
Ana berjalan masuk ke dalam kamarnya.Dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia juga melempar hasil pemeriksaannya ke sembarang tempat.
"Padahal hal ini biasa terjadi,tapi kenapa hari ini aku bersikap sentimentil begini ya?" gumam Ana.
Ana mengelus perutnya yang masih rata sambil berkata,"Sayang,maafin mami ya karena hari ini mami belum bisa ngasih tahu papi.Papi terlalu sibuk hari ini",katanya.
Ana menghembuskan napasnya berat,dia mengambil foto pernikahannya yang ada di atas nakas dan menatapnya.
"Ternyata menjadi istri seorang dokter itu berat. Saat aku membutuhkan perhatianmu,kamu sibuk dengan pasienmu. Aku juga ingin di perhatikan olehmu.Apa aku salah?",Ana bermonolog sambil menatap foto di tangannya.
Ana memeluk foto tersebut seraya memejamkan matanya dan tanpa sadar diapun tertidur.
^°^°^
Malam itu Alex tidak pulang,karena selesei operasi tadi ada pasien gawat darurat yang membutuhkan pertolongannya.Dia lebih memikih istirahat di rumah sakit, karena besok pagi-pagi sekali akan ada jadwal operasi lagi.
Alex hendak menelpon Ana untuk mengabari kalau dirinya tidak pulang malam ini.Tapi niatnya dia urungkan saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 01.30 wib.
" Ana pasti sudah tidur, aku tidak mau mengganggunya",pikir Akex. Alex menatap layar ponselnya.
"Seharian aku tidak melihatmu rasanya sudah kayak seabad.Ana aku sungguh merindukanmu", kata Alex sambil menatap foto istrinya itu di ponsel miliknya.Karena terlalu lelah akhirnya Alex pun tertidur.
*****
Keesokan harinya, Alex menelpon Ana dan menyuruhnya untuk ke rumah sakit dan membawakan pakaian ganti untuknya ke rumah sakit .
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya pakaian ganti yang dia harapkan datang. Namun sayangnya bukan Ana yang membawakannya,melainkan asisten rumah tangga keluarga Rahardian.
" Lho kok Bibik yang membawa baju gantiku,memangnya nyonya kemana?"tanya Alex pada Bibik Ijah.
Bibik Ijah adalah asisten rumah tangga keluarga Rahardian.
"Nyonya katanya tidak enak badan.Hari ini saja nyonya tidak berangkat ke restoran" jawab Bibik Ijah memberitahu.
"Memang nyonya sakit apa?" tanya Alex lagi.
"Tidak tahu Tuan,tapi sejak semalam dia juga belum makan apapun karena menunggu Tuan", jawab Bibik Ijah Lagian.
" Ya sudah, nanti aku hubungi nyonya sendiri.",seru Alex
"Saya pamit pulang ya Tuan", kata Bibik Ijah berpamitan.
" Terimakasih ya Bik",ucap Alex.
"Sama-sama,Tuan.", usai mengatakan itu Bik Ijah pun berjalan meninggalkan rumah sakit.
Alex berniat menghubungi nomor istrinya, namun karena ada panggilan untuk dirinya dari ruang operasi,dia mengurungkan niatnya.Alex sedikit berlari menuju ruang operas dan tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang ternyata adalah Bintang.
" Sorry sorry Bi,aku buru-buru ",ucap Alex.
" Lex,apa kamu ...",belum sempat Bintang menyelesaikan perkataannya Alex sudah keburu meninggalkannya.
"Sibuk banget kayaknya,apa dia sudah tahu ya soal kehamilan Ana", gumam Bintang.
" Eh,akukan juga harus memeriksa pasienku",Bintang segera melanjutkan tugasnya untuk memeriksa pasien.Kebetulan ini adalah hari pertama Bintang bekerja di rumah sakit milik keluarga Rahardian.
*****
Di rumah keluarga Rahardian...
Ana merasa sangat sedih karena sejak semalam Alex tidak menghubunginya.Tadi pagi Alex bahkan menelponnya hanya untuk membawakan pakaian ganti untuknya.
"Apa memang pekerjaannya lebih penting di banding aku", lagi-lagi prasangka buruk menghinggapi perasaan Ana.
" Sayang,mungkin bagi papi kita tidak lebih berharga dari para pasiennya" ucap Ana sambil mengelus perutnya yang masih rata.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar pintu kamarnya.
"Ana Sayang, ayo sarapan Nak", panggil Ema dari balik pintu.Karena yang mengetuk pintu kamar Ana barusan adalah mertuanya,Ana.
" Ana belum lapar,mama sarapan saja duluan",jawab Ana.
"Nak,sejak semalam kamukan belum makan.Ayo,Nak kita sarapan dulu",seru mama Ema.
"Nanti,Ma"jawab Ana lagi.
Karena Ema merasa ada yang aneh dengan menantunya,Ema memutuskan untuk masuk ke dalam kamar menantunya tersebut.
" Nak,kamu mau kemana Sayang?" tanya Ema saat melihat Ana sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
"Ana,mau pulang ke rumah Ma"
"Lho,inikan juga rumah kamu Sayang" kata Ema.
"Ana kangen dengan rumah Ana,makanya Ana ingin pulang sebentar", jawab Ana.
" Kamu bertengkar dengan Alex?"tanya mama Ema.
"Bagaimana kami bisa bertengkar,kalau sejak kemarin aku belum berbicara dengannya.Bahkan tadi pagi saja dia menelponku cuma buat nyuruh aku untuk membawakan baju gantinya ke rumah sakit", jawab Ana.
" Nak,pekerjaan seorang dokter memang seperti itu tidak bisa di prediksi waktunya. Seharusnya kamu bisa mengerti,mungkin saja Alex ada pasien yang memang harus segera mendapatkan pertolongannya",tutur Ema yang berusaha memberikan penjelasan tentang profesi seorang dokter.
"Aku hanya ingin tahu apa kami masih cukup berarti untuk mas Alex" kata Ana.
" Ana,jangan begitu Nak.Tentu saja kamu sangat berarti untuk Alex",kata Ema.
"Aku pergi dulu ya,Ma" pamit Ana
"Ana jangan pergi,Nak", Ema berusaha melarang menantunya untuk pergi.
Ana berjalan meninggalkan kamarnya dan juga rumah keluarga Rahardian.
" Kenapa Alex, tidak menjawab telponnya",Ema berusaha menghubungi anaknya berkali-kali namun tidak ada jawaban dari putranya itu.
*****
Di rumah Mbok Inah,di Jogja...
"Ayo Le,sarapan disek. Cicipen masakane simbok", suruh Mbok Inah kepada Harry, saat Harry berada di rumahnya.
( Ayo Le,sarapan dulu.Cicipi masakan buatan simbok )
Harry menatap Dinda karena dia tidak tahu maksud perkataan Mbok Inah barusan.
" Simbok nyuruh kamu sarapan dan mencicipi masakannya",jawab Dinda.
"Iya,Mbok", jawab Harry.
" Maaf ya,Le.Simbok lupa kamu nggak bisa bahasa jawa",ucap Mbok Inah.
"Tidak apa-apa kok,Mbok.Terimakasih untuk tawarannya", ucap Harry sopan.
"Ayo Dinda suruh si Tolenya makan", seru Mbok Inah.
" Ayo Mas makan Sini aku ambilkan makanannya",Dinda memberikan kekasihnya itu piring dengan lauk yang lengkap.
"Makasih,Sayang" jawab Harry sambil tersenyum manis menatap kekasihnya itu.
Sigit yang melihat itu merasa tidak enak hati.Dia lebih memilih untuk pergi meninggalkan meja makan.
"Kowe arep neng ngendi toh Git? Iki esih esok" ,tanya Mbok Inah pada anaknya.
(Kamu mau kemana Git?,Ini masih pagi)
"Sigit badhe ten griyane Pak Lurah,Mbok .Wonten pekerjaan penting", jawab Sigit sambil meninggalkan meja makan.
( Sigit mau ke rumah Pak Lurah,Mbok.Ada pekerjaan penting).
" Ati-ati yo Le"
(Hati-hati ya,Le)
"Nggeh Mbok",jawab Sigit
(iya,Mbok)
Mereka melanjutkan makan mereka tanpa Sigit.
" Mbak Dinda, kapan Mbak mau ke kota lagi?",tanya Rini.
"Nanti malam,Rin.Hari ini Mbak masih ingin jalan-jalan ke candi prmbanan", jawab Dinda.
Rini merasa lega, karena setidaknya dia tidak akan lagi melihat kakaknya sedih.Karena memendam perasaannya kepada Dinda.
*****
Siang hari di rumah sakit Rahardian...
Setelah melakukan operasi selama 3 jam,akhirnya Alex keluar dari ruang operasi.
Alex kembali ke ruangannya dan mengambil ponsel miliknya.Dia sengaja menyimpan ponsel itu di ruangannya sebelum melakukan operasi.
" Banyak sekali panggilan tak terjawab dari mama",gumam Alex saat melihat begitu banyaknya panggilan tak terjawab di layar ponselnya. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya saat membaca salah satu pesan dari mamanya.
'ANA PERGI DARI RUMAH, APA KALIAN BERTENGKAR? TADI MAMA MENCOBA MENGHUBUNGIMU. HUBUNGI MAMA BALIK SAAT KAMU SUDAH MEMBACA PESAN DARI MANA'
Buru-buru Alex menelpon nomor mamanya.
"Hallo,Ma.Kenapa Ana bisa pergi?", tanya Alex saat panggilan telponnya di jawab oleh mamanya.
" Seharusnya mama yang tanya,ada apa dengan kalian? ",Ema balik tanya.
" Ya sudah,Ma.Alex cari Ana ke rumahnya sekarang",Alex menutup telponnya dan segera melepas jas putih khas dokter yang dia pakai.Dia meletakkan jas tersebut di sandaran kursi miliknya.
Alex segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya.Dan secara kebetulan dia bertemu Bintang di lobi rumah sakit.
*Ada apa,Lex?"tanya Bintang saat melihat kecemasan di wajah suami dari sahabatnya itu.
"Ana pergi dari rumah" jawab Alex
"Lho kok bisa? Bukannya kemarin kalian bahagia karena kabar kehamilan Ana?"
"Apa maksudmu?" tanya Alex.
"Kemarin aku mengantar Ana ke dokter kandungan.Dan dari hasil pemeriksaannya Ana dinyatakan hamil 3 minggu. Memang dia belum memberitahumu?"
"Shit" umpatnya.
"Pantas saja semalam Ana memintaku pulang cepat.Tapi aku malah tidak memberinya kabar apapun karena takut mengganggu dia tidur.Pasti dia marah karena itu,karena merasa aku tidak memberinya perhatian"
"Maksudmu dari kemarin kamu belum pulang ke rumah dan bertemu dengan Ana?"
"Iya,kemarin aku ada operasi sampai malam hari.Dan pas mau pulang ada pasien gawat darurat datang, jadi semalam aku menginap di sini. Dan tadi pagi bukannya menanyakan kabarnya,aku malah menyuruhnya membawakan bajuku ke rumah sakit.Pasti itu membuat dia makin kecewa", jelas Alex.
" Kamu susul dia sekarang sana.Aku yakin dia nggak akan marah lagi kalau kamu menjelaskannya",suruh Bintang.
"Aku pergi dulu ya ,Bi.Bye", ucap Alex.
Alex dengan tergesa-gesa segera meninggalkan rumah sakit.