
Hati Dewi makin teriris tatkala melihat Nando tertawa bahagia bersama gadis cantik itu.
Nando melihat kearahnya,dia memberikan senyum terbaiknya kepada Dewi. Dewi membalas senyum itu meskipun dengan berat hati.
"Ayo aku bawa kamu ke sana" Kata Ana sambil mendorong kursi roda Dewi.
"An,aku tidak ingin kesana.Aku ingin pulang dan istirahat", Dewi memegang tangan Ana yang berada di gagang kursi.
" Tapi Dew,Nando sudah menunggu kita semua lho" Ana berusaha membujuk Dewi agar tidak pergi.
"Baiklah,aku akan mengucapkan selamat padanya setelah itu aku akan pergi"Kata Dewi.
Ana,Dewi dan yang lainnya pergi ke tempat dimana Nando berdiri.
" Selamat ya Nando, semoga kalian bahagia"ucap Dewi seraya mengulurkan tangan kepada Nando. Nando menatap ke arah Ana dan Bintang, kemudian dia tersenyum.
"Sudah sudah sudah, aku benar-benar sudah tahan lagi" kata Bintang sambil tertawa.
"Kenapa kamu tertawa,Bi?" tanya Dewi bingung.Dan dia semakin bingung saat melihat Ana dan yang lainnya juga ikut tertawa.
"Kenapa kalian semua tertawa?" tanya Dewi yang mulai kesal.
Dewi terkejut saat Nando berlutut di dapannya dan menyodorkan sebuah kotak berisi cincin kepadanya.
"Dewi,mungkin aku bukanlah laki-laki kaya yang selama ini kamu impikan untuk menjadi suamimu.Tapi aku berjanji padamu akan selalu berusaha membahagiakanmu dan memenuhi semua keinginanmu.Dewi,maukah kau menikah denganku.Menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Nando.
Dewi menatap Nando dengan mata berkaca-kaca.
"Aku mau" jawab Dewi, Nando langsung memeluknya.
"tunggu tunggu tunggu,terus siapa dia?" tanya Dewi sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang berdiri di belakang Nando.
"O..dia Meisya,adik sekaligus keluargaku satu-satunya.Karena kedua orang tua kami sudah meniggal" jawab Nando
"Hai Kak,aku sering mendengar tentang kakak dari kak Nando. Ternyata Kakaak jauh lebih cantik dari yang ada di foto.ups!" Meisya langsung menutup mulutnya sendiri.
"foto?foto apa?" Dewi menatap Nando,
"Sudah nanti aku ceritakan ,sekarang saatnya kamu ganti bajumu.Aku sudah menyiapkan gaun pengantin untukmu" jawab Nando.
"Wah,lihat Bi.Dewi beruntung ya,Nando itu romantis, nggak kaya..." Ana tidak melanjutkan perkataannya, dia hanya melirik ke arah Alex. Alex yang tahu kekasihnya ini sedang menyindirnya hanya berlagak masa bodoh.
"Benar,An.Aku juga tidak beruntung karena suamiku bahkan belum pernah menembakku", Bintang juga ikut menyindir suaminya.Rangga yang mendengar itu tetap bersikap sok cool.
Ana dan Bintang membantu Dewi berdandan.Dengan kebaya warna putih Dewi terlihat sangat cantik.
Acara ijab qobul pun di mulai.Dan semua orang mengatakan 'SAH' saat Nando berhasil mungucapkan ijab qobul dalam satu tarikan nafas.
Setelah itu di lanjutkan dengan acara resepsi,Meski mereka tidak mengundang terlalu banyak tamu,acara tetap berlangsung sangat meriah.
Seluruh acara berjalan sesuai rencana.Ana dan Alex pulang setelah membantu membantu membersihkan tempat acara,sementara Bintang dan Rangga pulang sebelum acara selesei karena kecapekan maklumlah bumilkan mudah capek.
Nando langsung menggendong Dewi masuk ke dalam kamar, saat seluruh tamu undangan sudah pulang.
Nando mendudukkan istrinya di tepi ranjang. " Mas,maaf ya karena kakiku belum sembuh aku tidak bisa melakukan apa-apa"ucap Dewi.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun untukku,malam ini tugasmu hanya menikmatinya saja" jawab Nando yang mulai melancarkan aksinya.
"Mas,aku ingin mandi tubuhku gerah" ,Dengan senang hati Nando membantu istrinya itu mandi.
Mereka pertama kali melakukan itu di kamar mandi.Dan tentu saja berlanjut di ranjang pengantin mereka.
Selang dua hari setelah pernikahan Nando dan Dewi. Rangga mengajak istrinya jalan-jalan.
Mereka mengahabiskan waktu seharian berdua.Dan malam harinya Rangga membawa istrinya itu memasuki sebuah kamar hotel.
Bintang sangat terkejut saat melihat kamar mereka yang di dekor sangat indah layaknya kamar pengantin.
Rangga berlutut di hadapan istrinya itu.
Bintang mengangguk,kemudian dia membantu suaminya itu berdiri. Bintang mengalungkan tangannya di leher sang suami.
Rangga mulai mencium bibir istrinya itu, entah siapa yang memulai kini tubuh mereka sudah sama-sama polos.
Rangga menarik istrinya itu kepangkuannya.
"Sayang,malam ini kamu yang memimpin ya.Aku tidak mau menyakiti anak kita" bisiknya.Dan malam itu mereka melakukan itu dengan Bintang yang memegang kendali.
# 3 tahun kemudian....
Bintang dan Rangga di anugerahi dua orang anak kembar,laki-laki dan perempuan.
Mereka memberinya nama Pratama Atarrilah Putra Wijaya dan Mikhayla Azkiyah Putri Wijaya.
Hari itu adalah hari yang super duper sibuk bagi Bintang,karena hari ini adalah hari pertama Bintang masuk kuliah kembali setelah sekian lama cuti.
Pagi-pagi sekali dia sudah menyiapkan sarapan untuk suami dan dua anaknya.
"Sayang dasiku mana?" tanya Rangga
dari dalam kamar.
"Mommy Mikha mau minum susu coklat" pinta Mikha dengan suara khas anak kecil.
"Tas Tama mana,Mom?" tanya Tama dari kamarnya.
Hari itu Bintang benar-benar di buat pusing.Apalagi kedua anaknya juga mulai masuk sekolah PAUD hari ini.Untungnya mertua dan ibunya ikut membantu.
Kedua nenek itu meladeni cucu-cucu mereka yang agak rewel dan tugas Bintang melayani suaminya.
"Sayang,apa kamu benar-benar masih ingin melanjutkan kuliah?" tanya Rangga di sela-sela Bintang memakaikan dasinya.
"Tentu saja,jadi dokter adalah impianku.Dan aku akan bekerja keras untuk mewujudkannya" jawab Bintang.
"Lagian selama ini meskipun aku di rumah aku selalu membaca semua buku-buku tentang ilmu kedokteran dari Kak Juan.Aku yakin,aku pasti bisa" lanjut Bintang dengan bersemangat.
"Aku akan selalu mendukung keputusanmu,Sayang" ucap Rangga kemudian mencium bibirnya istrinya itu.
Keduanya berciuman cukup lama dan baru menghentikannya saat kedua anak mereka masuk ke dalam kamar.
"Mikha mau ke sekolah di antar sama Mommy dan Daddy"
"Tama juga,Mom Dad"
Rangga melirik ke arah istrinya itu, Bintang menghela napasnya panjang.
"Tama,Mikha Mommy sama Daddy akan antar kalian sekolah.Tapi nanti kalian pulang di jemput sama Grandma ya" kata Rangga lembut,dia mencoba membantu Bintang untuk memberikan kedua anaknya pengertian.
"Memang Mommy,mau kemana?" tanya Mikha
"Mommy juga mau sekolah seperti kalian.Kalian pasti ingin Mommy yang pinterkan?" kata Rangga lagi.
"Berarti Mommy selama ini nggak pinter ya Dad?" celetuk Tama.
Rangga bingung harus menjawab apa,dia hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.Apalagi di lihatnya Bintang sudah melotot menatapnya.
"Malam ini kamu puasa" ancam Bintang pada suaminya.
"Sayang,aku kan hanya..."
"Daddy, kenapa Daddy harus puasa malam malam?"tanya Mikha dengan polosnya.
Rangga makin bingung dengan pertanyaan anaknya.
" Sayang, jangan ngomong yang aneh-aneh di depan anak-anak"bisik Rangga pada istrinya itu.
"Mikha sayang, ayo kita sarapan setelah itu kita berangkat sekolah" kata Bintang pada putrinya dan di angguki oleh Mikha.Rangga menghela napasnya lega.