Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 73


Rendi mengambil surat-surat itu dan memasukkannya ke koper yang ada di depan meja.


Kemudian dia mengambil hpnya dan menghubungi seseorang.


"Segera lakukan perintahku.Aku tidak ingin kalian gagal" kata Rendi dengan orang yang ada di seberang sana.Kemudian dia mengakhiri panggilannya.


"WAKTU KEHANCURANMU SUDAH TIBA,RANGGA" kata Rendi dengan tatapan mata yang penuh kebencian.


 


\#\#\#\#\#


 


Hari berikutnya,Nando sudah meletakkan laporan tentang Rendi di meja kerja milik Rangga tepat jam 8 pagi seperti janjinya.


Rangga mulai membaca laporan tersebut.


"Jadi Rendi adalah adik dari Tanisha?" tanya Rangga pada Nando.


"Begitulah" jawab Nando.


Tanisaha adalah adik kelas Rangga semasa kuliah dulu.


"Kamu pasti ingatkan kalau gadis itu tiba-tiba saja di temukan gantung diri di asrama?"


"Tentu saja aku ingat,karena gara-gara hal itu aku harus bermalam di kantor polisi semalaman" jawab Rangga sambil mengingat kejadian 10 tahun yang lalu.


*Hari itu kampus xxx di gegerkan dengan kabar ditemukannya seorang gadis yang tewas gantung diri di asrama.


Dan di dekat gadis itu ada beberapa lembar surat yang di peruntukkan untuk


seorang lelaki yang tidak lain adalah Rangga.


Dan gara-gara surat itu Rangga harus berurusan dengan polisi.


Namun karena Rangga tidak terbukti ada kaitannya dengan peristiwa bunuh diri tersebut akhirnya dia di bebaskan.Terlebih setelah di temukan catatan medis Tanisha.


Orang tua Tanisha meminta Rangga untuk tidak memberi tahu pada siapapun mengenai catatan medis anaknya.*


"Tapi,kenapa Rendi harus mendekati Bintang?" tanya Rangga


"Ya...mungkin dia mengira kalau kamu ada hubungannya dengan bunuh diri yang di lakukan oleh Tanisha.Dan mungkin dia ingin balas dendam pada mu", jawab Nando


" Hei,kamu tahu sendiri kan aku saja tidak mengenal gadis itu. Aku baru tahu tentang gadis itu setelah peristiwa bunuh diri yang dia lakukan"


"Ya...aku dan Juan juga tahu hal itu.Dulukan di matamu hanya ada Lyvia"


kata Nando sedikit mengejek Rangga.


"Ohya kenapa waktu itu kamu bisa dibawa ke kantor polisi?" tanya Nando lagi.


"Polisi menemukan surat atas namaku di TKP.Aku sendiri bingung padahal aku tidak pernah merasa menulis surat untuk tu cewek. Karena tidak terbukti makanya aku di bebaskan".


Rangga dan Nando sama-sama berpikir.


" Tunggu dulu,jika Rendi mengira akulah yang menyebabkan kakaknya bunuh diri artinya Bintang dalam bahaya"kata Rangga.


Dia segera menghubungi nomor istrinya itu,namun belum juga ada jawaban.


Di waktu yang sama di tempat yang berbeda.Karena permintaan Rendi,Bintang menuju ke alamat yang di berikan Rendi padanya.Rendi mengatakan kalau ibunya ingin bertemu dengan Bintang oleh karena itu dia segera ke tempat yang di maksud.


Namun begitu sampai tidak ada siapapun di tempat itu. Ketika Bintang hendak berbalik untuk pulang,tiba-tiba saja ada yang membekapnya dengan obat bius hingga dia tidak sadarkan diri.


"Bos,sesuai rencana wanita itu sudah aman di tangan kami", kata seorang laki-laki yang membius Bintang barusan.


" Bagus,sekarang bawa dia ke tempat yang aku bilang kemarin"


"siap Bos"


Di kantornya,Rangga semakin cemas karena Bintang belum juga menjawab telpon darinya.Terlebih saat tiba-tiba ponsel istrinya itu tidak dapat di hubungi.


"Nando, suruh orang melacak posisi terakhir dimana Bintang berada"


"Oke"


Belum hilang rasa cemasnya terhadap sang istri,tiba-tiba Mia telpon dan memberi tahunya kalau Tama dan Mikha hilang.


"Apa!!!! Bagaimana bisa anak sekecil itu bisa tiba-tiba menghilang dari sekolahnya"


"Ada apa lagi,Ngga?" tanya Nando yang ikutan khawatir.


"Kok bisa?"


"Entahlah,Sepertinya ada yang sengaja menculik mereka" wajah Rangga terlihat frustasi.


"Tenanglah,aku akan membantumu mencari mereka", kata Nando.


" Menurutmu apa Rendi terlibat semua ini?"


"Entahlah, maybe yes maybe no.Kitakan belum menemukan petunjuk apapun" jawab Nando.


"Aku akan ke kampus untuk memastikan apa Rendi masih berada di sana"


"Ada satu hal lagi yang harus kamu tahu,wanita yang waktu itu di rumah sakit bukankah ibunya Rendi."


"Aku tahu,karena jika Rendi adiknya Tanisha wanita itu bukanlah ibunya.Karena aku pernah bertemu dengan ibunya Tanisha di kantor polisi"jawab Rangga.


Rangga dan Nando berbagi tugas.Rangga menyuruh Nando dan beberapa anak buahnya untuk mencari Mikha dan Tama di sekitar sekolah anaknya.Dan dia sendiri akan mencari istrinya.


Rangga segera menghubungi pihak kampus untuk mengetahui keberadaan Rendi,namun sayangnya pihak kampus memberi tahu kalau Rendi sudah menyerahkan surat pengunduran diri tadi pagi.


" Sial!!! Aku terlambat"umpatnya,Rangga memutuskan untuk pulang ke rumahnya sebentar.


"Ma,bagaimana bisa Tama dan Mikha hilang?" tanya Rangga kepada mamanya begitu sampai di rumah.


"Tadi mama mau menjemputnya,tapi pihak sekolah bilang mereka sudah di jemput oleh orang suruhanmu.Mama benar-benar bingung,mama mengkhawatiekan mereka" jawab Mia di sertai isak tangisnya.


"Lalu Bintang?"


"Tadi pagi dia bilang ibu katanya mau menemui ibu dari dosennya.Bahkan dia memberikan alamatnya pada ibu karena takut kamu salah paham" jawab Ratih.


Ratih memberikan secarik kertas kepada menantunya.


"Aku akan ke tempat itu siapa tahu ada petunjuk"


"Memangnya ada apa dengan Bintang?" tanya Ratih.


"Kemungkinan dia juga di culik,karena sejak tadi aku tidak bisa menghubunginya" jawab Rangga.


Mia dan Ratih semakin cemas.


"Mama dan ibu tenang saja,aku pasti akan menemukan mereka"


Rangga segera mengemudikan mobilnya menuju ke alamat yang di berikan ibu mertuanya.


Dan benar saja rumah itu kosong dan tidak ada siapapun di sana.


#Di sebuah gedung di pinggiran kota..


Seorang wanita dengan tangan dan kaki yang terikat menggeliatkan tubuhnya.Ya dia adalah Bintang.


Bintang membuka matanya setelah beberapa jam dia pingsan.


"Dimana ini?" gumam Bintang saat melihat sekeliling tempat itu.


Bintang mengingat-ingat kejadian sebelum dia pingsan.


Tiba-tiba matanya tertuju pada sosok yang dia kenal.Orang itu sedang duduk di kursi yang berada di depannya.Dengan menyilangkan kakinya,orang itu menatap Bintang tajam.


"Pak Rendi....Apa maksud semua ini?"


Rendi melemparkan beberapa kertas ke hadapan Bintang.Dia menyuruh anak buahnya untuk melepaskan ikatan Bintang agar Bintang bisa membaca kertas-kertas yang ada di depannya.Kertas-kertas itu adalah surat.


Bintang membaca satu persatu isi surat tersebut. Surat pertama berisi perasaan kagum,surat kedua berisi pernyataan cinta,dan surat ketiga adalah surat permohonan maaf karena dia telah berselingkuh bahkan dia mengatai wanita dalam surat itu sebagai wanita bodoh.Dan semua surat itu di tulis atas nama Rangga.


"Apa maksud semua ini?" tanya Bintang


"Surat-surat itu adalah surat yang menyebabkan kakakku bunuh diri" teriak Rendi.


"Dan itu semua adalah ulah suamimu,RANGGA WIJAYA" tambah Rendi dengan suara bergetar menahan kemarahan di hatinya.


Bintang hanya tersenyum sinis, "Jadi selama ini kamu sengaja mendekatiku hanya untuk balas dendam,begitu?"


"Benar"


Bintang melempar semua surat itu kembali ke wajah Rendi.


"Aku tidak tahu,apa yang terjadi antara suamiku dengan Kakakmu dulu.Tapi yang jelas aku percaya kalau Rangga tidak akan melakukan hal seperti itu"


"Jadi kamu masih mempercayai suamimu hah" teriak Rendi sambil mencekik leher Bintang.