Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 122


Mia terduduk lemas melihat putra yang baru bersamanya di bawa pergi oleh Michel.Apalagi kondisi Harry saat ini sedang tidak baik.


Rangga dan Bintang membawa Mia kembali ke kediaman Wijaya.


"Mas,kita harus melakukan sesuatu agar Harry bisa kembali ke keluarga ini. Aku tidak tega melihat kondisi mama,apalagi sejak pulang tadi mama hanya mengurung diri di dalam kamar. Tama dan Mikha saja tidak bisa membujuk mama untuk ke luar dari kamarnya", kata Bintang.


" Aku tahu,saat ini aku juga sudah menghubungi beberapa pengacara agar hak adopsi Harry bisa di batalkan",jawab Rangga yang juga terlihat sedih bahkan berkali-kali Rangga menghela napasnya.


"Apa itu begitu sulit?" tanya Bintang sambil memijit bahu suaminya.


"Sebenarnya tidak begitu sulit,tapi...Michel adalah orang yang kejam dia pasti memiliki rencana lain setelah ini".


" Apa kehebatan suamiku ini sudah berkurang? Biasanya dia akan sangat cepat menyelesaikan masalah",kata Bintang sedikit menggoda suaminya.


Rangga menghentikan tangan Bintang yang sedang memijit bahunya dan menarik istrinya itu duduk di pangkuannya.


"Apa anak-anak sudah tidur?" tanya Rangga.


Bintang mengalungkan tangannya di leher sang suami.


" Anak-anak sudah tidur setelah membujuk mama tadi ",jawab Bintang.


Bintang mendekatkan wajahnya dan mencium bibir suaminya itu. Dia tahu kalau saat ini suaminya membutuhkan sesuatu yang bisa membuatnya sedikit tenang.


Bintang ******* bibir suaminya itu dengan lembut.


" Apa kamu sengaja menggodaku?" tanya Rangga disela-sela ciumannya.


"Iya,aku memang sengaja menggodamu Mas. Apa kamu keberatan?" jawab Bintang.


Mereka melanjutkan aksi mereka di atas ranjang.


*****


Rangga sudah memakai piyamanya,dia menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya.


"Terimakasih,Sayang", ucap Rangga sambil mencium kening istrinya itu.


Rangga mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang. Dia berjalan ke arah balkon kamarnya agar tidak mengganggu tidur istrinya.


" Apa kamu sudah tahu di mana dia tinggal saat ini? "tanya Rangga.


" Dia tinggal di rumah lamanya di Jl.XX. Rumah itu juga di jaga sangat ketat dan dengan keamanan yang berlapis",jawab Nando dari ujung sana,karena memang yang sedang di hubungi Rangga adalah Nando.


Sore tadi dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Wijaya, Rangga mengirimkan pesan kepada Nando untuk menyelidiki tempat tinggal Michel Javier.


"Rangga, sepertinya Om Edwarlah yang membantu Michel selama ini.Karena tadi tanpa sengaja aku melihatnya di kediaman Javier", kata Nando lagi.


" Aku sudah tahu. Apa ada hal lain lagi?"jawab Rangga sembari bertanya.


"Aku juga mendapat kabar kalau Michel sedang mencari perawat untuk merawat saudaramu itu di rumahnya. Jika kamu bisa mengirimkan perawat untuk bisa masuk ke keluarga Javier, pasti akan lebih mudah menemukan kelemahanannya" jelas Nando.


"Aku akan pikirkan itu nanti" kata Rangga.


"Lalu bagaimana dengan donor jantungnya,apa kamu sudah mendapatkan donor yang tepat untuk Harry?"tanya Rangga pada Nando.


"Maaf Rangga sampai sekarang aku masih belum bisa mendapatkannya. Jumlah pasien yang membutuhkan donor jantung lumayan banyak, sementara jumlah pendonor sangatlah sedikit jadi akan sangat sulit untuk mendapatkannya dalam waktu dekat ini" jawab Nando.


"Sulit bukan berarti tidak adakan? Jadi kamu harus bisa mengusahakan itu secepatnya. Berapa pun uang yang di butuhkan aku pasti akan bisa memberikannya", seru Rangga.


" Akan aku usahakan"jawab Nando.


"Kalau ada pergerakan lain dari Michel segera beritahu aku", kata Rangga sebelum menutup telponnya.


Rangga kembali ke ranjangnya, dia menatap wajah cantik istrinya yang masih terlelap.


Rangga kembali naik ke ranjangnya dan memeluk tubuh istrinya itu.


" Mas,ini jam berapa?"tanya Bintang masih dengan mata terpejam.


"Tidurlah lagi,ini masih tengah malam" jawab Rangga.


"Mas,aku masih sangat capek", kata Bintang saat tangan suaminya itu sudah kembali bergerilya di dalam selimut.


" Kamu tidak perlu melakukan apapun, tetap tutup matamu dan nikmatilah",jawab Rangga lirih. Dia kembali melanjutkan aksinya.


*****


Pukul 06.00 Rangga dan yang lainnya sudah berkumpul di meja makan kecuali Mia.


Setelah mengambilkan nasi di piring suami dan kedua anaknya.,Bintang mengambil makanan komplit dengan lauknya di atas nampan.


"Sayang, kamu mau bawa ke mana makanan itu?" tanya Rangga


"Sejak semalam mama belum makan,aku akan membawa ini ke kamar mama" jawab Bintang.


"Tama,Mikha kalian bisakan makan sendiri? Mama mau mengantarkan makanan ini ke kamar grandma?" kata Bintang pada kedua anaknya.


"Iya,Mommy" jawab kedua anak itu bersamaan.


"Sudah, biar Mikha dan Tama ibu yang urus,kamu cepat bawa makanan itu ke kamar Mia", seru Ratih.


Bintang membawa nampan berisi makanan ke kamar mertuanya itu.


tok tok tok


Bintang mengetuk pintu kamar mertuanya. Karena tidak di kunci Bintang langsung masuk ke kamar mertuanya itu.


" Ma,ini Bintang bawakan makanan untuk mama", panggil Bintang sambil meletakkan nampan tadi di atas nakas.


"Ma.." panggil Bintang lagi.


Karena tidak ada jawaban dari mertuanya, Bintang langsung memeriksa kamar mandi di dalam kamar itu.


"Mas,Mas Rangga", teriak Bintang saat tidak menemukan mertuanya itu.


" Ada apa Sayang, kenapa kamu berteriak?"tanya Rangga.


"Mama tidak ada di kamarnya, Mas" jawab Bintang cemas.


Rangga mengambil ponsel di sakunya dan memeriksa cctv di sekitar rumahnya. Rangga sudah menghubungkan rekaman cctv rumah bahkan kantornya ke hp pribadinya.


"Bagaimana?" tanya Bintang.


"Mama ke luar dari rumah subuh tadi", jawab Rangga setelah melihat rekaman cctv tersebut.


" Maafkan aku Mas, karena aku tidak menjaga mama dengan baik. Harusnya waktu aku bangun tadi aku langsung mengecek kamar mama,maafkan aku ", ucap Bintang.


" Sayang, ini bukan salah kamu. Lebih baik sekarang kita cari mama",kata Rangga.


"Mikha Tama kalian sama nenek ya,mommy sama Daddy harus pergi mencari grandma".


" Iya,mommy "jawab Mikha.


" Tama,kamu adalah anak laki-laki jadi kamu harus menjaga Mikha sama nenek selama Daddy pergi. Ok "


"Ok,Daddy", jawab Tama.


Rangga dan Bintang segera mencari keberadaan Mia dengan menyusuri jalan raya.


*****


Mia sudah berdiri tidak jauh dari kediaman Michel yang tidak lain adalah kediaman orang tua Harryangga dulu.


Rumah itu dulu di beli oleh Michel saat Harryangga harus menutup kerugian perusahaan Wijaya guna membayar gaji karyawan di perusahaan tersebut.


Saat itulah penderitaan Mia dan Harryangga di mulai, mereka harus hidup berkekurangan hingga terpaksa harus merelakan anaknya.


" Mas Angga,aku ke sini untuk menjemput anak kita Harry. Tolong bantu aku Mas",batin Mia.


Dengan langkah gontai Mia berjalan semakin mendekati kediaman Javier.


Namun saat tinggal beberapa meter lagi langkahnya sampai di gerbang masuk rumah Javier,seseorang menarik Mia dan membawanya untuk bersembunyi.


### Nah lho siapa ya kira kira? Jangan lupa like,komen dan vote biar Author makin semangat nulisnya.


karena besok sudah memasuki bulan suci ramadhan author cuma mau ngucapin selamat berpuasa bagi yang menjalankan. Dan semoga pandemi covit19 ini segera berlalu di bumi pertiwi kita tercinta ini. Amiinn