Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 175


" Apa!?! Iya- iya,aku segera ke sana", kata Bintang setelah berbicara dengan Ana.


"Ada apa, Bi? Kenapa dengan Ana?" tanya Alex khawatir saat melihat perubahan raut wajah dari sahabat istrinya itu.


" Lex,tolong kamu antar aku ke mall di jalan XX ya! Aku mohon!", pinta Bintang.


"Aku pasti mengantarmu,tapi katakan dulu apa yang terjadi pada Ana? Kenapa dia malah menelponmu dan bukan menelponku?", tanya Alex yang masih panik karena mendengar nama istrinya di sebut oleh Bintang.


" Sebentar Lex,aku harus menelpon Nando dulu", kata Bintang. Kemudian dia mencoba menelpon Nando.


"Duh,kenapa tidak di angkat sih", gumam Bintang sambil terus berusaha untuk menghubungi nomor Nando.


" Bi,Kenapa kamu harus menelpon Nando? Memang apa hubungannya Nando dengan Ana?", tanya Alex yang makin penasaran dan juga cemas.


Bintang belum menjawab pertanyaan Alex, dia kini malah beralih menelpon suaminya.


" Hallo Mas,tolong kamu suruh Nando ke mall di jalan XX sekarang. Aku dan Alex juga akan ke sana. Ingat sekarang ya mas,jangan nanti-nanti", seru Bintang kepada suaminya melalui sambungan telpon tersebut.


Setelah itu dia mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.


"Ayo Lex,kita ke sana sekarang!", ajak Bintang.


" Tunggu, Bi! Kamu belum jawab pertanyaanku. Sebenarnya apa yang terjadi pada Ana? Kenapa kamu juga menelpon Nando dan menyuruhnya ke sana?", tanya Alex yang merasa penasaran, khawatir dan juga panik.


"Ana tidak kenapa-napa Alex. Dia dan Dewi tadi sedang jalan-jalan ke mall dan tiba-tiba perut Dewi sakit,kemungkinan Dewi akan melahirkan. Ana panik barusan makanya dia menelponku dan menyuruhku ke mall itu sekarang", jelas Bintang.


" Syukurlah, aku kira terjadi apa-apa dengan Ana dan calon bayiku", kata Alex lega.


Akhirnya Alex merasa tenang karena istrinya baik-baik saja.


"Ayo Lex, cepat!", seru Bintang yang di angguki oleh Alex.


Bintang dan Alex segera menuju ke mall yang di maksud oleh Ana di telpon. Tidak lupa mereka juga membawa dokter kandungan untuk ikut bersama mereka.


*****


( Di mall XX )


Para pengunjung mall berkerumun ikut menyaksikan Dewi yang meringis kesakitan. Ada beberapa ibu-ibu yang membantu Ana membawa Dewi duduk di salah satu kursi yang ada di mall tersebut.


" Ana,perutku sakit", Dewi meringis ke sakitan sambil memegangi perutnya.


" Iya Dew,iya. Tapi aku harus gimana? Apa yang harus aku lakukan?", tanya Ana kepada Dewi. Ana merasa khawatir dan panik melihat Dewi yang meringis kesakitan.


Ana sudah membawa Dewi duduk di kursi yang berada di mall tersebut.


"Kenapa Bintang belum juga datang sih", gumam Ana kebingungan.


" An,sepertinya sebentar lagi aku akan melahirkan. Aduh...sakit...", rintih Dewi sambil terus memegangi perutnya.


"Aduh Dew,aku bingung aku harus ngapain", ucap Ana yang makin kebingungan. Berkali-kali Ana melihat ke arah pintu mall tersebut,berharap akan segera datangnya bantuan.


" Bintang...cepetlah...Aku tidak tahu harus ngapain sekarang.. ", batin Ana yang duduk di sebelah Dewi dan membantu mengelus perut sahabatnya itu.


Tidak lama kemudian Bintang datang bersama dengan Alex dan juga seorang dokter kandungan yang mereka bawa tadi.


" Bintang... akhirnya kamu datang juga",kata Ana yang merasa bahagia saat melihat sahabatnya itu.


Bintang segera mendekati Dewi yang masih meringis kesakitan.


"Dew, kamu tidak apa-apakan?",tanya Bintang.


" Tidak apa-apa, tapi sepertinya bayiku akan lahir,Bi", jawab Dewi sambil terus mengelus perutnya yang sakit.


"Mas...", kata Ana sambil mendekati suaminya.


" Tidak apa-apa, Sayang. Itu hal yang biasa terjadi saat akan melahirkan ", Alex mencoba menenangkan istrinya yang masih kelihatan panik.


" Tolong periksa temanku ini, Dokter ", seru Bintang kepada Dokter kandungan yang dia bawa.


" Dokter,sepertinya teman Anda akan melahirkan saat ini. Kita membutuhkan tempat untuk melakukan proses persalinan dadakan", kata sang Dokter kandungan.


Akhirnya setelah meminta izin,sang manager meminjamkan ruangannya untuk di gunakan sebagai tempat persalinan. Apalagi manager tersebut mengenali Bintang sebagai Nyonya dari keluarga Wijaya.


" Silahkan, bawa ke ruangan saya. Kebetulan di ruangan itu juga ada ranjangnya ", kata sang manager hotel mempersilahkan.


" Alex, bantu aku membawa Dewi ke ruangan manager," seru Bintang.


Namun saat Alex akan menggendong Dewi seseorang menghentikannya.


" Tunggu, Lex. Biar aku yang menggendongnya", sela orang yang baru datang itu, dia adalah Nando.


Setelah mendapat telpon dari Bintang, Rangga segera mencari Nando dan membawanya ke mall yang Bintang maksud.


"Iya,Kak",Alex segera mundur dan mempersilahkan Nando untuk menggendong istrinya.


" Mas..sakit Mas", rintih Dewi


" Tenanglah Sayang, aku ada disini bersamamu. Maafkan aku Sayang karena aku terlambat datang ", ucap Nando. Nando membawa istrinya itu ke ruangan yang manager mall tersebut tunjukkan.


*****


Semua orang menunggu di depan ruang manager,kecuali Nando. Dia ikut masuk untuk menemani istrinya itu melahirkan.


Akhirnya setelah melalui fase-fase menegangkan tadi,Dewi berhasil melahirkan anaknya secara normal.


'Oek...Oek..Oek'


Suara tangis bayi dari dalam ruangan itu. Bintang dan Ana tersenyum lega dan bahagia mendengar tangis bayi tersebut.


" Bi..itu anak Dewi lahir", kata Ana bahagia.


"Iya,An aku juga bahagia mendengarnya", jawab Bintang.


" Mas,anak Dewi sudah lahir", kata Bintang sambil memeluk suaminya.


"Iya,aku harap kita juga secepatnya menyusul mereka", kata Rangga yang di sambut cubitan oleh Bintang.


" Apaan sih kamu, Mas" kata Bintang dengan wajah yang bersemu merah.


"Kita harus segera mewujudkan keinginan Tama dan Mikha untuk memiliki adik. Kalau perlu setelah tamu bulananmu pergi kita membuatnya sesering mungkin", bisik Rangga di telinga istrinya itu. Dan lagi-lagi Bintang mencubit pinggang suaminya itu.


Ana dan Alex yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa tersenyum.


" Sayang, setelah anak kita lahir. Kita juga jangan mau kalah sama mereka", Alex ikutan berbisik di telinga istrinya, Ana.


"Kamu ini,Mas. Kehamilanku baru saja jalan 3 bulan,sudah bilang mau nambah anak saja", gerutu Ana. Yang di sambut suara kekehan dari Alex.


Tidak lama kemudian, Dokter kandungan itu keluar dari ruangan manager mall yang di gunakan untuk persalinan dadakan tadi. Melihat Dokter itu ke luar Bintang dan Ana mendekati sang dokter untuk menanyakan keadaan teman mereka.


" Dok,bagaimana keadaan Dewi?"


"Bayinya laki-laki atau perempuan?"


Tanya Bintang dan Ana antusias, mereka begitu ingin tahu keadaan Dewi dan anaknya.


## ~ *Anak dari Dewi laki-laki atau perempuan ya? Tunggu di bab berikutnya.


~ Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like,komen dan vote ya.


Baca juga karya teman author di bawah ini yang ga kalah bikin baper*.





Dan karyaku jangan lupa...