
"Kamu marah karena aku nggak ngasih kamu kabar seharian ini?"
Bintang masih diam
"Sayang, akukan sudah bilang kalau beberapa hari ini aku sibuk", ucap Rangga.
Tetapi Bintang masih tetap diam.
" Istriku, cintaku, my sweet heart maafkan suamimu ini ya yang tidak berdaya karena keadaan. Aku janji,kalau pekerjaan ku sudah agak longgar aku akan menemuimu di Bandung",Rangga berusaha merayu istrinya itu.
Akhirnya Bintang tertawa mendengar ucapan suaminya.
"Ingat ya Sayang,jangan tidur terlalu malam. Jaga kesehatan dan jangan lupa makan yang teratur. Akhir pekan nanti aku akan datang ke sana bersama anak-anak".
" Iya Mas.Makasih ya sudah jadi suami yang pengertian.Kamu pasti repot ngurus anak-anak sendiri "
"Kamu ini bicara apa? Mereka kan anakku juga,aku juga punya kewajiban menjaga mereka",Kata Rangga yang tidak suka mendengar perkataan istrinya barusan
" Lagian aku nggak sendirian kok,mama dan ibukan selalu buntu aku buat jagain mereka "tambah Rangga.
" Iya,Sayang. Maafkan aku",ucap Bintang.
"Love you istriku"
"Love you too, suamiku" balas Bintang.
Mereka pun mengakhiri panggilan mereka.
Bintang terus menatap layar ponselnya sambil senyum-sanyum sendiri. Tiba-tiba dia ingat kalau beberapa waktu yang lalu diakan baru saja bertemu dengan suaminya.
"Bukankah Mas,Rangga baru saja datang bertemu denganku?Tapi kenapa barusan dia bilang ,seharian nggak ketemu?Apa dia terlalu mabuk? "
Bintang terus saja berfikir, namun tiba-tiba dia mendapat panggilan dari temannya Dinda,kalau malam ini harus segera datang ke rumah sakit, karena ada kecelakaan beruntun di tol dan mereka di suruh membantu di IGD.Bintang pun segera berlari menuju rumah sakit.
Begitu sampai dia segera membantu merawat beberapa pasien di IGD. Jumlah korban ada 60 pasien,dengan 35 orang luka ringan dan 15 orang luka berat dan sisanya meninggal di tempat dan dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Cukup lama mereka sibuk mengatasi semua pasien dan akhirnya semua bisa terkendali.
"hah,benar-benar melelahkan", ucap Bintang sambil mendudukkan dirinya di kursi.
" Iya,tapi bukankah rasanya menyenangkan saat bisa membantu mereka?",Dinda temannya ikut bicara.
"Kamu benar,rasanya ada kepuasan tersendiri saat bisa membantu mereka".
" Ohya, Bi.Kamu kemana tadi, kenapa kamu tidak ada di kamar? "tanya Dinda.
Bintang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Aku...aku pergi makan tadi"jawab Bintang berbohong.
"Benarkah?" tanya Dinda lagi,dari raut wajahnya Bintang tahu kalau temannya itu tidak percaya dengan jawabannya.
"Tadi suamiku datang berkunjung dan dia mengajakku makan malam"
"Cuma makan malam saja?" tanya Dinda lagi sambil menaik turunkan alisnya.
"Maksud kamu apa?"
"Kalian kan sumi istri yang terpisah karena kamu harus bertugas di sini,pasti ada kalanya dia juga ingin melakukan itu kan?Berapa kali kalian melakukan itu?" tanya Dinda.
"Apaan sih,kamu ngacok tahu"
"Tidak usah malu-malu, aku juga melakukan itu saat aku mau.Yah...meskipun kami masih pacaran.Tapi menurutku itu sangat seru. Setidaknya kami bisa saling memuaskan", kata Dinda enteng.
" Apalagi status kalian yang sudah jelas suami istri, pasti lebih leluasa untuk melakukan itu kan?"
Bintang menatap aneh pada temannya itu, dia mengira kalau temannya itu adalah orang yang polos ternyata....?
Rupanya memang benar sebuah ungkapan kalau kita jangan menilai seseorang dari casingnya saja,karena jika di lihat dari wajahnya Dinda terlihat sangat kalem dan polos tapi kenyataannya dia adalah gadis yang menganut freesex.
"Apa kamu tidak takut hamil di luar nikah?" tanya Bintang hati-hati.
"Akukan selalu pake pengaman saat melakukan itu", jawab Dinda santai.
" Sebelumnya maaf ya Din.Tapi menurutku melakukan itu saat kita sudah menikah jauh lebih menyenangkan di banding melakukannya saat kita belum memiliki status apa-apa. Saat kita melakukan itu sebelum menikah pasti kamu melakukannya dengan buru-buru karena takut ketahuan orang. Berbeda saat kamu melakukan itu sesudah menikah,mau selama apapun bahkan sesering apapun kita melakukannya tidak akan di hantui rasa takut akan apapun karena kita sudah sah bahkan itu bisa menjadi pahala bagi kita "kata Bintang panjang lebar.
" Justru itu serunya",kata Dinda lagi,Bintang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Memang kamu menikah bukan karena hamil duluan?Kalau di lihat-lihat kamu masih terlalu muda untuk punya anak dan suami?"tanya Dinda di sertai senyum mengejek.
Bintang tersenyum mendengarnya.
"Kami menikah karena di jodohkan.Awalnya kami tidak saling mencintai, tapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya ujian yang menghampiri rumah tangga kami.Akhirnya kami saling mencintai dan kehidupan rumah tangga kami juga sangat bahagia" jelas Bintang.
"Kalau begitu selamat ya".
Bintang dan Dinda kembali mendapat panggilan dari IGD.
" Sepertinya kita harus kembali bertugas"kata Bintang.
"Iya,Ayo".
Kedua orang itu pun kembali ke IGD untuk menjalankan kewajiban mereka.
*****
Mia masih mengurung diri di kamar dia masih memikirkan orang yang dia lihat di mall tadi.
Dia ingat betul kalau wajah orang yang dia lihat tadi sangat mirip dengan Rangga,yang membedakannya hanya pakaian yang dia kenakan.Orang itu memekai celana jins sobek dan kaos beserta jaket jins,jika saja dia memakai pakaian formal yang sama seperti yang biasa Rangga pakai pasti mereka tidak akan dapat di bedakan.
" Apa dia anakku Harry? tapi bukankah Harry sudah meninggal? Siapa dia sebenarnya?"batin Mia.
Mia kembali mengambil foto di dalam dompetnya.
"Apa kamu masih hidup Harry? Tapi jika tadi itu kamu,kenapa tatapanmu mengisyaratkan kebencian terhadap mama".
Mia melihat foto di tangannya,dia membelai foto tersebut soalah sedang membelai anaknya.
Mia menyembunyikan foto tersebut, saat terdengar bunyi ketukan dari luar.
" Masuk !" suruh Mia.
Ternyata yang datang adalah putranya,Rangga.
"Apa Mikha dan Tama sudah tidur, Nak?" tanya Mia sambil duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Sudah, mereka tidur dengan ibu Ratih", jawab Rangga.
Rangga duduk di sebelah mamanya kemudian dia tidur di pangkuan mamanya.
" Ternyata pangkuan mama masih tetap nyaman ya seperti dulu",kata Rangga sambil memejamkan matanya.
"Kamu ini bicara apa? Sudah punya dua anak masih saja manja".
" Ma,aku tahu aku tidak bisa menggantikan papa memberikan rasa nyaman kepada mama.Tapi bisakah aku membantu mengurangi beban mama?"
Mia menatap putranya, dia merasa aneh dengan perkataan putranya itu.
"Kamu ini bicara apa Sayang? Mama tidak merasa memiliki beban apapun untuk di kurangi? Kamu dan kakakmu sudah memberikan kebahagiaan bagi mama. Kamu sudah memberi mama menantu yang cantik dan juga baik.Dan kamu juga sudah memberi mama cucu yang sangat lucu.Itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai bagi mama", ucap Mia.
Dia membelai rambut putranya yang sedang tidur di pangkuannya.
" Sebenarnya mama masih punya satu keinginan lagi", Rangga menatap mamanya.
"Apa?" tanya Rangga.
"Mama juga ingin melihat kakakmu kembali menikah dan hidup bahagia seperti dirimu. Mama juga ingin dia memberikan mama cucu", jawab Mia.
" Tenang saja Ma,Kak Nia pasti akan menikah lagi saat dia bertemu dengan orang yang tulus mencintainya"
"Kamu benar".
Rangga kembali memposisikan dirinya duduk.
" Ma,ada yang ingin aku tanyakan sama mama"
"Tanya saja"
"Ma,kenapa Rangga memiliki anak kembar?padahal di keluarga Bintangkan tidak ada yang memiliki keturunan kembar,apa Rangga memiliki saudara kemba?", tanya Rangga. Dia ingin tahu apa mamanya akan bicara jujur soal saudara kembarnya.
" E....mama...mama tidak tahu,Kenapa kamu bisa memiliki anak kembar. Mungkin itu kebetulan ",Mia terlihat gugup menjawabnya.
" Sudahlah,mungkin memang kebetulan. Lagian kalau aku kembar bukankah dia pasti akan berada di sini bersama kita",kata Rangga.
"Ma,aku kembali ke kamar anak-anak ya.Mama jangan tidur terlalu malam,tidak baik untuk kesehatan", setelah mengatakan itu,Rangga keluar dari kamar mamanya.
" Kamu memang punya saudara kembar,Nak.Tapi dia sudah meninggal ",ucap Mia disertai air mata.
Dia kembali mengambil foto yang tadi dia simpan.
### **Hy,reader semua.Author lagi-lagi mau ngingetin neh jangan lupa jaga kesehatan dan tingkatkan sistem imun tubuh kita.
Lakukan himbauan pemerintah belajar, bekerja dan beribadah dari rumah.Tapi jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.
Lakukan physical distancing dan sering-seringlah cuci tangan dengan menggunakan sabun.
### Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ,Ok👌**.