berselang,Rangga dan Bintang sudah tiba di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan mama?" tanya Rangga kepada Harry dia cemas saat mendengar kabar mamanya pingsan.


"Dokter masih memeriksanya", jawab Harry. Harry memegangi dadanya yang terasa sakit. Sebenarnya dada Harry mulai terasa sakit sejak mendengar mamanya mulai bercerita,tapi dia berusaha menahannya karena ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dari mamanya itu.


" Lalu bagaimana dengan keadaanmu Harry? Wajahmu terlihat pucat, kamu tidak apa-apa kan? ",tanya Bintang.


Harry menggelengkan kepalanya, namun beberapa detik kemudian dia juga jatuh pingsan.


Rangga segera membawa saudara kembarnya itu menuju ke ruang rawat Harry sebelumnya.


Bintang segera memanggil Dokter Danil untuk memeriksa kondisi Harry.


*****


Setelah satu jam,akhirnya Harry tersadar dari pingsannya. Dia mengerjapkan kedua matanya. Dia sangat terkejut saat melihat ibu kandungnya Mia berada di sampingnya sambil menggenggam tangannya.


" Mama",panggil Harry.


Mia langsung memeluk putranya itu.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu adalah Harry? Kenapa kamu harus menyamar sebagai Rangga untuk menemui mama?"


"Maafkan aku Harry, aku tidak bisa membohongi mama.Karena ketika mama tidak sadarkan diri tadi,mama selalu memanggil-manggil namamu. Mama sudah menahan kerinduannya padamu sejak 29 tahun lalu,jadi aku mengatakan yang sebenarnya", kata Rangga.


" Maafkan aku,Ma. Aku tidak bermaksud membohongi mama, tapi aku juga ingin tahu semua kebenaran tentang masa laluku",ucap Harry.


"Mama yang seharusnya minta maaf padamu,Nak. Karena mama dan papa sudah menyerahkanmu pada orang lain. Mama minta maaf Sayang", Mia kembali memeluk erat anaknya itu.


" Sudahlah Ma,aku tahu mama dan papa hanya ingin memberikan yang terbaik untukku. Mama dan papa melakukan itu karena terpaksa" ucap Harry yang juga membalas pelukan mamanya.


Rangga dan Bintang juga sangat bahagia karena akhirnya keluarga mereka bersatu kembali setelah sekian lama terpisah.


Mereka berempat melihat ke arah pintu saat tiba-tiba pintu ruangan itu di buka.


Ternyata yang datang adalah Tama dan Mikha beserta nenek mereka Ratih. Mereka datang di antar oleh Dinda yang kebetulan juga akan bertugas di rumah sakit.


" Daddy ",kata dua anak itu bersamaan. Mereka melihat kearah Rangga dan Harry bergantian.


" Daddy ada dua", kata kedua anak itu lagi. Sebenarnya bukan hanya Mikha dan Tama yang terkejut melihat ada dua sosok Rangga,tetapi juga Dinda.


Sampai-sampai dia membuka mulutnya lebar saking terkejutnya.


Bintang dan Rangga mendekati kedua anak mereka.


"Sayang, dia adalah Om Harry saudara kembar Daddy" kata Bintang memberitahu.


Kedua anak itu masih tetap diam,karena masih merasa aneh dengan adanya dua orang wajahnya sama di hadapan mereka.


"Din,jangan membuka mulut terlalu lebar,nanti ada nyamuk yang masuk ke dalam mulutmu itu".


Dinda menutup mulutnya dengan tangan, setelah mendengar perkataan Bintang.


" Wajah Om benar-benar sama persis seperti wajah Daddy ",kata Mikha dan di benarkan oleh Tama.


" iya".


Rangga menggandeng kedua tangan anaknya dan membawanya mendekati Harry.


"Mikha, Tama ayo sapa Om kalian", suruh Rangga.


" Hai Om",sapa kedua anak itu kaku.


"Hai juga keponakan Om yang ganteng dan juga cantik", jawab Harry


" Wajah Om memang sama seperti wajah Daddy, tapi sorot mata Om dan Daddy berbeda" kata Mikha.


"Iya,mata Om seperti menyimpan kesedihan", tambah Tama.


Tama dan Mikha menggenggam tangan Harry bersamaan.


" Om,jangan sedih lagi ya. Om harus selalu bahagia",kata Mikha


"Iya Om, kita semuakan sayang sama Om", sambung Tama.


" Iyakan Daddy? Iyakan Mommy? " kata Mikha lagi.


"Sini dekat,Om" pinta Harry sambil menepuk sisi kiri dan kanan ranjangnya.


Mikha dan Tama melihat ke arah Mommy dan Daddy nya untuk meminta persetujuan mereka.


Bintang dan Rangga mengangguk.


Kedua anak itu pun naik ke tempat yang di tunjuk Harry. Dan dua anak itu memberikan pelukan hangatnya kepada Om mereka dan Harry pun membalas pelukan hangat dari dua ponakannya tersebut.