
Dengan tergesa-gesa Alex meninggalkan rumah sakit. Alex begitu takut kalau Ana akan benar-benar meninggalkan dirinya.
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya,dia terus-terusan merutuki kebodohannya yang tidak memberi kabar pada istrinya kemarin.
"Bodoh kamu Alex, kenapa kamu ga ngasih kabar ke Ana kemarin? Harusnya sesibuk apapun dirimu, kamu tetap harus memberi kabar pada istrimu. Bodoh,bodoh" ,rutuk Alexi
Begitu sampai di halaman rumahnya, buru-buru Alex keluar dari mobil dan mencari istrinya.
"Ana,Ana, Ana Sayang", panggil Alex sambil berlari menaiki anak tangga rumahnya.
" Ana sudah pergi 2 jam yang lalu",jawab Ema saat melihat anaknya sudah berada di rumah.
"Ohya Lex,ini mama temukan di lantai kamarmu", Ema memberikan secarik kertas kepada anaknya.
" Apa ini,Ma?"tanya Alex sambil menerima kertas tersebut.
Mata Alex terbelalak saat tahu kertas tersebut adalah hasil tes kehamilan istrinya.
"Jadi Ana benar-benar hamil", Alex begitu bahagia melihat hasil laporan tersebut. Meskipun tadi Bintang sudah memberitahunya, rasanya kebahagiaan Alex berkali-kali lipat saat melihat hasil laporan itu sendiri. Bahkan tanpa sadar sudut matanya basah karena terharu.
" Ma,sebentar lagi Alex akan jadi seorang ayah.Alex bahagia Ma",ucap Alex.
"Makanya kamu susul istrimu sekarang,kasihan dia.Pasti dia sedih karena kamu mengabaikannya kemarin", suruh Ema.
" Iya,Ma.Alex ke tempat Ana sekarang", Alex segera berpamitan kepada ibunya untuk menyusul Ana.
*****
Setelah 30 menit perjalanan,akhirnya Alex sampai juga di depan rumah orang tua istrinya tersebut.Dia memarkirkan mobilnya dan segera turun untuk bisa bertemu dengan Ana.
Tok tok tok...
"Sebentar", suara itu terdengar dari dalam rumah.
Dan tidak lama kemudian, ceklek...
Perlahan pintu rumah itu terbuka.
"Maaf, cari siap...pa...",orang itu tidak melanjutkan perkataannya.
" Ana,tunggu Ana",Alex menahan pintu yang hampir saja di tutup kembali oleh Ana.
"Maafkan aku.Maaf karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku,maaf karena aku juga kurang memberimu perhatian.Tolong maafkan aku!", pinta Alex sungguh-sungguh.
Ana menatap lekat mata lelaki yang sedang berdiri di depannya itu.
" Ana aku..."
"Maafkan aku", sela Ana sambil memeluk erat suaminya itu.
" Kamu kenapa? ",Alex melepaskan pelukan istrinya tersebut dan balik menatapnya.
"Seharusnya aku tidak bersikap egois.Seharusnya aku bangga karena kamu bisa membantu menyelamatkan banyak orang bukan malah..."
Alex menarik tubuh istrinya itu kedalam pelukannya.
"Kamu tidak salah,aku yang salah karena aku mengabaikanmu.Maafkan aku", ucap Alex.
" Sudah hentikan ini,kenapa kita jadi saling meminta maaf",kata Ana lagi.
"Kamu benar,Sayang. Kenapa kita jadi saling minta maaf ya"
"Kalau boleh aku tahu, apa yang membuatmu tiba-tiba berubah?"tanya Alex.
" Sebenarnya... "
Ana mulai menceritakan kejadian saat dia pergi dari rumah tadi.
#flash back...
"Ada apa,Pak?", tanya Ana kepada sang sopir saat tiba-tiba taksi yang di naikinya berhenti.
" Itu Mbak di depan ada kecelakaan mobil",jawab sang sopir taksi.
"Sebentar ya,Mbak saya mau lihat dulu", sopir taksi tersebut turun dari dalam mobil.Karena penasaran,Ana juga ikutan turun dari dalam mobil.
Ana melihat seseorang sedang berusaha membantu menyelamatkan korban kecelakaan. Orang itu menghampiri istri dan anaknya yang berdiri tidak jauh dari tempat Ana sedang berdiri saat ini.
" Sayang, sepertinya kita harus menunda liburan kita",kata orang itu pada anaknya.
"Tidak apa-apa ayah,ayahkan dokter tugas ayah adalah membantu menyalamatkan nyawa orang. Aku tidak apa-apa kalau kita tidak jadi liburan", jawab anak yang kira-kira usianya baru 7 tahun.
" Maafkan ayah ya sayang ",ucap orang itu lagi.
" Tidak apa-apa,ayah",balas anak kecil itu.
Melihat kejadian itu,Ana merasa kalau
dirinya benar-benar egois. Seharusnya dia bisa mengerti keadaan suaminya dan mendukungnya.Bukan malah kabur seperti ini.
"Anak sekecil itu saja bisa memahami pakerjaan ayahnya yang seorang dokter?Kenapa aku tidak?", batin Ana sambil menatap gadis kecil itu.
Ana kembali masuk ke dalam taksi yang dia naiki tadi.
#flash back and.
"Itu karena taksi yang aku tumpangi tidak bisa berputar arah,selain itu aku juga merindukan ibu.Tadinya aku mau menelponmu,tapi ponselku lowbat.Maafkan aku ya,Mas"
"Tidak apa-apa. Terimakasih karena sudah mau mengerti aku", ucap Alex sambil mencium pucuk kepala istrinya
*****
Di Jogja...
Setelah pulang dari jalan-jalan, Dinda mulai membereskan baju-baju miliknya. Dengan di bantu Rini dan Mbok Inah,dia mulai memasukkannya ke dalam koper.
" Mbak Dinda,Rini pasti bakalan kangen sama mbak Dinda",ucap Rini.
"Mbak juga pasti bakalan kangen sama kamu Rini", balas Dinda.
" Ndok,mengko nek kawe nikahan ojo klalen ngabari simbok. Simbok,Rini lan Sigit mesti bakal teko ring acara nikahanmu,Ndok",ujar Mbok Inah.
( Ndok, nanti kalau kamu menikah jangan lupa ngasih tahu simbok.Simbok,Rini dan Sigiy pasti akan hadir di acara pernikahanmu )
"Nggeh ,Mbok. Mangke Dinda kabari", jawab Dinda.
(Iya,Mbok. Nanti Dinda kasih tahu)
" Ohya, Rin.Mas Sigit kok nggak kelihatan, kemana dia?"tanya Dinda kepada Rini.
"Mas Sigit enten urusan Mbak.Jadi dia nggak bisa membantu Mbak Dinda berkemas" jawab Rini berbohong. Padahal sebenarnya Sigit sengaja menghindari Dinda karena takut tidak bisa mengensalikan perasaannya kepada Dinda.
"Oh..begitu ya? Aku pikir dia sengaja menghindari Mbak,kalau itu alasannya Mbak ngerti kok" ucap Dinda.
Mereka kembali membantu Dinda membereskan yang lain.
*****
Sore hari di rumah sakit...
Bintang membuka baju khas dokter miliknya dan menggantungnya. Dia baru saja selesei berkeliling untuk mengecek kondisi pasien sebelum dia pulang.
Tok tok tok
Seorang perawat mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk", seru Bintang.
" Maaf Dok,ada pasien di ruang VVIP berteriak ingin bertemu dengan dokter Alex. Tapi sampai sekarang doter Alex belum kembali.Apa saya perlu menelpon dokter Alex,Dok?"tanya perawat itu.
"Apa ada masalah yang serius dengan pasien itu?" tanya Bintang.
"Sebenarnya sih tidak,semuanya baik. Tidak tahu kenapa pasian itu berteriak-teriak", jawab perawat itu.
" Kalau begitu biar aku yang menemuinya.Kamu bisakan temani aku keruangannya?",tanya Bintang pada perawat tersebut.
Dari nametag di yang tertera,perawat itu bernama Lina.
"Tentu, Dok. Mari", jawab Lina
Bintang dan Lina segera menuju ke ruangan VVIP.
^°^°^
Benar saja di ruangan VVIP yang di maksud Lina,seorang pasien berteriak memanggil nama dokter Alex. Pasien laki-laki paruh baya tersebut terus saja berteriak.
" Maaf Pak,ada yang bisa saya bantu?" tanya Bintang saat memasuki ruangan itu.
Pasien paruh baya itu seketika terdiam,bahkan matanya membulat sempurna menatap wajah Bintang.
"Pak" panggil Bintang.
"Dimana dokter Alex? Kenapa dia tidak datang untuk memeriksak?" tanya pasien itu.
"Maaf Pak,hari ini dokter Alex ada urusan.Jika Bapak ada keluhan,Bapak bisa bicara padaku", jawab Bintang.
" Aku tidak terbiasa di periksa oleh dokter perempuan,jadi pergilah"jawab pasien itu ketus.
"Kalau begitu saya akan panggikan dokter laki-laki untuk Anda"
"Tidak perlu" tukas pasien itu.
" Kalau begitu biar saya yang memeriksa kondisi Bapak".
Bintang mulai memeriksa pasien tersebut dan selama proses pemeriksaan pasien tersebut menatap Bintang dengan tatapan aneh.
"Secara keseluruhan kondisi Anda baik", kata Bintang usai memerikasa pasien tersebut.
" Siapa namamu?"tanya pasien itu.
"Saya Bintang", jawab Bintang sopan.
" Kalau ada keluhan lain,tolong beritahu saya,permisi",ucap Bintang.
Kemudian Bintang keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Pasien itu hanya diam sambil terus mentap wajah Bintang dengan tatapan aneh.