Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 119


Perusahaan Wijaya Grup, akhirnya sudah mulai bisa menyelesaikan masalahnya satu per satu.


Harga saham Wijaya Grup pun sudah kembali ke harga semula.Banyak pengusaha yang memuji kehebatan seorang RANGGA WIJAYA, tapi tidak sedikit juga yang iri bahkan benci karena perusahaan Wijaya Grup akhirnya bisa kembali menduduki strata teratas.


Itu semua atas kerjasama seluruh tim dan orang-orang yang selalu setia dan loyal terhadap perusahaan itu.


Di sisi lain ada orang-orang yang tidak menyukai atas keberhasilan Wijaya Grup, termasuk direktur dari MJ GRUP Michel.


Michel melempar semua barang yang ada di depan mejanya.


"Rangga Wijaya mungkin ini waktunya aku turun tangan sendiri untuk menghancurkanmu", gumam Michel.


Michel mengambil sebuah foto dari dalam laci kerjanya. Foto itu adalah foto pernikahan Harryangga dengan Mia.


" Kamu lihat saja Harryangga, aku akan membalas rasa sakit hatiku padamu melalui anak-anakmu. Aku akan membuat dua saudara kembar itu saling berhadapan dan saling membenci,Argh..",Michel melempar foto tersebut ke lantai.


"Mas,ada apa?", tanya istri Michel yang bernama Yuna.


Yuna baru saja ke luar dari kamarnya saat mendengar Michel berteriak dari ruang kerjanya.


Dia menerobos masuk ke ruang kerja itu tanpa mengetuk pintu karena mengkhawatirkan keadaan suaminya.


" Siapa yang mengizinkanmu masuk ke tempat kerjaku?",tanya Michel dengan sorot matanya yang mematikan.


"Aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu, makanya aku masuk ke sini", jawab Yuna dengan suara agak bergetar karena takut.


" Mas,apa kamu masih menyimpan kebencian terhadap Harryangga dan keluarganya?",tanya Yuna.


Yuna memberanikan diri untuk bertanya saat melihat foto pernikahan Harryangga dan Mia berada di atas lantai.


"Sampai kapan kamu akan membenci keluarga itu?Bukankah dulu kamu yang dengan senang hati melepaskan Mia untuk sahabatmu Harryangga?" tanya Yuna.


Michel masih tetap diam.


"Mas,dulu kamu juga sudah berhasil membuat Mia depresi?Dan kamu juga sudah berhasil membuat usaha Harryangga bangkrut waktu itu? Kamu juga sering menyiksa Harry, padahal kamu tahu Harry menyayangimu. Kamu tanamkan di hatinya kebencian untuk keluarganya sendiri? Apa semua itu masih kurang?",kata Yuna. Dia benar-benar sudah tahan melihat kejahatan suaminya terhadap keluarga Wijaya.


" Diam kamu!", Michel menghampiri istrinya dan mencekik leher istrinya itu.


"Aku tidak akan pernah puas sampai keluarga Wijaya itu benar-benar lenyap dari dunia ini" kata Michel,kemudian melepaskan cekikikan tangannya di leher istrinya tersebut.


'Uhuk...uhuk..uhuk'


Yuna memegangi leher yang baru saja di cekik oleh Michel.


"Pantas saja Mia lebih memilih Harryangga dari pada dirimu,karena dari sudut mana pun jika di bandingkan dengan Harryangga kamu tidak ada apa-apanya", kata Yuna lagi.


Michel melempar asbak ke arah Yuna dan mengenai pelipisnya hingga mengeluarkan darah.


" Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuanmu,aku akan pergi dari rumah ini",Yuna mengatakan itu dengan sedikit berteriak.


Yuna hampir berlari meninggalkan tempat itu,namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Michel.


"Pergilah, tapi jangan harap aku akan membiarkanmu menemui Harry lagi", ancam Michel.


Yuna memang sangat menyayangi anak angkatnya itu, dialah orang yang merawat Harry sejak bayi. Bahkan saat penyakit jantung Harry kambuh,Yuna rela menjaga anaknya itu semalaman. Dan Harrylah alasan Yuna dulu bersedia menikah dengan monster seperti Michel.


Dengan langkah gontai Yuna ke luar dari ruang kerja suaminya itu. Dia masuk ke kamarnya.


Yuna mengambil foto dirinya bersama dengan Harry.


" Kamu memang bukan anak kandung ibu Harry, tapi ibu menyayangimu melebihi nyawa ibu sendiri. Kamulah alasan ibu masih bertahan dengan monster seperti Michel. Harry bagaimana kabarmu saat ini? ibu merindukanmu, Nak ".


Yuna memeluk foto tersebut dan membawanya ke alam mimpi.


*****


Malam itu Rangga datang menemui istrinya di rumah sakit. Dan sebelum ke rumah sakit dia membawa ke dua anaknya untuk beristirahat di hotel bersama dengan neneknya.


Seperti biasa setelah selesei berkeliling memeriksa pasien,Bintang akan beristirahat sebentar di ruang istirahat khusus untuk para dokter dan perawat yang bertugas.


Bintang sangat terkejut ketika tiba-tiba ada yang memeluknya. Spontan dia menendang betis orang yang memeluknya itu.


Bintang segera menghampiri orang yang dia tendang tadi,karena ternyata dia adalah suaminya sendiri Rangga.


"Mas,maaf...maaf aku nggak sengaja", ucap Bintang sambil menghampiri suaminya itu.


"Kamu ini,suami meluk malah kena tendang. Coba yang kamu tendang tadi senjataku pasti malam ini aku tidak bisa memberimu kenikmatan".


" Apaan sih Mas,lebay deh".


Rangga kembali memeluk tubuh istrinya itu.


"Aku sangat merindukanmu", ucap Rangga.


" Aku juga",jawab Bintang sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.


Perlahan keduanya menyatukan bibir mereka. Kedua bibir itu saling memagut, menyesap bahkan lidah mereka juga saling mengabsen isi yang ada di dalam mulut mereka.


Mungkin jika mereka tidak ingat kalau tempat itu adalah tempat istirahat para dokter dan perawat, mereka sudah melanjutkan adegan ciuman itu keadegan berikutnya.


Mereka melepaskan ciuman mereka saat ada langkah kaki yang mendekat ke ruangan itu.


Rangga memposisikan dirinya duduk di tepi ranjang, sementara Bintang dia duduk di bangku yang ada di sebelahnya.


Ceklek


Pintu terbuka dengan sempurna dan ternyata yang datang adalah Dinda.


"Ternyata ada suamimu di sini ? Maaf ya kalau aku ganggu kalian", ucap Dinda.


" Tidak kok,Mas Rangga cuma mampir sebentar. Iyakan Mas?",kata Bintang.


"Aku mau ke tempat Harry", kata Rangga seraya bangun dari posisinya duduk tadi.


" Sayang,jam berapa kamu pulang?"tanya Rangga.


"Sekitar 2 jam lagi", jawab Bintang.


" Nanti aku akan menjemputmu dan kita lanjutkan yang tadi. Malam ini aku tidak akan melepaskanmu",kata Rangga sebelum meninggalkan tempat itu.


Bintang melirik ke arah Dinda.


"Apaan sih Mas Rangga, kenapa musti ngomong seperti itu di depan Dinda. Dinda pasti bakalan mikir yang aneh-aneh", batin Bintang.


Dan dari ekspresi yang di tunjukkan Dinda sepertinya dia memang sedang memikirkan hal aneh itu.


*****


Rangga menemui Harry di ruangannya.


" Kapan kamu sampai? "tanya Harry.


" Baru saja",jawab Rangga.


"Kamu tidak membawa kedua ponakanku ke sini?" tanya Harry saat melihat saudaranya itu hanya datang sendiri.


"Mereka ketiduran di mobil,jadi aku membawa mereka ke hotel untuk beristirahat.Mereka akan nenemuimu besok pagi" jawab Rangga.


"Bagaimana dengan kondisi perusahaan mu?" tanya Harry lagi.


"Semua sudah kembali normal dan itu semua berkat informasi yang kamu berikan. Tapi sampai sekarang aku belum tahu dengan pasti siapa-siapa saja orang suruhan Michel. Kecuali orang itu, itupun aku belum punya cukup bukti" jawab Rangga panjang lebar.


"Ohya,aku sudah mengurus kepindahanmu ke Jakarta. Aku ingin kamu mendapatkan perawatan yang terbaik di sana bahkan jika memang perlu aku ingin memindahkanmu ke ruamah sakit terkemuka di Singapura.


Aku juga sudah memasang iklan agar kamu bisa secepatnya mendapatkan donor jantung yang sesuai"


"Apa!!!!!"


Suara itu mengejutkan Harry dan Rangga. Kedua saudara kembar itu saling tatap dan menelan saliva mereka masing-masing.