
Happy reading ya readers
πΈπΈπΈ
Setelah sangat lama berada di cafe,akhirnya Keyros berdiri dari tempat duduknya. Sekretaris Ray langsung berdiri dan menghampiri tuannya.
"Tuan" panggil sekretaris Ray
"Apa tuan butuh sesuatu?" sambungnya lagi
"Tidak" ucap Keyros
"Kita pergi dari sini" lanjutnya lagi seraya berjalan mendahului sekretarisnya.
"Akhirnya tuan...kau beranjak juga" batin sekretaris Ray merasa lega
Sekretaris Ray langsung membayar tagihan pesanan tuannya dan ia segera menyusul tuannya yang sudah berada di dalam mobil.
~Sedangkan kedua gadis di cafe itu menghela nafas lega setelah kepergian Keyros
"Huh...akhirnya tuh manusia kutub pergi juga" ucap Keyna menghela nafasnya
"Iya lega banget gue,sedari tadi nihh cafe berasa hening kyk gk ada kehidupan"
"Iya aura si manusia kutub berasa nyeremin banget,hiii...merinding gue" ucap Keyna berdigik ngeri
"Udah lah...yuk kita beresin cafe dulu terus kita tutup aja,udah sore juga percuma kita buka lagi" ucap Alya
Keyna dan Alya segera merapikan cafe dan menutup cafe,karena sudah sore mereka tidak membuka cafe lagi dan memutuskan untuk pulang.
____________________
Keyros sampai di mansion,sekretaris Ray membukakan pintu untuk tuannya
"Ray pulang dan istirahatlah" ucap Keyros sebelum dia masuk ke dalam mansion.
"Baik tuan"
"Mana bisa saya istirahat tuan,tugas yang tuan beri belum saya selesaikan karena terhalang oleh drama anda yang tidak kunjung pergi dari cafe itu" gumam sekretaris Ray dalam hati dan setelah itu ia meninggalkan mansion tuannya.
Keyros masuk kedalam Mansion dan langsung menuju kamarnya, saat akan menaiki tangga dia berpapasan dengan adiknya Gina.
"Kakak udah pulang? Tumben pulang sore,biasanya kalau pulang malem-malem terus" tanya Gina
"Udah gk ada kerjaan lagi" jawab Keyros dengan wajah datarnya. Setelah itu Keyros meninggalkan adiknya yang hendak bertanya lagi
"Issshhh....dasar muka datar" ucap Gina saat melihat kakaknya pergi meninggalkannya,padahal dia ingin bertanya lagi.
Gina melangkah pergi ke kamarnya dan melanjutkan aktifitas di dalam kamarnya.
_______________
Malam pun tiba,Keyros terbangun setelah tertidur beberapa saat,dia bangun dan melepas jas dan kemejanya yang belum sempat dia lepas.
Keyros melangkah ke kamar mandi,dia menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. Setelah puas mandi Keyros berganti pakaian.
Dia mengguhubungi pak Josep untuk mengantarkan makan malamnya ke kamar,dia akan makan malam di kamarnya, dia tidak ingin makan malam di meja makan karena orang tuanya pasti akan mencecarnya dengan pertanyaan dan ucapan-ucapan yang akan membuatnya kesal.
Tok...tok...tok.....
Keyro membukakan pintu dan terlihat pak Josep membawa nampan berisi makan malamnya
"Letakkan saja di situ" ucao Keyros menunjuk meja depan televisi.
"Baik tuan" pak Josep meletakkan nampan itu di tempat yang di tunjuk tuannya.
"Keluarlah"
Setelah kepergian pak Josep,Keyros mengambil nampan berisi makan malamnya,membawanya ke balkon kamarnya. Dia melahap makanannya dan sesekali menatap langit malam.
Keyros sedang memikirkan bagaimana caranya mencari calon istri agar orang tuanya tidak menjodohkannya dengan Sisil.
"Bagaimana caranya gue cari seorang gadis buat gue nikahi,jelas gue gk mau nikah" ucap Keyros sendiri.
"Arrrggghhh...gue gk mau nikah,tapi kenapa Mama sama Papa gk bisa ngertiin gue sihh. Tapi kalo gue gk bisa cari gadis buat gue nikahin,Mama sama Papa bakal ngejodohin gue sama Sisil" ucao Keyros frustasi
Setelah selesai makan dan berpikir tentang caranya untuk mencari calon istri,akhirnya dia memutuskan masuk kedalam dan mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.
______________________
Keesokan harinya,Keyros turun dari kamar dan menuju meja makan,saat tiba di meja makan Keyros mengerutkan dahinya saat melihat Sisil yang tengah asik duduk di meja makan bersama Mamanya.
"Key...kamu mau berangkat ke kantor? kita sarapan dulu yuk" Ucap Mama Sonya
"Oh iya Sisil juga akan ikut sarapan sama kita" sambung Mama Sonya lagi. Keyros hanya menatap datar
"Key kita sarapan bareng yuk,aku ambilin sarapan buat kamu" ucap Sisil dengan mengambilkan nasi untuk Keyros,namun Keyros malah pergi meninggalkan ruang makan
"Key kamu mau kemana,kita sarapan dulu,kamu gk sarapan dulu" teriak Mama Sonya
Keyros mengabaikan Mama nya yang berteriak,dia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan mansion nya.
~Keyros tiba di kantor lebih awal, dia langsung menuju ruangannya setelah sampai Keyros menyenderkan badannya di kursi. Ia merogoh ponselnya di dalam saku jas nya dan menekan nomor sekretarisnya Ray.
Tut...tut...tut...panggilan terhubung
"Halo Ray...apa kau sudah sampai di kantor?" tanya Keyros
"Belum tuan. Apa anda ingin saya jemput di mansion?" jawab sekretaris Ray di seberang sana
"Tidak,aku sudah sampai di kantor. Sebelum kau ke kantor carikan aku sarapan terlebih dahulu" perintah Keyros
"Baik tuan"
Setelah itu panggilan terputus,Keyros meletakkan ponselnya di atas meja. Sambil menunggu Ray yang membawakan sarapan,Keyros mengerjakan pekerjaannya.
Tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk
Tok...tok...tok...
"Masuk" jawab Keyros
Ceklek....
Sekretaris Ray masuk dengan membawa kantong makanan beserta piring dan sendoknya.
"Maaf tuan,ini sarapan yang anda minta" ucap Ray sembari meletakkan kantong makanan di atas meja.
"Terima kasih Ray,kau boleh keluar" ucap Keyros seraya membuka bungkus makanan itu
"Baik tuan,jika anda butuh sesuatu panggil saya saja tuan. Saya permisi" ucap Ray seraya melangkah keluar ruangan tuannya.
Keyros menikmati sarapannya di kantor,sebenarnya dia sudah sangat lapar dan ingin sarapan di rumah,namun saat melihat ada Sisil di sana,Keyros tidak jadi sarapan di rumah,dia malas harus berdebat dengan orang tuan nya tentang perjodohannya dengan Sisil,di tambah harus melihat sikap Sisil yang membuatnya risih.
Setelah selesai melahap sarapannya Keyros melanjutkan pekerjaannya lagi.
πΈπΈπΈ
Hai Readers.....
**Terima kasih semua para readers yang sudah mau mampir dan baca karya author,maaf ya readers ceritanya masih berantakan dan author jarang banget Up karena kesibukan author.
Mohon hargai karya yang author buat ya dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di karya author ini,Terima kasihπβ₯πππππ**