Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 76


Setelah melihat denah rumah milik Rendi, akhirnya Rangga dan Nando memulai rencana mereka.


Kali ini Rangga meminta Nando untuk fokus menyelamatkan kedua anaknya.Dan dia sendiri yang akan menyelamatkan Bintang.


Rangga dan Nando beserta beberapa anak buahnya mulai menyelinap masuk kedalam rumah megah milik Rendi. Berkat denah yang di gambar oleh Andi tadi mereka bisa mengetahui letak cctv yang terpasang di sekitar area rumah itu dan berhasil juga menghindarinya.


Rangga memberikan kode kepada Nando untuk berpencar dengan tangannya.Nando mengangguk mengerti.


Dan anak buah yang lain juga membagi diri mereka menjadi dua kelompok,satu kelompok mengikuti Nando dan satunya lagi mengikuti langkah Rangga.


*Di ruang penyekapan Bintang


Rendi mendekati Bintang yang masih tertidur. Dia duduk di sisi ranjang sambil menatap wajah cantik yang masih terlelap di depannya.


Perlahan dia menyentuh pipi Bintang dengan cemarinya,bahkan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah cantik yang masih terlelap itu.


Bintang yang merasakan ada sentuhan di pipinya,mengerjapkan matanya.Dia membuka matanya perlahan-lahan.


Dia terkejut saat mendapati wajah Rendi yang tinggal beberapa centi lagi dari wajahnya.


Dengan cepat Bintang mendorong tubuh Rendi agar menjauh dari tubuhnya.Dan dia langsung duduk sedikit menjauhkan diri dari Rendi.


"Apa yang mau kamu lakukan?"tanya Bintang dengan marah.


" Bukankah kamu sudah bersedia menikah denganku? Jadi apa salahnya jika aku ingin menyentuhmu"jawab Rendi dengan senyum jahatnya.


"cepat atau lambat tubuhmu itu akan menjadi milikku?" tambahnya seraya menarik tubuh Bintang agar mendekat ke arahnya.


"Aku memang bersedia menikah denganmu,tapi bukan berarti kamu bisa menyentuhku sesukamu sebelum ada ikatan resmi di antara kita."


"Baiklah,Kalau begitu kita menikah sekarang."jawab Rendi dengan gampangnya.


"Kamu benar-benar tidak waras,aku saja belum resmi bercerei dengan mas Rangga. Bagaimana mungkin kita bisa menikah?"


"Kalau itu yang kamu inginkan, aku akan membuatmu secepatnya resmi bercerei dengan lelaki brengsek itu", Rendi kembali mendekati Bintang.


" Mau apa kamu?"tanya Bintang yang berjalan mundur untuk menjauhi Rendi.


Rendi terus berjalan mendekati Bintang, hingga Bintang terpojok dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi.


"Jangan mendekat!" teriak Bintang.


"Teriaklah sesukamu karena tidak akan ada orang yang menyelamatkanmu di sini"


Bintang benar-benar ketakutan,Rendi yang ada di depannya sangat jauh berbeda dengan Rendi yang selama ini dia kenal.Rendi yang ada di depannya lebih terlihat seperti seorang psikopat yang menakutkan.


"To...tolong hentikan!Aku mohon!",pinta Bintang dengan wajah memelas.


Namun Rendi tidak menghiraukannya,dia semakin mendekati Bintang.


" Diam dan nikmati saja atau kamu ingin melihat anak-anakmu mati di depanmu"ancam Rendi,saat Bintang hendak mendorong tubuh Rendi agar menjauh dari tubuhnya.


Mendengar ancaman tersebut Bintang akhirnya pasrah.Dia hanya berdoa semoga ada keajaiban yang bisa menolongnya.


"mas,apa kamu sudah menemukan brosur itu?Tolong aku Mas Rangga, aku tidak mau tubuhku di sentuh oleh ******** ini.Tolong aku" batin Bintang.


Bintang memejamkan matanya saat tangan Rendi mulai menyentuh pipinya dengan jari-jarinya.


Perlahan tangan Rendi menarik dagu Bintang agar lebih mendekat padanya.


"Bibirmu sangat indah,aku benar-benar tidak rela saat membayangkan Rangga brengsek itu menikmati bibir indahmu ini" kata Rendi sambil terus menatap bibir mungil milik Bintang.


Dan cup,Rendi mencium bibir mungil itu dengan sangat rakus. Bintang berusaha memberontak bahkan dia rela menggigit bibirnya sendiri hingga mengeluarkan darah.


Rendi menghentikan ciumannya saat melihat darah yang menetes dari bibir Bintang.


"Beraninya kau menolak ku" tatapan mata Rendi benar-benar menakutkan.


Dia menarik baju Bintang dengan sangat kasar,hingga semua kancing baju tersebut berceceran di lantai.Bahkan dia membawa tubuh Bintang dan melemparkannya di atas ranjang.


Rendi melepaskan kemeja yang dia pakai,dengan masih memakai celana panjangnya Rendi mulai menindih tubuh Bintang.


Bintang berusaha melawan,namun tenaganya tidak cukup kuat.Rendi yang semakin gila mulai melancarkan aksinya.Satu tangannya memegang kedua tangan Bintang dan menguncinya dan satunya lagi berusaha menarik penghalang yang masih menempel menutupi dada Bintang.


Dan tiba-tiba...


BRAKKKK....


Seseorang mendobrak pintu kamar tersebut dan mendorong tubuh Rendi hingga tersungkur.


Dengan mata yang merah padam karena amarah yang sudah memuncak, dia menetap Rendi dengan tatapan yang mematikan.


Lelaki manapun pasti akan sangat murka melihat wanita yang dia cintai sedang di lecehkan,apalagi wanita tersebut adalah istrinya.


Rangga menarik Rendi dan mulai memukul wajah Rendi berulang kali.


Mendapat pukulan dari Rangga barusan,Rendi malah tertawa lebar seperti orang gila.


"Dasar tidak waras,ternyata kamu sama seperti kakakmu yang mengidap penyakit jiwa" maki Rangga.


Dia berjalan mendekati Bintang dan memberikan jas miliknya.


Mendengar kata kakakmu membuat Rendi kembali geram.


Rendi menarik tangan Bintang agar mendekat kearahnya.Tapi satu tangan Bintang masih di genggam sangat erat oleh Rangga.


"Kamu bilang aku gilakan?Akan aku buktikan seberapa gilanya diriku" kata Rendi.


Rangga tidak perduli,dia berusaha melepaskan tangan istrinya dari genggaman Rendi.


"Lepaskan tangan kotormu dari istriku"


"Kamu yang harus melepaskan istrimu untuk melayaniku.Atau kedua anak kembarmu itu akan mati di depanmu"


Bintang melepaskan tangannya dari tangan Rangga. Rangga pun hanya bisa diam melihat itu,dia benar-benar lupa kalau Nando belum memberikan kabar tentang kedua anaknya.


"Dalam surat yang kamu berikan kepada Kakak ku,kamu pernah bilang kalau Kakak ku tidak pantas untuk mu.Sekarang kamu akan lihat istri yang sangat kamu cintai ini juga akan menjadi wanita yang tidak pantas untukmu", Rendi mengatakan itu dengan sorot mata tajamnya.


Rendi mendorong kembali tubuh Bintang ke atas ranjang.


" Rendi,jangan sentuh istriku! urusanmu adalah denganku.Kamu boleh melakukan apapun terhadapku tapi jangan pernah kamu sentuh istriku."teriak Rangga.


Rendi hanya memberikan senyum menyeringai kepada Rangga, tanpa ingin perduli dengan teriakannya.Karena dia terus berjalan mendekati Bintang.