
Rendi mendorong kembali tubuh Bintang ke atas ranjang.
"Rendi jangan sentuh istriku! urusanmu adalah denganku.Kamu boleh melakukan apapun terhadapku,tapi jangan pernah kamu sentuh istriku", teriak Rangga.
Rendi hanya memberikan senyum menyeringai kepada Rangga,tanpa ingin perduli dengan teriakannya.Karena dia terus berjalan mendekati Bintang.
Tinggal selangkah lagi jarak antara dia dan Bintang, Bintang sudah memejamkan matanya pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya.
BUGHhh..,suara benda jatuh di lantai.
Bintang membuka matanya perlahan satelah merasa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya. Dia justru terkejut saat mendapati Rendi yang sudah jatuh tersungkur di sebelah ranjangnya.
" Kamu pikir,aku akan diam saja melihatmu berbuat kurang ajar pada istriku?",tanya Rangga dengan menyilangkan tangan di depan dadanya.
Bintang berdiri di belakang tubuh suaminya.
*Beberapa detik sebelumnya
Rangga yang melihat Rendi tinggal selangkah lagi mendekati istrinya tidak bisa tinggal diam.Dia langsung menarik Rendi dan memukulnya dengan sangat telak hingga membuatnya jatuh tersungkur.
Rangga yakin kalau Nando pasti akan bisa menyelamatkan kedua anaknya.
"Rangga, kamu kira ancamanku main-main" teriak Rendi seraya bangkit dari tempatnya jatuh.
Rendi mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang,namun tidak ada jawaban sama sekali. Dia terus mencoba memanggil orang itu berkali-kali,tapi masih tetap sama tidak ada jawaban dari nomor yang dia hubungi.
Karena tetap tidak ada jawaban,Rendi membanting ponselnya sendiri.
"Kenapa? apa anak buahmu tidak bisa di hubungi?", Kini Rangga yang berbalik memberikan senyum smirknya kepada Rendi.
"Jo...Jo..Jo" panggilnya dengan suara yang sangat nyaring.
Terdengar beberapa langkah kaki yang mendekati ruangan itu.
"Kamu akan lihat sebentar lagi,anak buahku akan kesini dengan membawa kedua anak kembarmu itu" kata Rendi bangga karena merasa dialah yang akan memenangkan keadaan ini.Dia tersenyum penuh kemenangan.
Senyum Rendi seketika sirna.Jo anak buah Rendi memang datang,tetapi tangannya sudah terikat dan di belakangnya sudah berdiri Nando yang sudah mengarahkan senjata tajam di lehernya.Bahkan anak buah Rendi yang lain juga mengalami keadaan yang sama.
"Mommy"
"Daddy"
Mikha dan Tama muncul dari belakang Nando.Kedua anak itu berlari memeluk Bintang.
"Sayang,kalian tidak apa-apakan? Kalian baik-baik sajakan?" Bintang terus bertanya sembari melihat keadaan kedua anaknya dengan seksama. Air matanya terus mengalir membayangkan hal buruk yang bisa saja menimpa kedua anak kesayangannya.
Bintang memeluk kedua anaknya dengan sangat erat, seakan takut hal sama akan terjadi lagi pada kedua anaknya.
"Mommy, kenapa nangis?" tanya Mikha sembari mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi mommynya itu dengan telapak tangannya.
"Mommy, jangan menangis lagi.Tama dan Mikha baik-baik saja", kata Tama.
Bintang tersenyum,dia mencium seluruh wajah anak-anaknya bergantian dan kembali memeluk keduanya.
"Nando kamu urus dia!" titah Rangga sambil menunjuk ke arah Rendi.
Nando mengikat kedua tangan Rendi kebelakang tubuhnya.
"Tunggu sebentar!" suruh Rangga ketika Nando akan membawa Rendi.
"Selama ini kamu beranggapan kalau akulah yang menyebabkan kakakmu bunuh dirikan?" tanya Rangga pada Rendi.
Rangga memberikan sebuah amplop kepada Rendi.
"Itu adalah hasil diagnosa kakakmu 10 tahun lalu.Dia mengalami sakit kejiwaan yang di sebut psikosis.Dimana dia menganggap bahwa halusinasi dan delusinya itu sebagai kenyataan.
Dan asal kamu tahu, aku bahkan tidak mengenal kakakmu.Sampai peristiwa bunuh diri itu terjadi.
Kalau kamu beranggapan hasil diagnosa itu palsu,kamu bisa menanyakan kebenarannya kepada ibumu" Rangga memberikan sedikit penjelasan kepada Rendi sebelum Nando membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
Rangga berjongkok di depan ketiga orang yang dia cintai.Dia memeluk ketiganya.
"Maafkan Daddy ya Sayang, karena Daddy sedikit terlambat menolong kalian" ucap Rangga kepada ketiga orang di depannya.
"Tidak apa-apa Mas,yang terpenting sekarang kita sudah kembali berkumpul" jawab Bintang.
Cup..
Bintang membulatkan matanya karena Rangga mencium bibirnya di depan kedua anaknya.
"Mas,ada anak-anak" kata Bintang lirih.
"No,Mommy no.Kita tidak melihatnya" kata Mikha dan Tama bersamaan sambil menutup mata mereka sendiri dengan tangannya.
"Ayo,kita pulang!",Rangga menggendong kedua anaknya dan berjalan meninggalkan tempat itu, Dan Bintang mengikutinya dari belakang.
" Sebelum pulang, kalian ingin kemana?"tanya Rangga pada kedua anaknya.
"Mikha ingin kepantai,Daddy" jawab Mikha antusias.
"Tama ingin jalan-jalan ke puncak" kini giliran Tama yang ikut menjawab.
"Kemanapun asal bersama kalian" jawab Bintang.
"pantai ya Daddy"
"puncak saja"
"pantai"
"puncak"
Perdebatan tersebut terus terjadi sampai mereka masuk kedalam mobil.
Hal inilah yang mereka rindukan di saat mereka terpisah.
"Daddy,kita jadinya pergi kemana?" tanya Mikha dan Tama.
"Hari ini kita ke pantai dan besok kita ke puncak,bagaimana?" jawab Rangga sembari bertanya.
"Ye..ye..ye..." teriak keduanya bahagia.
Rangga dan Bintang saling tatap dan tersenyum melihat kebahagiaan kedua anaknya.
"Sayang, apa itu masih sakit?" tanya Rangga sambil menunjuk bibir istrinya itu.
"Tidak akan terasa sakit jika bersama kalian" jawab Bintang.
Rangga mendekatkan wajahnya mendekati wajah Bintang.
"Mas..."
"Kami tidak lihat kok" kata Mikha dan Tama sambil menutup mata mereka.
"Hei, siapa yang ingin menciummu?Aku hanya ingin lihat seberapa parah luka di bibirmu itu. Atau jangan-jangan kamu berharap aku menciummu lagi ya" goda Rangga.
"apaan sih" jawab Bintang dengan wajah yang merona.
#Ditempat lain...
Nando membawa Rendi dan anak buahnya ke kantor polisi. Setelah menyerahkan dokumen dan beberapa alat bukti kepada polisi Nando segera meninggalkan kantor polisi.
Dia memutuskan untuk langsung pulang, karena tadi Rangga sudah mengiriminya pesan kalau dia ingin berada di kota ini untuk beberapa hari.
Karena dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Rangga menyuruh Nando untuk menangani seluruh pekerjaannya selama dia berlibur.
"hah..Kapan aku bisa liburan dengan keluargaku?Beginilah nasib jadi asisten,bos mah bebas" gerutu Nando.
#Di penjara
Rendi membuka amplop yang di berikan Rangga kepadanya.Dia membaca isi amplop tersebut.
Wajahnya seketika berubah menjadi sedih dan terlihat penyesalan di matanya.
"Ternyata selama ini aku membenci orang yang tidak berdosa.Aku menyimpan dendam kepada orang yang tidak bersalah.Aku betul-betul bodoh", Rendi memaki dirinya sendiri.
" Saudara Rendi, ada yang ingin bertemu denganmu ",kata seorang polisi.
Dia membawa Rendi ke ruang jenguk khusus tahanan.
Seorang wanita paruh baya sudah duduk menunggunya di ruang itu.Dialah Maria,ibu kandung Rendi.
Rendi langsung memeluk wanita itu dengan sangat erat,karena ini adalah pertemuan mereka yang pertama setelah ibunya menikah lagi beberapa tahun yang lalu.
" Maafkan ibu ya Ren,ibu baru bisa menemuimu"
"Tidak apa-apa, Aku tahu ibu juga kesulitan selama ini"
"Ibu sudah bercerei dengan suami ibu,karena ibu tidak bisa jauh darimu nak" jawab Maria.
Ayah sambung Rendi adalah seorang pejabat,selama ini dia selalu melarang Maria untuk bertemu dengan anaknya.
"Ibu,Kenapa ibu tidak bercerita kalau Kak Tanisha mengalami gangguan jiwa?kenapa ibu merahasiakannya?"
"Ibu takut kamu malu Nak,karena memiliki kakak yang terkena gangguan jiwa.Apa lagi gangguan jiwa kakakmu adalah karena faktor genetik yang di turunkan oleh ayah kandungmu.Ayahmu juga meninggal dengan cara yang sama seperti yang kakakmu lakukan.
Dia bunuh diri karena mengganggap ibu berselingkuh,padahal ibu tidak pernah melakukan itu. Dan sebelum melakukan bunuh diri ayahmu mengatakan kalau dia melihat ibu bermesraan di dalam kamar dengan lelaki lain padahal itu hanya halusinasinya saja" jawab Maria.
"Maafkan ibu ya Nak,gara-gara ibu tidak jujur tentang kakakmu,kamu jadi melakukan kesalahan ini.Ibu benar-benar minta maaf Nak" ucap Maria.
"Tidak apa-apa, Bu.Setidaknya karena kejadian ini ibu mau menemuiku" jawab Rendi.
"Bu,jika ibu bertemu dengan Rangga dan keluarganya tolong sampaikan permintaan maaf Rendi kepada mereka." pinta Rendi.
"iya,Nak"
"Waktu berkunjung sudah habis.Saudara Rendi silahkan kembali kedalam sel" suruh seorang polisi.
Rendi kembali memeluk ibunya,setelah itu dia kembali masuk ke dalam sel.