Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 12


🌸🌸🌸


🍁Happy Reading🍁


~Perusahaan Keyros


"Selamat pagi pak Presdir" Sapa salah satu karyawan. Keyros hanya menganggukkan kepalanya dengan ekspresi yang masih sama tanpa adanya senyuman


"Pagi Pak Presdir" Sapa karyawan lainnya lagi. Lagi dan lagi Keyros hanya mengangguk kecil.


Hal tersebut sudah menjadi hal wajar bagi Karyawan perusahaan itu. Tidak ada yang protes dengan sikap Keyros terhadap mereka.


Keyros sudah sampai di depan pintu ruangannya,namun langkahnya berhenti saat sekretarisnya menyapanya.


"Pagi tuan muda"


"Hmmm...Ray apa agenda ku hari ini?" tanya Keyros"


"Pagi ini kita ada rapat dengan perusahaan Cakra,mereka ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan kita" jawab sekretaris Ray


"Baiklah,agenda selanjutnya kita bahas nanti. Saya masuk dulu"


"Baik tuan,apa anda ingin di buatkan kopi?" tawar sekretaris Ray


"Antarkan ke ruanganku" Ucap Keyros seraya masuk ke dalam ruangannya.


Keyros mendudukan dirinya di kursi kebesarannya,dia menghela napasnya berpikir bagaimana caranya mencari calon istri sedangkan dia tidak ingin mencarinya,dia tidak mau rencana orang tuanya untuk menikahkannya dengan Sisil berlanjut.


Lamunannya buyar setelah mendengar ketukan pintu


Tok...tok...tok...


"Masuk" perintah Keyros


"Permisi tuan ini kopi anda" ucap seorang


wanita bernama Nabilla sekretaris kantornya


"Letakkan saja di situ" tunjuk Keyros yang mengarah di meja kerjanya


"Baik tuan" sekretaris Nabilla meletakkan cangkir kopi itu dengan hati-hati


"Kau bisa keluar"


"Saya permisi tuan" Sekretaris Nabilla langsung keluar dari ruangan Bos nya itu


"Sungguh mengerikan berada di dalam sana" gumam sekretaris Nabilla


Tak berapa lama sekretaris Ray masuk ke dalam ruangan


Tok...tok...tok


"Permisi tuan,rapat akan segera di mulai" Ucap Sekretaris Ray


"Baiklah...mari kita kesana" ucap Keyros sambil berdiri melangkah keluar ruangan


"Apa kau sudah menyiapkan segalanya Ray?" tanya Keyros saat berjalan menuju ruang rapat


"Sudah tuan...semua sudah siap. Tuan Bayu pemilik perusahaan Cakra juga sudah datang dan juga sudah siap" Jawab sekretaris Ray


Sesampainya di ruang rapat,semua orang berdiri memberi hormat kepada Keyros..keyros duduk di kursinya dengan di dampingi sekretarinya


"Silahkan duduk kembali" Ucap Keyros mempersilahkan untuk duduk kembali


"Ray bisa kita mulai sekarang rapatnya" ucapnya lagi


"Baik tuan"


Rapat pun di mulai dengan tenang. Perusahaan Cakra milik Bayu Papa Alya pun menjelaskan keuntungan bekerja sama dengan perusahaan mereka dan bla...bla...bla... Sampai akhirnya di sepati untuk bekerja sama antara kedua perusahaan itu.


"Terima kasih tuan Keyros senang bekerja sama dengan anda" ucap tuan Bayu seraya berjabatan


"Sama-sama tuan Bayu,senang juga bekerja sama dengan anda. Saya harap kerja sama kita saling menguntungkan" Ucap Keyros seraya membalas jabatan tangan Bayu dengan ekspresi dinginnya


"Pasti tuan. Saya pamit terlebih dulu,masih banyak urusan yang harus saya urus" Pamit Bayu


"Baiklah. Nabilla kau antarkan mereka"perintah Keyros


"Baik tuan. Mari tuan Bayu saya antar keluar" ucap sekretaris Nabilla sopan


"Baiklah terima kasih nona" ucap Bayu


Sepeninggalan Bayu bersama sekretarisnya,Keyros keluar dari ruang rapat dan masuk ke ruanganya di ikuti sekretaris Ray di belakangnya.


"Ray setelah ini apakah ada rapat?" tanya Keyros


"Siang nanti setelah makan siang kita ada pertemuan dengan klien kita Tuan Albert. Beliau ingin pertemuan itu di adakan di cafe dekat kantor tuan" Jawab sekretaris Ray


"Maksudmu cafe yang kemarin tempat gadis bodoh itu bekerja?" tanya Keyros menatap sekretarisnya


"Iya tuan...apa tuan keberatan? Jika tua keberatan saya akan mengatakan kepada tuan Albert untuk mengatur ulang tempat pertemuan kita"


"Huft...tidak usah,tidak apa-apa dia mengadakan pertemuan di situ" ucap Keyros menghela napasnya.


"Baik tuan,saya permisi dulu" sekretaris Ray keluar dari ruangan Keyros


Sedangkan Keyros melanjutkan perkerjaannya yang menumpuk di atas meja kerjanya


________________


~Cafe Flowers


Keyna tengah melamun setelah merapikan cafe. Dia melamun memikirkan sikap adiknya Dea yang hari ini sangat aneh,tidak seperti biasanya yang selalu cerewet dan ceria.


"Dea kenapa ya? Apa ada yang dia sembunyiin dari ku? Tidak biasanya dia seperti itu" gumam Keyna dalam hati bertanya-tanya sendiri dalam pikirannya.


Alya yang baru datang,melihat Keyna yang pagi-pagi sudah melamun berniat mengejutkannya. Alya mendekati Keyna perlahan dan...


Dorrr.....


Alya mengagetkan Keyna dari belakang


"Aarrrggghh...." Keyna terlonjak kaget


"Bwahahhahaha...." Alya tertawa melihat ekspresi Keyna saat kaget yang membuatnya tertawa


"Alyaaaaaa......." teriak Keyna dan memukul pelan Alya


"Lo tuh ya...bikin kaget gue aja" ucap Keyna terus memukul Alya pelan


"Ampun Na...ampun.."


"Sini lo...gue kasih pelajaran karna udah ngagetin gue" Sekarang Keyna menggelitiki Alya


"Ampun Na...udah geli Na...ampun hahahahha" Alya tertawa merasa geli saat Keyna menggelitinya.


Keyna pun berhenti menggelitiki Alya dan duduk melipat tangannya di dada dengan kesal. Alya yang melihat ekspresi Keyna yang cemberut kesal tertawa lagi


"Ketawa aja terus..." ucap Keyna kesal


"Iya...iya sorry,habisnya lo lucu banget pas cemberut kayak tadi


" Lo tuh emang gk ada akhlak banget ngagetin gue,untung gue gk kena serangan jantung"


"Hahahah...iya Sorry...sorry. Habisnya lo ngapain pagi-pagi ngelamun aja,mikirin apa coba...mikirin pacar ya" goda Alya


"Apaan sihh...gue gk punya pacar ya"


"Ya terus klo lo gk lagi mikirin pacar,mikirin apaan lo?"


"Gue lagi mikirin sikap Dea yang aneh tadi pagi"


"Hah..Dea? Kenapa Dea?"


"Gue juga gk tau,tiba-tiba aja pagi ini dia sikapnya lebih jadi pendiem. Gue udah coba tanya apa ada masalah di sekolah dia bilang enggak ada,gue Jadi bingung"


"Hmm mungkin Dea lagi banyak tugas kali,jadi dia pikiran soal tugas nya takut gk lulus kan bentar lagi dia ujian" ucap Alya


"Iya kali ya...ya udah deh"


"Udah jangan kebanyakan ngelamum ntar kesambet lagi" ucap Alya seraya berdiri meninggalkan Keyna


_______________________


"Papa kapan rencana pertunangan ku dengan Key di langsungkan" rengek Sisil di ruangan Papanya


"Sabar nak...kau lihat sendiri kan kemarin malam Key terlihat tidak suka dengan rencana itu,bersabarlah dulu...Papa akan coba pelan-pelan mengambil hati Wirat untuk menyetujui pernikahan mu dengan putranya" Ucap tuan Sanjaya


"Kelamaan Pa...Sisil udah gk sabar ingin jadi menantu Wiratmadja,keluarga ternama di kalangan pembisnis"


"Sisil sayang...Papa juga ingin melihat mu menikah dengannya dan menjadi menantu keluarga Wiratmadja,tpi itu perlu proses sayang...Papa akan usahan ya" ucap tuan Sanjaya


"Ck..ya sudah pokoknya Papa harus janji sama Sisil,Papa harus bisa ambil hati om Wirat biar dia mau menikahkan ku dengan anaknya itu"


"Baiklah Papa janji...sekarang kau pergi dari ruangan Papa karena Papa sedang sibuk" usir tuan Sanjaya kepada putrinya


"Ya sudah aku pergi,jangan lupa janji Papa ya" ucap Sisil seraya melangkah pergi. Tuan Sanjaya hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena ulah putrinya yang terus merengek.


_____________________


Jam makan siang sudah berlalu,Keyros terlihat sedang bersiap untuk melaksanakan pertemuan dengan klien nya.


Tok...tok...tok


"Permisi tuan,apa tuan sudah siap?" tanya Sekretaris Ray


"Ya. Kita berangkat sekarang" Keyros langsung berjalan mendahului sekretarisnya


Sesampainya di cafe,Keyros sudah turun dari mobil dia melihat sekeliling cafe yang nampak sepi. Ya karna cafe itu sudah di pesan oleh klien nya agar rapatnya berjalan lancar.


Keyros melangkahkan kakinya,dia melihat klien nya yang sudah menunggu di meja yang sudah di pesannya. Keyros mendekati tuan Albert,yang sedang berdiri menyambutnya.


"Ray...semua yang di perlukan sudah kau siapkan?" tanya Keyros sambil terus berjalan


"Sudah tuan,semua sudah siap" jawab Ray yang mengikuti langkah tuan nya


Sampailah Keyros di meja tuan Albert yang tersenyum menyambutnya.


"Selamat siang tuan Keyros" ucap tuan Albert mengulurkan tangannya


"Selamat siang tuan Albert" jawab Keyroa membalas uluran tangan tuan Albert


"Silahkan duduk tuan,anda ingin pesan apa biar asisten saya pesankan"


"Tidak usah biar sekretaris saya yang pesankan" ucap Keyros seraya duduk


"Ray....pesankan aku kopi" perintah Keyros yang langsung di angguki sekretaris Ray


"Anda sudah pesan tuan Albert?" ucap Keyros lagi kepada klien nya


"Saya sudah pesan dari tadi tuan Keyros. Maaf tuan Keyros kita mengadakan rapat di cafe seperti ini"


"Tidak masalah,saya juga sudah pernah melakukan pertemuan dengan klien lain saya di sini. Mari kita mulai saja rapatnya"


Sebelum rapat di mulai pesanan Keyros telah sampai dan yang mengantarkan pesanan nya adalah Keyna. Keyros yang melihat Keyna mengantarkan pesananya menatap tajam,namun gadia itu belum sadar siapa orang yang memesan kopi yang dia antarkan.


"Silahkan tuan kopi anda" ucap Keyna seraya meletakkan cangkir kopi dengan sangat hati-hati


"Terima kasih Nona" ucap tuan Albert ramah


Saat akan melangkah pergi,Keyna merasa ada yang menatapnya,Keyna membulatkan matanya terkejut saat tahu siapa orang itu.


"Astaga....ternyata manusia kutub Utara" gumam Keyna dalam hati.


"Sama-sama tuan,silahkan di nikmati" setelah itu dia langsung pergi dari meja itu.


Rapat antara tuan Albert dan Keyros pun di mulai,mereka membicarakan proyek-proyek atau pekerjaan seputar perusahaan mereka.


~Sementara itu Keyna yang berada di belakang masih merasa terkejut saat bertemu Keyros


"Kenapa dia ke sini lagi sihh" Keyna berbisik sendiri


"Hayoo...lo ngapain ngomong sendiri?" ucap Alya yang membuat Keyna kaget


"Ihhh lo tuh seneng banget bikin orang kaget"


"Ya habisnya lo ngapain ngomong sendiri. Lo tuh aneh ya Na,tadi pagi ngelamun sekarang ngomong sendiri,aneh tau gk lo"


"Isshh...gue gk ngomong sendiri,gue lagu heran aja"


"Heran kenapa?"


"Itu yang lagi ngadain rapat ternyata manusia kutub Utara,ngapain coba dia ke sini lagi"


"Hah manusia kutub Utara?"


"Iya tuan Keyros" ucapnya kesal


"Ah masak sihh,gue kok gk tahu" ucap Alya seraya mengintip dari pintu kaca dapur cafe


"Oh iya lo bener,ternyata dia. Ya terserah dia kali Na,mau ngadain rapat di sini kek,di kuburan kek...ya suka-suka dia,kan nih cafe tempat umum lagian malah bagus kali kita bisa banyak dapet duit karna cafe nya di boking" ucap Alya lagi


"Hahh terserah lo lah" ucap Keyna dan melangkah keluar dari dapur cafe


~Rapat antara tuan Albert dan Keyros telah selesai,mereka sudah mencapai kesepakantan bersama. Tuan Albert akan berpamitan kepada Keyros


"Baiklah tuan Keyros,saya permisi dulu. Terima kasih sebelumnya" ucap tuan Albert seraya berdiri


"Terima kasih juga tuan Albert" ucap Keyros


"untuk pembayaran cafe ini sudah di urus oleh asisten saya,jadi anda tidak perlu lagi membayarnya"


"Terima kasih"


"Saya permisi dulu tuan Keyros"


"Baiklah"


Tuan Albert meninggalkan cafe dan Keyros kembali duduk,dia menyenderkan badannya di kursi


"Maaf tuan,apa anda tidak kembali ke kantor?" tanya sekretaris Ray


"Apa setelah ini saya masih ada pertemuan?" Keyros bukannya menjawab malah bertanya


"Sudah tidak ada lagi tuan"


"Baiklah kalau begitu saya masih ingin di sini, kau duduk dan pesanlah sesuatu"


"Baik tuan"


Keyros memandang jalanan dari balik kaca cafe itu,dia sibuk berpikir entahlah apa yang dia pikirkan,sampai beberapa menit dia memanggil Ray untuk memesankannya kopi lagi


"Ray pesankan aku kopi lagi"


"Baik tuan" sekretaris Ray segera memesankan kopi untuk tuannya


Beberapa menit kemudian,pesanan Keyros datang dan yang membawa pesanannya lagi-lagi Keyna.


"Silahkan di nikmati tuan" ucap Keyna


"Pergilah" ucap Keyros dan Keyna segera pergi


"Siapa juga yang mau lama-lama di situ,jika Alya tidak sedang keluar aku tidak mau mengantarkan pesananmu lagi manusia kutub" gumam Keyna kesal dalam hati


~ Sudah sangat lama Keyros berada di cafe itu,dia sama sekali tidak beranjak dari kursinya sedari tadi. Sekretaris Ray bosan mendengus kesal karena tuannya tidak juga pergi dari cafe itu


"kenapa anda tidak juga beranjak tuan muda sedari siang sampai akan menjelang sore tidak ada tanda-tanda anda akan beranjak pergi dari cafe,pekerjaan ku sudah menumpuk tpi anda malah sibuk memikirkan sesuatu yang tudak aku ketahui. Huft...." gumam sekretaris Ray


Sekretaris Ray kesal dengan tuannya,dia sudah bosan menunggu tuannya yang sedari tadi hanya duduk diam ditambah lagi pekerjaan yang sudah menumpuk itu juga karena perintah tuannya. Ingin sekali dia menyeret tuannya agar pergi dari cafe,tpi dia tidak berani melakukan itu.


(sabar ya Ray hahahah....😂)


~Sementara tidak jauh beda dengan sekretaris Ray,Keyna juga kesal dengan Keyros yang tidak juga pergi dari sana.


"kenapa dia tidak juga pergi sihh,sudah hampir sore tapi dia tidak juga pergi,apa gk kebas tuh pantat dari tadi duduk mulu" ucap Keyna


"Iya udah lama banget dia di situ,dari pertama pertemuan rapatnya sampe sekarang enggam juga pergi" Alya juga merasa bingung dengan pelanggan terhormatnya itu.


Cafe tidak bisa mereka buka lagi,karena di sana masih ada Keyros,bisa saja mereka membukanya kembali tpi karena perintah sekretaris Ray untuk tetap menutup cafe selama tuannya masih ada di situ,dia tidak ingin tuannya terganggu.Mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu Keyros pergi,yang bisa mereka lakukan hanya mendengus kesal.


🌸🌸🌸


**Maaf ya typo bertebaran dan ceritanya masih kurang menarik. Untuk rapat merapat harap maklum ya...author gk paham soal rapat merapat😅😅.


Terima kasih readers yang sudah mau mampir🙏**