
"Mas..Mas tidak apa-apa kan?" tanya Bintang yang memang sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya itu.
"Aku tidak apa-apa Sayang," jawab Rangga.
"Syukurlah,Nak. Mama juga sangat mengkhawatirkanmu tadi" kata Mia.
"Aku tidak apa-apa, Ma," kata Rangga lagi.
"Daddy..." panggil kedua anak kembarnya seraya berlari menghampiri daddy mereka.
"Hay...kesayangan daddy, sini peluk daddy dulu," kata Rangga kemudian memeluk kedua anak kembarnya.
"Daddy... bukannya Daddy di Jepang? Kenapa sudah kembali?" tanya Mikha.
"Daddy tidak jadi ke Jepang, Sayang" jawab Rangga.
"Kenapa?" kini giliran Tama yang bertanya.
"Karena Daddy tidak bisa jauh dari kalian semua," jawab Rangga seraya menggendong kedua anaknya.
"Ngga,aku dan Alex pulang dulu ya," pamit Juan.
"Makasih ya Juan,makasih Lex," ucap Rangga kepada dua orang yang mengantarnya.
Juan dan Alex hanya membalasnya dengan acungan jempol. Setelah itu mereka kembali masuk ke dalam mobil yang mereka kendarai tadi.
Setelah mobil tersebut meninggalkan rumah kediaman keluarga Wijaya,Rangga dan yang lainnya masuk ke dalam rumah dan menuju ke ruang keluarga.
" Tadi mama dan Bintang benar-benar khawatir saat ada kabar tentang kecelakaan pesawat yang menuju ke Jepang. Kami benar-benar takut terjadi sesuatu padamu,Nak",kata Mia sambil mendudukkan dirinya di sofa.
"Tapi untungnya aku tidak jadi naik ke pesawat itukan Ma? Sepertinya aku benar-benar harus berterimakasih pada orang-orang yang telah menculikku," kata Rangga.
"Jadi Daddy tadi di culik?"
"Siapa orang yang berani menculik Daddy?"
Tanya Mikha dan Tama bergantian.
" Orang jahat Sayang. Tapi Daddy kan pintar,jadi Daddy bisa lepas dari mereka," jawab Rangga.
"Makanya kelak kalian berdua harus menjadi orang yang tidak hanya kuat,tapi juga cerdas," tutur Rangga kemudian. Meskipun tidak begitu paham dengan ucapan daddy nya Mikha dan Tama memberikan anggukan terhadap penuturan daddynya.
"Mas..mereka masih terlalu kecil untuk untuk di ajak berbicara seperti itu," tukas Bintang.
"Tama bukan anak kecil,Mom"
"Mikha sudah besar Mommy"
Protes kedua bocah itu kepada mommynya.
"Iya-iya, Sayang. Anak-anak mommy kan memang sudah besar," Bintang meralat perkataannya.
" Kelak saat Tama besar, Tama akan menjadi seperti Daddy. Tama akan menjadi orang yang kuat dan juga cerdas," kata Tama bersemangat.
"Mikha juga,Mikha juga," kata Mikha yang ikut-ikutan berbicara.
"Anak-anak Daddy memang hebat," puji Rangga kepada kedua anaknya seraya mengusap kepala keduanya.
"Mikha, Tama sekarang biarkan Daddy kalian mandi ya? Lihatlah tubuh Daddy kalian kotor dan bau," kata Bintang seraya mengibaskan tangannya di depan hidungnya sendiri.
"Tidak bau kok Sayang,hanya sedikit berkeringat," jawab Rangga sambil berpura-pura menciumi baunya sendiri.
" Sudah Mas,sana mandi setelah itu kita makan bareng," kata Bintang.
"Aku mau kamu yang mandiin aku,Sayang," jawab Rangga di telinga istrinya,tiba-tiba wajah Bintang bersemu merah.
"Apaan sih Mas,sudah sana" kata Bintang sambil mendorong tubuh suaminya itu untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Sayang, Daddy mandi dulu ya" ucap Rangga.
"Oke,Daddy."
"Aku tunggu di kamar," bisik Rangga kembali dan lagi-lagi wajah Bintang kembali memerah.
Rangga segera berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.
*****
Sigit terus mencari keberadaan Ester,dia takut Ester akan melakukan hal yang sama seperti waktu itu.
Sigit terus berkeliling mencari keberadaan Ester,entah kenapa dia selalu merasa kasihan jika melihat gadis itu menderita.
Sigit menghela napasnya lega,saat melihat orang yang dia cari sedang duduk di sekitar jembatan sambil menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.
Sigit segera turun dari mobil yang dia naiki dan berjalan mendekat ke arah Ester.
"Akhirnya aku menemukanmu," ucap Sigit," ucap Sigit seraya berjalan mendekati Ester.
Ester mendongakkan wajahnya menatap ke arah Sigit.
" Kenapa kamu ke sini?" tanya Ester.
" Karena aku mengkhawatirkanmu," jawab Sigit.
Sigit duduk di sebelah Ester.
"Kenapa... kenapa papa setega itu padaku? Kenapa Sigit?" tanya Ester dengan di sertai isakan tangisnya.
"Selama ini aku sangat menyayanginya meskipun aku tahu kalau dia bukan ayah kandungku. Aku berusaha untuk menjadi orang yang bisa dia banggakan. Tapi kenapa...kenapa dia tega memanfaatkan aku?".
" Dulu aku ingin sekali menjadi seorang disigner,tapi karena papa menginginkan aku menjadi pengusaha hebat. Aku rela mengubur impianku itu,aku rela berkuliah di bidang yang sama sekali tidak aku inginkan. Aku bahkan bersungguh-sungguh mempelajarinya," tutur Ester lagi.
Ester menangis sejadi jadinya,rasanya dia begitu kecewa dengan sikap papanya tersebut.
" Aku tidak bisa menghiburmu,tapi aku pastikan aku akan selalu ada di sisimu," ucap Sigit.
Ester memeluk Sigit yang duduk di sampingnya,tangisnya semakin pecah di pelukan pria keturunan jawa itu.
Sigit menepuk-nepuk punggung Ester pelan sebagai bentuk dukungannya.
*****
Hari berikutnya....
Hari itu di TK KASIH IBU semua siswa dan guru sedang sibuk mempersiapkan pertunjukan yang akan di adakan di sekolah itu.
Para orang tua murid yang baru saja datang di persilahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Mereka menanti dengan tidak sabar persembahan yang akan di bawakan oleh putra putri mereka.
Demikian juga para anak didik itu,mereka juga tidak sabar untuk memberikan penampilan terbaiknya.
Termasuk Mikha dan Tama, mereka juga ikut berpartisipasi dalam acara itu.
Mikha dan Tama berdiri di depan pintu gedung pertunjukan untuk menunggu kedatangan kedua orang tuanya.
"Mikha Tama,ayo kalian segera bersiap setelah ini giliran kalian yang akan tampil," seru wali kelasnya.
"Tapi miss,Kami sedang menunggu Daddy dan Mommy kami," jawab Mikha.
" Memang orang tua kalian akan datang hari ini?" tanya wali kelas mereka yang di panggil miss tersebut.
"Daddy dan Mommy bilang kalau mereka akan datang," jawab Mikha lagi.
"Tapi sebentar lagi giliran kalian yang harus tampil,jadi kalian harus bersiap-siap di dalam," seru wali kelas mereka lagi.
"Tapi Mommy dan Daddy sudah janji,Miss," kata Tama.
"Baiklah, kalian boleh menunggu di sini selama dua menit lagi. Tapi kalau dalam dua menit orang tua kalian belum juga datang, kalian langsung masuk ya," kata sang wali kelas lagi.
"Iya Miss," jawab kedua anak kembar itu bersamaan.
Wali kelas mereka segera masuk ke gedung pertunjukan dan membiarkan kedua bocah itu untuk menunggu kedua orang tuanya datang.
Mikha dan Tama masih menunggu ke datangan orang tua mereka di depan pintu. Namun setelah dua menit berlalu kedua orang tua mereka belum juga datang. Dengan perasaan kecewa kedua anak itu berjalan masuk ke dalam gedung pertunjukan.
"Sepertinya Mommy dan Daddy tidak akan datang," gumam ke duanya kecewa.
## *Kira-kira Rangga dan Bintang akan datang tidak ya?π€π€π€ jangan lupa like,komen dan vote sebanyak- banyaknya.
Ups... jangan lupa juga,baca karya temen author yang tak kalah kece di bawah ini
Tengkyuπππ*