Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 89


Bintang dan Bima turun dari mobil tersebut dan memasuki restoran.


"Maaf Pak,saya terlambat", ucap Bima kepada dua orang di depannya.


Dan alangkah terkejut nya Bintang saat tahu kalau orang yang akan meeting dengan Bima adalah Rangga.


" Silahkan duduk! ",Nando berinisiatif mempersilahkan client nya itu untuk duduk.


" Apa dia sekertarismu?"tanya Rangga dengan wajah datarnya.


"Oh...bukan,dia bukan sekertaris ataupun asisten ku.Aku hanya memintanya untuk menemaniku" jawab Bima.


Rangga melihat ke arah Bintang sejenak dan kebetulan Bintang juga sedang melihat ke arahnya.


Mata mereka saling beradu, beberapa saat kemudian Bintang mengalihkan pandangannya.


"Apa kita bisa mulai meeting kita hari ini?" tanya Nando kepada Bima.


"Tentu saja", jawab Bima dia mulai memberikan filenya kepada Rangga dan Nando.


" Maaf,sebaiknya aku menunggu di tempat lain.Permisi!",Bintang meninggalkan meja tersebut dan keluar dari restoran.


Rangga, Nando dan Bima mulai membahas kerjasama mereka.Sesekali Rangga melihat ke luar restoran dimana terlihat Bintang sedang duduk di sana.


Sekitar 1 jam mereka baru selesei meeting. Rangga melihat ke luar restoran tempat tadi dimana Bintang sedang duduk, tapi dia sudah tidak melihat keberadaan Bintang disana.


"Maaf, bisa kita bicara hal pribadi?" tanya Rangga kepada Bima.


Nando memberikan kesempatan kepada Rangga dan Bima untuk bicara.


"Aku tunggu di tempat parkir", Kata Nando sebelum meninggalkan mereka berdua.


" Apa yang ingin Pak Rangga bicarakan?", tanya Bima.


"Sebelumnya bisakah aku tahu apa hubunganmu dengan Bintang?" tanya Rangga.


Bima mengernyitkan alisnya menatap Rangga.


"Dari mana Anda tahu kalau namanya Bintang? Apa Pak Rangga mengenal Bintang?" tanya Bima penasaran.


"Jawab saja pertanyaan ku apa hubunganmu dengan Bintang?", Rangga bertanya sekali lagi.


"Maaf Pak Rangga,aku tidak suka membicarakan masalah pribadi dengan orang lain", tolak Bima.


Rangga menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskannya kasar.


" Bintang adalah istriku ".


Bima yang tadinya ingin pergi meninggalkan Rangga beralih menatap rekan bisnisnya tersebut.


" Maksudmu?",tanya Bima meminta penjelasan.


"Tentu kamu sudah tahukan kalau Bintang kecelakaan dan mengalami amnesia. Dia lupa kalau dia sudah menikah dan mempunyai dua orang anak.


Dia hanya mengingat kejadian sebelum dia kelas 1 SMA,itu sebabnya dia melupakan aku dan anak-anak kami", jawab Rangga jujur.


Rangga berharap dengan dia membeeitahukan semua kebenaran kepada Bima, Bima mau mengerti dan mau membantu Bintang mengembalikan ingatannya.


Untuk sesaat Bima terlihat shok mendengar penuturan Rangga. Tapi beberapa detik kemudian dia bangkit dan menatap Rangga.


" Dulu aku mencintai Bintang, tapi aku pendam karena aku tidak mau dia sedih dengan kepergianku kuliah di luar negri.Dan sekarang perasaanku pada Bintang tetap sama seperti dulu bahkan lebih besar".


"Apa yang ingin coba kamu katakan?" tanya Rangga yang membalas tatapan Bima.


"Jika Bintang benar-benar mencintaimu,dia pasti akan mengingatmu. Tapi kenyataannya dia melupakan semua hal tentang dirimu.


Jadi apapun hubunganmu dengan Bintang, aku tidak perduli karena aku tidak akan pernah melepaskan dia untuk siapapun termasuk kepadamu", jawab Bima.


Rangga yang emosi menarik kerah baju Bima.


" Apa kamu tidak tahu malu ingin merebut wanita yang sudah bersuami?"


"Terserah apa katamu,tapi yang jelas saat ini yang Bintang cintai adalah aku.Apa yang bisa kamu perbuat dengan itu?".


Rangga mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.Tadinya dia ingin memukul wajah pria di depannya itu, tapi dia urungkan karena melihat Bintang berjalan mendekati mereka.


Rangga melepaskan cengkeramannya pada kerah baju Bima.


" Apa yang terjadi? "tanya Bintang seraya menatap Rangga dan Bima bergantian.


" Tidak ada,aku dan Pak Rangga hanya membicarakan masalah pribadi ",jawab Bima sambil tetap menatap Rangga.


" Maaf ya Kak,tadi aku ke perpustakaan yang ada di seberang jalan sana. Kak Bima tidak menungguku lamakan?"


"Tidak", jawab Bima.


Rangga berusaha sangat keras untuk memendam emosinya.Dia terus mengepalkan tangannya.


" Pak Rangga, Kami permisi",pamit Bima.


Setelah kepergian Bima dan Bintang, Rangga melemparkan gelas yang ada di depannya ke lantai sebagai pelampiasan amarahnya.


"Rangga hentikan!" cegah Nando.


Tadinya Nando ingin menunggu Rangga di parkiran,tapi saat melihat raut wajah Rangga yang terlihat emosi,Nando memilih mengawasinya dari bangku yang terletak tidak jauh dari tempat Rangga dan Bima bicara tadi.


Dia juga mendengar pembicaraan Rangga dan Bima.


"Sebaiknya kita kembali ke kantor sekarang" ajak Nando. Dia tidak ingin Rangga melampiaskan emosinya di tempat itu.


*****


Saat tiba di luar restoran Bintang melepaskan rangkulan Bima.


"Kak Bima, sebenarnya apa yang terjadi antara Kakak dengan Pak Rangga? Aku lihat sikap kalian berdua aneh", tanya Bintang.


" Tidak ada"jawab Bima.


"Apa hari ini kamu ada waktu?" tanya Bima.


"Ada,Kebetulan aku tidak ada mata kuliah lagi hari ini" jawab Bintang.


"Ayo ikut!"


"Kemana?"


"Ke tempat yang paling kamu suka",jawab Bima.


Bima membukakan pintu mobilnya untuk Bintang. Kemudian mereka meninggalkan tempat itu.


*****


"Apa kita bisa membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan milik Bima?" tanya Rangga dengan nada kesal.


"Sayangnya tidak bisa.Kalau kita membatalkan kontrak itu sepihak maka kamu harus bersiap kehilangan satu perusahaan milik Wijaya Grup yang ada di Amsterdam."


"Aku tidak perduli, batalkan kontrak kerjasama dengannya sekarang juga"


"Rangga, kamu jangan bersikap ke kanak-kanakan seperti ini. Kalau kita membatalkan kontrak kerjasama itu berapa karyawan yang harus kamu rumahkan?Mungkin tidak masalah bagimu,tapi bagi mereka sumber penghasilan mereka adalah perusahaan itu.Apa kamu tega ribuan karyawanmu tidak bisa menafkahi keluarga mereka gara-gara keegoisanmu?", Nando mencoba menasehati temannya itu.


" Hah",Rangga menghela napasnya.


"Yang di katakan si Bima memang benar kalau saat ini kamu tidak berarti apa-apa bagi Bintang.Jadi tugasmu adalah membuat dirimu berarti untuk Bintang"


Rangga menatap Nando sebentar, emosinya perlahan mereda.


Yang di katakan Nando memang benar,dia harus bisa membuat dirinya berarti bagi Bintang.


*****


Setelah satu jam perjalanan Bima menghentikan mobilnya.


Dia membawa Bintang turun dari mobil.Terpancar senyum kebahagiaan di wajah Bintang ketika turun dari mobil.


"Wah,darimana Kak Bima tahu aku suka pantai?" tanya Bintang.


Ya,Bima membawa Bintang ke pantai.Dia tahu kalau hal yang paling di sukai Bintang sejak SMP adalah bermain pasir di pantai.


Bintang berlarian di tepi pantai,tiba-tiba bayangan dua orang yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan muncul di otaknya.Juga bayangan dua anak kecil yang sedang berlarian di sekitar pantai.Tapi bayangan itu tidak terlihat dengan jelas.


Bintang mencoba mengingat semua bayangan yang muncul barusan,tapi yang ada kepalanya malah terasa sangat sakit.


"Bintang kamu tidak apa-apa?" tanya Bima saat melihat wajah Bintang yang nampak pucat.


"Tidak apa-apa, Kak" jawab Bintang, akhirnya dia memutuskan untuk tidak mengingat bayangan-bayangan itu.


"Bintang"


"He'em"


"Ada yang ingin aku katakan padamu"


"Apa?" tanya Bintang.


Bima menatap mata Bintang,kemudian menggenggam tangannya.


"Bintang, sebenarnya aku ... aku mencintaimu".


Bintang terkejut mendengar pernyataan cinta dari Bima.


" Apa kamu mau menjadi bagian dari hidupku? "tanya Bima lagi.


Nah reader kira-kira si Bintang bakalan mau nggak ya?


Silahkan like dan komen ya...