
Seluruh rombongan akhirnya tiba di kediaman keluarga Wijaya. Mereka merayakan momen wisuda Bintang dan Dinda dengan mengadakan makan bersama dan pesta kecil di kediaman tersebut.
Disaat semua orang sedang berkumpul di ruang tamu, Rangga mengajak istrinya masuk ke dalam kamar.
"Ada apa sih,Mas? Semua orang masih ada di bawah,tidak enak kalau kita malah di sini meninggalkan mereka", kata Bintang saat mereka berada di kamar.
"Ini", Rangga memberikan sebuah amplop coklat kepada istrinya.
" Mas,tidak berniat untuk berpisah denganku kan?",tanya Bintang yang merasa takut kalau isi amplop coklat tersebut adalah surat gugutan cerai dari suaminya.
Rangga memukul kening istrinya itu dengan telunjuknya.
"Kamu inikan seorang dokter dan biasanya dokter itu identik dengan orang pinter,tapi kenapa kadang-kadang sifat bodoh dan ceroboh kamu itu kumat ya?", jawab Rangga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Terus apa dong isinya?"tanya Bintang lagi.
"Buka saja"
Bintang mulai membuka amplop tersebut dan melihat isi di dalamnya.
"Ini...",Bintang menggantung kalimatnya.
" Itu adalah sertifikat dan foto pembangunan rumah sakit di desamu. Itu adalah rumah sakit pertama yang di bangun oleh perusahaan Wijaya Grup atas namamu. Kelak kamulah yang akan mengelola rumah sakit itu",jelas Rangga.
"Terimakasih ya Mas", ucap Bintang dengan mata berkaca-kaca.
" Ibu bilang salah satu alasan kenapa kamu ingin menjadi dokter adalah karena kamu ingin mendirikan rumah sakit gratis untuk orang yang tidak mampu di desamu. Jadi aku ingin mewujudkan keinginanmu itu",tutur Rangga.
Bintang memeluk suaminya dengan sangat erat.
"Mas,kamu selalu mengerti segala keinginanku tanpa aku harus mengatakannya padamu.Kadang aku merasa malu karena aku tidak tahu apa yang kamu inginkan jika kamu tidak mengatakan apa-apa padaku", kata Bintang yang semakin mengeratkan pelukannya.
" Bodoh,aku tidak punya keinginan apapun selain hidup bahagia bersmamu dan anak-anak selamanya",jawab Rangga sambil mencium pucuk kepala sang istri.
Bintang sedikit menjauhkan tubuhnya dari Rangga, sambil mendongakkan wajahnya menatap wajah sang suami Bintang mengalungkan tangannya di leher Rangga.
Dengan sedikit berjinjit Bintang mencium bibir suaminya. Rangga menahan tengkuk leher istrinya, untuk memperdalam ciuman mereka.Dan dengan posisi seperti itu, Rangga membimbing tubuh istrinya itu ke atas tempat tidur.
Hingga kini tubuh Bintang sudah berada di bawah kungkungan tubuh tegap Rangga. Dengan tangan yang mulai bergerilya di dalam baju milik sang istri,Rangga mulai melancarkan aksinya.
Namun saat dia mulai memberikan ciuman di leher jenjang Bintang, tiba-tiba...
Pintu kamar mereka terbuka,refleks Bintang mendorong tubuh suaminya itu hingga terjatuh.
"Maaf maaf, mama tidak tahu kalau kalian sedang... silahkan lanjutkan",kata Mia sambil menutup pintu kamar itu kembali. Ya orang yang secara tiba-tiba membuka pintu kamar mereka tanpa mengetuk pintu adalah Mia.
" Aw",ringis Rangga.
"Maaf, Mas aku tidak sengaja", kata Bintang sambil membantu suaminya itu berdiri.
" Kenapa kamu mendorongku sangat kuat?"
"Maaf Mas, habisnya mama tiba-tiba muncul sih jadi refleks deh. Maaf ya", ucap Bintang.
" Kenapa Mas tidak mengunci pintunya tadi?"
"Tadinyakan aku kira aku cuma mau ngasih kamu kejutan itu,tapi kamu malah duluan menggodaku.Jadi sebagai lelaki normal yang masih punya birahi bagaimana aku tidak tergoda saat istriku tiba-tiba berinisitif menciumku duluan", tukas Rangga.
" Sudahlah ayo kita keluar, tidak enak sama yang lain",ajak Bintang.
Bintang mulai merapikan kembali bajunya yang sempat berantakan tadi.
"Tunggu", kata Rangga sambil meraih lengan istrinya.
" Sayang, kamu harus tanggung jawab "
"Tanggung jawab apa?", Kata Bintang yang berpura-pura tidak tahu maksud suaminya.
Rangga menuntun tangan istrinya untuk menyentuh benda miliknya sudah mulai mengeras.
" Sayang, kamu yang membuat dia bangkit jadi kamu juga yang harus menidurkannya",bisik Rangga di telinga sang istri.
" Oke",kata Rangga
Bintang memberikan kecupan ringan di bibir suaminya sebelum dia ke luar dari kamar mereka.
*****
Di ruang tamu kediaman Wijaya...
"Bi,kamu dari mana saja.Kita sudah lama nungguin kamu?", tanya Ana saat melihat Bintang baru saja turun dari lantai atas dan diikuti oleh Rangga di belakangnya.
" E...maaf tadi ada urusan sebentar",jawab Bintang agak canggung karena melihat mertuanya melihat ke arahnya sambil menahan senyum.
"Jangan bilang kalau tadi kalian mau bikin adik buat Tama dan Mikha ya. Awas saja kalau iya,kalian nggak tahukan kalau dari tadi kita nungguin kalian buat mulai makan", kata Dewi.
" Memang bener Mom,Dad,kalau Mommy dan Daddy mau bikin adik buat Mikha dan Tama?" tanya Mikha.
Bintang menatap anaknya bingung,kemudian dia menatap suaminya berharap Rangga akan membantunya menjawab pertanyaan putrinya itu. Tapi tidak sesui harapan Rangga hanya berlalu meninggalkan tempat itu,seakan menyerahkan semua jawabannya pada Bintang.
"Tante Dewi,bagaimana caranya mommy dan daddy bikin adik buat Mikha dan Tama?", kini giliran Dewi yang bingung menjawab pertanyaan Mikha.
" E...itu..."
"Tante,memangnya apasaja bahan yang di butuhkan untuk bikin adik. Mikha mau mommy dan daddy buatin Mikha adik yang banyak biar Mikha banyak temenya. Soalnya Tama suka ngeselin.Nanti kalau Mikha punya adik banyak,Mikhakan nggak perlu main sama Tama lagi", tutur Mikha polos.
" Tidak boleh,mommy dan daddy tidak boleh buat adik lagi",tukas Tama.
"Lho kenapa Tama?" tanya Ratih.
"Nanti kalau adik Tama cewek pasti bakalan nyebelin kayak si Mikha. Pokoknya Tama nggak mau mommy dan daddy bikin adik lagi", kata Tama.
" Pokoknya Mikha mau adik yang banyak "
"Tidak boleh punya adik lagi!"
"Pokoknya boleh"
"Pokoknya tidak"
"Boleh"
"Tidak"
"Boleh"
"Tidak"
Dua anak kembar itu masih saling berdebat. Dewi mengelus dadanya lega,setidaknya dengan adanya perdebatan tersebut dia tidak perlu menjawab pertanyaan Mikha. Karena jika pertanyaan itu di perpanjang,Dewi akan kesulitan memberikan pengertian kepada seorang anak kecil.
"Stop!", seru Bintang kepada dua anak kembarnya tersebut.
Dua bocah kembar itupun seketika terdiam.
" Mikha, Tama kalian tidak boleh bertengkar hanya karena hal sepele. Kalian berdua harus selalu rukun. Tama sebagai anak laki-laki yang hebat kelak jika Tama sudah besar Tama harus bisa jagain Mikha.Dan Mikha anak mommy yang paling manis,Mikha kan perempuan jadi Mikha harus bisa bersikap lembut sama orang lain terutama sama saudara kamu Tama. Oke",Bintang menasehati kedua anaknya panjang lebar.
"Oke,Mommy", jawab keduanya dengan nada malas.
" Sudah sekarang kalian ambil makan gih,sana" suruh Bintang kepada dua anak kembarnya, setidaknya dengan begitu dia bisa mengalihkan pembicaraan mereka.
"Bi,kamu nggak salah nyuruh si Mikha bersikap manis? Kamu sendiri dulu juga sering bikin keributan di sekolah", bisik Ana.
" Dulukan,kamu itu tomboy"imbuh Dewi.
"Sudah deh kalian berdua diem. Yuk kita mulai makan saja",seru Bintang.
" Tapi beneran Bi,tadi kamu tidak sedang... "
Bintang melotot kearah dua sahabatnya yang jahil itu.
Mereka semua pun segera menuju ruang makan untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan.